
*Sekolah*
Vian dan Vero kini sudah sampai disekolah.
Ketika mobil Vian sampai di parkiran, banyak murid yang melihat dan penasaran dengan orang yang ada di mobil. Vian pun keluar dari mobil dan langsung menuju pintu mobil tempat Vero duduk lalu membukanya.
"Wah ternyata kak Vian dan kak Vero" kagum murid kelas 10 yang masih ada di parkiran.
"Yuk sayang" kata Vian sambil mengulurkan tangannya membuat Vero malu bukan kepalang.
"Iss gak usah lebay deh, malu tu dilihat adik kelas" rutuk Vero dengan bibir cemberut.
"Jangan gitu bibirnya, mau aku cium hah" ancam Vian dengan senyum jahil dan kedipan matanya membuat Vero semakin kesal.
"Tau ah bodo amat" Vero langsung pergi tanpa menunggu Vian membuat Vian langsung mengejarnya.
"Tunggu sayang. Iya iya aku minta maaf yaa gak ngulang lagi, janji" bujuk Vian sambil mengarahkan jari kelingkingnya ke Vero membuat Vero langsung senyum dan mengaitkan kelingkingnya.
"Janji, awas kalo ngulang lagi" ancam Vero.
"Nggak nggak, yaudah yuk masuk kelas" ajak Vian langsung menarik tangan Vero untuk digenggamnya. Mereka pun menuju kelas dengan saling bergandengan tangan.
"Pagi Vero, iss kok aku kangen banget ya sama kamu padahal kemarin ketemu" sambut Vanessa dengan senyum cerianya membuat farel yang duduk di belakangnya tersenyum juga.
"Kenapa hari ini orang pada lebay semua ya?" kata Vero sambil mendudukkan dirinya di kursi sebelah Vanessa.
"iss ini gak lebay tau, namanya aku sayang banget sama kamu" balas Vanessa.
"Sayang sama aku atau sama Farel nih?" goda Vero membuat Vanessa langsung diam dan memerah.
"Iss udah ah malas bicara sama Vero" rajuk Vanessa dan langsung mengalihkan pandangannya ke depan kelas ketika guru baru saja masuk.
"hihihi lucu deh" tawa Vero pelan dan langsung diam ketika guru mengajak berdoa bersama untuk memulai pelajaran.
Seperti biasa Vero dan murid murid di kelas memperhatikan penjelasan guru didepan walaupun masih ada murid yang diam diam tidur dikelas dan bermain hp.
Ketika istirahat pun Vero dan Vian memilih berada dikelas untuk menyalin catatan dan tugas yang terlewatkan karena seminggu kemarin tidak masuk sekolah sedangkan Vanessa dan Farel pergi kekantin untuk membeli makanan yang akan dibawa ke kelas mereka.
__ADS_1
"Nes, kita beli apa ni?" tanya Farel ketika baru sampai di kantin, mereka lupa bertanya ke Vero dan Vian mau pesan apa.
"Pesan siomay ajalah sama air mineral biar gak susah mau balikin mangkok dan gelasnya" usul Vanessa dan langsung disetujui oleh Farel. Mereka pun berjalan menuju kedai siomay dan langsung membeli empat porsi dan membawanya ke kelas.
"Makanan datang!" seru Vanessa ketika membawa kantong plastik berisi siomay dan air mineral.
"Maaf Ver, kami belinya siomay soalnya tadi lupa nanya kalian mau makan apa" kata Farel dan langsung dibalas oleh Vero.
"Nggak papa kok, aku juga lagi ingin makan siomay juga" balas Vero dengan senyum teduhnya membuat Vian yang melihat langsung kesal karena cemburu.
"Nggak usah senyum manis manis yang, nanti orang pada suka" tegur Vian dan langsung di tertawai oleh mereka.
"Hahaha aduh Vian, kamu cemburu hah?" tanya Vero.
"Nggak ya, aku cuman gak suka lihat senyum kamu yang sok manis itu" ketus Vian.
"Halah bilang aja cemburu" ledek Vanessa setelah berhasil menghentikan tawanya.
"Sudah sudah ayok dimakan dulu nanti keburu masuk" potong Farel menyudahi mereka.
Mereka pun langsung memakan siomay yang diberi saus kacang itu.
"Iya enak, tapi masih kalah sama siomay yang pernah kamu ajak aku kemarin, nanti kita kesana lagi ya" ajak Vian yang mulai ketagihan memakan siomay di pinggir jalan.
"iya iya, kemarin aja sok-sokan nolak eh sekarang malah ketagihan" goda Vero dan langsung dibalas senyuman oleh Vian.
"Masih banyak Ver yang belum di catat? mau dibantu gak?" tawar Vanessa ketika melihat Vero melanjutkan catatannya.
"Nggak perlu nes, ini udah tinggal sedikit lagi kok" tolak Vero yang tidak mau merepotkan sahabatnya dan langsung diangguki oleh Vanessa.
Tidak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi, murid murid langsung berlarian untuk masuk kelas.
*Kita skip ya sampai pulang sekolah
Setelah bel pulang berbunyi, Vero dan kawan-kawan langsung menuju ke parkiran.
Saat baru tiba di parkiran, Vero dikejutkan oleh kedatangan Chelsea di sekolahnya.
__ADS_1
"Kak Vero!" teriak Chelsea membuat Vero langsung menoleh ke sumber suara.
"Chelsea? kamu ngapain kesini?" tanya Vero yang bingung ketika melihat Chelsea.
"Kak, pulang kerumah yuk. Chelsea kangen sama kakak" bujuk Chelsea dengan wajah memelasnya membuat Vero langsung menggeleng.
"Nggak chel, Kakak belum siap untuk pulang kerumah" tolak Vero dengan halus.
"Tapi kak, papa dan mama mau bicara sama kakak. Tadi mereka telpon Chelsea untuk bilang ke kakak karena mereka gak tau kakak tinggal dimana.
"Mau bicarain apalagi Chel? Semua kan sudah jelas kalau mereka nggak menginginkan kakak" kata Vero dengan wajah sedihnya.
"Chelsea nggak tau kak, tapi mereka katanya mau minta maaf ke kakak dan ada yang mau dijelaskan ke Kakak. Ayolah kak pulang ya" bujuk Chelsea terus menerus tetapi masih ditolak sama Vero karena masih belum siap bertemu dengan mereka.
"Sebaiknya kamu pulang dulu Chelsea. Nanti kalau kakak sudah siap, Kakak akan menghubungi kamu" kata Vero lagi dan langsung berlari meninggalkan Chelsea yang sudah menangis karena ditolak berkali-kali oleh Vero. Ia pun langsung tertunduk lesu dan segera pulang ke rumah untuk memberitahukan penolakan Vero.
"Sayang! Kami serius nggak mau pulang kerumah?" panggil Vian yang langsung bertanya ketika sudah berhasil menyusul Vero yang sudah berada didepan mobilnya.
"Iya Vian, aku masih belum siap mengetahui lebih jauh. Aku butuh nenangin pikiran dan hati aku dulu. Kamu mau kan ngertiin aku?" jawab Vero dengan mata berkaca-kaca.
"Heii it's okay, aku selalu ngertiin kamu kok. Jadi sekarang senyum dulu dong jangan nangis terus" kata Vian sambil memeluknya ketika mereka sudah berada didalam mobil.
"Okey sekarang kita pulang aja ya, besok aja makan siomaynya" ajak Vian yang tau Vero sekarang butuh istirahat banyak agar tidak mudah stress.
"Iya, aku juga sudah capek nih. Tangan aku pegal karena nulis kebanyakan" kata Vero lesu sambil mengibaskan pergelangan tangannya.
Mereka pun langsung pulang ke rumah.
Disisi lain Chelsea yang baru sampai dirumah langsung disambut Aditya yang sudah menunggunya pulang.
"Loh dek kok lesu sih mukanya, ada apa? Mana kak Veronya kok nggak ada?" tanya Aditya yang bingung ketika melihat Chelsea yang masuk kerumah dengan wajah kusut dan tidak melihat Vero pulang bersama Chelsea.
"Hiks hiks" tangis Chelsea langsung pecah.
"Loh kok nangis, Kakak kan tanya kak Veronya" kata Aditya lagi yang semakin bingung melihat adik bungsunya tiba-tiba menangis.
"Kak Vero gak mau pulang kak hiks, ka-katanya dia belum siap ketemu mama dan papa" Isak Chelsea sambil terus menangis.
__ADS_1
"Yaudah dek, jangan sedih gitu. Wajar kok kalau kak Vero nolak untuk pulang, pasti hatinya masih sangat sakit sekarang" bujuk Aditya ke adik bungsunya agar berhenti menangis karena ia mengerti alasan Vero tidak mau pulang sekarang.