Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Memutuskan untuk pergi sejenak


__ADS_3

"Memang nya kenapa? ini mulutku bukan mulut mu! dan sikap mu aneh semalam kau mengunci ku di dalam kamar mandi! lalu dengan semudah itu kamu mengatakan maaf? dimanaa otak kamu mas!."Marah laila.


"Alah kamu terlalu sensitif lagi pula itu juga salah mu kenapa kamu mengatakan hal seperti itu?." Sela Bryan dengan raut wajah datar nya..


"Kenapa aku mengatakan hal seperti itu? karena memang kamu pantas mendapat kan nya! lagi pula itu kenyataan bukan kenapa kamu harus marah saat aku membicarakan tentang kenyataan sebenarnya?." Cetus laila..


"Kenapa kamu makin lama makin nyolot yah?." gertak Bryan ia mulai terpancing emosi saat Laila mengatakan hal seperti itu.


"Aku makin nyolot? maaf aku ga nyolot cuma itu kenyataan bukan?." Cecar Laila.... Emosi Bryan pun, semakin meronta ronta tak kala mendengar ucapan Laila itu..


"Hey kamu jangan belagu yah! kamu itu disini cuma numpang!." Ucap Bryan tak berperasaan.


"Aku numpang? maaf aku bukan nya numpang tapi aku juga punya rumah sendiri aku bisa pergi kapan pun aku mau!." Ucap Laila... Bryan pun, sudah tak tahan lagi mendengar ucapan Laila ia pun, langsung pergi keluar dari kamar itu..


Saat Bryan sudah keluar ntah kenapa, hati Laila begitu sakit saat Bryan mengatakan hal hal seperti itu.. Ia berfikir untuk menenangkan diri jauh dari Bryan untuk beberapa waktu karena hatinya sudah tidak sanggup menjalani nya lagi, ia ingin menenangkan diri untuk menguatkan hatinya kembali..


"Ya Allah sejujurnya aku udah capek banget sama kehidupan ku yang sekarang, andai ayah smaa bunda masih ada pasti kehidupan ku ga akan kayak gini." Gumam Laila, air mata nya pun meneteskan tanpa aba aba..


"Aku sudah lelah dengan ini semua."


"Apa aku pergi liburan untuk menenangkan diri saja yah? lagi pula aku juga sudah bosan dirumah terus, aku juga sudah lelah terus di kasari dan dimarahi oleh mas Bryan apa aku liburan saja yah?." Gumam nya...


"Yaudah kalau gitu aku liburan aja deh, tapi sepertinya aku harus izin ke umi dan abah dulu kalau aku pergi nya ga izin pasti mereka bakalan khawatir nyariin aku." Sela Laila... Ia pun memutuskan untuk turun kebawah untuk meminta izin kepada kedua nya apakah mereka mengizinkan nya untuk pergi liburan untuk menenangkan diri nya.


Dari atas tangga Laila sudah melihat abah dan umi yang tengah, duduk seraya menonton televisi bersama.. ia pun mendekat ke arah keduanya..


"Abah umi?." Panggil Laila dari belakang keduanya..


"Ehh, Laila ada apa sayang?." Tanya umi Fatimah..


"Ada apa Laila? kamu masih sakit jangan terlalu banyak gerak dulu kamu duduk disini." Ujar abah musa menyuruh Laila untuk duduk di samping umi nya, Laila pun mengangguk ia pun, duduk di samping umi Fatimah.

__ADS_1


"Jadi begini Laila ingin meminta izin untuk pergi dari sini tapi cuma beberapa hari kok, hanya untuk liburan saja dan Laila juga ingin menenangkan diri." Ucap Laila..


Abah dan umi pun, sempat kaget saat Laila mengatakan itu. mereka mengira bahwa Laila sudah tidak kuat menjalani pernikahan ini lagi. karena sikap Bryan yang semakin lama semakin menjadi jadi...


"Ka-kamu kenapa mau pergi Laila, Bryan kasari kamu lagi?Tanya Umi Fatimah sejujurnya dalam lubuk hatinya ia tidak mengizinkan Laila untuk pergi..


"Laila cuma mau menenangkan diri umi, tidak mas Bryan tidak kasar ke Laila kok. jadi apakah boleh Laila pergi liburan untuk beberapa hari saja." Ucap Laila memohon.


"Tapi kamu akan kembali kan?." Tanya umi Fatimah. ia takut menantu kesayangan nya itu tidak kembali lagi.


"Tentu Laila akan kembali, karena disini ada abah dan Umi yang sangat menyayangi Laila." Seru Laila di iringi tawa kecil nya.


"Huh baiklah jika itu kemauan Laila umi mengizinkan nya tapi ingat jika ada sesuatu yang terjadi kamu harus cepat menghubungi umi yah?." Ujar umi Fatimah.. mencoba mengikhlaskan Laila untuk pergi..


"Jika umi mengizinkan abah pun, akan mengizinkan Laila untuk pergi tapi jangan terlalu lama." Ucap abah musa.


Laila pun, mengangguk senang di lubuk hatinya sangat bahagia karena mempunyai mertua seperti abah dan Umi yang begitu sayang kepada nya seperti anak sendiri.


"Iyah kamu memangnya akan pergi nya kapan?." Tanya Umi Fatimah.


"Hari ini juga umi." Jawab nya... umi Fatimah pun, tersentak kaget ia mengira bahwa Laila tidak akan pergi hari ini. namun, ternyata Laila memutuskan untuk pergi hari ini.


"Ha-hari ini juga? kenapa tidak besok saja Laila?." Ujar umi Fatimah..


"Laila ingin perginya hari ini umi, tapi nanti Laila pasti ngabarin kok Laila lagi dimananya jadi umi ga perlu khawatir sama Laila."Ucap Laila..


Setelah berbincang bincang Laila pun, pergi ke kamarnya untuk membereskan beberapa baju yang akan ia bawah. setelah selesai ia pun ber siap2 untuk pergi kebandara.. tak lupa terlebih dahulu ia pamit ke abah dan Umi nya..


Ia pun sudah memesan sebuah taxi online untuk, mengantarkan nya kebandara.. Saat tiba di bandara terlihat Kanaya yang tengah menunggu Laila di depan pintu masuk seraya memainkan ponselnya dan melihat ke sekeliling untuk mencari Laila..


"Assalamu'alaikum Kanaya maaf aku lama yah?." Sapa Laila seraya berjalan mendekat ke arah Kanaya.

__ADS_1


"Waalaikum salam tidak apa apa kok, aku kira tidak akan jadi." Sela Kanaya.


"Tentu jadi karena aku kan yang merencanakan jadi aku juga yang harus menepati, ayok cek in." Ujar Laila seraya melenggang pergi..kanaya pun segera menyusul nya.


"Apa kamu sudah izin pada suami mu Laila?." Tanya kanaya.


"Belum, tapi seperti nya ia juga tidak akan peduli, Terima kasih sudah mau menemani ku kanaya." Ucap Laila.


"Sama sama lagi pula kita sahabat harus saling ada saat satu sama lain sedang membutuhkan bukan?." Ujar Kanaya, Laila pun mengangguk menanggapi ucapan dari Kanaya itu..


Dirumah, terlihat mobil milik Bryan sudah terparkir di halaman rumah itu, ia pun segera masuk kedalam rumah nya... Ia pun naik ke lantai atas tempat di mana kamarnya berada. saat membuka pintu Bryan smaa sekali tidak melihat Laila disana..


"Laila kamu dimana?." Panggil Bryan. ia pun mencari ke sekeliling kamarnya namun, Laila juga tidak ada..


"Ah mungkin dia sedang keluar, aku mandi saja deh."Gumamnya, ia pun membuka lemari baju nya. Ia tersentak saat melihat gamis Laila hanya tinggal beberapa saja ia pun segera lari keluar kamar nya untuk mencari abah dan Umi nya.


"Abah umi apa kalian melihat laila?."Tanya Bryan ngos-ngosan.


"Untuk apa kamu mencari Laila? Laila sudah pergi." Ucap umi Fatimah.


Deg


ntah kenapa hati Bryan tiba tiba sakit saat mendengar Laila pergi tanpa pamit padanya..


"Laila pergi kemana?." Tanya Bryan.


"Laila--?


Oke sampe sini dulu yah Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!


Note:cerita ini ga up setiap hari.

__ADS_1


Mangatoon:Sako-chan!


__ADS_2