Veronika

Veronika
Flashback


__ADS_3

"Papa akan ceritakan semuanya nak" balas Papa Beltran.


"Sekitar 20 tahun yang lalu, papa dan mama menikah karena dijodohkan oleh kakek dan nenekmu, Vero. Saat itu Mama Anggi sudah memiliki kekasih, tetapi hubungan mereka harus berakhir karena perjodohan ini. Kami berdua yang awalnya saling membenci karena perjodohan, mulai merasa nyaman satu sama lain seiring tinggal bersama. Kami mulai saling mencintai tetapi ayahmu, kekasih Mama Anggi yang bernama Rangga tidak terima ketika mama kamu mulai melupakan dia dan mencintai papa. Ia tidak terima saat mengetahui kalau Anggi sedang hamil. Setelah mengetahui Anggi hamil, Rangga langsung menghilang. Saat itu, papa mulai merasa tenang karena tidak akan ada lagi yang mengganggu pernikahan papa dan mama kamu, nak. Tapi setelah setahun ia menghilang, Rangga tiba-tiba kembali dan berhasil menculik mama kamu saat Aditya ulang tahun pertamanya. Papa berusaha mencari mamamu kemana saja tapi baru bisa menemukannya keesokan harinya. Saat papa menemukan mamamu, mama kamu sedang disekap di rumah Rangga yang jauh dari kota. Ketika papa masuk, papa dan polisi menangkap Rangga serta anak buahnya. Papa langsung membuka pintu kamar satu per satu dan mama Anggi ada didalam kamar utama. Saat itu, mama Anggi sudah dalam keadaan tidak berbusana dan menangis histeris ketika melihat papa datang lalu tidak sadarkan diri. Papa yang khawatir langsung membawa mamamu ke rumah sakit." cerita Papa Beltran lalu menghela nafasnya karena merasa sesak dan merasa bersalah saat mengingat ia menemukan istrinya dalam keadaan memprihatinkan dan gagal melindungi istrinya. Aditya yang duduk disamping Papa Beltran langsung mengelus punggung papanya.


"Gak usah dilanjutkan pa kalau tidak kuat" kata Aditya berusaha menenangkan papanya tapi dibalas gelengan oleh Papa Beltran.


"Gak papa dit, Vero harus tau kejadian itu. Saat papa membawa mama kamu kerumah sakit, ia langsung ditangani oleh dokter setelah suster memakaikan pakaian ke mama kamu karena ketika mama kamu pingsan, papa menutupi tubuh mama kamu dengan selimut yang ada di kamar itu. Dokter berkata kalau mama kamu mentalnya sedang terguncang. Papa langsung merasa bersalah saat itu karena gagal melindungi mama kamu, Anggi dilecehkan oleh Rangga berkali-kali dengan kasar karena dokter mengatakan adanya luka di bagian bawah mama kamu hiks hiks. Papa gak sanggup melihat mama kamu yang selalu berteriak dan mencoba bunuh diri ketika ia sadar. Hati papa sakit nak melihat mama kamu yang selalu bilang dirinya kotor, ia beberapa kali mencoba untuk bunuh diri hiks hiks" tangis Papa Beltran pecah saat mengingat itu. Sedangkan Aditya, Vero dan Chelsea sudah menangis sedari tadi karena tidak kuat mendengar mamanya yang ternyata menderita separah itu.


"P-Paa sudah pa, cukup. Vero minta maaf pa, Vero ngerti sekarang kenapa Papa dan Mama membenci Vero hiks hiks" tubuh Vero bergetar hebat dan Vian langsung memeluk Vero yang sudah tidak bisa dikontrol lagi. Jika semakin lama dibiarkan, mental Vero akan kembali terguncang.


"Sabar sayang, ingat kontrol emosi kamu ya. Kamu nggak ingin kan papa kamu tambah sedih kalau melihat kamu seperti ini" bisik Vian ditelinga Vero dan langsung diangguki oleh Vero.

__ADS_1


"Selama sebulan, mama kamu dirawat di rumah sakit dan selalu histeris jika melihat laki-laki terutama papa. Tetapi, untungnya ada Dokter Nirmala, psikiater yang merawat mama kamu. Mama kamu berangsur membaik dan bisa melupakan kejadian itu. Masalah datang lagi ketika papa mengetahui kalau ternyata mama kamu hamil. Papa mengira kalau itu hasil perbuatan Rangga. Awalnya mama kamu tidak mengetahui kehamilan itu, Papa berusaha menutupinya karena takut kalau mama kamu kembali terguncang. Tapi, sepandai pandainya papa menutupinya, kehamilan mama kamu tidak bisa ditutupi lagi karena perut mama kamu mulai membesar. Ketika mama kamu menyadarinya, ia mencoba menggugurkan kandungannya dengan meminum obat penggugur kandungan tetapi berhasil Bi num hentikan. Tapi, mama kamu sudah menelan itu sedikit membuat mama kamu pendarahan dan langsung dilarikan ke rumah sakit. Mama kamu berteriak histeris ketika melihat perutnya masih besar. Papa marah ke mama kamu dan bertengkar hebat karena papa hampir frustasi melihat mama kamu hampir kehilangan nyawanya. Karena pertengkaran itu, mama kamu kembali terguncang lagi. Tapi, beruntungnya langsung ditangani secepatnya oleh dokter yang merawat mamamu dulu. Setelah kamu lahir, Papa mencoba untuk menerima kamu. Tapi mama kamu nggak suka saat papa memperhatikan kamu. Maka dari itu, papa selalu bersikap tidak adil sama kamu. Maafin mama dan papa, nak" kata papa mengakhiri ceritanya.


"Vero yang harusnya minta maaf, Pa. Dengan adanya Vero, keluarga papa hampir hancur hiks hiks. Sekarang mama pasti tidak mau melihat Vero kan, iya kan?" kata Vero sesenggukan. Ia merasa dirinya hanyalah pembawa sial yang memang pantas diperlakukan seperti itu.


"Nggak ver, mama kamu saat ini ada dikamar. Mental mama kamu kembali terguncang karena malam itu ketika kamu pergi dari rumah. Itu salah papa yang menceritakan kejadian itu ke Chelsea membuat mama kamu kembali mengingat kejadian kelam itu" lirih Papa Beltran dengan wajah yang kusut.


"A-Apa? Boleh Vero melihatnya pa?"


"Boleh, ayok ke kamar papa" ajak Papa Beltran. Vian dan keluarganya hanya menunggu di ruang tamu karena mereka sadar ini bukan ranah mereka untuk masuk lebih jauh.


"Pergi! Pergi kamu! Anak pembawa sial! Kami anak bajingan itu. Pergi jauh jauh dariku" teriak histeris Mama Anggi membuat Vero terdiam kaku lalu jatuh kelantai karena tidak sanggup melihat mamanya memanggilnya anak pembawa sial.

__ADS_1


"Maaf ma, maaf ma, maafin Vero. Tolong maafin Vero ma" lirih Vero dengan air mata yang jatuh terus menerus. Aditya yang melihat adiknya jatuh kelantai langsung menopang tubuh Vero dan membawanya keluar. Vero langsung memeluk Aditya dengan kencang dan menangis.


"Kak, Ini salah Vero, ini semua karena Vero. Coba saja Vero gak lahir di dunia ini, Mama gak akan seperti ini hiks hiks" kata Vero yang menangis kencang di pelukan Aditya. Aditya langsung mengelus punggung Vero lalu berbisik "Sstt, ini bukan salah Vero, ini takdir dek. Kamu yang kuat ya, kamu harus kuat, oke?" hibur Aditya yang mencoba menenangkan Vero.


"Vero" panggil Papa Beltran membuat Vero langsung menoleh.


"Boleh Papa peluk kamu sayang?"


Vero langsung berlari menuju Papa Beltran dan langsung memeluknya dengan erat.


"Kamu mau kan maafin Papa dan Mama?" Kata Papa Beltran dan langsung diangguki Vero yang masih di pelukannya.

__ADS_1


"Kamu harus kuat ya, seperti papa yang kuat sampai sekarang" lanjut Papa Beltran sambil mengelus kepala Vero dengan lembut membuat Vero semakin menangis karena merasakan pelukan hangat papanya, pelukan yang belum pernah ia rasakan sepanjang hidupnya.


Mereka pun kembali ke ruang tamu setelah melihat Mama Anggi mulai tenang.


__ADS_2