
**CHAPTER 4
Lingga dan Keajaiban**
LINGGA dibaringkan diatas batu hijau gelap....yang perlahan berubah warnanya menjadi hitam pekat...
Batu itu berhasil memunahkan hawa beracun ditubuh LINGGA...
Tubuh kecil yang semula merah jingga...kembali berubah normal
Denyut nadi yang semula sangat pelan...perlahan menjadi normal
Terdengar helaan nafas halus dan lega dari NYI MAYANG yang dengan setia menunggui LINGGA...
LINGGA diselamatkan Tuhan melalui tangannya..
Racun buah KALA JINGGA yang menyebabkan kebutaan ternyata punah, karena secara bersamaan LINGGA digigit ular putih PETHAK NAGA...Racun panas bertemu racun dingin. Walaupun racun panas lebih kuat, namun berkat pertolongan cepatnya ...meletakkan LINGGA di batu hijau gelap...semua racun menjadi punah....
Bahkan tubuh LINGGA menjadi hangat...berpindah pindah disekujur tubuhnya..ada aliran tenaga dalam yang besar , membongkar semua jalan darah ..sehingga tenaga dalam tersembunyi..terbangkitkan..
NYI MAYANG yang memeriksa keadaan LINGGA sangat bersyukur. Tuhan memberikan anugerah di balik kemalangan.
Sepeminuman teh kemudian....
LINGGA tersadar....
Ia rasakan badannya sudah tidak panas lagi. Berganti hangat...ia rasakan rasa hangat itu...mendorong dorong ingin keluar dari tubuhnya.
Diciumnya bau yang sangat harum didekatnya...
Dengan perlahan dibuka matanya...perlahan ...semua berbentuk bayang bayang....perlahan...menjadi terang.... dan LINGGA terkejut melihat seraut wajah nenek cantik sedang tersenyum padanya....
" Sabar.....sabar cah bagus. Nenek sedang membantu kelancaran peredaran darahmu," suara lembut nenek cantik itu . Lanjutnya.." Kalau tidak ..segera...nanti akan berbahaya bagimu....ambil nafas dalam dalam....tahan...keluarkan pelan pelan lewat mulut.....terus..terus...tahan sedikit sakit ya..," NYI MAYANG...
membantu mengurut, dan menotok simpul simpul sumbatan titik titik penting di tubuh LINGGA.
Membimbing juga untuk melakukan pernafasan yang benar..agar tenaga dalam yang besar dapat mengalir dengan normal. Bukan malah membalik menyerang isi dada LINGGA.
Untuk saja LINGGA masih dalam keadaan " kosong " ...
Ibarat sebuah gelas kosong..mudah menerima apapun yang akan dituang atau isi ke dalamnya.
Demikian juga LINGGA dengan pasrah menyerahkan hidupnya kepada Tuhan dan Nenek cantik penolongnya.
Di ikuti semua petunjuk darinya. Hingga beberapa saat kemudian.. Tubuhnya kembali normal..dan terasa ringan...sakit sakit yang dirasakan akibat terseret arus..sudah tidak terasa lagi...
Segera..LINGGA bangkit dari baringnya..dan menyembah nenek cantik untuk berterima kasih...
" Nenek cantik..saya LINGGA mengucapkan banyak terima kasih, telah menyelamatkan saya. Mohon petunjuk, bagaimana caranya saya bisa membalas budi besar nenek ?," ujarnya takzim.
" Hi...hi...hi...," terdengar tertawa renyah nenek itu.
Lanjutnya," kamu kecil kecil sudah genit...Tidak ada budi dan dendam...semua memang sudah di takdirkan Tuhan. Aku harus menolongmu.
LINGGA cah bagus...panggil aku .NYI MAYANG saja....jangan nenek cantik segala....hi...hi..hi..," tawanya kembali terdengar.
LINGGA memandang nenek can...ee.. NYI MAYANG...yang wajahnya begitu bersih dan nampak bertambah cantik..
LINGGA pun dapat melihat penolongnya yang cantik itu, buta dikedua matanya....
" LINGGA..... pasti kamu terkejut melihatku ya....Memang kedua.mataku buta...hi..hi..," NYI MAYANG mempunyai kepekaan yang tinggi..perasaannya memberitahu apa yang sedang dilakukan LINGGA...
' Kamu harus bersyukur kepada Tuhan. Karena tidak mengalami kebutaan seperti aku...setelah memakan buah KALA JINGGA.
Apa yang terjadi, LINGGA_?" NYI MAYANG bertanya kepada LINGGA yang malah diam terlongo.....berusaha mengingat kejadian sebelumnya.
" NYI...aku digigit ular putih...yang anehnya...setelah ular menggigit..langsung mati..meleleh menjadi cairan kemudian hilang tak berbekas," terang LINGGA sambil bergedik mengingat kejadian itu.
" Rejekimu...rejekimu....yang bagus, LINGGA. Kalau saja, kamu hanya keracunan buah KALA JINGGA...pasti kamu akan menemui kematian atau setidaknya matamu menjadi buta, seperti aku. Tapi..kamu malah tidak keracunan. Yang lebih beruntung lagi. Sekarang kamu punya tenaga dalam yang hebat. Coba kamu pukul batu besar disudut sana itu," perintah NYI MAYANG kepada LINGGA.
Semula LINGGA ragu ragu..didekati batu itu...dan dipukulnya..
" Duk.....Duaaaarrrt,"! batu sebesar gentong hancur berkeping keping.
LINGGA hampir tidak percaya melihat semua itu...batu sebesar itu..hancurrrt....batinnya terheran heran.
" Itu belum seberapa LINGGA. Jika kamu berhasil menguasai tenaga dalammu, menghimpun dan melepaskannya. Akan geger dunia persilatan melihat kekuatanmu..Kekuatan yang dahysat...yang baru bisa dikuasai dengan berlatih, bersemedi....dan laku ilmu yang lain..20 tahunan lah..baru bisa menguasai tenaga dalam sekuat milikmu.....hi..hi
.hi...Maka seperti yang aku katakan sebelumnya. Ini adalah mukzizat...ini adalah keajaiban Tuhan yang di anugerahkan padamu. Sepatutnyalah kamu bersyukur LINGGA, " NYI MAYANG pun takjub dan senang melihat keberuntungan LINGGA.
" NYI... Guru...ananda mohon petunjuk. Mohon ananda diajarkan semua yang telah Guru katakan," kali ini LINGGA bersujud didepan NYI MAYANG untuk mengangkat guru.
"Ha...ha...ha...takdir ...takdir....inikah rahasianya, mengapa Tuhan tidak mencabut selembar nyawaku...yang telah mengalami banyak kecewa..banyak derita..
dan kesepian," NYI MAYANG berucap sambil mengucurkan airmata.
" Bangun...LINGGA..mulai hari ini...aku akan mengajarkan semua ilmu yang kumiliki...dan satu lagi ilmu yang berasal dari coretan didinding yang ditinggalkan orang sakti di gua biru diseberang sungai ini....
Jodoh...jodoh...berjodoh semuanya denganmu di,"dipeluknya Lingga dengan kasih sayang ..seolah mendapatkan seorang anak..
NYI MAYANG mulai saat
itu...mendidik dan mengajarkan ilmu WALET MERAH yaitu ilmu meringankan tubuh yang menjadi andalannya, tenaga dalam INTI SALJU dan ilmu temuan JARI SAKTI MENUSUK MATAHARI...ilmu silat tinggi langka yang hanya ada didongeng dongeng.
Jari jari tangan bisa berubah laksana pedang tajamnya....menusuk..menyerang...menangkis.....yang paling dahsyat yaitu jari jari itu mampu mengeluarkan pukulan jarak jauh.
Bersambung.....
Lingga Finally
NYI MAYANG dengan segenap hati melatih
LINGGA. LINGGA pun dianggap sebagai anaknya sendiri.
Terbayar lunas kesepiannya selama ini.
Untuk menghormat dan membalas tali kasih NYI MAYANG. LINGGA tidak segan segan memanggilnya ibu. Membuat hati NYI MAYANG bergembira dan tidak kesepian lagi.
Setelah peristiwa pertempuran dua sahabat di air terjun Hutan Baron dan NYI MAYANG sebagai korbannya.
Terkena pukulan YADARA di bahu, dan pukulan DENAWA tepat didadanya..
Ia hanya sebentar merasakan sakit menyengat..lalu dingin..karena ia tercebur air terjun...lalu pingsan....terbawa arus kedalam sungai..dan terdampar di tempat tumbuhnya KALA JINGGA...
Beberapa hari pingsan...dalam posisi hidup dan mati...terluka dalam....
Saat sadar , kelaparan ...dan memakan buah KALA JINGGA, berakhir buta kedua matanya...karena keracunan..
Mendapat keajaiban ...di goa serba putih...
Tumbuh JAMUR SALJU..yang dapat menyembuhkan luka dalamnya..bahkan..ia mendapatkan tenaga dalam INTI SALJU...
Walaupun ia di gelari WALET MERAH...mempunyai ilmu meringankan tubuh...laksana terbang...seperti burung Walet...Namun manusia bukanlah burung....
Didalam sungai dibalik air terjun, ternyata menyambung ke air terjun lainnya di balik gunung...
Ke bawah puluhan meter...ke atas demikian juga...punggung gunung yang bertebing 90 derajat...lurus...keluar sungai langsung air terjun yang tingginya tak terukur..
Sehebat hebatnya ilmu meringankan tubuhnya, NYI MAYANG tidak dapat keluar dari tempat itu. Apalagi ia sudah buta....
Akhirnya ia menerima nasib, sendiri, kesepian... Terus menyembuhkan lukanya dan mempelajari ilmu inti salju...
Untuk menghibur hatinya..menyelidiki goa goa yang ada disekitar tempatnya tinggal..
Ternyata di goa hijau ia menemukan goresan jari tokoh sakti yang meninggalkan ilmu JARI SAKTI MENUSUK MATAHARI yang kemudian dipelajari oleh LINGGA " anak " nya.
Waktu berlalu dengan cepat..
LINGGA kini sudah berusia 25 tahun, rambutnya panjang lepas jatuh dipunggung.
Bajunya longgar berwarna abu abu. Celana warna hitam.
Wajahnya bersih, matanya besar bening. Dagunya halus bergaris keras.
Badan sedang tegap, berkulit putih bersih, tidak seperti dimasa kecil badannya kecil kurus.
Langkahnys seringan kapas. Ilmu walet merah telah sempurna dikuasainya.
Tenaga dalam mukzizat dan tenaga inti saljupun sudah dikuasainya. Bisa mengeluarkan hawa pukulan panas dan hawa pukulan dingin. Kekuatannya dahsyat sekali.
Yang lebih mencengangkan...LINGGA ternyata berjodoh dengan ilmu JARI SAKTI MENUSUK MATAHARI..jarinya bisa melancarkan pukulan jarak jauh.
Dinding batu, pepohonan besar saja bisa terpukul roboh atau berlobang...apalagi kalau kena tubuh manusia...
Kemampuan Jari Sakti inipun bisa dipakai untuk merayap didinding..
Telah dicobanya merayap keluar goa. Ke arah air terjun...ia mampu merayap seperti cicak. Bukan lengket...akan tetapi ..ia mampu mencengkeram dinding batu..dengan kekuatan jarinya...
" Ibunya NYI MAYANG" semakin tua...nenek tua yang cantik..Ibunya sudah sering kali menyuruhnya untuk kembali ke dunia ramai.
Percuma ia mempunyai kelebihan dan kekuatan besar jika tidak dipergunakan untuk menegakan kebenaran dan keadilan.
__ADS_1
Tapi LINGGA tidak tega memenuhi keinginan ibunya. Ia mau keluar dari goa sungai dibawah gunung itu, asal ibunya ikut bersamanya.
" LINGGA biarkan ibu, menghabiskan sisa hidup ibu disini. Dunia luar sudah tawar bagi ibu. Hanya pesan ibu, kamu harus tetap rendah hati..walaupun ibu yakin...sulit mencari orang yang bisa mengalahkanmu.
Jangan sembarang turun tangan. Lebih baik memberi maaf dan menyadarkan orang orang yang tersesat.
Satu lagi, sirap kabar tentang orang yang bernama YADARA dan DENAWA...sampaikan bahwa aku..NYI MAYANG SARI masih hidup," pesannya kepada LINGGA...
" Kalau kamu rindu sama ibu. Kamu bisa menengok ibu disini." LINGGA tak mampu menahan haru...
Dengan berat hati diluluskan keinginan ibunya.
Hari ini, akhirnya LINGGA meninggalkan ibunya. Menunaikan tugas dan kewajiban..
Ditinggalkannya goa sungai bawah gunung..dengan merapal ajian Walet merah dan Jari Sakti..
Matahari sudah diufuk barat
Rembang malam sudah mulai menurunkan tirainya...
Udara dingin menaungi air terjun yang keluar dari dinding gunung datar...
Sosok abu abu hitam berloncatan seperti burung terbang...kadang merayap seperti cicak..cepat mendaki keatas Gunung...
Akhirnya....
Bayangan hitam berlatar belakang senja jingga di ujung sana.
Berdiri tegak di atas gunung.
Rambut panjangnya berkibar ditiup angin.
Bersambung......
Penjahat Pemetik Bunga
Tubuh yang sudah terluka parah jatuh ke jurang yang tak berdasar. Teriakan yang panjang, antara kengerian dan ketakutan.
" Aaaaaaaaaaa.......," suara jeritannya lenyap ditelan Jurang Gombel.
Tubuhnya meluncur deras...
" Ha..ha..ha..ha..huuppp...," Bayangan hitam bertubuh bongkok bertongkat ular hitam, menyambar tubuh BAGUS HANDOKO..
Bayangan itu memantul dari tebing jurang, yang sisi satu kesisi yang lain. Cekatan sambil mengepit tubuh pingsan BAGUS HANDOKO lenyap ke arah lembah yang lebat dibawahnya. Suara tawanya panjang sampai menghilang di balik rimbunan pohon....
Gelap mulai memayungi lembah.
Rembulan malam tidak kelihatan serinya. Hanya lolong serigala mengusik malam yang hening.
Kelepak kekelawar dan jerit satwa malam riuh dan anginpun tiba tiba menjadi dingin.
Seolah olah memberi pertanda..akan kejadian mengerikan di masa yang akan datang...
Karena seorang pengejar nafsu, pemuja kenikmatan seperti BAGUS HANDOKO jatuh ke jurang di selamatkan oleh JAKA ANGKORO si PENJAHAT PEMETIK BUNGA....
Penjahat durjana yang dikira sudah mati..
Karena sewaktu ia masih muda bentrok dengan DENAWA.. kalah bertempur, luka parah, dan terjatuh di jurang yang sama. JURANG GOMBEL.
Diperkirakan menemui kematian. ternyata hanya fisiknya yang berubah....bongkok..karena ketika jatuh, punggungnya menghantam cabang pohon yang melintang dijurang.
Hantaman itu hanya membuat punggungnya patah...bongkok..tapi tidak menewaskannya...
Petaka dimasa mendatang...
Dua manusia yang mempunyai watak sama, kegemaran sama, pikiran dan hati yang sama.
Sama sama hidup membawa dendam...
JOKO ANGKORO dendam kepada DENAWA....
BAGUS HANDOKO dendam kepada SANTIKA....
Padahal kenyataannya...
SANTIKA adalah murid DENAWA.
Bersambung.....
Pertemuan yang Tidak Disangka
Di sebuah tepi hutan...
Mengagetkan sepasang kuda yang terburu buru berlari akan melintasi hutan, agar tidak terjebak malam dijalan.
Sayang..semua terlambat..
Si brewok telah melintangkan golok besarnya menghalangi perjalanan kereta pengiriman barang.
Kuda kuda yang terkejut..meringkik ringkik ketakutan. Melontarkan sang kusir kereta dari tempatnya duduk ....
Untung si kusir kereta bukanlah orang sembarangan.
Lontaran tadi dirubah menjadi lentingan manis ke udara. Jungkir balik tiga kali..dan mendarat tak jauh dari keretanya.
Dari belakang juga melayang sosok tegap sebat, melewati kereta dan mendarat lunak disalah satu kuda yang berwarna coklat....
Dengan cekatan memegang tali les kuda...di kekang kemudian dikendalikan.
Sosok tegap itu ...rupanya seorang keamanan pengawal kereta...Dan ia bereaksi cepat..karena ia tahu..kereta pengiriman kawalnya...akan di rampok oleh begal...HUTAN WENGKER.
" Huaaha..ha..ha...cekatan juga, gerakanmu cecurut," tawa si Brewok..menggelegar,...ejeknya pula..melihat gerakan kusir dan keamanan kereta.
" Maaf....kisanak...ada keperluan apakah?......hingga bersusah payah menghadang perjalanan.kami," senyum sinis keamanan kereta Ki SARPA, sedang Ki DARMIN si kusir, berdiri disampingnya.
Berdua tepat berada didepan sepasang kuda yang sudah tenang kembali. .
Demikian juga anak buah pengawal kereta. Lima orang mempersiapkan diri dan bersiap menjaga segala kemungkinan terburuk.
Si Brewok GUPALA mengulapkan kedua tangannya.
Serentak, dari pepohonan kiri kanannya berloncatan...sekitar sepuluh orang anak buah begal.
Tampangnya seram seram...bersenjata aneka macam. Bertingkah pringas pringis....mengamang ngamangkan senjatanya..mengancam.!!
" Ha..ha...jangan banyak omong..
anak anak ....serbuuuuuu......,!!! teriaknya , sambil tubuhnya melejit sebat kearah KI SARPA.
Satu lawan satu. GUPALA berhadapan KI SARPA .
KI DARMIN dan lima orang pengawal menghadapi sepuluh orang begal.
" Hea..hea...hiatttt.....ciaatttt," seru benar pertempuran dua kubu yang berhadapan.
Selang beberapa saat kemudian.
Ternyata para begal mempunyai ilmu diatas rata rata...Apalagi pemimpinnya.
KI SARPA yang telah malang melintang melakukan pengawalan kereta, dengan pengalaman bertemu berbagai jenis penjahat, begal, rampok..kini jauh dibawah angin dibanding oleh lawannya KI GUPALA.
Si Brewok GUPALA walaupun mempunyai tubuh besar, gerakannya gesit bukan kepalang. Pukulan dan tendangannya mantap..mengeluarkan deru yang menakutkan, apalagi permainan golok besarnya merapal jurus GOLOK MAUT MEMBELAH LANGIT...serangannya mengerikan....beberapa kali ujung goloknya hampir mencium tubuh KI SARPA.
Sejauh ini dengan kegesitannya...tanpa berani mengadu tenaga...maupun mengadu golok dengan pedangnya..KI SARPA masih mampu bertahan.....tapi sampai kapan?...
Sedangkan serangan GUPALA datang bagi gelombang. Apalagi didengarnya jerit anak buahnya yang kalah dan terluka. Ia semakin gugup.
" Aaaaaaa.....," jerit menyayat menandai pengawal kereta yang kembali menjadi korban keganasan begal Hutan Wengker.
" Ha..ha...ha...menyerahlah. Cucunguk kurus. Anak buahmu sudah banyak yang terluka," ledeknya sambil berkacak pinggang.
KI SARPA semangatnya melayang, melihat KI DARMIN terkapar luka, dan anak buahnya saling tumpang tindih....terluka.
.. Ada yang parah, mungkin mati!!
*
Sementara terjadi pertempuran yang seru...ada sepasang mata jeli nan indah menjadi saksi dari awal pertempuran itu. Ia sedang istirahat diatas pohon besar.
Mata yang indah adalah milik seorang pemuda kecil halus sedang beristirahat tak jauh dari sana, dengan seekor kuda putih yang sedang merumput agak jauh dari pohon besar tempatnya beristirahat.
Pemuda itu berwajah halus sangat tampan berpakaian warna biru muda, dengan pedang berkepala naga, tersoreng di punggungnya.
Istirahatnya terganggu, mendengar suara ribut ribut pertempuran. Ia hanya melihat diam diam tanpa turun tangan. Mau tahu...ada apa sebenarnya?..
Ooh....ternyata..!
Kereta pengiriman barang , dirampok oleh begal Hutan Wengker.
Kali ini keadaannya sangat runyam.
__ADS_1
Pengawal kereta sudah semua terkapar luka. tinggal KI SARPA. Keadaannya juga tak lebih baik.
"Wuut...trang....wuut..sriiiinggg..duuk...aaaaa!!! ," golok besar KI GUPALA ditangkis oleh pedang panjang KI SARPA. Kalah tenaga..golok besar terus memotong pedang menggesek..
dan.....ujung golok menusuk lengannya.
Tidak berhenti sampai disitu. .. .Pukulan Tangan Besi dari tangan kirinya yang besar tepat mengenai dada dan mengguncang isinya .
Dan...." huaakkk...," KI SARPA memuntahkan darah segar
Melihat lawannya terluka..KI GUPALA bukannya mengendurkan serangan..akan tetapi...ajian GOLOK MAUT MEMBELAH LANGIT..di empos dengan tenaga dalam yang lebih besar....
Pemuda tampan itu nampak terkejut..melihat keadaan yang genting itu...
Dengan menggenjotkan kakinya..melayang kebawah..dengan niat menolong KI SARPA....
Namun...tindakannya urung ditengah jalan..ia terpaksa melayang naik kembali...ke dahan dimana ia melihat pertempuran. ..
Ketika ia melihat kebawah hmm.......
" Sreeeetttt....bett..," sebuah selendang warna jingga .....menahan laju bacokan golok di udara...kemudian menyelewengkan arahnya....
KI SARPA tahu gelagat ...melihat arah golok melenceng.....ia segera menggelindingkan tubuhnya menjauhi ...sasaran bacokan..
" Aduhhhh.....!!!," yang ditolong sudah selamat...selendang jingga mengendur lepas dan " mengipas" menghantam dada besar KI GUPALA, yang terkejut ..
Tidak mengira dalam sekejap..bacokan tertahan ...musuhnya lolos dari kematian....dan ia malah kena " kepret "selendang jingga..
" Babo...babo....kurang ajar....siapa yang berani main gila dengan KI GUPALA, "?? makinya gusar....dan mencak mencak. Brewoknya yang lebat semua berdiri. ..tangannya yang kiri mengelus dadanya yang panas. Matanya jelalatan mencari orang ..ke arah darimana selendang jingga itu muncul.
Ia membalikan badan...dan tertegun...melongo....
Disana tepat didepannya. ..
Berdiri seorang wanita muda berwajah cantik elok bak bidadari.
Berpakaian serba jingga. Selendang jingganya melilit rapi dipinggangnya yang ramping. Rambutnya yang panjang diikat pita warna merah ..ada hiasan rambut berbentuk bunga mawar.
Wajahnya cantik putih..bermata indah ...hidungnya mungil mancung..mulutnya....aduh semerah delima...sedang tersenyum menatap KI GUPALA.
" Ha...ha...ha....aduhhh...rejeki bagus..rejeki nomplok...
ha...ha..ha...ada Bidadari cantik....mari...sini...manis....ikut dengan kakang," tawanya besar bergembira.
" Ini ....ada perhiasan dan harta yang banyak untukmu... Settt...krraaak...," lanjutnya sambil meloncat ke kereta, mengangkat salah sebuah peti..dan membukanya paksa.
Peti terbuka...benar...berisi perhiasan ...kalung, gelang, anting emas berlian berkilauan tertimpa sinar matahari senja yang menerobos kelebatan hutan Wengker.
Rupanya kereta pengiriman barang milik seorang hartawan di kota raja ASOKA.
Senyum bidadari itu semakin manis. Kata katanya halus....
" Hmmm....aku tidak sudi...ikut denganmu....harta itu bukan milikmu...Kau adalah begal...berani beraninya berkata seperti itu," di lolosnya kembali selendang jingganya.
Dan KI GUPALA baru tersadar bahwa bidadari ini yang menampar dadanya dengan selendang. Akan tetapi ...dasar begal kurang ajar...
" Ha ....ha..ha...ternyata dikau nimas cantik...bak bidadari...yang mengelus dadaku....mari...ayo...elus lagi dengan jemarimu yang halus itu,"!!! katanya tak tahu malu.
" Syuuut.....," sebuah.kesiur angin..melintas..dan tanpa suara..seorang pemuda sangat tampan telah berdiri diantara wanita muda cantik dan KI GUPALA.
" Hai...Brewok...degil...tak tahu malu...mulutmu kotor dan kurang ajar...Ploookk...!!!.,"
Tanpa terlihat gerakannya...terdengar pipi KI GUPALA telah kena gaplok, pemuda tampan itu.
" Rasakan ....akibat mulutmu yang kurang ajar.
Kakak, biar PERMADI yang mewakilimu menghajar begal kurang ajar ini. Jangan sampai tanganmu menyentuh mukanya yang kotor," sambil tangannya dikibas kibaskan seakan jijik telah menampar muka Si BREWOK. Tingkah lakunya sangat lucu dan kekanak kanakan.
Bagai api di siram bensin.
Kemarahan KI GUPALA benar.benar meledak...ia sampai tidak sadar...betapa tinggi kesaktian pemuda kecil itu. Karena kemarahannya ia kehilangan kewaspadaan.
Tingginya gunung tidak terlihat
Karena mengagulkan kehebatan diri sendiri. Begal Hutan Wengker...menjadi kalap....
"Kurannggg .....ajaaarrrr...serbuu....wuuttt...,!!! komandonya kepada anak buahnya dan ia mengayunkan goloknya dengan ganas. Jurus GOLOK MAUT MEMBELAH LAUT andalannya...
Dengan marah dan tenaga dalam sekuatnya...dengan tujuan membelah tubuh pemuda tampan ...dengan sekali bacokan.. Serangan yang sangat ganas dan telengas.....
" Minggirlah, adik. Biar aku KINANTI yang menghadapi kerbau gila ini..," disentuhnya bahu PERMADI meminta ijin. KINANTI terpengaruh juga melihat PERMADI yang lucu. Ucapnya sambil menggoda KI GUPALA yang sudah terbakar sampai ubun ubun.
" Bagus, kakak KINANTI..
biar cecunguknya yang se gambreng, aku yang urus.....hiiaaaa," lengkingnya sambil melayang ke arah anak buah begal. Tangannya mengibas kiri kanan...dari kedua tangannya mengeluarkan deru dan angin pukulan..memorak perandakan serbuan sepuluh orang begal. Yang belum sempat menyerang...serasa diterjang badai...terpental tunggang langgang kena angin pukulan.
Bukannya jeri....dalam satu gebrakan mereka kocar kacir..
Malah keliatan makin beringas saja.
" Hiaaaa.....ciaaatttt....tuk..dess..trak......aaaa....aduh....tobat....,!!!! Bunyi teriakan, pukulan, tangkisan, senjata yang patah dan jerit kesakitan.
Serbuan anak buah begal..bagaikan laron memasuki api....wusss....Dengan ilmu meringankan tubuh yang tinggi...begal itu diberi bagiaan masing masing...ditepuk..ditinju..ditendang..ditampar...melayang dalam satu gerakan.
Untung saja begal itu bertemu dengan PERMADI yang merupakan samaran dari puteri PARAMITHA keponakan raja ASOKA. Yang merupakan murid kinasih biksu tua KEMALA SARI si PEDANG TERATAI WELAS ASIH...
Semua begal dibikin tidak berdaya dan tidak mampu lagi meneruskan pertempuran. Ada yang pingsan, tertotok, luka..
Berserakan di tepi hutan Wengker..hari ini...adalah hari naas bagi mereka..
Yang masih sadar hanya bisa melongo dan pringas pringis menahan nyeri...melihat pemuda kecil tampan itu...yang sekarang sedang bersandar santai di pohon yang besar menyaksikan pertarungan KINANTI dengan KI GUPALA...
KI GUPALA mati kutu...kehebatan yang selama ini..disombongkannya..kena batunya....
Sudah semua ilmu dan kesaktian yang dimilikinya dikeluarkan...seujung rambutpun KINANTI tidak dapat disentuhnya...bahkan dirinya harus jungkir balik menghindar selendang jingga yang menyambar nyambar bagai ular naga terbang.
Satu dua kali...tubuhnya kena sabetan..totokan, selendang.
Ketika terkena...rasa kesemutan dan lemas. Beberapa kali golok besar nya mau lepas.
Hingga .....
" Hiaaatttt...," sabetan goloknya kiri kanan membadai...menyerang bagian tubuh KINANTI tanpa ampun...dan KINANTI sudah merasa cukup memberi kesempatan...
Sabetan golok besar mendesing....lalu dililit selendang jingga..tak hanya melilit...dialirkan jurus dan ajian SELENDANG PENEBAR MAWAR
..kesiur angin menderu beraroma mawar..mengejutkan...KI GUPALA...yang tidak.mampu menarik goloknya..ataupun merubah serangannya..Akan tetapi lilitan selendang itu semakin memgencang...bagaikan utasan tali baja...menekan..mengalirkan tenaga dalam....
"Sreett...pletak....Auggggh...huaakkk,!!!! Golok sebesar batang pohon terbelah dua...lalu lilitan selendang lepas...berubah mengeras bagaikan tombak baja..dan telak mengedor dadanya yang selebar kerbau...
kemudian muntah darah..
Luka dalam yang parah...langsung jatuh berdebumm....pingsan.
" Horeeee...luar biasaaa..kakak," PERMADI bersorak gembira..melihat kemenangan KINANTI.
Wajahnya berseri seri menyambut KINANTI. Yang malah tersipu mendapatkan perlakuan yang tidak terduga dari PERMADI yang kocak.
" Hee...begal begal keblinger ...Ingat..untung Nona dan Tuan muda tidak bertangan maut...Hari ini kami mengampuni kalian," teriaknya sambil berkacak pinggang.
" Tinggalkan pekerjaan yang hina ini...menjadi musuh masyarakat..sampah masyarakat. Kalian semua mempunyai kepandaian yang lumayan. Pergilah ke kotaraja ASOKA...kerajaan masih membutuhkan tenaga...menjadi prajurit lebih terhormat.," lanjutnya bersemangat, namun dimata KINANTI terlihat sangat lucu..
" Segeralah..tobat...kalau tidak
....hiaaaatttttt...wuuttt.....braaakkkkk," dilontarkan pukulan jarak jauhnya...
Pohon sebesar pelukan orang dewasa...roboh berdebum.....
Melayang nyali begal ...
Mereka segera berlutut meminta ampun.
Sambil membentur benturkan kepala ke tanah.
Kesiur angin berhembus..beraroma mawar.
Dua bayangan berkelebat lenyap.
Benar benar mengerikan dan menakjubkan ilmu kedua orang itu. Untung mereka tidak bertangan maut..selamat..selamat...
Segera mereka bubar meninggalkan hutan Wengker..meninggalkan mangsanya...meninggalkan pemimpinnya yang masih tergeletak pingsan.
Kapok...tobat...dalam hati mereka.
Malam sudah turun...bulan sepotong mengintip dibalik rerimbunan pohon...Udara mulai dingin...
Para pengawal kereta sudah pergi dari tadi melanjutkan perjalanan...
Tinggal tubuh raksasa brewok KI GUPALA yang masih pingsan..mulai diselimuti gelap malam...
Dilangit melintas kelepak kelelawar mulai mencari mangsa
__ADS_1
Teriakannya menyuramkan suasana malam....
Bersambung....