Veronika

Veronika
Sekolah Baru


__ADS_3

*POV V


Di Indonesia, Vian masih belum bisa menutup matanya. Ia terus memikirkan apa yang dapat ia lakukan selama setahun ini menjauhi Vero. Bahkan sekarang, hanya dalam sehari, ia sudah merindukan Vero dengan sangat, apalagi selama setahun.


"Apa aku sekolah disana saja ya? eh tidak tidak, aku harus bisa anggap saja ini ujian untuk hubungan kami, tapi aku tetap akan menyusul dia Minggu depan." monolog Vian yang bimbang karena terlalu merindukan Vero.


Besok Vian akan meminta izin kepada orang tuanya untuk menemani Vero selama liburan ini. Vian pun langsung terlelap karena malam sudah semakin larut.


Keesokan paginya sesudah sarapan, Vian mengatakan keinginannya kepada orang tuanya. Awalnya mereka terkejut karena baru sehari Vian sudah ingin cepat-cepat menyusul Vero padahal dulu dia sangat dingin dan cuek kepada perempuan.


'Sepertinya anakku sangat mencintai Vero' kata Mama Sinta dalam hati tersenyum senang melihat anaknya yang ceria dan lebih hangat dari sebelumnya, Vero sudah membawa pengaruh positif kepada putranya ini.


"Kamu boleh pergi tapi tidak tinggal seatap dengan Vero." kata Papa Abraham dengan tegas.


"Tapi pa, itu kan apartemen aku jadi aku juga bisa dong tinggal disana." tolak Vian.


"Kalian belum menikah, jadi tidak boleh seatap atau serumah, kamu bisa menginap di hotel atau sewa apartemen lain dan juga nanti pengawal papa akan mengawasi kalian." kata Papa Abraham lagi membuat Vian cemberut, ia merasa tidak bebas karena papanya. Padahal ia juga tau batasannya, tidak mungkin dia merusak orang yang dia cintai sebelum sah. Tapi itu lebih baik daripada tidak diizinkan pergi, dia akan membawa Vero ketempat yang spesial dan mengabiskan waktu bersama sebelum berpisah lama.


*POV end


*Di Singapura


Vero sudah bangun pagi pagi sekali karena ia akan mendaftarkan dirinya di salah satu sekolah yang ada disana. Papa Beltran dan juga Papa Abraham sudah menyiapkan dan mengurus semuanya tapi ia ingin pergi melihat sekolah barunya disana.


Kini Vero sudah berada disalah satu sekolah terbaik di negara itu, ia langsung ke ruang kepala sekolah tapi tidak tau dimana karena sekolah itu sangatlah luas, dua sampai tiga kali lipat lebih luas dari sekolahnya dulu.


"Permisi" sapa Vero dalam bahasa inggris kepada laki-laki yang ada didepannya tapi tidak digubris oleh laki-laki itu. Vero yang merasa dicuekin pun mencoba menyentuh bahu laki-laki itu membuat laki-laki langsung menoleh kearahnya.


"Ada apa?" kata laki-laki itu dengan dingin sambil melepaskan salah satu headset di telinganya.


"hmm maaf kalau mengganggu, kamu salah satu murid disini kan?" kata Vero dengan ragu ragu karena melihat tatapan dingin lelaki itu dan hanya dibalas anggukan oleh lelaki itu.


"Boleh aku tanya dimana kantor kepala sekolah?" tanya Vero lagi.

__ADS_1


"Kamu anak baru?" bukannya menjawab, lelaki itu malah berbalik bertanya.


"Iya, aku murid pindahan dari Indonesia. Kenalkan namaku Veronika Dwi Kanaya." jawab Vero sambil mengulurkan tangannya untuk bersalaman.


"Gue David, gue juga dari Indonesia jadi Lo bisa pakai bahasa Indonesia aja." kata David, ya lelaki itu bernama David. Dia sebenarnya merupakan murid yang ikut program pertukaran pelajar yang diadakan oleh sekolahnya jadi ia termasuk murid baru juga disini, tapi ia sudah datang jauh lebih dulu dari Vero jadi dia sudah hapal denah sekolah ini.


"Oh Lo orang Indonesia juga ya, sudah lama belajar disini?" tanya Vero.


"Belum, gue ikut program pertukaran pelajar jadi baru belajar sebulan yang lalu disini." jelas David.


"Disana kantor kepala sekolah, Lo tinggal lurus terus belok kekanan, yang paling ujung itu kantornya." tunjuk David dan langsung diangguki Vero.


"oh terimakasih ya, semoga kita bisa berteman." kata Vero sambil mengulurkan tangannya kembali karena tadi David tidak membalas uluran tangannya, tapi kali ini ia membalasnya.


"Iya" kata David singkat lalu melanjutkan aktivitasnya kembali yaitu bermain handphone sambil mendengarkan musik.


Vero langsung meninggalkan David lalu berjalan kearah yang ditunjuk David tadi. Kini Vero sudah berada didepan pintu kantor kepala sekolah, Vero pun mengetuknya sampai ada balasan dari dalam yang menyuruhnya masuk.


"Selamat pagi pak." Sapa Vero sambil menundukkan sedikit badannya.


"Perkenalkan saya Veronika Dwi Kanaya, pak. Saya murid pindahan dari Indonesia yang akan bersekolah disini, pak." jelas Vero dengan sopan dan senyum ramahnya.


"Oh kamu murid baru itu, bukannya kamu mulai sekolahnya Minggu depan? Kenapa sudah datang?" tanya kepala sekolah.


"Saya datang untuk melihat terlebih dahulu pak sekolah saya, jadi nanti saya tidak bingung." kata Vero.


"Baik, nanti kamu masuk kelas 12A ya jadi Minggu depan kamu bisa langsung kekelasmu. Silahkan kalau kamu mau lihat-lihat sekolah ini." terang kepala sekolah sambil menyerahkan data diri dan juga denah sekolahnya.


"Baik pak terimakasih, saya permisi dulu" pamit Vero undur diri lalu keluar dari ruangan tersebut.


Diluar Vero langsung menghampiri David yang masih duduk dan bermain handphonenya.


"David, boleh minta tolong lagi?" tanya Vero ketika sudah berada didepan David membuat David langsung melihat Vero.

__ADS_1


"Apa?" tanya David.


"Maaf kalau semisalnya merepotkan, Lo mau nggak temani gue lihat lihat sekolah ini?" tanya Vero dan langsung diangguki oleh David, ia langsung berdiri dan mengajak Vero.


"Yuk" ajak David membuat Vero langsung tersenyum senang karena ada teman disini. (Aduh Vero nanti ada yang marah loh hihihi)


Selama mengelilingi sekolah, David menjelaskan satu persatu ruang dan fasilitas yang ada disekolah tersebut. Pantas saja sekolah ini termasuk sekolah terbaik karena fasilitas disini sangatlah maju dan juga lengkap, disini bukan hanya murid bisa belajar secara teori melainkan juga praktek dan juga pengembangan diri membuat mereka lebih cepat berpikir maju dibandingkan sekolah lainnya. Setelah selesai mengelilingi sekolah, Vero dan David memutuskan untuk ke kantin karena hari sudah hampir siang. Di kantin, David langsung memesan makanan untuk mereka berdua karena Vero belum mengetahui menu apa saja yang ada di kantin, jadi David merekomendasikan makanan untuknya. Selama menunggu David memesan makanan, Vero menelpon Vian dan langsung dijawab oleh Vian.


'Halo sayang' Sapa Vian ketika melihat wajah Vero.


"Haloo, lagi apa nih?" tanya Vero.


'Lagi dirumah aja, bosan gak ada kamu. Kamu jadi ke sekolah baru kamu?' balas Vian, dia tau kalau hari ini Vero akan mengunjungi sekolah barunya karena semalam Vero sudah memberitahu Vian kegiatan yang akan dia lakukan hari ini.


"Jadi, ini baru selesai keliling, luas banget yang sekolahnya. Ini aku lagi di kantin untuk makan siang" jawab Vero.


'Kamu sendirian kelilingnya?' tanya Vian.


"Nggak, tadi aku sama teman baru aku namanya David. Dia murid pertukaran pelajar, yang. Orangnya baik loh walaupun sedikit dingin di awal." kata Vero menjelaskan semuanya. Vian yang mendengar sedikit terkejut karena ada laki laki lain yang menemani Vero.


'Cowok yang? Mana orangnya?' tanya Vian dengan wajah yang khawatir.


"Iya cowok, tunggu sebentar ya dia lagi pesan makanan. Kamu gak cemburu kan?" balas Vero, ia melihat ekspresi Vian yang seperti tidak senang ketika mendengar nama David.


'Aku cemburu tapi aku mau lihat dulu orangnya gimana. Nanti kalau aku kesana, kamu kenalin aku sama dia ya jadi aku bisa tau dia baik atau nggak jadi teman kamu.' jelas Vian membuat Vero tersenyum senang karena walaupun Vian cemburu, dia masih memikirkan keadaan Vero.


"Iya, tunggu sebentar ya." jawab Vero.


"Nah itu dia, David sini" panggil Vero antusias.


"Kenapa?" tanya david yang bingung dengan Vero yang sangat antusias memanggilnya.


"Sini aku kenalin sama pacar aku" jawab Vero dengan senyum manisnya membuat David terkejut.

__ADS_1


"Kamu sudah punya pacar?" tanya David.


"Iya, ini kenalin namanya Vian" kata Vero sambil menunjuk wajah Vian yang ada di handphonenya.


__ADS_2