Veronika

Veronika
Terungkap 2


__ADS_3

"kali ini kamu mau kemana lagi yang" tanya vian lagi.


"ke taman kota aja yuk" ajak vero dan langsung diangguki oleh vian.


lima menit kemudian mereka sudah sampai di taman yang memang tidak jauh dari tempat mereka makan tadi.


Vian dan vero mencari kursi yang kosong tapi tidak menemukannya karena saat ini sudah sore jadi taman sangat ramai, akhirnya mereka memilih untuk duduk dibawah pohon besar yang rindang.


"kenapa ingin kesini?" tanya vian ketika mereka sudah duduk di bawah pohon sambil melihat anak kecil yang sedang bermain.


"disini enak karena aku bisa melihat anak kecil tertawa seperti tidak ada beban yang akan mereka pikul ketika dewasa" jawab vero dengan mata yang masih melihat anak kecil yang tertawa bersama dengan yang lain serta orang tua disamping mereka yang tersenyum melihat anak anak mereka.


"bukannya setiap anak kecil seperti itu ver?" tanya vian lagi dan langsung dihadiahi senyuman oleh vero.


"yaa kamu benar" balas vero dengan senyum getir.


'tapi itu tidak terjadi padaku' lanjut vero tapi hanya bisa ia katakan dalam hati, ia tidak mau vian mengetahui semuanya padahal vian sudah tahu sejak ia masuk rumah sakit karena diceritakan oleh bi num.


"jangan tersenyum seperti itu vero, aku gak suka lihatnya" Vian tidak suka melihat senyum vero yang baginya itu bukan senyum bahagia tetapi senyum yang menyakitkan.


"kenapa?" tanya vero.


"kamu jelek" balas spontan vian yang langsung dihadiahi oleh pukulan di lengannya.


"jelek gini kamu cinta kan" kesal vero.

__ADS_1


"cinta gak yaa" goda vian sambil mengetuk jari di dagunya seperti orang berpikir.


"yaudah kalau nggak" balas vero ingin rasanya ia pulang sekarang juga.


"cinta lah masa nggak sih, kamu tu cantik kalau gak senyum seperti tadi, itu bikin aku sakit" kata vian dengan wajah seriusnya. ia tidak bohong ketika bilang ia merasakan sakit melihat senyum getir vero tadi.


"kamu harus janji ya denganku seburuk atau sejahat apapun dunia ini ke kamu, kamu gak bakalan ninggalin aku karena kamu harus tau aku akan selalu ada disisi kamu apapun itu masalah nya. Aku gak mau melihat kamu seperti kemarin lagi" kata Vian dengan serius membuat vero merasa terharu karena begitu dicintai oleh vian.


"iya aku janji" kata vero dengan senyum manisnya.


"i love you Vero" kata vian lalu mencium kening vero dengan lembut dan dibalas oleh Vero "I love you too vian" lalu mereka berpelukan hangat di sore hari itu.


"Vian, boleh nanti pulang kerumah aku dulu? aku mau mengambil barang dan bajuku" kata vero setelah pelukan mereka terlepas dan dibalas anggukan oleh vian.


Setelah matahari mulai terbenam mereka memutuskan untuk pulang.


Dilain sisi dikediaman keluarga vero, chelsea sedang marah kepada orang tuanya karena pertanyaannya tidak pernah digubris oleh mereka.


"ma katakan dimana kak vero sekarang ma, kenapa kalian seperti ini ke kak vero? Dia anak kalian juga!" kata chelsea meninggikan suaranya karena sudah kesal hampir seminggu kakaknya tidak pulang tapi orang tuanya hanya duduk diam dan tidak mencari kakaknya.


"Chelsea jaga bicara kamu sama mama!" bentak papa beltran ke Chelsea.


"kenapa pa? benar kan yang aku bilang kalau kalian gak pernah perduli dengan kak Vero padahal dia juga anak kalian? chelsea sudah muak pa melihat semua ini, ada apa sebenarnya?" kata Chelsea sambil terisak, ia sangat khawatir dengan kakaknya yang belum pulang selama seminggu ini dan nomor kakaknya juga susah untuk dihubungi.


Sebenarnya vero sudah mengganti nomor hpnya setelah kejadian itu, ia masih belum siap untuk pulang kerumahnya.

__ADS_1


"perlu kamu ketahui ya, vero itu anak haram!" kata papa beltran dengan suara yang keras.


"ma-maksud papa apa?" Chelsea terkejut dan juga tidak mengerti kenapa kak vero anak haram padahal kak vero anak kedua dan papanya sudah menikah sebelum kak Aditya belum lahir.


"iya dia anak mama kamu dengan laki-laki bajingan tapi bukan anak papa" tegas beltran.


"papa! jangan dilanjutkan" potong mama Anggi, ia tidak mau chelsea tau cukup aditya yang tau tentang ini.


"Biarin aja ma, biar dia tau kalau kakak yang selama ini dia sayang itu anak sial yang hampir merusak keluarga kita" kata beltran dan dibalas gelengan oleh Anggi tapi beltran tetap teguh untuk menceritakan kejadian kelam itu.


"Jadi vero itu anak mama kamu dengan mantan pacarnya. Saat itu aditya kakak kamu baru berusia satu tahun. Ketika acara ulang tahun pertamanya, mama kamu diculik oleh laki-laki itu dan saat itu mama kamu diperkosa olehnya dan tidak lama kemudian mama kamu dinyatakan hamil yang membuat papa dan mama sering ribut dan mama kamu hampir frustasi dan depresi ketika tidak berhasil menggugurkan kandungannya. Kandungannya terlalu kuat padahal mama kamu sudah melakukan berbagai cara tapi tidak berhasil" cerita papa beltran membuat Chelsea terkejut dan menangis sejadi jadinya, ia langsung menatap mamanya yang juga sudah menangis. Chelsea langsung berlari memeluk mamanya, ia sangat sedih mendengar peristiwa itu pasti mamanya sangatlah terpuruk harus melahirkan anak seorang bajingan.


"ta-tapi pa, kak vero nggak salah ia bahkan gak tau peristiwa ini. kalo kak Vero bisa milih dilahirkan dimana dan bagaimana pasti gak mau terlahir karena kejadian itu" kata chelsea yang masih perduli dengan vero, ia yakin kalau kakaknya tau pasti bakalan sedih sekali. Saat mereka sedang hening memikirkan perkataan chelsea yang sedikit menohok hati mereka tiba-tiba ada suara.


"ja-jadi itu sebabnya sikap kalian berbeda denganku" kata vero yang mendengar cerita mereka. Vero dan vian sudah sampai dirumah sekitar sepuluh menit yang lalu tetapi ketika ingin masuk kerumah ia mengurungkan niatnya karena mendengar perdebatan mereka yang membuat tubuhnya kaku seketika.


"K-kak Vero sudah pulang" kata chelsea dengan gugup karena vero mendengar semuanya.


"Kenapa kalian diam? jawab! apa karena ini kalian tidak pernah mau perduli denganku? Apa salahku ma pa?" bentak vero dengan air mata yang sudah mengalir deras.


"kenapa kalian tidak bilang sejak awal? kenapa kalian menyembunyikannya? kalau tau aku lahir karena peristiwa itu, aku akan memilih pergi dari kalian tapi kenapa kalian menyembunyikannya hiks hiks membuat aku selalu berpikir apa salahku hiks" Isak vero semakin kencang membuat vian langsung memeluknya untuk menenangkannya.


"kak vero maafin mama dan papa kak" tangis chelsea semakin keras karena melihat kakaknya terlihat hancur.


"maaf? untuk apa? harusnya kakak yang minta maaf ke kamu karena gara gara kakak, rumah tangga orang tua kamu hampir hancur hisk" kata vero ketika mendengar permintaan maaf Chelsea.

__ADS_1


__ADS_2