Tiga Pendekar

Tiga Pendekar
Episode 5


__ADS_3

**CHAPTER 5


Ludiro Vs Santika**


Disebuah telaga nan indah..


Warna air yang biru kehijauan dengan alun ombak yang tenang. Matahari pagi  yang bersinar lembut.


Suara satwa pagi dari pinggir telaga dan beburungan yang terbang melintas. Riuh bersahutan menciptakan harmoni pagi nan indah.


Kecipak ikan yang bermain diatas air....serta angin pagi yang sepoi...masih membawa aroma embun dan rerumputan basah.


Matahari masih belum beranjak tinggi..


Suara musik perlahan.... mengisi ketenangan pagi nan syahdu..


Suara musik nan indah dari petikan harpa membelah kesyahduan telaga. TELAGA BIDADARI,


Suara itu muncul dari sebuah kapal yang besar ditengah telaga. Kapal berwarna kuning biru nan indah..berhias bendera kecil warna warni.


Di pucuk tertinggi berkibar bendera biru muda bergambar rajawali emas..berkibar dengan gagah.


Ooo...kapal pesiar milik Pangeran Muda LUDIRO dari kotaraja ASOKA.


Pangeran LUDIRO yang sedang berpesiar ditelaga yang sudah terkenal keindahannya.


Setelah perjalanan pengembaraannya yang panjang di bulan bulan belakangan ini.


Menyingkap kebenaran dan kegemparan di dunia persilatan dengan munculnya GEGER PEDANG PEMIKAT SUKMA.


Melepas ketegangan dan kepenatan selama ini,  bertamasya ditempat yang menjadi kesukaannya.


Memang ditelaga bidadari ini, telah disiapkan.. Kapal pesiar khusus milik pembesar negeri ASOKA yang siap sandar di pinggir telaga. Tak terkecuali kapal milik Pangeran LUDIRO,


Siap....kapanpun dibutuhkan.!!


Seperti  saat ini...Pangeran LUDIRO sedang bertamasya menikmati alunan musik harpa. Yang membuat suasana semakin indah syahdu...


Pangeran LUDIRO memanglah penyuka keindahan, baik musik, tari, dan syair.


Ia juga seorang pelukis dan penyair handal..dan juga seorang pendekar muda yang berilmu tinggi. Jago ilmu silat kipas dan ilmu silat pedang.


Sambil menikmati irama harpa, pikirannya melayang jauh...teringat...akan gadis cantik berbaju merah yang memikat hatinya. Yang membuat hatinya bimbang dan resah.


Teringat akan pemuda biru SANTIKA sahabatnya...yang ternyata...adalah pewaris syah PEDANG PEMIKAT SUKMA yang menghebohkan itu...


Ahhh....waktu begitu.cepatnya berlalu...


Peristiwa demi peristiwa silih berganti ....lamunannya melayang jauh...


Sampai suatu ketika.. terdengar jeritan dan keributan.......


" Aaaaaaaaaa...........,'!!!!!! suara jeritan wanita melengking......dari arah....barat telaga....dari sebuah kapal pesiar kecil...


Kapal kecil berwarna merah terang...


Terlihat diatas geladaknya...seorang pria gendut separo baya..dengan pakaian merah besar kedodoran...sedang menarik paksa seorang wanita muda cantik ...berbaju kuning yang menjerit ketakutan...


Sedang tampak disudut adalah laki laki muda berbaju kuning pula yang telah terluka babak belur ....meringkuk...disudut geladak.


Wanita muda itu terus meronta dan menjerit ketakutan....rupanya sepasang pengantin muda yang sedang menikmati masa bulan madu dan berpesiar di telaga  Bidadari.


Suaminya terluka berdarah darah dipukuli oleh tukang pukul Bangsawan Gendut dari kotaraja yang sedang mabuk.


Bangsawan itu adalah KOMARA yang sudah terkenal buaya darat.


Lima orang tukang pukulnya tertawa terbahak bahak melihat tingkah laku tuannya yang sedang mempermainkan wanita muda itu.


Perutnya yang gendut bergoyang goyang. Mukanya yang bergelambir, hidungnya yang besar mengembang kempis..mulutnya yang lebar...hiiiihhh....mengeluarkan air liur yang menetes...


menjijikan!!.


Mukanya merah, nafasnya berat bau anggur....membuat wanita muda itu semakin ketakutan serasa ingin pingsan.


KOMARA semakin bernafsu dan kurang ajar....tangannya yang gendut besar berhasil memeluk pinggang ramping wanita muda itu....dan ditarik....didekapnya..


Bibirnya yang lebar dan tebal...maju...siap mencium...,


Tapi...


" Plakkkkk.......aduh!!!!" suara tamparan dan jerit kesakitan terlontar dari mulut KOMARA.


Kedua tangannya memegangi mulutnya yang berlumuran darah...karena dua tiga gigi depannya tanggal dan bibirnya sobek kena tamparan dari seseorang.


Hebohlah keadaan kapal merah kecil itu......


Karena tanpa ada suara hanya dua kesiuran angin lewat.....


Satu menampar KOMARA


yang satu ....syuut..telah berdiri diantara mereka seorang pemuda gagah..seorang pemuda serba biru...Pakiannya biru , kulit tubuhnya pun berwarna biru pula. Ia adalah SANTIKA rupanya.


Pewaris syah PEDANG PEMIKAT SUKMA.


Yang turun tangan ketika melihat kejahatan didepan matanya.


Kebetulan SANTIKA melintas di


telaga itu. Dengan tujuan mencari sahabatnya LUDIRO.


*


Sambil mengaduh aduh kesakitan.


KOMARA mengisyaratkan tangannya untuk memerintah tukang pukulnya menghajar pemuda biru itu.


Lima tukang pukul yang tadinya terkejut dan bengong...segera bergerak..melolos senjata masing masing....


Suara senjata berdesing..keluar dari sarungnya...


Serentak berkelebat menyerang SANTIKA..... berebut beraksi mencari jasa...mencari muka dihadapan tuanya...


Tapi malanglah nasib mereka. Seperti anjing terkena gebuk..mengaduh aduh...terkaing...kaing...


Serangan bebarengan dari.lima penjuru...dihadapi dengan tenang oleh SANTIKA..


Bacokan golok dari sebelah kanan membelah dari atas kebawah ..dielakkan hanya dengan memiringkan kepala dan menggeser langkah ..wuuttt..sinar golok dan golok lewat..SANTIKA mengibaskan.tangannya dan....menarik kedalam menyentil ujung pedang.....tingg...


Kibasan tangan dan sentilannya mengeluarkan deru angin tenaga dalam yang mematahkan belahan golok,..dan tusukan pedang....

__ADS_1


Akibatnya dua orang penyerangnya terlanda angin besar...dan terlempar terluka...tidak bisa bangun lagi.


Sedang tiga serangan lainnya, hanya dengan menarik tubuh kebelakang dan menyapokkan tangan kirinya kearah tiga pedang yang mengincarnya..


Kemudian dengan ringan ...ia melenting ke depan mengirimkan tendangan ke tiga arah serangan...sebenarnya belum sampai tersentuh oleh kaki SANTIKA... akan tetapi..semua gerakan,  baik sampokan, kibasan dan tendangan telah dilambari tenaga dalam...


Akibatnya sekali lagi...


Bilah pedang terbang lepas


dari pegangan...mendesing  menancap di tiang layar...


Yang lain terlempar hanya terkena angin tendangan saja....dengan luka ..di dadanya..bahkan ...satu orang terbang keluar kapal.


Terbang.....terjebur telaga.


Semua penyerangnya terkapar tidak bisa bangun lagi...kelengar...ada yang pingsan.


KOMARA yang terluka gigi dan bibirnya sangat terkejut...nyalinya serasa terbang...


Tukang pukulnya kalah semuanya....ia menjadi ketakutan...segera berlutut terkencing kencing...meminta ampun..


" Ampun....ampun...pendekar...," sembahnya sambil membenturkan dahinya. Tipe seorang pengecut, didepan yang lemah garang....didepan.yang kuat...bagai anjing mencawat ekor!!! Keokkk!!  Terkencing kencing dan menangis.


" Dasar buaya darat..aku tidak....mau lagi melihat wajah mesummu....dan juga para...penjilat.pantatmu itu...." ..dug..dug..dug..dug


dug..dug..byuuurrrr.....,"!!!!!


suaranya datar lembut...dan sekali berkelebat dan enam kali melakukan tendangan....


KOMARA si buaya darat dan kambratnya.....terbang indah....keluar...kapal....dan tercebur telaga....


Yang pasti paling kasihan adalah si Gendut KOMARA...tertendang...melayang.....tercebur telaga dan tenggelam....


" Tolooonnnggg...hep..hep...huppp....," lolongnya meminta tolong.


Untung saja...begundalnya masih mau menolong nya.


Segera diseretnya tubuh gendut tuannya menjauhi tempat bahaya itu.


*


SANTIKA mengalihkan pandangannya dari mereka yang berenang terbirit birit keluar telaga....pandangannya ke arah pasangan muda itu...


Yang terlihat berpelukan ketakutan di ujung buritan perahu...memandang takut dan pasrah kepada pemuda biru .


Tiba tiba berkelebat bayangan putih ke atas kapal kecil merah itu dan terdengar tawa yang ramah.


" Ha...ha...ha...jangan takut Paman dan Bibi , pemuda ini adalah SANTIKA sahabatku," jelasnya tenang.


Pemuda berbaju putih itu berwajah tampan berwibawa. Di tangannya tergenggam sebatang kipas berwarna keemasan. Dipunggungnya tersoreng pedang putih bergagang emas berbentuk kepala rajawali.


Dan yang terlihat khas...adalah didada kanannya tersulam lambang Rajawali Emas. Pakaian yang menjadi ciri khas, Pangeran Muda dari negeri ASOKA.


Pasangan pengantin muda itu menjadi sangat terkejut..segera mereka bersimpuh dan menyembah.


" Ampunkan kami Pangeran LUDIRO ...telah berani lancang dihadapan Paduka...dan..huk..huk..terima kasih Tuan Muda yang telah menyelamatkan kami, suami istri, " suaranya takut takut saat berbicara kepada Pangeran LUDIRO dan berterima kasih kepada SANTIKA.


Kemudian batuk batuk..dan kembali kesakitan.


" Ha...ha..ha...Paman dan Bibi tidak perlu terlalu sungkan. Bangkitlah....jangan takut sama sahabatku ini...meskipun terlihat aneh...namun ia bukanlah orang jahat. Ia adalah salah seorang pendekar yang sakti juga tampan, lho," godanya kepada SANTIKA yang hanya tersenyum tipis tanpa menyahut.


LUDIRO sekilas melihat luka pengantin laki laki, lalu,"


" Paman dan Bibi, kami mohon pamit dan sabarlah sedikit.!!


Ayo....SANTIKA... perahu ku ada disamping kapal ini..!!,"  lalu tubuhnya melayang keluar kapal diikuti oleh SANTIKA.


Dua pemuda perkasa yang gagah.


Melayang laksana terbang.


Seperti seekor Rajawali Putih dan seekor Garuda Biru..


Matahari sudah sepenggala...bayangan keemasannya menimpa air telaga..


Telaga Bidadari kembali tenang dan damai....


Hanya diatas telaga meluncur dengan cepat ..perahu kecil itu menuju ke kapal Merah Biru milik Pangeran LUDIRO....


Bersambung.....


Srigala Betina Tumbuh Sayap


Kembali ke pesisir Selatan....


Perguruan Selaksa Racun, masih seperti dahulu. Murid murid perguruan yang semuanya wanita....masih giat berlatih ilmu Pukulan Selaksa Racun peninggalan ketua lama MINARTI yang telah tewas. Juga ilmu ilmu lainnya sebagai ciri khas perguruan ini


Tidak kelihatan berubah dari luarnya.


Namun jika kita melihat ke bagian tengah Perguruan, tepatnya tempat tinggal sang Ketua baru, CEMPAKA ada yang berubah disitu....bahkan sangat berubah...!!


Ada tawa genit disana sekarang.


Tawa yang keluar dari sang Ketua.


Ada desah nafas yang saling berlomba..


Nafas birahi CEMPAKA dan GUMARANG.


Kembali ke tiga bulan sebelumnya......


Setelah duel dengan laki laki asing dimalam itu.


CEMPAKA tersadar dan terbebas dari totokan.


Ia terkejut sekali mendapatkan dirinya terbaring ditempat tidur didalam kamar, telanjang dibawah selimut. Dan ada rasa nyeri dibawah perutnya. Aah....


Ia berusaha bangkit, namun tidak mampu. Seluruh persendian seakan dilolosi. Lemas semua badannya.


Ia melirik ke samping pembaringan, tempat dimana ia biasa meletakkan pedang beronce merah miliknya.


Dan pedang itu ada disana.!!


Juga sosok asing yang berbadan tinggi besar, tegap dan berwajah jantan. Tersenyum menatapnya...!!!


Kepalanya terasa tersiram oleh air es. Jadi.......?  Oohhh..!!!


Serentak gelombang kemarahan mengaduk aduk dadanya.

__ADS_1


Tidak terasa air mata membanjiri pipinya..Ia sadar bahwa mahkota nya telah hilang. Direngut paksa oleh laki laki asing itu.


Laki laki yang sekarang berada tidak jauh dari tempatnya berbaring.


Ia menangis diam diam, dengan rasa kecewa, rasa kemarahan bercampur satu.


" Anak manis....tidak perlu menangis."! terdengar suara hiburan dari laki laki itu.yang merobek robek hatinya.


" Aku GUMARANG adalah kakak seperguruan gurumu MINARTI. Kau pasti...muridnya..?..lanjutnya sambil menendekati pembaringan.


" Berarti,....aku juga terhitung sebagai gurumu juga. He...he...he...," tiba tiba ia tertawa seram.


" O ya dimana gurumu berada? Aku tidak melihatnya?" tanya nya.


CEMPAKA tidak menjawab, hanya matanya melotot lebar mewakili perasaan marahnya.


Terdengar suara laki laki itu kembali, tanpa memperdulikan sedikit pun perasaan dan reaksinya.


" Semua jurus dan ajian gurumu telah kau kuasai...akan tetapi semuanya masih belum sempurna, belum matang. Kembangan dan tenaga dalammu masih kurang.


Aku bersedia mengajarimu menyempurnakan semuanya..


asalkan kau mau jadi kekasihku...seperti juga gurumu...he...he..he.he


he..ha...ha...ha..


dan aku akan mengajarimu juga cara bercinta yang hebat...bukan melayaniku seperti saat kau pingsan itu,"?  tawarannya kembali mengejutkan CEMPAKA.


Dunia bagaikan menjadi sempit, kata kata dan tawa GUMARANG menjadikan dirinya kian sadar, apa yang telah terjadi pada dirinya...adalah benar benar terjadi....bukanlah mimpi....


Matanya terus membanjir airmata, perasaannya serasa diperas peras...ia marah dan dendam...namun tidak bisa berbuat apa apa....


Masa depannya sudah hancur...terlintas keinginan untuk bunuh diri saja...


Tapi tiba tiba wajah gurunya MINARTI, wajah pemuda biru, wajah pemuda ceriwis..melintas di mata dan pikirannya...


Yang kembali menyadarkannya dalam DENDAM .....ia harus tetap hidup apa pun yang terjadi...


Apa pun yang ia alami....


Kecewa, marah dan sedih...dan jijik dan semua perasaan yang lain harus ia hilangkan....hanya satu yang boleh tumbuh subur..


DENDAM KESUMAT....


untuk membalas kematian gurunya..dan menebus berbagai kemalangan dirinya.


Ia harus lebih kuat dan lebih sakti dari sekarang...


*


Demikianlah kejadian malam itu menjadikan CEMPAKA menjadi seperti sekarang.


Sebagai " guru dan murid" juga " kekasih" setiap hari bergelimang kesesatan. Belajar ilmu luar dalam....


*


Mulailah CEMPAKA menyempurnakan ilmu.dan tenaga dalam peninggalan gurunya di bimbing oleh GUMARANG.


Demikian juga sesuai janji nya,


Semua ilmu GUMARANG yang terkenal sebagai si KELABANG HIJAU...diturunkan kepadanya.


GUMARANG ternyata adalah guru yang luar biasa, dengan jelas dan tepat ia mampu mengajarkan dan menyempurnakan semua ilmu CEMPAKA.


Selain guru ilmu silat ternyata GUMARANG lihai juga dalam bermain cinta....Tenaga dan nafsunya seakan tidak pernah habis...


Pagi berlatih ilmu kesaktian dan tenaga dalam, malam " berlatih " pula ilmu bercinta. Atau pun kapan saja disela sela latihannya.


Kemajuan CEMPAKA sangat pesat, selain semangat dan kemauan CEMPAKA yang dilambari dendam, ia juga  rajin berlatih setiap hari tanpa mengenal waktu.


Dendamnya karena mahkota nya direnggut paksa okeh GUMARANG mulanya mendorongnya untuk membunuh GUMARANG.!!


Seperti di malam yang membara kali ini...Gelegak Nafsu berdua yang tidak kenal lelah..bergemuruh bagai gelegak lahar gunung berapi....mendesak dan mendorong ingin dipuaskan.


Berdua budak nafsu itu berusaha keras untuk berpacu, berlomba, saling memuaskan..hingga titik terakhir...puncak kepuasan dan kenikmatan..meledak bergemuruh..sambung menyambung.....tuntas...


Hingga menyisakan dua tubuh yang tergolek kelelahan..dengan basah keringat dan sisa nafas yang memburu sebagai saksi.


Seperti kebiasaannya setelah bercinta GUMARANG langsung tertidur pulas....


Perlahan lahan CEMPAKA bangun dari pembaringan..masih dalam keadaan telanjang...tubuhnya yang masih basah oleh keringat nampak berkeliaun tertimpa cahaya kamar yang temaram...tubuh yang sempurna dan matang...pinggang yang ramping..mulus..dan sepasang buah dadanya yang bulat besar indah ..bergoyang dibalik rambut panjangnya yang terurai menutupi sebagian...ketika ia dengan berjalan perlahan untuk menggambil pedang beronce merahnya...


Pedang sudah tergenggam..ajian Kelabang Hijau nya sudah dirapal...tangannya perlahan mulai mulur memanjang....


perlahan..dan....


Tinggal sekali ayun dan sekali melepaskan tenaga dalam...semua akan selesai..


Akan tetapi...tiba tiba ada pikiran yang melintas di benaknya.....tunggu dulu...!!!


Belum saatnya GUMARANG mati!!....masih banyak ilmu yang masih bisa diserapnya...lagi pula GUMARANG masih lebih sakti darinya...dan inilah yang jadi pertimbangannya...


GUMARANG adalah sekutu yang luar biasa. Untuk membantu mengalahkan musuh musuhnya.


Karena kemunculan pikiran itu, CEMPAKA mengurungkan niatnya....untuk membunuh GUMARANG.


Dilihatnya GUMARANG masih tertidur pulas dalam senyum..wajahnya yang jantan nampak puas...


CEMPAKA kembali menyarungkan pedang ronce merahnya...wajahnya cantik tersenyum tipis...keputusannnya yang terakhir dirasanya adalah keputusan yang tepat.


Setelah kejadian malam itu, ..


Lambat laun CEMPAKA sudah melupakan apa yang telah dilakukan GUMARANG kepadanya.


Bahkan yang lebih gila, dirinya menikmati semuanya...


Jadilah..GUMARANG sebagai guru dan sekaligus kekasih yang sesungguhnya.


Dan akhirnya....


Ilmu kesaktian " luar dalam"nya semakin matang.


Demi menuntaskan dendamnya, ia rela menjadi BUDAK NAFSU.


Sempurnalah kesaktiannya.


Sempurnalah kesesatannya.


Seperti...

__ADS_1


Serigala betina tumbuh sayap..


Bersambung.....


__ADS_2