Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Mantan yang menyebal


__ADS_3

Hari ini Laila dan Kanaya berencana untuk, berjalan-jalan lantaran keduanya bosan karna hanya dirumah saja.


Bryan dan Farhan sendiri tidak bisa ikut dikarnakan mereka ada rapat penting, yang harus mereka selesaikan secepatnya.


Kanaya kini mulai melajukan mobilnya, dengan kecepatan sedang di dalam mobil pun mulai terdengar gelak ketawa dari keduanya dan perbincangan hangat yang mengisi ruangan mobil itu.


"Kita mau kemana nih?" tanya Laila pada Kanaya yang tengah fokus mengendarai mobilnya.


"Hm gimana kalau ke mall aja? ada beberapa barang yang mau aku beli soalnya." ajak Kanaya, Laila pun langsung menyetujui tawaran dari Kanaya dirinya pun seperti akan membeli beberapa barang yang ingin ia beli.


Beberapa menit melalui perjalanan yang cukup jauh dan memakan waktu, Kanaya dan Laila pun sudah sampai di parkiran mall.


Kanaya memarkirkan mobilnya, terlebih dahulu sebelum memasuki area mall. Laila pun langsung menggandeng tangan Kanaya agar bisa masuk bersama.


"Nay apa yang mau kamu beli sekarang?" tanya Laila sembari menggandeng tangan Kanaya.


Kanaya pun, meletakan tangannya di dagunya untuk memikirkan apa yang akan dirinya beli.


"Hm, mungkin beberapa make up dan jam untuk Farhan." ucapnya lalu berjalan memasuki pintu masuk mall. "kalau kamu? apa yang akan kamu beli?" tanya Kanaya pada Laila.


"Hm, aku tidak tau pasti aku akan membeli apa, mungkin beberapa hijab dan baju mungkin."


Di tengah-tengah perjalanan mereka pun, dihentikan oleh seseorang.


"Hei!" panggil gadis itu pada Laila dan Kanaya yang tengah asik berjalan seraya mengobrol tentang berbagai hal.


Merasa ada yang memanggil, keduanya sontak membalikkan badannya kebelakang untuk melihat siapa yang memanggilnya itu.


"Ngapain lo?" Tanya Kanaya saat melihat Dinda yang berdiri tepat dihadapannya.


Dinda pun, tidak memperdulikan Kanaya yang berbicara padanya matanya hanya menatap tajam ke arah Laila yang sedang berdiri berdampingan dengan Kanaya.


"Heh! urusan lo sama gue itu belum selesai! ngapain lo asal kabur gitu aja? mentang-mentang udah bisa dapetin hati Bryan lo ngerasa menang gitu?"


Laila hanya diam malas meladeni perempuan modelan Dinda, yang sangat tidak mempunyai rasa malu.

__ADS_1


"Lalu? jika memang Bryan mencintaimu mengapa dia lebih memilihku di bandingkan denganmu?" tanya Laila dengan tatapan sinis yang terpancar dari iris matanya.


"Murahan! berani-beraninya lo ngerebut Bryan dari gue! lo tuh iblis dibalik cadar!" bentak Dinda membuat banyak pasang mata pengunjung mall menatap kearah ketiganya.


"Jaga yah mulutmu, kamu bilang aku iblis? lantas kamu apa? bidadari?" tanya Laila remeh seraya menatap Dinda dengan tatapan jijik.


"Iyah gue bidadari ngga kaya lo! lo iblis dibalik cadar lo! so suci! perebut!"


Laila hanya tertawa kecil, saat melihat tutur kata Dinda yang begitu tidak sopan.


Banyak pengunjung mall yang menatap heran, ke arah ketiganya mengapa bisa-bisanya mereka bertengkar di pusat perbelanjaan? apakah mereka tidak punya malu? itu lah bisik-bisikan dari para pengunjung mall yang melihat pertengkaran diantara mereka.


"You should be ashamed you're just an affair, don't expect more." cetus Laila.


Dinda pun semakin kesal saat mendengar ucapan yang Laila lontarkan padanya, kali ini ia merasa terpojok dan ia pun sedikit malu karna banyak pasang mata pengunjung mall menatap dirinya dengan tatapan yang sangat sinis.


"Heh! gue bukan selingkuhan Bryan! lo yang tiba-tiba datang terus ngehancurin hubungan gue ama Bryan!" ucap Dinda dengan nafas yang memburu.


"Baru kali ini gue ketemu cewe yang gatau diri kaya lo, selain lo murah lo juga mau jadi selingkuhan." sindir Kanaya diiringi tawa kecilnya.


"Apa untungnya aku meladenimu disini? sudah jelas bukan Bryan memilihku bukan memilihmu, jika dia tidak memilihmu berarti kamu sudah tidak menarik lagi." desis Laila yang mulai malas meladeni Dinda yang semakin tidak jelas.


"Dan itu semua karnamu, karnamu Bryan menjauh dariku dan karnamu hubunganku dan Bryan hancur sekarang!" marah dinda.


"Udahlah Laila gausah ngeladenin orang sedeng kaya dia buang-buang tenaga aja mending kita pergi dari pada ngeladenin orang gila kayak dia." ucap Kanaya seraya menatap Dinda dengan tatapan remeh disertai senyum mengejeknya.


Laila pun, mengangguk lantas pergi tanpa memperdulikan Dinda yang sedang mengoceh tidak jelas tanpa henti.


"Dadah orang sedeng nikmatin tuh diliatin orang-orang dan semoga lo cepet punya urat malu biar lo malu dan cepet sadar kalo udah ngembat suami orang." ucap Kanaya mulai berjalan pergi menyusul Laila yang sudah pergi terlebih dahulu.


Kanaya pun, melambaikan tangannya kearah Dinda seraya mengejeknya sembari berjalan.


Melihat Laila dan Kanaya yang pergi begitu saja membuat Dinda langsung diam, ia menahan malu karna orang-orang masih menatap dirinya yang tengah berdiri sendirian.


"Kamu cantik, tapi sayang kamu murah dan tidak tahu malu." ucap salah satu pengunjung mall yang melihat perdebatan mereka sebelumnya, dirinya menatap jijik kearah Dinda.

__ADS_1


Dinda yang mendengar itu hanya diam, dirinya pun langsung berlari menjauh dari kerumunan pengunjung mall.


Hari pun, sudah menjelang sore Kanaya dan Laila pun memutuskan untuk pulang. sesampainya dihalaman rumah Bryan, Laila mengucapkan Terima kasih pada Kanaya yang sudah mau menemani dirinya kemanapun Laila ingin pergi.


"Nay, Terima kasih untuk hari ini aku sangat senang." ucap Laila dengan nada lembut.


"Sama-sama, kapan-kapan kita jalan-jalan lagi yah?"


Laila pun mengangguk mendengar ucapan Kanaya, dirinya sangat senang bisa menghabiskan waktu bersama Kanaya.


"Kalau begitu aku pulang dulu yah? titip salam buat Abah sama Umi." ucap Kanaya berpamitan.


"baik akan aku sampaikan, Hati-hati dijalan nay."


Kanaya pun tersenyum, dirinya mulai melajukan mobilnya. Laila pun, melambai-lambai melihat Kanaya yang sudah mulai jauh.


Dirinya pun, langsung masuk kedalam rumah. Terlihat Bryan yang tengah asik menonton televisi sembari memakan beberapa cemilan yang tersedia di atas meja.


"Assalamu'alaikum."


"waalaikumsalam, oh kamu sudah pulang? lama banget habis dari mana?" tanya Bryan bangkit dari duduknya.


sebelum menjawabnya Laila terlebih dahulu menyalimi Bryan.


"Habis dari mall sama naya, aku lama karna aku dihadang mantan kamu pas di mall tadi." ucap Laila.


"Hah? tapi dia ngga ngelakuin yang aneh-aneh kan ke kamu?" tanya Bryan khawatir.


"Ngga sih cuma ngomel-ngomel aja pas di mall tadi, yaudah aku mau keatas dulu." ucap Laila lalu melenggang pergi meninggalkan Bryan.


Oke sampe sini dulu yah gaiss! Terima kasih sudah membaca cerita buatanku!


note:cerita ini ga up tiap hari!


mangatoon:@Zyndinne3

__ADS_1


Instagram:@Zyndinne3(jangan lupa polow:v)


__ADS_2