
Pagi harinya, suhu di puncak semakin dingin membuat ke empat sahabat itu masih nyaman bergelung dalam selimut. Vero dan Vanessa yang masih tidur terpaksa harus bangun ketika mendengar alarm yang di memang sengaja disetting jam 7 pagi oleh Vero karena ia dan teman-temannya harus bersiap dan membereskan peralatan yang semalam mereka gunakan ketika acara barbeque.
"Nes, bangun Nes. Kita harus beresin peralatan kemarin, Nes" panggil Vero sambil menggoyangkan lengan Vanessa.
"Eungghh lima menit lagi ver, masih ngantuk nih" balas Vanessa yang semakin menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
"Ayolah Nes, nggak enak sama Mang Ujang dan Bi Mumun." kata Vero sekali lagi, ia merasa tidak enak karena sudah membuat berantakan padahal memang itu tugas Bi Mumun untuk membersihkannya.
"Iya iyaa" Vanessa langsung bangun dan duduk di pinggir kasur sambil mengusap matanya.
"Jam berapa ini ver?" tanya Vanessa ketika sudah sadar sepenuhnya.
"Jam 8 pagi, buruan mandi gih aku dari tadi sudah bangunin kamu. Aku juga sudah mandi, nanti kamu nyusul aja ya ke taman belakang" kata Vero sambil beranjak keluar kamar dan langsung ke taman belakang tempat mereka barbeque kemarin.
Ketika sampai disana, ia melihat Bi Mumun sedang membersihkan alat-alat yang mereka pakai kemarin.
"Pagi, Bi." sapa Vero.
"Eh selamat pagi non Vero" balas bibi.
"Panggil Vero aja ya Bi. Ini biar Vero sama teman teman Vero yang bereskan, Bi. Bibi bisa lanjutin tugas bibi yang lain." kata Vero sambil mengambil barang yang ada di meja.
"Nggak non, bibi nggak enak kalo hanya panggil nama non Vero. Non sarapan aja, biar ini bibi beresin soalnya udah biasa ini tugas bibi" tolak Bi Mumun dengan halus.
"Nggak papa Bi, Vero bantu aja ya" balas Vero dengan senyum lembutnya.
Sekitar 15 menit kemudian, Vanessa baru menyusul dan langsung membantu Vero dan Bi Mumun. Pekerjaan mereka cepat selesai karena saling gotong royong. Bi Mumun berterimakasih kepada Vero dan Vanessa yang mau membantunya padahal itu masih tugas dia. Ia sangat mengagumi sifat keduanya yang baik dan mau membantunya, karena di zaman sekarang jangan ditemui orang seperti mereka. Setelah mereka selesai membersihkan taman belakang, Vero dan Vanessa langsung menunju ruang makan untuk sarapan. Disana sudah ada Vian dan Farel yang sedang duduk sambil bermain Hp.
__ADS_1
"Pagi semuanya" sapa Vero dan Vanessa.
"Pagi" balas Vian dan Farel.
"Sudah selesai beres-beresnya yang?" tanya Vian sambil beranjak menggeser kursi agar Vero dapat duduk disebelahnya.
"Sudah yang. Kalian sudah sarapan?" tanya Vero pada keduanya dan langsung dibalas gelengan oleh mereka.
"Belum, kami menunggu kalian agar bisa sarapan bersama" jawab Farel sambil mengambil nasi goreng dan telur mata sapi yang sudah disiapkan oleh Bi Mumun.
Mereka pun langsung sarapan bersama. Setelah sarapan, mereka kembali ke kamar masing-masing untuk membereskan barang mereka karena mereka akan pulang hari ini.
Mereka akan kembali pada siang hari. Jadi, setelah selesai membereskan barang-barang, mereka langsung berkumpul di ruang keluarga karena hendak jalan-jalan sebentar mengelilingi villa menikmati udara pagi yang masih sangat segar karena jauh dari polusi kendaraan. Mereka kembali ke kebun teh tempat mereka berfoto kemarin. Tadi pagi mereka sudah merencanakan akan piknik sebentar disana. Sebelum berangkat tadi, Vero dan Vian sudah menyiapkan karpet untuk alas mereka duduk nanti dan juga minuman dan makanan ringan untuk menemani mereka menikmati pemandangan indah disana.
"Tolong bantu bentangkan karpet ini yang" pinta Vero ke Vian dan langsung dilaksanakan oleh Vian dengan senang hati.
"Huh udaranya segar banget ya, tidak sia-sia kita berlibur disini. Kita bisa melepaskan penat kita setelah seminggu ujian." Kata Vanessa dengan senyum manisnya sambil mengirup udara yang menyegarkan.
"Iya benar, kapan-kapan kita kesini lagi ya" kata Vero dan langsung diangguki oleh mereka.
Vero saat ini sedang menyatakan kepalanya di dada Vian. Mereka kini tinggal berdua karena Vanessa tadi sudah menarik Farel untuk menjadi fotografer dadakan.
"Kamu bahagia yang?" tanya Vian lembut ke Vero.
"Iya, sangat bahagia. Terimakasih ya Vian semenjak ada kamu, hidupku bisa lebih bahagia dan berwarna." balas Vero sambil menatap mata Vian dengan lembut. Vian yang sedang membenarkan rambut yang menutupi wajah Vero langsung membalas senyum Vero.
"Nggak perlu berterimakasih yang, itu kewajiban aku untuk buat kamu bahagia bersama aku. Aku memang gak janji bakalan bikin kamu bahagia terus sama aku, tapi aku janji gak akan pernah bikin kamu menangis sedih karena aku. Aku akan membuat kamu nangis karena bahagia tapi seandainya kalau aku tidak sengaja menyakiti kamu, aku harap kamu nggak tinggalin aku yang. Kau gak mau jauh dari kamu." kata Vian dengan wajah seriusnya tapi tidak menghilangkan kelembutan tatapannya membuat Vero tersenyum bahagia.
__ADS_1
"Aku juga janji gak akan tinggalin kamu kecuali kamu yang meminta" balas Vero membuat Vian langsung memeluk erat Vero sambil mencium pucuk kepalanya.
"Aku adalah manusia paling bodoh kalau sampai meminta kamu untuk jauh dari aku" kata Vian. Mereka saling berpelukan memberi kehangatan dengan jantung yang berdebar keras karena merasakan jatuh cinta. Vian baru melepaskan pelukannya ketika melihat Vanessa dan Farel sudah kembali.
"Hei, enak ya pelukan manja disini" goda Vanessa yang baru saja duduk, ia sebenarnya sudah akan kembali sedari tadi tetapi tidak jadi ketika melihat sahabatnya sedang memadu kasih dengan kekasihnya.
"Apaan sih Nes, oh iya aku mau kasih tau sesuatu ke kalian" kata Vero yang awalnya malu-malu tiba-tiba menjadi serius membuat mereka penasaran.
"Aku mau kasih tau kalau besok lusa aku mau pergi ke Singapura. Aku akan menjalani pengobatan disana jadi aku tidak bisa menemani kalian di kelas 12 nanti." kata Vero membuat Vanessa dan Farel langsung terkejut. Vanessa sebenarnya sudah tahu kalau Vero akan pergi, tapi ia tidak menyangka kalau Vero akan pergi secepat itu.
"Kenapa cepat sekali?" tanya Vanessa dengan mata yang sudah siap menumpahkan air matanya.
"Agar bisa secepatnya pulang lagi bertemu kalian, aku akan usahain agar cepat sembuh sehingga bisa melanjutkan sekolah bersama kalian" kata Vero sambil mengelus lengan Vanessa dengan lembut. Vanessa langsung memeluk Vero dengan erat sambil menangis.
"Hiks jadi aku gak bisa bertemu dengan kamu seperti dulu lagi, kita gak bisa makan di kantin bersama lagi dong" kata Vanessa dengan sesenggukan.
"Udah Nes, Vero bakalan secepatnya kembali lagi. Dia udah bilang tadi kan." bujuk Farel sambil mengelus punggung Vanessa yang masih memeluk Vero.
"Iya, jangan sedih ya. Aku janji akan secepatnya kembali" rayu Vero lalu melepaskan pelukannya dan mengusap pipi Vanessa yang basah karena air mata.
"Janji yaa, aku gak bisa jauh-jauh dari kamu" kata Vanessa membuat Vero terkekeh pelan.
"Kenapa ucapan kamu sama seperti Vian yang tidak bisa jauh dari aku. Kamu mau jadi pacar aku juga Nes?" ledek Vero membuat Farel dan Vian tertawa sedangkan Vanessa langsung mengerucutkan bibirnya.
"Iss aku serius tau, tapi kalau kamu mau jadi pacar aku, aku sih yes" kata Vanessa membuat mereka langsung tertawa lucu. Suasana yang tadinya sedih kembali menjadi tawa karena obrolan Vero dan Vanessa.
Kini matahari sudah hampir berada diatas kepala mereka, mereka pun memutuskan untuk kembali ke villa dan akan segera pulang ke jakarta.
__ADS_1