Tiga Pendekar

Tiga Pendekar
Episode 25


__ADS_3

CHAPTER 25


Munculnya Pendekar Siluman


*Laut semula tenang dengan ombak dan angin yang berhembus begitu luar biasa nyamannya. Apalagi sesekali jerit binatang malam yang berkepak melintas, memberi harmoni dan pemandangan yang memikat hati.


Pagi belum sempurna memunculkan dirinya. Fajar masih bergayut dengan dingin dan sedikit kantuk*.


Dari balik gelombang muncul titik-titik bayangan, besar dan kecil.


Perahu kecil nelayan yang pulang melaut dengan dengan arah menuju pantai membawa kabar gembira. Dengan hasil tangkapan yang meruah menjanjikan harapan pemenuhan kebutuhan di hari ke depan.


Sedang titik besar adalah sebuah kapal niaga. Sarat muatan narang dagangan. Perniagaan yang memberikan keuntungan yang tidaklah sedikit.


Melaju pasti membelah gelombang dengan warna samar yang mulai mengangkat tirai malam.


Suasana yang tentram dan nikmat dikejutkan oleh suara lantang, dari atas buritan kapal. Di tiang tertinggi tempatnya melihat dan memantau keadaan laut. Suaranya terdengar sangat terkejut membuat pagi muda menjadi pikuk dan terbangun serentak.


" Awassss....bajak laut Hiu Hitam...," teriak Cungkring Seto, nelayan paling muda berbaju hijau muda berbadan kurus, lantang kearah teman teman nelayan lain. ...


Karena ia melihat bayangan


sepuluh titik hitam melaju mengejar kapal , yang tiba tiba muncul dari balik gelombang.


Fajar belum hilang benar. Kabut dan bayangan samar pelita perahu perahu masih nampak temaram naik turun diatas gelombang.


Kapal dagang berwarna hijau muda bergaris merah melaju diatas ombak. Hampir dua puluhahan nelayan ada diatas


Kapal berukuran sedang yang baru saja pulang berdagang.


Tiga tiang layar dengan layar yang besar tertiup angin laju...


.. menuju pantai yang masih tampak hanya segaris tertutup kabut di ujung cakrawala.


Mendengar teriakan itu, pemimpin nelayan dikapal itu, Kardio berpakaian putih cerah, dan berbadan besar berkulit hitam legam. Rambut keriting, kumis hitam baplang. Menghunus golok panjangnya...mengawang awang memberi tanda teman temannya. Bersiap menjaga kemungkinan dengan melolos senjatanya masing masing.


Ada golok, ada tombak dan senjatanya lainnya. Bersiap menjaga disetiap sudut kapal, dengan senjata ditangan.


Sebagai nelayan yang berpengalaman, Kardio bisa menebak dengan pasti bahwa kapal-kapal kecil itu adalah sekawanan bajak laut Hiu Hitam seperti peringatan yang diteriakan oleh Cungkring Seto.


Sepagi itu, laut masih terlihat sepi. Pantai segaris masih tampak jauh, tertutup halimun yang menggantung.


Sayang pagi yang indah sudah ternoda dengan kemunculan kawanan bajak yang berniat jahat.


Perahu perahu hitam sudah semakin mendekat. Menyebar, menghalangi arah gerak kapal niaga, mengambil posisi mengepung.


Ombak dilaut tidak seberapa tinggi mengalun.


Para bajak berbaju dan celana hitam ketat, licin. Wajahnya yang berminyak dan beringas. Mata berkilat-kilat melihat " mangsa besar " sebentar lagi akan mereka jarah.


Awal pagi akan diawali hari dengan berpesta pora dan itu akan terjadi sebentar lagi. Tinggal menunggu komando dari pimpinan bajak laut saja.


Pemimpin bajak laut Cucut Codet berperawakan langsing, rambutnya panjang dan ada tanda codet dipipi kanannya. Mukanya berminyak, giginya penuh besar besar.


Cucut Codet memberi aba aba kepada anak buahnya untuk menyerang kapal.


" Serangggggg !"


Tanpa basa-basi, langsung ke tujuan utama.


Sepuluh bajak menyerbu naik dari perahu hitam, meloncat naik ke kapal dagang.


Sepuluh orang bajak melawan dua puluh nelayan....!!


Terjadilah pertempuran ditengah laut.


Walaupun sama sama pandai berenang dan menyelam..namun untuk urusan bertempur, beda lagi urusannya...


Kardio dan teman temannya hanyalah nelayan biasa.


Sedang Cucut Codet..dan kambratnya.adalah ...para bajak yang sepanjang hidupnya...merampok, membajak mengandalkan kemampuan berkelahi dan bertempur.


Kabut mulai menipis, pertempuran berkecamuk...


Golok besar Kardio meluncur deras kearah pinggang Cucut yang baru saja menginjakkan kakinya keatas perahunya...hebat juga ilmu ringan tubuhnya...perahu diinjak tidak bergoyang, belum kukuh kuda kudanya...golok besar mendesir mengincar pinggangnya..


" Haiiit.....," dengan lengkingan tinggi, tubuhnya melenting kedepan melewati kepala Kardio.. senjata kaitannya mengarah laju kearah nelayan yang berbaju kuning.


Parman nampak terkejut karena tidak menyangka mendapat serangan kaitan dari kepala bajak itu..


" Wiir......wiir......syutt........


wuuuttt...trangggg!!" di ayun tombaknya menangkis serangan kaitan baja.


Serangan kaitan baja berubah arah tertangkis tombak memunculkan percikan bunga api. Tanda pertemuan kedua tenaga yang bertempur cukup besar.


Serangannya meleset, Cucut Codet kembali merangsek kearah Parman dengan tambahan tendangan dan lontaran pukulan dari tangan kirinya....


Namun pukulannya terpotong diudara....karena angin golok dan deru pukulan telah meluruk tiba dari belakangnya.....


Suara berat dan lantang mengawalinya...

__ADS_1


." Setan.....akulah lawanmu...wuuutttt.....desss," sabetan goloknya menderu menebas leher, tangan kirinya.


nangkis tendang belakang si Cucut Codet.


" Auuw....aahhh... hhhhh," geram Cucut Codet. Meski pukulan tenaga dalam tangan kirinya meleset sedikit, hanya mengenai bahu Parman, ia merasa kan menderita banyak kerugian. Kakinya tertangkis tangan Kardio terasa nyeri benar.


Tidak bisa dibilang main main. Ia harus memusatkan perhatian berhadapan dengan Kardio.


Matanya melirik kesekelilingnya. Dilihatnya Parman terluka tidak bisa melanjutkan pertempuran. Anak buahnya dapat menguasai keadaan. Beberapa nelayan kelihatan terluka...ternyata pertempuran kali ini tidak seimbang. Terbayang sudah kali akan berhasil rompakannya.


" Sontoloyo...alot juga .... Wuut...set...ciiit....ciiittt....ciittt hiaaaatttt," makinya gemas sambil meluruk kaitan bajanya. Mencakar pinggang.


Rapalan tenaga dalamnya Topan Mencuri Ikan, mendecit keluar dari tangan kirinya.


Kardio terkejut mendengar sorak sorai bajak.....ternyata semua anak buahnya sudah takluk ditangan bajak. Tinggal ia sendiri rupanya....padahal ia merasa pertemuan tendangan dan tangkisan tadi,....


Ia tahu musuhnya sangat tangguh.


Kali ini malapetaka akan menimpa kapalnya. Semua hasil perdagangannya akan ludas habis. Belum lagi nyawa....apakah ia mampu bertahan dari serangan bajak Hiu Hitam..? apakah ia mampu menyelamatkan anak buahnya?


Tiba tiba keringat dingin meremang di tengkuknya.


Untuk mengusir kegelisahan dan kegugupannya. Di kertakan giginya. Dipegang erat gagang goloknya.....ia harus mengadu nyawa...putusnya...


" Hhhhhh.......hiattt...wuut wutt...syuutt...," dilancarkannya serangan berantai lima enam jurus Golok Membelah Laut...mencegat serangan kaitan kearah pinggang, berturutan sambung menyambung....Sinar golok membungkus...tubuh Cucut Codet menderu ....kental dengan hawa maut...menutup semua arah untuk meloloskan diri. Sedang pukulan tangan kirinya dipapaki dengan ajian Tangan Petir, pukulannya mengeluarkan panas dan kilatan cahaya.


Akan tetapi belum dibilang kepala bajak, kalau hanya mendapat serangan seperti itu sudah kalang kabut....ia tahu musuhnya ....sudah keteter.


" Ha...ha...ha...ha....keluarkan segala kemampuanmu nelayan tengik....sebelum kaitan bajaku ini merobek robek tubuhmu...,ha...ha...ha...,,,,"! tawanya bergelak menutupi kekesalan karena serangannya gagal semua dan ia sengaja memancing emosi musuhnya. .


Cecaran golok Kardio merangseknya terus. Sambil meloncat kesana kemari menghindar serangan dan memutar kaitan baja ditangannya membuat kitiran membentengi dirinya.


Ia terus tertawa mengejek karena ia yakin kemampuannya masih jauh diatas musuhnya.


Perlahan pukulan dan sabetan golok Kardio mulai mengendur. Pertemuan tenaga, tangkisan, dan serangan Cucut Codet berhasil menghalau serangannya. Walaupun belum terkena pukulan telak dan terkena kaitan baja....tenaganya telah terkuras..tubuh disana sini terluka terserempet kaitan. Dadanya pun terasa sedikit nyeri. Karena beberapa pukulan Topan Mencuri Ikan menembus pertahanannya.


Darah mulai mengucur membasahi sekujur tubuhnya. Keadaannya sangat runyam sekali.


Kardio akhirnya menyadari, bahwa ia di permainkan musuhnya. Seperti kucing dan tikus...tidak langsung di makan..tapi dilepas ...ditangkap lagi...Ia harus segera menyelesaikan pertempuran ini...hidup dan mati...


Kardio bertekad mengadu jiwa..namun....semua terlambat....


" Hiaaattttttt.....wut..wut


.wut..wut....," Cucut Codet mengembor keras dan merubah serangannya menjadi lebih ganas. Kelihatannya ia sudah puas mempermainkan lawannya.


Kaitan baja berputar membadai menyerang semua titik lemah ditubuh Kardio.....bertujuan untuk membunuh secepatnya. Ia juga meloncat tinggi mengirim tendangan berantai...


Tangkisan ketiga lolos..


Tubuhnya...terpental...seperti layang layang putus....


" Bruukkk....Hek....Hoek..," jatuh menghantam geladak dan muntah darah, geladak..yang telah basah oleh keringat dan darah.


" Ha...ha...ha...ha...ha...,buang nelayan nelayan itu kelaut... ," perintahnya kepada anak buah bajak.


Serta merta, para nelayan yang sudah terluka dan tidak berdaya, ramai ramai dibuang kelaut.


" Ha...ha...ha...ha,...hari ini kira untung besar. Dan ini bagianmu...nelayan tengik terimalah kematianmu.....hiaaattttt....,"!! Cucut Codet melesat deras menyalurkan pukulan ditangan kanannya Topan Mencuri Ikan.....


" Tunggu..!!!.........," ada suara lembut..dari arah laut. Sosoknya tidak ada, tapi suaranya seakan berada diatas kapal.


Cahaya kuning muda melesat bagai meteor, berlari diatas ombak ....syuuttt....


Semua orang terkejut, takjub...


Anak buah bajak tertegun....


Nelayan yang dibuang kelaut..girang...timbul harapan...


Cucut Codet pukulannya terhenti diudara....


Kardio yang sudah pasrah memejamkan mata menerima kematian...terpengarah..


Matanya terbuka lebar....kembali..


Cahaya kuning muda adalah sosok pemuda  berpakaian kuning muda..berlari diatas ombak.....


" Ooh......!", kejutnya tidak alang kepalang.


Berlari diatas ombak...?


Dan kemudian melayang keatas kapal mengibaskan tangan,.. menghalau pukulan Cucut Codet...pukulan terakhir penjemput kematian Kardio...!!!!


"...Hiaatttt...wuusss...," pemuda itu berhasil merubah arah pukulan dan dan pukulan Cucut Codet lolos memukul tempat kosong, melabrak dinding kapal.


" Braaakkk......," dinding kapal hancur berkeping keping.


Selamatlah Kardio dari kematian.


Cucut Codet sangat geram. pukulan terakhirnya gagal. Karena dorongan tenaga yang besar datang tiba tiba tadi.

__ADS_1


Ia mengalihkan pandangannya.


Didepannya kini telah berdiri seorang pemuda sekitar  tahunan. Berpakaian kuning muda, rambut panjang....muka yang tampan bulat dan bermata lebar berbinar. Mulutnya selalu tersenyum . Sebatang seruling gading ditangan kanannya.


Berdiri menghalangi antara ia dan Kardio.


" Minggir.....bocah lancang.....mencari mati kau rupanya...??," geramnya sambil memelototkan matanya mengancam.


Melihat badan yang kurus,..muka codetan dan mata melotot....


Pemuda itu spontan tertawa....


" Ha...ha...ha...ha...paman sangat lucu," tawanya terpingkal pingkal.


Bukannya ketakutan malahan tertawa kegelian. Bukannya kurangajar,..akan tetapi ini adalah sikap spontan dari pemuda tanggung itu.


Melihat tingkah laku pemuda itu. Cucut Codet menjadi tambah murka. Rambut yang panjangnya sampai berdiri.


" Bocah edan...siapa namamu...jangan kamu mati aku buang kelaut tanpa nama...hrrrrhhh,"??? tanyanya sangat geram....


Meski masih tersenyum geli..pemuda itu menjawab sopan," Maaf...paman bukan bermaksud lancang...nama saya Ganesha,..paman.," ia masih tetap berdiri menghalangi Kardio.


" Minggirr.....," tangan yang kurus panjang mengeluarkan angin menderu memukul Ganesha dengan 3 jurus beruntun...mengarah dada, mengincar perut, mengarah bawah perut...


" Aiiihhh.....paman .....galak sekali .... ," dengan gerakan ringan..Ganesha menghindari semua serangan itu. Angin pukulan semua mengenai tempat kosong. Langkah ringan, hanya menggeser kakinya, memiringkan badannya, mengerutkan tubuhnya, semua lolos menerpa angin.


Cucut Codet sangat terkejut. Baru sadar kali ini, bahwa Ganesha inilah yang memunahkan serangan ke arah Kardio tadi. Dan pemuda inilah yang mampu " terbang " diatas ombak.


" Ayooo......serbu...cacah...pemuda gila ini..,!!! perintahnya kepada anak buah bajak yang sembilan itu.


Ia juga ikut meluruk dengan mengobat abitkan kaitan bajanya dengan melancarkan jurus..Hujan Mengoyak Ombak.


"Hiaat..hiaaat..heaa...heaaa...serbuuuuu," teriak para bajak langsung mengurung Ganesha..yang masih kelihatan tenang tenang saja.


Ia menghadapi semua serangan dengan tenang dan tetap tersenyum.


Dikembangkan lebar tangannya...ditariknya nafas dalam dalam...dikuatkan batinnya....merapal ajian Bayangan Seruling...


" Hiaaaaat....lihat seranganku," katanya perlahan akan tetapi mengandung getaran yang menerpa mata dan telinga bajak Hiu Hitam....


*


Pertempuran tidak seimbang terjadi. 1 lawan 10 orang.


Seru sekali!! Walaupun dikeroyok 10 orang, yang kepandaian rata rata diatas para nelayan..apalagi..si Cucut Codet sebagai pemimpinnya.


Ganesha masih mampu..memberi balasan serangan kepada lawannya.


Suara hiruk pikuk, tendangan, pukulan, beradunya senjata...begitu serunya..


" Aduhhh....bugg...desss....ah


....tuk..tuk.....adoww...mati...kau....Ampunnnn...._"!!!!! teriakan dan makian menjadi satu, ......para bajak..merasakan kehebatan pemuda sableng itu...


Padahal apa yang dilihat bajak berbeda dengan apa yang di lihat Kardio dan teman temannya.


Para bajak hanya menyerang seruling Ganesha saja. Akibatnya, mereka jadi saling pukul, saling tendang, saling cekik..antara mereka sendiri. Bahkan seruling Ganesha mampu memukuli mereka. Memukul kepala, memukul tulang kaki, menyodok perut..dan pukulan lainnya.


Setelah selesai menolong para nelayan. Ganesha menarik ajian ilmu sihirnya....


" Hiaaaatt.....perhatikan baik baik....siapa yang kalian serang mati matian..," tegur Ganesha sambil menarik ilmunya.


Para bajak seperti mendapatkan guyuran air dingin....seketika tersadar...apa yang telah mereka lakukan...


Mereka saling bergulat, saling mencekik, saling memukul temannya sendiri.


Mereka, luka dikepala, luka dikaki , mulas diperut karena ulah temannya sendiri.


" Ha...ha..ha... ha....," suara tawa riuh rendah. Mereka melihat..


Ganesha musuhnya sedang asyik berdiri tersenyum senyum, disekitarnya para nelayan yang tertawa riuh rendah melihat akhir pertempuran itu...


Para bajak terkejut dan ketakutan. Ternyata, mereka bertempur hanya dengan seruling yang disihir berubah menjadi Ganesha jadi jadian.


Dan yang sebenarnya terjadi..mereka hanya bertempur dengan temannya sendiri..


" Siluman..siluman..ilmu siluman..setan..setan..," mereka berteriak ketakutan, ketika menyadari apa yang terjadi.


Dengan ketakutan mereka berserabutan menyelamatkan diri. Dengan cara menceburkan diri kelaut, tanpa memperdulikan lagi senjatanya. Melesat dan meloncat.


"Byur..byur..byur..byur..byur.. byur.. byur..byur.. byurrrrr!" berenang secepatnya-


ke arah perahu hitam mereka.


Mendayung secepatnya,


menjauhi tempat mengerikan itu tanpa berani menengok lagi.


***


Setelah memberikan pertolongan kepada para nelayan. Ganesha melanjutkan perjalanan ke barat Gunung Panca.

__ADS_1


Dari peristiwa pertempuraan di pesisir utara itu, Ganesha mendapatkan julukan sebagai Pendekar Siluman, karena kesaktian dan ilmu sihir.


Bersambung....


__ADS_2