Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Kecelakaan


__ADS_3

"Saya ingin mengabarkan bahwa suami anda mengalami kecelakaan dan saat ini kondisi nya tengah kritis." jelas seorang perawat itu.


Degg!


Bak di sambar petir tubuh Laila seketika lemas saat mendengar kondisi suami nya sekarang.


Brakkk!


Ponsel yang di pegang Laila pun, jatuh kini Laila meringkuk kan tubuh nya lantaran terasa lemas tak kuat untuk berdiri.


Perawat yang mendengar suara tangisan pecah dari dalam ponsel pun, ikut khawatir dengan kondisi Laila.


"Ha-halo bu Laila? anda baik-baik saja?" tanya perawat itu dari dalam ponsel itu.


Mendengar suara khawatir dari dalam ponsel nya Laila pun, langsung meraih ponsel itu untung saja ponsel nya tidak rusak bahkan pecah jadi ia masih bisa berkomunikasi.


"Ah ga papa kok sus bisa kah kamu mengirim alamat rumah sakit nya? aku akan segera kesana," ucap Laila mencoba untuk tegar dan menyeka air mata nya sejenak saat sedang bicara dengan perawat itu.


"Baik bu lokasi nya akan segera kami kirim kan." jawab perawat itu.


"Baik Terima kasih assalamu'alaikum." ucap Laila lalu mengakhiri panggilan.


"Hikss.. hiks kenapa bisa jadi seperti ini? ini semua kesalahan ku ya Allah aku mengusir mas Bryan dari villa dan ini lah yang terjadi kalau saja tdi aku tidak menyuruh nya pergi ini tidak mungkin terjadii," ucap nya menangis terseduh-seduh.


Dretttttt


Tiba-tiba ponsel Laila berdering lantaran ada yang mengirim kan nya pesan, dan itu pesan dari perawat tadi ia sudah mengirimkan alamat rumah sakit itu pda Laila.


Dengan segera Laila beranjak dari duduk nya walaupun tubuh nya masih lemas, tapi ia mencoba untuk tetap kuat ia ingin menemui Bryan yang pasti sedang butuh dukungan nya.


Laila menghapus kasar air mata yang ada di mata nya lalu segera mengambil tas nya dan, lari ke lantai bawah untuk memberitahukan yang lain nya tentang kondisi Bryan.


Laila berlari menuruni tangga terlihat abah dan umi nya sekali gus dua teman nya tengah mengobrol bersama Laila langsung menghampiri abah dan umi nya lalu bersimpuh memohon maaf pada kedua nya.


Abah dan Umi yang tak mengerti Laila mencoba menenangkan ny namun, Laila terus menangis sembari terus bersimpuh.

__ADS_1


"Laila sayang kamu kenapa? bangun bangun kamu gaboleh kayak gini coba cerita kamu kenapa?" tanya Umi Fatimah khawatir ia mencoba membantu Laila berdiri.


"Hiks.. hiks Abah Umii maafin Laila karna Laila mas Bryan jadi kecelakaan." ucap nya spontan membuat yang ada di sana kagettt.


"Apa maksud kamu sayang? Bryan kecelakaan?" tanya Umi Fatimah kagettt tangan ny kini mulai panas dingin mendengar perkataan dari Laila itu.


"Maafkan Laila Umi kalau saja tadi Laila tidak menyuruh mas Bryan untuk pergi mungkin mas Bryan tidak akan seperti inii Laila minta maaf Abah Umi tolong maafkan Laila." ucap Laila terus menangis.


Abah dan Umi nya yang tidak mau menyalahkan siapa pun, karna ini musibah hanya mengangguk paham lantaran kedua nya tau musibah bisa dtang kapan saja dan mungkin saat ini Bryan sedang terkena musibah.


"Sudah lah Laila ini bukan kesalahan kamu ini sudah musibah kita tidak ada yang tau musibah bisa datang kapan saja sudah kamu tidak perlu minta maaf karna ini bukan kesalahan mu." jelas Abah Musa mencoba untuk tetap tenang namun, di benak nya tersimpan rasa takut kehilangan Bryan.


"Sudah lebih baik sekarang kita kerumah sakit dan melihat kondisi Bryan." ujar Kanaya.


Semua nya pun, mengangguk lantas mereka pun pergi bersama-sama kerumah sakit itu.


Sesampainya dirumah sakit Laila langsung berlari kearah rresepsionis untuk menanyakan dimana kamar Bryan.


Setelah mengetahui dimana kamar rawat Bryan Laila pun, langsung berlari menuju kamar itu.


Seketika ia pun, tersungkur lemas melihat kondisi Bryan, Umi dan Kanaya yang melihat itu langsung memeluk erat tubuh Laila.


Laila pun, menangis dan beberapa kali ia pun, berteriak-teriak melihat kondisi Bryan semua orang yang ada di sana menatap tidak tega melihat kondisi Laila.


Flashback on! Sebelum kecelakaan||


Bryan hendak menenangkan dirinya dengan cara lajukan mobil nya dengan cepetan yang sangat cepat saat berada di jalan raya.


Ia sudah tak memikirkan bagaimana kondisi nya nanti jika sampai ia mengalami kecelakaan? yang ia pikirkan hanya lah Laila dan Laila.


"Arrrggghhh sialann kenapa Dinda harus dateng kesini sih!" umpat Bryan berteriak keras sembari terus melajukan mobil nya.


"Kaloo aja Dinda ga dateng kesini pasti ini semua ga akan terjadi brengsek banget tuh cewek! kenapa dulu gue bisa suka sma modelan cewek kayak diaaaa!" teriak Bryan.


Ia pun, terus berteriak-teriak lantaran diri nya frustasi ia tak menatap jalan nya sampai akhir nya saat tiba di lampu merah diri nya bukan nya berenti malah diri nya terus melajukan mobil nya.

__ADS_1


Hingga ada sebuah truk yang dengan kecepatan cukup cepat menabrak mobil Bryan.


"Aaaaaaaaaaa." teriak Bryan saat melihat truk itu hendak menabrak nya.


Brakkkkk!!


Kaca dan juga beberapa bagian mobil lain nya hancur karna tertabrak truk itu mobil Bryan terseret beberapa meter oleh truk itu.


Flashback off


"Laila tenang sayang semua akan baik-baik saja kamu harus percaya Bryan itu adalah orang yang kuat pasti dia bisa melewati masa kritis nya." ucap Umi Fatimah ikut menangis tapi ia tetap mencoba untuk menenangkan Laila.


"Laa kamu ga boleh nyalahin diri kamu sendiri! ini semua tuh bukan salah kamu ini udah musibah, musibah itu gaada yang pernah tau Laa jadi kamu jangan nyalahin diri kamu sendiri kayak gini." ujar Kanaya hatinya juga ikut teriris saat melihat sahabat nya menangis tak berdaya itu mengingat kan waktu kedua orang tua Laila meninggal Laila juga seperti ini bahkan lebih parah dari ini.


Tiba-tiba dokter pun, keluar dari dalam ruangan itu Laila segera beranjak dan mendekat ke arah dokter itu.


"Dokter, bagaimana kondisi suami saya dok?" tanya Laila khawatir.


"Anda istri Bryan Alexander?" tny dokter itu kembali.


"Iyah dokter saya istri nya kondisi mas Bryan sekarang bagaimana dok?" ucap Laila.


"Bryan masih dalam kondisi kritis saya harap untuk anda mendoakan kondisi Bryan saat ini agar Bryan dapat melewati masa kritis nya." ujar dokter itu.


"Kami juga akan melakukan apapun sebisa kami tapi kami juga memohon doa nya." sambung nya.


"Yaelah kalau itu mah udah pasti lah." cetus Farhan tiba-tiba nyambung kea tiang listrik.


Kanaya pun, langsung mencubit pinggang Farhan membuat nya meringiss.


Oke sampe sini dulu yah gaissz! trimakasih sudah membaca cerita buatan ku!


Note:cerita ini ga up tiap hari!


Mangatoon:ReginaAndini

__ADS_1


*******:BininyaGojo3||Wajah dibalik cadar.


__ADS_2