
"udah jangan ribut mulu mau makan nggak?" tanya vian menengahi mereka, ia sudah sangat lapar tapi masih harus menunggu dua sejoli ini ribut dulu.
"iya kalian mau pesan apa?" tanya vero
"seperti biasa ajalah ver" jawab vanessa, vero yang mendengar langsung beranjak dan diikuti oleh vian.
"yuk sayang, kita tinggalin lagi aja mereka biar akur" ajak Vian sedangkan vanessa yang mendengar langsung mendengus kasar karena ditinggal berdua dengan farel.
"nes, masih marah ya sama gue?" tanya farel lembut dan tidak dihiraukan oleh vanessa.
"gue minta maaf nes, jangan jauhi gue ya nes. gue serius soal yang kemarin kalo suka sama lo dari kita kecil tapi gue nya aja yang terlalu pengecut nes. Lo mau nggak mulai dari awal sama gue?" kata farel dengan wajah seriusnya.
"iya lo emang pengecut tau nggak, bukanya lo sukanya sama vero ya kenapa jadi gue, Lo gak mau kehilangan gue sebagai sahabat Lo kan makannya bilang sayang sama gue" ketus vanessa
"nggak nes, gue serius nes mau yaa?" tanya farel penuh harap dan memegang tangan vanessa diatas meja.
"lepas! gak usah pegang pegang" vanessa mecoba melepaskan tangan.
"nggak mau sebelum lo mau maafin dan gak marah lagi" tegas farel sedangkan vanessa hanya bisa menghela nafas malas.
"iya iya gue maafin jadi lepasin tangan gue sekarang" kata vanessa membuat farel langsung melepaskan tangannya dengan senyum manis
"terimakasih kasih" kata farel.
Tidak lama kemudian, vero dan vian baru saja kembali dengan membawa makanan. Mereka pun menyantap makanan mereka karena jam istirahat tinggal sebentar lagi. Setelah itu mereka langsung kembali ke kelas dan melanjutkan pelajaran mereka.
Tepat jam dua siang, bel pulang berbunyi membuat murid senang dan berhamburan untuk pulang ke rumah mereka. Dilain sisi sebelum pulang kerumah, Vian mengajak vero untuk kencan seperti yang direncanakan mereka tadi saat pelajaran pertama.
"pake helm dulu terus jaketnya jangan lupa" kata vian sambil memakaikan helm ke vero lalu memberikan jaketnya untuk menutupi paha vero ketika naik motornya.
"kita mau kemana?" tanya vero.
"kita akan jalan jalan sayang, kamu ada request tempat yang ingin didatangi?" tanya balik vian ke vero yang mungkin saja ada tempat yang ingin vero kunjungi.
"hmmm... iya ada aku sudah lama gak kesana" jawab vero.
"yaudah yuk berangkat sekarang, nanti kamu arahkan jalannya yaa" kata vian lalu melajukan motornya setelah vero naik.
Sekitar 15 menit mereka sampai ditempat yang ditunjuk vero.
__ADS_1
"kamu yakin disini tempatnya?" tanya vian ketika melihat banyak pedagang kaki lima yang berdagang di dekat taman.
"iya, aku sering kesini karena makanan disini enak enak loh" jelas vero dan langsung menarik tangan vian ke salah satu penjual siomay dan batagor khas bandung.
"Mang, vero pesan siomay dan batagornya dua ya sama es tehnya dua" kata vero kepada mang ujang penjual siomay disana.
"eh neng vero udah lama gak kelihatan hehe tunggu sebentar ya neng" seru mang ujang ketika melihat vero yang sudah lama tidak datang dan dibalas anggukan oleh vero. Vero pun mengajak vian untuk mencari tempat duduk sedangkan vian yang ditarik hanya bisa pasrah.
"kamu yakin makan disini? sehat gak yang?" vian takut sehabis makan disini mereka bakalan sakit.
"huss kamu ini, percaya saja sama aku nggak bakalan kenapa kenapa kok, tempatnya bersih tau dan makanannya juga enak. nanti kamu coba aja awas ya kalo minta tambah" tegur vero kepada vian, ia takut pertanyaan vian didengar oleh penjual disini.
Tidak lama kemudian, mang ujang membawa makanan dan es teh yang dipesan mereka.
"ini neng siomaynya silahkan dinikmati ya neng" kata mang ujang dengan ramah.
"Terimakasih mang" balas vero tak kalah ramah.
Vero pun langsung menyantap siomay dan batagor yang ada di depannya.
"ugh enaknya" kata vero menggoda vian yang sedari tadi hanya melihat makanannya.
"kunyah sayang" perintah vero dan vian langsung mengunyah makanannya.
"enak kan?" tanya vero sambil tertawa karena melihat vian masih dengan wajah bingungnya.
"Hah apa yang? kamu manggil aku apa tadi?" tanya vian ketika kesadarannya kembali.
"iss aku tanya enak gak" ketus vero.
"hmm iya enak yang" kata vian dan langsung menyantap makanan didepannya dengan lahap dan langsung ditertawai oleh vero.
"hahaha tuh kan aku bilang apa, pasti kamu bakalan ketagihan. Pelan pelan saja vian" kata vero melihat vian yang makan sangat lahap.
"tambah satu lagi dong yang, pesanin ya" kata vian padahal makanannya belum habis tapi sudah mau pesan lagi.
"oke tunggu sebentar ya" kata vero dan langsung dibalas anggukan vian.
Vero pun langsung beranjak ke tempat mang ujang.
__ADS_1
"Mang, Vero mau pesan satu lagi ya mang" kata vero ketika sudah sampai di gerobak milik mang ujang.
"loh buat siapa atuh neng tumben banyak pisan euy pesennya" kata mang ujang heran.
"itu untuk teman saya mang, dia ketagihan tuh hahaha habisnya enak sih mang" jawab vero sambil menunjuk arah dimana vian sedang menyantap makannya dengan lahap sambil tertawa.
"ehh ganteng ya temannya neng, teman atau pacar nih neng hahaha" mang ujang tertawa setelah membuat vero memerah malu ketika digoda mang ujang.
"yaudah neng, duduk lagi aja nanti mamang anterin pesanannya" lanjut mang ujang dan langsung dibalas anggukan dan ucapan terimakasih dari vero.
Vero langsung kembali ke meja mereka, disana vian yang sudah selesai mengabiskan sepiring siomay dan batagor langsung bertanya ke vero ketika vero sudah duduk.
"ngomong apa aja kamu disana yang, kok sampai senyum senyum gitu" tanya vian dengan nada tak suka ketika melihat vero berbincang dengan senyum malunya.
"ihh rahasia dong" jawab vero menjahili vian, ia tau kalo vian
Vian yang mendengar langsung memasang wajah cemberutnya membuat vero gemas dan langsung mencubit pipi vian.
"ihh lucunya pacar aku" gemas vero.
"iss jangan pegang pegang" kata vian dengan wajah merahnya.
"kok wajah kamu merah yang" goda vero yang masih belum puas.
"nggak ada tuhh" elak vian yang langsung mengalihkan pandangannya ke mang ujang yang sedang menuju kemeja mereka.
"tuh makanan kamu sampai tuh" kata vero dengan tawanya, ia senang sekali bisa menggoda vian seperti sekarang sedangkan vian tersenyum ketika melihat vero tertawa senang seperti itu.
'cantik. semoga tawa kamu selalu ada ya sayang' kata Vian dalam hati sambil menatap vero yang masih tertawa.
"ini pesanannya neng" kata mang ujang.
"terimakasih mang" kali ini vian yang mengatakannya.
Vian langsung menyantap siomaynya.
Setelah selesai makan, Vian pun membayar makanan dan minuman mereka dan langsung melanjutkan jalan jalan mereka.
"kali ini kamu mau kemana lagi yang" tanya vian lagi.
__ADS_1
"ke taman kota aja yuk" ajak vero dan langsung diangguki oleh vian.