Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Lamaran kiw²


__ADS_3

Mentari pagi hari kini sudah mulai menunjukkan sinar-sinarnya yang terang dan memancarkan cahayanya.


Laila dan Bryan sudah terbangun sedari subuh, tadi kini mereka tengah berada di meja makan untuk menikmati sarapan pagi sudah di siapkan oleh Laila dan Kanaya.


Abah dan Umi pun, ikut serta bersama mereka belum pulang karna masih khawatir dengan kondisi Bryan namun mereka pun sebenarnya ingin ikut berlibur bersama.


Farhan yang baru saja bangun pun langsung menghampiri mereka, yang berada di meja makan untuk ikut makan bersama.


Farhan sudah duduk di kursi yang kosong, saat kanaya hendak duduk Farhan dengan sigap langsung membantu Kanaya.


"Makasih Farhan." ucap Kanaya berterima kasih dengan nada yng lirih begitu pun, tatapan mata yang indah membuat jantung Farhan dibuat tak aman olehnya aplagi saat melihat senyuman manis yang terpancar dari wajah Kanaya seketika membuat Farhan meleleh.


"Duhh nay ini tuh masih pagi jangan menggodaku lah." Celetuk Farhan asal bicara dengan pedenya.


"Lho? siapa yang menggodamu? orang aku saja tidak menggodamu ko? kmu aneh bilng aku menggodamu padahal jelas-jelas tidak." cetus Kanaya menatap sinis Farhan.


"Tapi tatapan dan senyumanmu itu membuatku tergoda naya pleasee kalo senyum tuh ngira-ngira dikit yah apalagi depan aku bisa diabetes aku tuh nay." balas Farhan berniat menggoda Kanaya.


Kanaya yang mendengar itu, tersenyum geli saat melihat Farhan yang menaikan sebelah alisnya.


"Heh sudahh, makan duluu jngan bucin terus." tegur Bryan ia tak suka memandang pemandangan pagi ini yang bucinnya terlalu berlebihan.


"Dihh sirik aja, lo juga suka bucin depan gue kan." cibir Farhan tak Terima ia mendengus kesal saat mendapatkan teguran dari Bryan tadi.


"Sudahlah kalian berdua ini masih pagi sudah ribut saja ayo cepat makan dulu keburu makanannya dingin." ucap Abah musa seketika membuat Bryan dan Farhan berhenti berdebat kini mereka pun, sudah fokus pada makanannya miliknya masing-masing.


Setelah selesai makan Laila dan Kanaya berencana, hanya akan duduk dibalkon sembari menikmati pemandangan pantai yang sejuk saat pagi hari.


Kini Laila dan Kanaya pun, hendak menuju sebuah balkon yang disana sudah di siapkan beberapa minuman atau cemilan untuk mereka nanti.


"Naya aku ingin bertanya padamu apakah boleh." ucap Laila dengan nada yng lembut dan sopan.


"Tentu saja silakan Laila kamu ingin menanyakan apa padaku." jawab Kanaya antusias.

__ADS_1


"Apa hubunganmu dengan Farhan sebenarnya? apa kamu menjalin hubungan dengannya? kamu dan farhan terlihat begitu dekat belakang ini," tanya Laila penasaran.


Seketika wajah Kanaya pun, mulai memerah saat mendengar pertanyaan yang dilontarkan oleh Laila membuat salah tingkah.


Saat Kanaya hendak menjawab tiba-tiba ada seorang pria yang lebih dulu menjawab pertanyaan dari Laila.


"Dia akan menjadi istriku dan ibu dari anak-anakkuu." ucap seorang pria membuat Kanaya dan Laila seketika kaget secara bersamaan mereka pun menoleh kebelakang.


Dan yang menjawab pertanyaan dari Laila tadi adalah Farhan yang baru saja datang ditemani oleh Bryan.


"Wahh? serius? kapan kalian akan menikahnya? dan mengapa tidak memberitahuku?" tanya Laila ia kesal bisa-bisanya Kanaya tidak memberitahu nya mengenai berita yang sangat bagus ini.


"Naya kenapa kamu tidak memberitahuku? bahwa kamu akan menikah? apa kamu tidak menganggapku seperti sahabat lagi sekarang makannya kamu tidak memberitahuku?" tanya Laila kembali.


seketika dengan cepat Kanaya langsung membalasnya dengan gelengan kepala terlebih dahulu sebelum dengan ucapannya.


"Tidak La, bukan seperti itu tapi memang aku belum tau la." ucap Kanaya ia heran mengapa Farhan langsung mengatakan itu.


"Tidak ada tapi memang benar sebentar lagi kamu akan menjadi istriku nay." jawab Farhan tersenyum.


Ia pun, mengeluarkan sesuatu dari dalam saku celana nya. Terlihat sebuah kotak merah kecil berada di genggaman tangan Farhan.


Farhan pun, langsung membuka kotak merah kecil itu terlihat sebuah cincin yang sangat indah di dalam kotak itu. Farhan pun berjongkok dan mendekatkan cincin itu di hadapan Kanaya.


Kanaya yang melihat itu sontak kaget dan tak percaya akan apa yang ia liat sekarang.


"Kanaya maukah kau menikah denganku? menjadi istriku? dan menjadi ibu untuk anak-anakku kelak? aku sudah mengagumi dan menyukai dirimu sejak awal pertemuan kita mau kah kamu menerima cincin ini sebagai tanda bukti keseriusan ku? setelah kamu menerima cincin ini aku janji akan mengganti cincin yng lebih bagus dari cincin ini saat kita menikah nanti? maukah kamu menerima lamaranku?" tanya Farhan hatinya bergejolak, detak jantungnya berdetak kencang ia sangat berharap Kanaya akan menerima dirinya.


Kanaya seketika terdiam ia masih belum percaya akan apa yang Farhan ucapkan pdanya tadi, dalam lubuk hatinya yang paling dalam ia merasakan rasa yang sangat bahagia.


"Ayo dong Terima jangan bertele-tele gini." ucap Bryan bergurau Laila langsung mencubit pinggang Bryan membuat Bryan meringis kesakitan.


"Aduh sayang sakit tauu." balasnya.

__ADS_1


"Lagian kamu sih diem ih jangan asal bicara mau nanti malam tidur diluar?" ancam Laila.


"Ehh, tidak baiklah aku akan diam saja."jwab Bryan ketakutan.


Kini Farhan mulai angkat bicara kembali karna sedari tadi Kanaya diam saja.


"Naya? bagaimana apa kamu mau menerimaku? tolong katakan tapi jika kamu tidak mau menerimaku aku tidak masalh yang penting tolong katakan saja naya ikuti apa kata hatimu." ucap Farhan meyakinkan Kanaya.


"Ayo naya, kamu harus membuat keputusan." ujar Laila.


Kanaya pun, menarik nafas panjang sebelum menjawab pertanyaan yang dilontarkan oleh Farhan kepadanya.


"Baiklah aku menerima lamaranmu Farhan, tapi memang sejujurnya aku tidak butuh sesuatu yang mewah atau yang mahal darimu aku hanya butuh kesetiaanmu hanya untukku seorang saja aku sudah sangat bahagia." Jelas Kanaya seketika Farhan yang mendengar itu langsung gembira dan berteriak-teriak tidak jelas karna rasa bahagia yang sudah tak dapat dia bendung lagi.


Farhan pun, langsung memasang cincin itu dijari Kanaya. Kanaya yang mendapatkan perlakuan super lembut dari Farhan itu tersentuh wajahnya seketika memerah bak kepiting rebus.


"Terima kasih Kanaya secepatnya aku akan menggantinya dengan cincin yang lebih dari pada ini." ujar Farhan bahagia Kanaya yng mendengar itu langsung tersenyum.


"Cieee selamatt naya sahabatkuu akhirnya kmu bisa mempunyai hubungan spesial dengan seorang pria." ucap Laila ikut bahagia ia pun langsung memeluk Kanaya.


Kanaya pun lngsung membalas pelukan dari Laila, namun disisi lain ada yang cemburu saat melihat Kanaya dan Laila berpelukan.


Contohnya saja Bryan wajah dia terlihat masam saat melihat istrinya itu berpelukan dengan sahabatnya sendiri ia merasa cemburu pada Kanaya.


Farhan yang melihat perubahan ekspresi wajah Bryan sontak tertawa terbahak-bahak.


Oke sampe sini dulu yah gaiss! Terima kasih sudah membaca cerita buatanku!


note:cerita ini ga up tiap hari yah!


Mangatoon:ReginaAndini


*******;@BininyaGojo3

__ADS_1


__ADS_2