Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Pertemuan pertama


__ADS_3

Bryan bermuka masam saat tahu dirinya akan di jodohkan dengan perempuan yang sama sekali bukan tipe nya. Dia tampan dan sukses, ingin mendapatkan gadis seperti yang dia inginkan begitu mudah. Hanya saja kedua orang tuanya memaksa dirinya untuk menikahi Laila yang sudah yatim piatu.


"Abah? Apa tidak ada gadis yang lain lagi? Kenapa harus dia sih?."Protes Bryan menahan emosi.


" Jaga mulutmu! Lancang sekali! Memangnya kenapa dengan Laila? Dia juga sarjana sama seperti kamu bahkan dia lebih pintar darimu. Dia hafal Al Qur'an dan wanita yang sholehah."Jawab tegas abah musa.


"Tapi aku tidak suka gadis bercadar, aku malu jika teman teman mengejekku. Selama ini semua pacarku cantik dan seksi! Sedangkan dia? Ah!." Teriak Bryan sembari memegangi kepalanya..


"Jangan lancang kamu! Abah tidak akan pernah merestui kamu dengan pacarmu yang tidak tahu malu itu! Abah justrul merasa malu jika mau menikah dengan pacarmu yang sekarang! Karena apa? Pacarmu itu selalu mengumbar auratnya seperti orang yang tidak tahu malu." Bentak Abah musa sembari menunjuk ke arah Bryan.


"Tapi abah aku hanya cinta pada dinda bukan padanya!." Ucapnya sembari menunjuk ke arah Laila..


"Bryan jangan lancang kamu umi sama abah ga pernah ngedidik kamu seperti ini!."Bentak umi Fatimah..


"Ah tetap saja aku tidak mau menikah dengan dia! Liat saja dia sama sekali tidak menarik! Tidak seperti pacarku! Dia selalu menyenangkan ku dengan penampilan nya yang cantik dan seksi sedangkan dia? Ah membosankan." Cetus bryan mendengar itu Laila hanya diam tak mengeluarkan sepatah kata pun..


"Jaga mulutmu! Lancang sekali! Jika kamu tidak mau menikah dengan Laila pergi dari sini! Dan jangan anggap kami orang tua mu lagi!." Sentak abah musa yang emosi nya sudah tidak terkendali lantaran perkataan tak pantas yang di lontarkan Bryan ke Laila.


"Hanya karna aku tidak mau menikah dengan nya abah dan umi tidak mau menganggap ku lagi?." Ucapnya sembari menunjuk ke arah Laila dan Laila pun hanya diam menunduk tak berani mengeluarkan kata kata apapun..


Plakkkk!!


Abah musa menampar pipi Bryan, dengan keras membuat mereka terkejut..


"Lancang sekali kamu! Abah merasa malu punya anak seperti mu yang tidak bisa menjaga ucapan!." Bentak abah musa.


"Abah kenapa menamparku? Karna dia? Oh jadi abah lebih sayang sama anak ini dari pada sama anak kandung abah sendiri sampai sampai abah menampar ku!." Teriak Bryan ia pun pergi dari sana takut emosi nya tidak terkendali...


"Dasar anak itu!."


"Abah tenang lah biar umi ambilkan minum dulu." Ucap Fatimah mencoba menenangkan sang suami yang tengah emosi itu, ia pun berjalan ke arah dapur dan mengambil minuman.


"Laila maafkan kelakuan Bryan tadi... Abah malu punya anak seperti dia yang bahasanya tidak di jaga.. Kamu jangan khawatir abah dan umi selalu ada dengan mu." Ucap abah musa meminta maaf akibat ulah Bryan yang mungkin saja menyakiti hati Laila.. Umi Fatimah pun duduk di samping Laila dan mengelus lembut kepala Laila..


"Tidak perlu takut kamu tidak sendiri kami selalu ada untuk mu laila." Ucap Fatimah.


"Terima kasih umi abah tapi? Apa yng terjadi selanjutnya? Apa aku akan tetap menikah dengan nya?." Tanya Laila

__ADS_1


"Tentu saja karena itu pesan kedua orang tuamu sebelum meninggal mereka ingin kamu menikah, dengan Bryan dan mereka ingin kami menjaga mu." Ucap abah lembut diiringi senyum nya..


"Tapi apakah mas Bryan tetap mau menikah denganku? Sepertinya dia sangat membenciku." Jawab Laila.


"Kamu tenang saja biar semuanya abah dan umi yang mengurus nya." Ucap Fatimah Laila pun mengangguk paham..


"Abah umi Laila pamit pulang dulu yah? ini sudah mulai sore." Ujar Laila berpamitan pada keduanya karna Laila sudah menganggap mereka seperti orang tuanya sendiri.. pengganti ayah dan bunda nya yang sudah tiada..


"Baiklah hati hati yah kalau ada apa apa langsung telfon abah dan umi pasti abah dan umi akan datang." Sahut abah musa sembari tersenyum..


"Baiklah Laila pamit dulu Assalamu'alaikum." Ucap Laila menyalimi kedua nya dan berlalu pergi..


setelah Laila pergi abah dan umi pun, tengah heran dengan sikap dan perilaku Bryan tadi. karna, dulunya Bryan bukan seprti itu.


"Abah? kenapa Bryan sekarang menjadi sangat kasar pada wanita? saat melihat Laila di hina tadi umi pun, merasa sakit hati sebagai seorang wanita." Tanya Fatimah yang heran dengan sikap putranya itu..


"Abah juga tidak tahu seperti ini pengaruh waktu Bryan kuliah di luar negeri makannya dia jadi begini." Jawab abah musa..


"Umi kasihan pada Laila padahal Bryan belum melihat wajah asli Laila tapi ia sudah berbicara seperti itu, umi yakin Laila itu sakit hati padanya." Lirih Fatimah mengingat ucapan Bryan yang sangat tidak pantas itu..


"Abah akan menegurnya jika ia sudah pulang."


"Bryan kamu yakin kamu mau nikah sama dia? kamu tuh sebenernya cinta gasih sama aku?." Tanya dinda emosi lantaran ia tak mau Bryan menikahi gadis lain selain dirinya.


"Aku juga tidak mau tapi abah dan umi memaksa ku untuk menikahi Laila, tapi kamu tenang saja walaupun nanti aku sudah nikah dengan Laila aku akan tetap cinta padamu dan tak akan meninggalkan mu."Sahut Bryan lalu ia menengguk segelas bir yang sudah ia pesan.


" Oke tapi kalau sampai kamu cinta sama Laila liat saja apa yang akan kulakukan padamu juga laila."Ucap dinda menatap tajam ke arah Bryan..


"Tenang saja aku tidak akan mencintai nya karna apa? dia mungkin jelek karna itu dia memakai cadar, type aku pun bukan orang seperti dia." Jawabnya dengan santai..


Waktu menunjukkan pukul 20:30 Laila, tengah duduk di atas ranjang nya seraya membaca novel kesukaan nya..


"Hm? apa aku bisa bahagia? seperti yang ada di cerita novel ini? seperti nya tidak karna mas Bryan membenci dan tidak suka dengan penampilan ku mana mungkin dia bisa menyukai ku belum melihat wajahku saja dia sudah menyimpulkan jika aku gadis yah jelek." Gumamnya sembari membaca novel.


"Ya Allah apa aku harus menikah dengan nya? sedangkan dia membenci ku? aku binggung aku harus menerima nya atau tidak?." Sambungnya sembari menatap ke arah langit langit..


"Mungkin ini sudah takdir ku, aku akan tetap menjalani nya karna bunda dan ayah berpesan kepada ku harus menikah dengan nya." Lirih nya ia pun mengambil sebuah album foto dirinya dan kedua orang tua nya. ia menatap foto itu sesekali ia bergumam dan menangis karna ia rindu keduanya..

__ADS_1


"Ayah bunda? kenapa kalian pergi secepat ini? Laila tidak mau sendirian." Lirih nya dengan air mata yang mulai menetes membasahi cadar nya..


Bryan pulang dengan keadaan mabuk, ia di antar oleh dinda pulang kerumah nya...


"Permisi."mengetuk pintu..


"Waalaikum salam sebentar." Sahut Fatimah dari dalam lalu segera beranjak membuka pintu, ia terkejut ketika ia membuka pintu sudah ada Bryan yng setengah sadar dengan mulut yng aroma nya seperti bir.. umi pun kaget ia segera memanggil abah..


"Astaghfirullah apa yang kamu lakukan Bryan? Abah!! liat ini!!." Teriak Fatimah dan tak butuh waktu lama abah segera datang menghampiri nya. ia sangat terkejut melihat anak yang ia banggai dulu dalam kondisi mabuk diantar oleh dinda..


"Astaghfirullah Bryan! apa yang kamu lakukan! Dasar anak tidak punya malu! dan kamu." Ucapnya sembari menunjuk ke arah dinda.


"Jauhi anak saya! saya tidak sudi anak saya menikah dengan wanita seperti mu yang tak bisa menjaga auratnya itu menjijikkan!."Bentak abah musa ia pun menarik tangan Bryan..


" Pergi kamu! jangan datang lagi kesini! saya tidak sudi anak saya menikah dengan wanita tidak tahu malu seperti mu!."Sentak abah musa, dinda pun pergi tanpa sepatah kata pun..


Abah pun beralih menatap Bryan dalam keadaan setengah, sadar ia pun menampar kasar pipi Bryan membuat Bryan meringis kesakitan.


Plakkkk


"Dasar anak tidak tahu malu! abah sudah memilih kan istri yang baik untuk mu yaitu Laila! dan kamu malah berhubungan dengan gadis seperti dia! menjijikkan sekali! kamu telah mempermalukan keluarga ini! dengan tingkah mu yang seperti ini! menurut mu itu keren? tidak! hanya membuat malu keluarga saja! putus kan pacarmu itu! dan menikah lah dengan Laila!." Tegas abah musa..


"Tapi abah dia bukan type ku apa tidak bisa mencari wanita yang lain saja aku tidak suka gadis bercadar seperti dia!." Sergah Bryan ia terkekeh tak mau di jodohkan dengan gadis seperti Laila.


"Lancang sekali kamu! Laila itu gadis yang sholehah seharusnya kamu bersyukur kami memilih kan mu jodoh yang pandai menutup aurat bukan yang pandai mengumbar aurat!." Bentak Fatimah


"Jika kamu tidak mau menikahi Laila! jangan anggap kamu orang tua mu lagi dan pergi dari sini!." Sentak abah..


"Kenapa abah dan umi sangat memaksa ku untuk menikahi Laila! sementara aku tidak mencintai ny!." Sarkas Bryan.


"Karna perjodohan ini sudah kami atur sejak kalian masih kecil! dan ini pesan almarhum kedua orang tua Laila sebelum meninggal! kamu harus menjaga Laila baik baik! karna dia gadis yang baik!." Tegas abah musa..


"Kenapa harus denganku? kenapa tidak dengan yang lain saja?." Tanya Bryan.


"Jangan lancang kamu! abah dan umi dulu mendidik mu bukan seperti ini! bukan mendidik mu untuk membantah ucapan kedua orang tua mu! dari mana kamu belajar membantah kami seperti itu!." Tanya balik abah musa, mendengar pertanyaan abah ia hanya diam mematung.


"Sekarang tinggal kamu pilih putuskan pacarmu dan menikah dengan Laila atau kamu pergi dari sini dan kami tidak akan menganggapmu anak kami lagi!." Tegas abah musa..

__ADS_1


"Baiklah aku akan menikah dengan laila!." Ucapnya spontan, mendengar itu umi dan abah merasa sedikit senang lantaran Bryan mau menikah dengan Laila..


Terima kasih sudah membaca cerita buatanku✾


__ADS_2