
"wih ada yang baru jadian nih" goda vanessa yang tiba-tiba datang dan dibelakangnya diikuti oleh farel dan orang tuan vian.
"ka-kaliann sejak kapan disana?" tanya vero yang terkejut bercampur malu karena dilihat oleh orang tua vian.
"iya dong, pacar gue nih" kata vian dengan percaya diri sambil merangkul pundak vero dan langsung dihadiahi cubitan mesra oleh vero.
"awss sakit sayang, baru juga pacaran udah KDP aja" kata vian mengusap pinggangnya yang dicubit vero.
"KDP apaan?" tanya vanessa heran karena baru pertama kali mendengarnya.
"Kekerasan Dalam Pacaran" kata vian dengan lantang dan langsung pukul oleh vero.
"yang ada tu KDRT bukan KDP" kata vero.
"ciee yang udah gak sabar berumah tangga sama aku, sabar yaa kita masih sekolah tapi kalo kamu mau sekarang sih aku ayok aja" goda vian sambil mencolek dagu vero membuat wajah vero sangatlah merah.
"udah jangan digoda terus calon mantu mama vian" kata mama sinta yang membuat mereka semua tertawa sedangkan vero semakin memerah karena malu.
"hahaha udah ma, kasian veronya" kata papa abraham membuat vero langsung tersenyum menang karena dibela oleh papa abraham.
"iya iya pa" kata mama yang masih tertawa.
Disisi lain, farel yang melihatnya mencoba tersenyum walaupun masih ada rasa sesak di dadanya ketika melihat vero bahagia dengan Vian, ia mencoba untuk merelakan dan dia juga akan mencoba untuk mengejar vanessa yang masih menjauh darinya.
Hari sudah semakin malam, mereka pun akan istirahat di kamar masing-masing. Vanessa dan farel diminta untuk menginap di rumah vian karena sudah terlalu malam.
"kalian istirahat saja ya, nanti ada yang mengantar kalian semua, selamat malam" kata mama sinta kepada vanessa dan farel.
"terimakasih Tante, selamat malam" kata farel dan vanessa dan diangguki oleh mama sinta.
Vian dan vero sekarang sudah berada di depan pintu kamar Vero.
"selamat tidur sayang, mimpiin aku ya hehe tapi sepertinya aku gak bisa tidur deh malam ini" kata vian sambil mengelus rambut vero.
"kenapa?" tanya vero heran.
"karena aku terlalu senang malam ini, aku gak mau malam ini cepat berlalu" kata vian sambil mengedipkan sebelah matanya membuat vero langsung memerah malu.
"iss udahlah aku mau masuk dulu, selamat tidur Vian" kata vero yang langsung masuk dan mengunci pintu kamarnya.
'kenapa kencang banget sih ni jantung' kata vero yang merasa jantungnya berdebar semakin kencang.
__ADS_1
"udalah lupain dulu vero, ayo tidur" kata vero yang berbicara sendiri.
Keesokan paginya vero dan vian sudah siap untuk berangkat sekolah bersama, saat ini mereka sedang sarapan bersama dengan orang tua vian.
Selama makan mereka berbincang hangat, pembicaraan itu didominasi oleh mama Sinta yang selalu menanyakan keadaan vero, ia khawatir kalau vero masih belum bisa sekolah.
"kamu beneran udah gak papa vero? besok ajalah ya sekolahnya" bujuk mama Sinta dan dibalas senyuman hangat oleh vero.
"Vero sudah baikan kok ma, tenang aja ya ma" kata vero menenangkan mama sinta. Vero rasanya sangat terharu dan senang pagi ini karena untuk pertama kalinya ia merasakan kehangatan saat sarapan bersama walaupun bukan dengan keluarga kandungnya.
Selesai sarapan Vian dan vero langsung menuju ke sekolah sedangkan papa abraham menuju kantornya.
"huh sendirian lagi deh" keluh mama sinta, ia sebenarnya sangat kesepian dirumah sendirian.
Dilain sisi vian dan vero sudah sampai di sekolah, mereka langsung disambut dengan tatapan oleh seluruh siswa yang berada di parkiran.
"Mereka udah jadian kah? kok sudah berangkat bareng aja apalagi kemarin mereka sama sama gak masuk" kata salah satu siswi ke temannya.
"iyakah, mungkin udah jadian tuh liat mereka pegangan tangan.. ih so sweet" balas teman satunya lagi.
Vero dan vian berjalan dengan berpegangan tangan, Vian merasa malu ketika vero menggandeng tangannya sedangkan vian seperti biasa saja.
"gak usah perduliin, biarin aja supaya mereka tau kalau kamu udah jadi milik aku" kata vian posesif membuat vero hanya pasrah.
"Cie ciee ada yang baru nihh, duh pagi pagi udah lihat orang bucin aja" goda vanessa ketika melihat vian dan vero bergandengan tangan seperti mau nyebrang hihi.
"iss apaan sih nes, malu tau jangan keras keras" tegur vero ketika sudah sampai di mejanya.
"gak papa kali biar semua orang tau kalo kamu dan vian sudah jadian" kata vanessa dengan cengirannya.
Vero yang mendengarnya hanya bisa pasrah.
Bel masuk pun berbunyi mereka langsung duduk di tempat masing masing dan mendengarkan penjelasan yang guru berikan.
"Sstt sstt sayang" panggil vian berbisik.
"apa?" balas vero yang ikut berbisik juga agar tidak ketahuan oleh guru.
"nanti pulang sekolah kita kencan yaa" aja vian dan langsung pelototi oleh vero.
"kan bisa nanti omongnya" kata Vero.
__ADS_1
"yang disana kalo mau mengobrol lebih baik keluar saja!" tegur guru yang sedang menjelaskan didepan.
"ma-maaf bu, kami gak ulangi lagi" kata vero gugup bercampur malu.
"kamu sih gak bisa nanti apa ngomongnya?" kesal vero dan dibalas dengan senyum tanpa dosa dari vian.
Tidak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi.
"ke kantin yuk ver" ajak vanessa dan langsung diangguki oleh vero tetapi sebelum vero keluar vian langsung memegang tangannya membuat vero terkejut.
"isss kaget tau vian, lepasin ahh malu" kata vero sambil meronta.
"loh biarin aja, ayok perut aku sudah lapar" kata vian dan langsung menarik tangan vero meninggalkan farel dan vanessa di belakang.
"iss ditinggal lagi kan" kesal vanessa.
"yaudah yuk susul mereka" ajak farel dan langsung menarik tangan vanessa seperti yang dilakukan vian ke vero.
Vanessa yang ditarik pun terkejut dan langsung memandang tangannya yang digenggam oleh farel.
"lepas!" ketus vanessa menarik tangannya.
"gak mau, ayok keburu kantinnya ramai" kata farel mengabaikan permintaan vanessa.
"iss pemaksa" kata vanessa menyindir farel.
Setibanya di kantin, vian dan vero sudah mencari tempat duduk untuk mereka berempat.
"Vanessa disini!" panggil vero ketika melihat vanessa yang baru sampai di kantin.
Farel yang mendengarnya langsung menuju meja mereka dengan tangan masih memegang tangan vanessa.
"eh ehh udah baikan ni ceritanya" goda vero ke vanessa.
"apaan sih ver, nggak ada ya ni orang aja maksa pegang tangan aku" kata vanessa ketus menyindir farel sedangkan farel yang disindir hanya tersenyum manis ke vanessa.
"gak usah senyum senyum, sok kegantengan banget" ketus vanessa lagi.
"terimakasih aku memang ganteng" kata farel dengan percaya dirinya.
"udah jangan ribut mulu mau makan nggak?" tanya vian menengahi mereka, ia sudah sangat lapar tapi masih harus menunggu dua sejoli ini ribut dulu.
__ADS_1