
1 Minggu telah berlalu kini kondisi Bryan sudah sangat baik, dan sudah di izinkan oleh dokter untuk pulang.
Setelah selesai mengemasi semua pakaian Bryan, mereka pun segera pulang ke villa dan melanjutkan liburannya yang sempat tertunda oleh berbagai permasalahan yang ada.
Sesampainya dihalaman villa Bryan merasa bahagia dan sangat amat bersyukur, karena Allah masih mengizinkannya untuk selalu berada disamping Laila.
"Haaahhhh." Bryan menarik nafas panjang sudah lama ia tak menghirup udara segar seperti ini, saat ia berada di rumah sakit ia hanya bisa menghirup udara yang tercampur bau dari obat-obatan yang ada.
Bryan sangat bahagia, saat melihat pemandangan pantai yang amat sejuk.
"Mas? kenapa kamu senyum-senyum seperti itu? wahh jangan-jangan kamu tersenyum-senyum seperti itu karena melihat wanita-wanita yang cantik dan seksi yah," tanya Laila memasang raut wajah curiga jari-jari tangannya diletakkan di dagunya.
Bryan yang mendengar itu langsung tertawa, ia pun mencubit pelan hidung Laila yang tertutupi cadar itu.
Laila yang melihat itu langsung menjauhkan tangan Bryan dari hidung nya sesekali ia bergedik kesal.
"Ishh, mas Bryan apaansih." ucap Laila menggerutu kesal saat Bryan mencubit hidungnya.
"Habisnya kamu lucu deh ekspresimu seperti orang yang sedang terbakar api cemburu." jelas Bryan tertawa saat melihat tatapan kesal dari mata Laila.
"Tapi aku benar bukan? kamu sedang melihat wanita-wanita yang tengah berenang dan bersantai itu bukan?" tanya Laila sinis.
"Tidak kok, aku tidak melihat kearah mereka aku hanya melihat pemandangan saja kamu sepertinya salah paham padaku nih." ucap Bryan.
"Aku tidak salah paham tau tapi memang benarkan kamu melihat kearah wanita-wanita cantik itu kan? huhh aku tidak heran kamu masih belum berubah," cetus Laila kesal disertai rasa tak mau mengalah.
"Tidak kok kamu soo tau nih kayaknya lagi pula yang cantik itu kamu bukan mereka, mereka mah terlihat biasa saja tidak seperti kamu, kamu mah sangat luar biasa dan super cantik." goda Bryan Laila yang mendengar itu langsung memalingkan wajahnya lantaran takut salah tingkah.
"Kamu buaya mas tidak usah menggodaku aku tidak akan termakan dengan godaanmu." cetus Laila sinis.
"Aku tidak menggodamu kok tapi memang itu kenyataan bukan?" tanya Bryan menaikan sebelah alisnya.
Laila yang melihat itu hanya menatap sinis Bryan, tanpa menjawab ucapan dari Bryan Laila pun segera pergi meninggalkan Bryan sendirian.
Bryan yang melihat Laila berjalan meninggalkan dirinya sambil menggerutu tidak jelas itu, hanya tertawa kecil ia pun langsung berjalan untuk menyusul istri tercintanya.
__ADS_1
Sesampainya dikamar Laila pun langsung masuk dan segera menutup pintu kamarnya, ia pun melemparkan tasnya ke ranjang lantaran kesal pada Bryan yang sama sekali belum berubah.
Di dalam kamar Laila terus menggerutu tidak jelas lantaran kesal pada Bryan saat ia mengingat-ngingat apa yang terjadi luar tadi ia bertambah kesal.
"Aaaaaa menyebalkan sekali mas Bryan salah sekali belum berubah juga dia masih menyukai wanita yang cantik dan memakai pakaian yang sangat amat terbuka." ucap Laila terus menggerutu kesal.
Tok
Tok
Tok
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar Laila, Laila yang sudah tahu bahwa itu adalah Bryan dia langsung diam tak lagi menggerutu tidak jelas seperti tadi.
"Masuk saja pintu tidak dikunci." ucap Laila dengan nada yang agak keras agar yang diluar mendengarnya.
Bryan yang mendengar suara sautan dari Laila, itu lantas membuka pintu kamar itu dan masuk kedalamnya.
Ia pun berjalan mendekat kearah Laila yang tengah, terduduk di ranjangnya.
"Kamu bisa melihatnya bukan? aku sedang diam." jawab Laila sinis dengan nada yang melengking.
Bryan yang mendengar itu langsung nyengir sendiri, ia berniat untuk basa-basi namun sepertinya Laila tidak suka.
"Kamu tuh kenapa sih sayang? kamu marah padaku? aku membuat kesalahan? atau aku membuatmu kesal?" tanya Bryan dengan nada yang lembut.
Laila yang mendengar itu hanya diam, tak berkutik ia malas menjawab pertanyaan dari Bryan menurutnya sendiri Bryan itu sangat tidak peka itu membuatnya sangat kesal.
"Tidak ada sudah lupakan saja aku malas padamu mas." pekik Laila mengalihkan pandangan nya pada balkon yang ada disamping kamarnya.
"Kamu jangan seperti itu, cerita dong kalo aku punya salah atau aku membuatmu kesal aku jadi tidak enak hati lho." sela Bryan tak enak hati ia sengaja berpura-pura tidak mengerti sebenarnya ia tau mengapa Laila marah padanya.
"Kamu pikir saja sendiri mas masa seperti itu saja harus aku jelaskan?" tanya Laila.
"Aku minta maaf deh kalo punya salah tapi asli deh tadi aku tidak melihat kearah wanita-wanita itu aku hanya melihat kearah pemandangannya saja ko." jelas Bryan agar Laila tidak salah paham padanya lagi.
__ADS_1
"Sudahlah tidak usah dibahas aku malas mendengarnya." cetus Laila.
"Kamu sangat lucu saat kamu sedang cemburu seperti ini aku bisa membayangkan wajahmu yang sedang cemburu itu bagaimana." ucap Bryan membayangkan wajah masam Laila saat tengah cemburu.
"Siapa yang cemburu? aku tidak cemburu kok aku biasa saja." jawab Laila tak ingin ketahuan bahwa dirinya sedang cemburu berat saat ini.
"Ouhh, tidak cemburu yah? yasudah aku jalan-jalan dengan wanita-wanita cantik itu yah?" tanya Bryan bermaksud untuk menggoda Laila.
Laila yang mendengar itu langsung membelalak ia tak percaya, apa yang Bryan ucapkan padanya tadi.
"Silakan saja tapi jangan harap kamu bisa tidur dikamar." ucap Laila mengancam Bryan.
Bryan pun, langsung meneguk kasar ludahnya ia tak mau disuruh tidur diluar ini menurutnya seperti senjata makan tuan niatnya hanya bercanda tapi Laila membawanya dengan serius.
"Ehhh tidak-tidak, tidak jadi kok sayang kamu jangan seperti itu dong sama kamu tega melihat suamimu yang tampan ini tidur diluar? kalo nanti aku kedinginan dan sakit bagaimana?" tanya Bryan dengan raut wajah memelas.
"Yahh dibiarkan saja lagi pula siapa suruh kamu seperti itu." pekik Laila.
"Tapikan aku cuman bercanda kok tapi kamu malah dibawah serius." ucap Bryan.
"Lagi pula mana mau aku jalan sama wanita-wanita itu, aku hanya mau bersama Laila cantikku." goda Bryan Laila yang mendengar itu hanya diam sebenarnya dalam lubuk hatinya merasakan rasa bahagia.
Namun, ia masih belum percaya dengan ucapan Bryan tadi ia hanya mengira bahwa Bryan tengah menggodanya dan bercanda saja.
"Dihh buaya mulai menggoda lagi serem." ucap Laila berlaga agar terlihat seperti orang yang tengah ketakutan.
"Aku bukan buaya tauu." cetus Bryan kesal.
"Sikap dan perlakuanmu seperti buaya darat mas."
Oke sampe sini dulu yah gaisss Terima kasih sudah membaca cerita buatanku!
Note:Cerita ini ga up tiap hari!
Mangatoon:ReginaAndini
__ADS_1
*******:@BininyaGojo3