
Pagi hari laila dan kanaya tengah berada di dapur, untuk menyiapkan sarapan pagi ini. untuk mereka santap bersama nanti nya.
"La? bgaimana kalau nanti nya mantan pacar bryan datang kesini? dan meminta bryan untuk kembali padany, lantas apa yang akan kamu lakukan?." Tanya kanaya sejujur ny ia masih belum percaya bahwa bryan sudah memutuskan hubungan nya dengan dinda.
"Yah aku juga tidak tahu nay, aku serahkan semua ny pada Allah saja lagi pula jika memang mas bryan jodoh ku pasti akan tetap bersama ku." Ujar laila. kanaya pun, mengangguk paham mendengar ucapan dari laila.
Tiba tiba bryan dan farhan pun, datang menghampiri mereka yang masih sibuk memasak.
"Selamattt pagii istriku!."Sapa bryan seraya mendekat ke arah laila dan mengelus pucuk rambut laila dengan lembut.
"Yahh selamat pagi kembalii." Jawab laila.
"Weee kalian masak apaan?." Tanya farhan penasaran.
"Banyak nanya amat sih lo, tinggal tunggu aja bnyak nanya masih mending dah gue sama laila masakin ga usah nanya nanya lagi dah!." Cetus kanaya sinis.
"Kan cuma nanya doang eyalah gitu amat lo jadi orng." Jawab farhan menatap sinis kanaya.
"Udah udah kalian berdua tuh masih pagi udah ribut aja."Ucap Laila melerai perdebatan sebelum menjadi amat panjang dan penuh drama.
"Mereka tuh kayak nya nanti nya bakalan jodoh deh." Ujar bryan seraya melirik ke arah farhan dan kanaya yang masih saling menatap dengan sinis nya.
"Duhh jangan sampe dehh sama nih ankk."Ucap kanaya tertawa geli mendengar itu.
"Jangan sampe gue jodoh ama mak Lampir ini."Celetuk farhan yang langsung mendapatkan tatapan super tajam dari kanaya.
"Tuh mulut asal ngomong aja, perlu gue lakban kayak nyaa." Sinis kanaya.
"Udah udah jangan ribut mulu, sarapan dulu baru kalian bisa lanjut deh ribut nya." Ucap laila tertawa kecil.
Mereka ber empat pun, menikmati sarapan pagi itu bersama sama. disana lah terdapat canda dan tawa yang terjadi, laila mereka sangat bahagia saat di sana.
Dretttt
__ADS_1
Ponsel milik bryan pun, tiba tiba bergetar itu membuat semua langsung berhenti tertawa dan fokus menatap ke arah bryan.
Bryan pun, langsung mengambil ponsel nya dan memeriksa nya, siapa yang mengganggu nya di saat santai seperti ini.
"Siapa mas?." Tanya laila heran bercampur rasa penasaran... Bryan pun, hanya mengangkat kedua bahu nya menandakan bahwa diri nya pun tidak tahu siapa yang mengirim ny pesan.
Bryan pun, langsung membuka isi pesan tersebut.
Deeggh!
Seketika Jantung Bryan, berdetak kencang saat mendapati pesan yang dari nomer yang tidak ia kenal itu di pesan itu tertulis kan "Aku akan datang kesana syangg, tunggu aku, aku ingin berlibur bersama mu jugaa aku juga ingin menyapa istrimuu ituuu tunggu aku disana------Dinda."
Seketika semua pun, menatap ke arah Bryan. yang sedari tadi diam membisu dan terus menatap layar ponsel nya itu mereka sangat heran saat melihat Bryan gemetar saat memegang ponsel nya.
"Mas kamu kenapa? dan pesan dari siapa itu?." Tanya laila khawatir.
"Lo kenapa? pesan dari siapa sih? tumben tangan lo sampe gemeteran gitu kayak dapet pesan dari syaiton aja lo sampe gemeteran gitu." celetuk Farhan.
Bryan pun, langsung menghapus pesan tersebut agar mereka tidak membaca isi pesan tersebut.
"Oh kirain kenapa lagian cuma dapet pesan dari karyawan sampe gemeteran gitu aneh banget sih loe." Cetus farhan.
"Brisik lo diem napa."Ucap Bryan sinis.
"Mas setelah sarapan kita ke pantai yah?." Ujar Laila.
"Okeee setelah makan kita langsung ke pantaii." Jawab Bryan tersenyum.
Setelah selesai menyantap sarapan pagi, mereka ber empat pun, pergi ke pantaii. walaupun masih begitu pagi namun, pantai itu sudah ramai oleh sejumlah pengunjung.
"Wahh masih pagi gini aja udah rame banget yahh." Ucap farhan melihat ke sekeliling pantai yang padat oleh pengunjung.
"Wajar aja sih karena kan udah masuk waktu cuti juga jadi semua tempat wisata otomatis rame." Ujar Bryan.
__ADS_1
Mereka pun, duduk bersama di pinggir pantai seraya menikmati sejuk nya udara pantai di pagi hari.
Namun, Bryan terus melamun saat di pantai ia masih memikir kan isi pesan yang dinda kirim kan pada nya saat sarapan tadi. ia tak bisa fokus pada liburan nya dan saat laila atau pun, farhan mengajak nya mengobrol Bryan hanya diam membisu ia terus melamun saat mereka mengajaknya berbicang bincang.
Berbanding terbalik dengan Laila, kanaya, dan farhan. mereka sangat senang berada di pantai tersebut mereka bercanda ria walaupun, kadang mereka heran melihat Bryan yang hanya diam melamun.
"Mas? kamu kenapa? sedari tadi melamun terus? dan saat kami mengajakmu berbicara kamu cuma diam, kamu kenapa? kamu sakit?." Tanya Laila khawatir.
"Aku baik tenang saja, tidak perlu khawatir." Jawab Bryan tersenyum sekilas, namun, tetap saja dari dalam lubuk hati Laila ia tidak percaya bahwa Bryan baik baik saja ia merasa ada yang Bryan sembunyikan dari nya.
"Awas jangan keseringan ngelamun, ntar kesambet." Ucap farhan bergurau. Bryan yang mendengar itu hanya menatap sinis farhan.
"Jangan ngaco mana ada setan yang mau ngerasukin guee."Celetuk Bryan dengan pede nya. mereka yang mendengar itu hanya menggeleng geleng kan kepala nya.
"Aneh aneh aja nih orang kalau ngomong." Cetus kanaya menggeleng kan kepala nya tanda ia sudah tak paham pada pola pikir mereka.
"Gue ga aneh aneh dari tadi diem aja emg gue ngomong yang aneh soal apa? ga jelas banget loe jadi orang." Sinis farhan.
"Ckkk dahlah males gue ngeladenin orng kea loe gini, ga nyambung bngt ngomong ama loe astaghfirullah jangan sampe dapet suami yang kayak gini nanti nyaa otak nya miring banget hihh." Ucap kanaya di iringi tawa kecil, farhan yang mendengar itu hany tersenyum kecut mendapati ucapan dari seorang kanaya itu.
Tiba tiba ada seorang wanita datang dengan gaya yang begitu, mewah membuat semua orang langsung teralih dan memandangi nya, begitu pun, Bryan, Laila, kanaya, dan farhan sorot mata nya langsung tertuju pada wanita itu.
Wanita itu langsung melepaskan kacamata hitam yang menutupi mata nya.
Betapa kagetny mereka saat melihat wanita itu, melepaskan kacamata nya. berlebih Bryan mata nya seketika membelalak melihat wanita dengan gaya mewah saat melepaskan kacamata ny itu.
wanita itu berjalan mendekat, ke arah mereka ber-empat yang tengah duduk di sana. Laila yang melihat itu hanya menatap tak percaya..
Jantung Bryan terus berdetak kencang saat melihat wanita yang di depan nya itu adalah dinda.
"Haloo? apa kamu merindukan ku?."
Oke sampaii sini dulu ya gaisss! Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!
__ADS_1
Note:Cerita ini ga up tiap hari okey?
Mangatoon:ReginaAndini