
"Jangan bercanda Vian, mama gak suka candaan kamu. Sana jangan nempel ke mama, kamu bau!" seru mama Vian, sebenarnya Vian tidak bau malahan sangat harum.
"Iss aku harum ya, mana ada bau" Vian tak terima dibilang bau sama mamanya.
"Aku serius ma, mama tau? dia cantik banget mana matanya indah banget pula. jantung aku deg degan kalo dekat sama dia ma" terang Vian sambil membayangkan wajah Vero yang memerah karena malu. ia senyum senyum sendiri seperti orang gila.
"eh Vian, kamu masih waras kan ya? Kenapa senyum senyum sendiri, jauh jauh sana mama gak mau ketularan gila" usir mamanya karena merinding melihat wajah Vian seperti orang gila.
"ih ini ni lagi jatuh cinta tau, tadi Vian habis nembak dia ma tapi Vian ditolak" kata Vian dengan raut sedih
"Hahaha bisa bisanya anak mama yang gantengnya gak ketulungan ini ditolak. Mana perempuan itu, mama mau liat dan mama samperin" tawa mama Vian diatas penderitaan anaknya, ia juga tak habis pikir anaknya yang tampan ini masa ditolak.
"ih mama gak ada yang lucu tau! dan untuk apa juga mama mau liat Vero?" Vian takut kalo mamanya akan menakut nakuti Vero, kalo itu terjadi bisa bisa ia semakin jauh dengan Vero.
"Mama mau ngucapin terimakasih ke dia, karena dia nolak kamu. Bagus itu mama suka, akhirnya ada yang sadar kalo kamu itu gak setampan papa kamu makanya bisa ditolak" kata mama Vian yang membuat Vian membulatkan matanya karena tak habis pikir dengan pikiran mamanya, jelas jelas ia lebih tampan dari papanya dan satu lagi poin plus Vian yaitu umur nya masih muda, kalau papanya itu sudah tua sudah bau tanah kalo kata Vian. Kurang ajar kan ya Vian, masa orangtuanya dibilang bau tanah hahaha.
"Siapa namanya?" tanya mamanya yang penasaran dengan perempuan yang membuat anaknya jatuh cinta itu.
"Veronika ma"
"Veronika? Tapi kan mama sama papa udah jodohkan kamu sayang sama anak teman papa" kata mama sinta yang teringat akan perjodohan itu.
"Jadi kalian serius soal perjodohan itu? Vian gak mau, Vian bisa cari jodoh Vian sendiri" tolak Vian yang tak suka mendengar perkataan mamanya.
"iya dong serius. Kalo kamu gak mau, kamu bilang aja langsung ke papa kamu" saran mama sinta. Ia lebih memikirkan kebahagiaan anaknya, kalau anaknya sudah menemukan kebahagiaannya sendiri, ia tak akan melarang itu.
"Oke nanti setelah makan malam aku akan ngomong ke papa" jawab Vian, ia langsung keatas untuk membersihkan diri dan baru turun ke bawah saat makan malam bersama. Sebelum makan malam, mama sinta langsung memberitahu ke suaminya soal yang diceritakan Vian tadi sore di dalam kamar mereka.
"Pa, katanya Vian jatuh cinta pa sama perempuan lain. Gimana dong sama rencana perjodohan kita pa." adu mama sinta.
"Sama siapa memangnya ma?" tanya papa Abraham sambil memakai baju yang sudah disiapkan oleh istrinya.
__ADS_1
"Siapa ya tadi, oh iya namanya Veronika pa" jawab mama sinta yang berusaha mengingat nama Vero.
"Kita batalkan aja ya pa perjodohan itu, mama cuman ingin Vian bahagia dengan pilihannya sendiri pa." lanjut mama sinta ke suaminya.
"iya ma, nanti papa bicarakan soal ini ke teman papa ya, ya sudah yuk kita makan malam dulu. Papa sudah lapar nih." ajak papa Abraham lalu meraih tangan istrinya untuk di gandeng. Sesampainya di meja makan, mereka berdua disambut oleh Vian yang sudah datang duluan.
"Malam pa, ma" sapa Vian
"Malam Vian" balas mereka bersama.
"Pa, nanti sehabis makan ada yang mau Vian bicarakan ke papa." kata Vian yang langsung to the point, ia tak mau menunda nunda lagi.
"Oke, sekarang kita makan dulu" balas papanya.
Setelah makan malam mereka langsung pindah ke ruang keluarga.
"Jadi mau bicara apa Vian?" tanya papa Abraham ke Vian.
"Loh memangnya kenapa? kamu sudah menemukannya?" Tanya papa Abraham.
"Sudah pa namanya Veronika, Vian suka sama dia" kata Vian dengan tegas dan percaya diri.
"Oke papa akan batalin tapi kamu bawa dulu dia ke rumah, kalau mama papa suka kami akan batalkan perjodohan kamu." kata papa.
"Oke nanti Vian bawa Vero ke rumah" kata Vian.
"Sudah kan? Papa mau ke kamar dulu sama mama" kata papa Abraham sambil menarik tangan mama sinta.
"Lah aku ditinggal sendirian pa!" teriak Vian tapi tak dihiraukan orang tuanya.
'huh nasib jadi anak tunggal ya gini, semuanya sendirian' keluh Vian. ia pun ke kamarnya untuk istirahat.
__ADS_1
*Vian end
Hari ini hari Minggu, Vero malas sekali bangun pagi apalagi tubuhnya masih terasa lemas meskipun demamnya sudah turun. Kemarin ketika ia pulang, tidak ada orang di rumah jadi ia langsung masuk ke kamar dan istirahat karena tubuhnya masih sakit. Ia pun melewatkan makan malamnya lagi, tak ada yang mencari Vero atau menanyakan keadaannya. Yah Vero sudah terbiasa bahkan dulu ia pernah demam tinggi hampir 40°c sampai tak bisa bangun dari tempat tidur, keluarganya tidak ada yang menanyakan dirinya atau sekedar ingin melihat dirinya di kamar. Keluarga lebih mementingkan liburan ke pantai, yup ia ditinggalkan sendirian dan tidak ada yang mengajaknya pergi. Untungnya ada bibi yang bekerja di sana dan merasa tidak melihat Vero seharian jadi ia berinisiatif untuk mengetuk pintu kamarnya, tapi tidak ada jawaban jadi ia langsung membuka dan terkejut saat melihat Vero yang berbaring tak berdaya. Bibinya langsung menelpon dokter pribadi yang sering datang ke rumah jika ada yang sakit.
Kembali ke masa sekarang, Vero mulai beranjak dari tempat tidur dan hendak mandi karena tubuhnya terasa lengket. Hari ini rencananya Vero akan mengambil motornya di bengkel. Kemarin ia sudah janjian dengan Vian untuk mengambil motornya. ia memakai baju dengan casual
*style Vero
Ia nanti dijemput oleh Vian. Sekarang ia sedang menunggu di teras depan rumahnya, tak lama kemudian datanglah Vero dengan motor ninja nya. Style Vian tak kalah keren, mereka tampak serasi
*anggap saja seperti ini
*sumber : google
Vian yang melihat Vero sudah menunggunya langsung tersenyum.
'Cantik' kata Vian dalam hati ketika melihat Vero yang memakai pakaian bebas.
"Sudah siap?" kata Vian ketika Vero sudah berada didepannya.
"Iya sudah" jawab Vero.
"Orang tua kamu mana? aku mau izin dulu" tanya Vian sambil melihat rumah Vero mencari orang tua Vero.
"eh mereka lagi di kamar, iya di kamar" kata Vero gugup karena sebenarnya keluarganya sedang pergi jalan-jalan bersama tanpa mengajak dirinya. ia tak mau Vian tau keadaan dirinya.
"Owh, ya sudah yuk keburu semakin siang. oh iya mama papa aku mau ketemu sama kamu jadi kita ke rumah aku dulu ya habis itu baru ambil motor kamu" ajak Vian dan ya seperti yang didiskusikan Vian dan orang tuanya semalam, hari ini ia berencana mengajak Vero kerumahnya dan memperkenalkan Vero kepada mereka
__ADS_1
"Hah?" Vero terkejut mendengar ajakan Vian yang mendadak.