Veronika

Veronika
Keluarga


__ADS_3

Mereka pun sudah sampai di rumah Vian, didalam rumah orang tua vian sudah menunggu mereka pulang. Ketika vero dan vian masuk kerumah


*Supriseee!!!!


orang tua vian, farel dan vanessa membuat kejutan dan pesta karena kepulangan vero. Vero yang melihatnya menangis haru karena merasa sangat disambut oleh mereka, ia belum pernah merasakan ini.


"hiks terimakasih semuanya" kata vero sambil memeluk mereka satu persatu.


"Sama sama sayang, selamat datang di rumah adijaya" kata papa abraham ketika vero datang untuk menyalim tangannya dan dibalas pelukan hangat oleh papa abraham dan juga mama sinta.


"yaudah vero sekarang mama antar ke kamar kamu ya, mama dari kemarin udah siapin semuanya semoga kamu suka ya" kata mama sambil menuntun jalan vero ke kamarnya, kamar vero bersebelahan dengan kamar vian, mama sinta sangat semangat ketika mendekor kamar untuk vero karena sedari dulu ia ingin sekali mempunyai anak perempuan.


"kamu suka nggak?" tanya mama sinta ketika sudah sampai dikamar vero yang dicat warna pastel.


"suka banget ma, terimakasih ya ma sudah mau menerima aku disini" vero sangat merasa senang dan bersyukur bisa mengenal keluarga Adijaya yang sangat baik baginya.


"kami akan selalu menerima kamu sayang, jadi jangan ngelakuin hal nekat seperti kemarin ya" kata mama sinta sambil menuntun vero menuju kasur dan mendudukinya di kasur.


"kamu tau, vian sangat terpukul ketika melihat kamu kemarin. Mama bahkan gak pernah melihat vian seperti itu, ia seperti orang gila haha, dia gak pernah mau meninggalkan kamu sedikit pun bahkan gak pernah pulang kerumah. Jadi mama mohon jangan seperti itu lagi ya, mama gak mau liat kamu dan vian sedih dan terpuruk lagi" kata mama menceritakan keadaan vian ketika vero tak sadarkan diri sedangkan vero yang mendengar merasa sangat terharu dan sekarang ia merasa percaya dengan cinta vian, ia akan membalasnya sekarang.


"iya ma, aku akan usahain untuk gak seperti itu lagi" kata vero.


"yaudah kamu sekarang istirahat dulu, nanti sore kita akan ada acara barbeque di taman belakang"


"oke ma terima kasih sekali lagi ya ma" kata vero yang berterima kasih sekian kalinya.


"oke mama tinggal dulu ya" kata mama sambil mengelus rambut vero lalu beranjak untuk keluar kamar dan menemui teman teman vian dibawah.


"dimana veronya ma?" tanya vian ketika melihat mamanya turun sendirian.


"mama suruh istirahat dulu supaya bisa ikut acara nanti malam" kata mamanya dan dibalas anggukan oleh vian.


Malam harinya mereka sudah berkumpul di taman belakang untuk acara barbeque.

__ADS_1


farel dan vero bagian pembakaran sedangkan vanessa mendapat bagian membuat bumbu untuk daging, sosis dan ayam yang sudah disiapkan sedari sore oleh mama sinta sedangkan vero tidak diperbolehkan membantu mereka, ia hanya disuruh untuk duduk di dekat mama dan papa vian.


"ma aku mau bantu vian yaa" kata vero kepada mama Sinta, ia merasa tidak enak dengan yang lainnya karena hanya duduk diam saja.


"udah kamu duduk saja, nanti kelelahan kan baru pulang dari rumah sakit" balas mama sinta yang masih kekeh agar vero duduk saja. Tidak lama kemudian, makanan sudah jadi semua vian, farel dan vanesa membawa makanannya ke meja yang sudah disiapkan.


"tadaaaa!! sudah jadi silahkan dimakan," kata vanessa dengan riang ketika meletakan makanan diatas meja dan langsung duduk didekat vero, ia masih menjauhi farel setelah kejadian tersebut.


"wahhh kelihatannya enak banget" kata mama memuji makanannya.


Mereka pun makan bersama dengan diiringi obrolan ringan dan candaan vanessa yang membuat mereka tertawa.


"Sayang, udah baikan kan? Gimana perasaan kamu sekarang?" kata vian kepada vero yang sedang berduaan di kursi taman.


"senang banget Vian, makasih yaa" balas vero dengan senyuman yang manis membuat vian terpesona.


"aku senang kalo kamu senang, jangan lakuin yang kemarin lagi yaa aku gak mau kehilangan kamu" kata vian yang langsung memeluk vero, vero merasa sangat nyaman dalam pelukan vian.


"Terimakasih ya sudah mau nerima aku di keluarga kamu, aku senanggg bangettt" kata vero sambil mengeratkan pelukan mereka.


"Vero" panggil vian dengan wajah yang serius lalu melepaskan pelukan mereka.


"iya?" sahut vero, ia merasa grogi ketika tiba-tiba ditatap serius oleh vian.


"Sudah cinta sama aku belum?" tanya Vian sedangkan vero yang ditanya semakin deg degan dan langsung memalingkan wajahnya menghindari tatapan vian.


"Heii ayo tatap aku, aku lagi serius ini. kamu udah cinta sama aku atau belum?" tanya vian lagi sambil memegang pipi vero untuk mengarahkan wajah vero agar mau menatap matanya.


"a-akuu akuuu" vero terbata bata ketika ingin menjawab dan langsung dipotong oleh vian.


"belum ya? ya udah gak papa kok jangan dipaksa kalau memang belum. yuk kita masuk" potong vian kecewa ketika melihat keraguan di wajah vero, ia segera beranjak untuk masuk namun tanganya langsung dipegang oleh vero.


"tunggu vian, aku kan belum selesai ngomong" kata vero yang kesal ketika dipotong oleh vian, vian yang ditahan oleh vero langsung tersenyum senang karena berpikir vero akan menerimanya.

__ADS_1


"kenapa senyum senyum kan aku belum jawab?" heran vero ketika melihat senyuman manis vian.


"kamu nahan aku, udah cinta yaa" goda vian dan langsung mendapatkan pukulan oleh vero.


"iss geer banget sih, bukan tau" kata vero yang membuat senyum vian surut seketika mendengar jawaban vero.


"jadi apa?" tanya vian dengan dingin.


"itu a-aku..."


"aku apa? jangan gagap gitu, udah cinta atau belum" kesal vian yang gemas.


"iya udah udahh, aku cinta sama kamu vian, puas hah! dipotong terus perasaan" kesal vero yang dari tadi dipotong terus ia kan gugup.


"hah?" kaget Vian.


"hah heh hah heh" kata vero yang masih kesal tapi langsung mendapatkan pelukan dan ciuman dikeningnya.


"kami serius? coba ulangi lagi" kata vian dengan senyuman yang lebar dan jantung yang berdebar ketika mendengar ucapan Vero tadi.


"iya serius ihh mau kutarik lagi ni" kata vero menggoda vian.


"janganlah sayanggg" rengek vian.


"ulangi lagi ya aku mau dengar lagi" pinta vian dengan wajah melasnya membuat vero gemas.


"AKU CINTA KAMU VIAN ADIJAYA!" kata vero dengan keras membuat vian langsung memeluknya lagi.


"terimakasih sayang AKU JUGA CINTA KAMU VERONIKA DWI KANAYA" balas vian dengan teriakan juga.


"jadi kita resmi pacaran kan hari ini?" kata vian dan langsung dibalas anggukan malu vero dengan wajah yang merah.


"ih kok ini merah sih" goda vian menunjuk pipi vero yang merah seperti kepiting rebus dan langsung ditepis oleh vero.

__ADS_1


"iss malu tau" kata vero sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


__ADS_2