
"Hallo apa kamu merindukan ku?."
Gadis itu mendekat ke arah bryan, dinda pun sengaja duduk di sebelah bryan. agar laila merasa cemburu melihat itu.
"Apa yang kamu lakukan di sini?." Tanya bryan dengan nada sedikit tinggi, inilah yang ia takut kan.
"Tentu saja menemui mu!." Ucap dinda lantang tanpa rasa malu sedikit pun.
"Hallo laila gadis bercadar pilihan abah musa dan umi Fatimah apa kabar?." Sapa dinda tanpa rasa malu, seraya bergelayut manja di bahu bryan. bryan yang melihat itu hanya diam membeku begitu pun, laila.
"Wess tuh tangan kayak nya gatel banget yah sampe sampe meluk meluk gitu? ga punya rasa malu kah yah? jadi pelakor apa untung nya sih mbak? saking ga laku nya sampe sampe ngembat suami orang." Sindir kanaya blak blakan. membuat semua pengujung di sana menatap ke arah mereka. dinda yang mendengar itu tidak Terima.
"Hello! maaf yah mbak saya itu bukan pelakor." Balas dinda tidak Terima.
"Kalau bukan pelakor terus apa? janda?." Cetus kanaya farhan yang melihat kanaya itu menatap kagum.
"Heh! punya mulut tuh di jaga yah!." Marah dinda diri nya mulai ber api api.
"Lo? Nyuruh gue buat jaga mulut gue? harus nya elo yang jaga gatel nya jangan ngembat suami orang terus! asal kalian tau yah dia ini pelakor gatau diri dari gaya sih elit tapi kok yah jadi pelakor? buat ibu ibu, atau kakak kakak nya jaga suami nya yah soal nya pelakor nya udah dateng nih harap jaga suami kalian baik baik! karna nih pelakor lebih gatel dari ulet bulu!." Ucap kanaya asal dirinya sudah muak melihat wajah dinda.
Seketika semua pengunjung di sana, langsung menatap tajam dinda. ada pula beberapa pengunjung yang mencibir diri nya ad pula yang menatap jiji dinda.
Plakkk!
Satu tamparan berhasil mendarat di pipi mulus, kanaya. sontak, membuat beberapa orang terkejut melihat nya terlebih laila. seketika hati nya terasa teriris karna melihat kanaya di tampar oleh dinda dengan begitu keras.
__ADS_1
"Jangan banyak bacot lo! maksud lo apa pake nyebut gue pelakor segala hah? asal lo tau gue tuh bukan pelakor!." Bentak dinda
Plakkk!
Plakkk!
Dua tamparan berhasil mendarat tepat di pipi dinda, membuat nya sontak meringis kesakitan lantaran pipi nya di tampar cukup keras oleh laila.
"Cukup yah! urusan mu itu dengan ku! bukan dengan sahabat ku! dan kamu memang pelakor bukan? mengapa kamu tidak Terima saat sahabat ku mengatakan bahwa diri mu pelakor? lucu sekali!." cetus laila seraya tertawa kecil mata nya menatap tajam manik mata hitam pekat milik dinda.
"Heii! sebelum bryan bersama mu dia sudah lebih dulu bersama ku!." Bentak dinda tak Terima dengan yang laila ucapkan.
"Lalu? Apa kah dia mencintai mu? tidak! dia hanya mencintai penampilan dan juga kecantikan mu semata! bukan hati mu!." Ucap laila asal dirinya sudah muak melihat tingkah dinda.
Bughhh!
"Brengsek jaga mulut lo! bryan itu cinta nya sma gue bukan sama lo! sadar diri bngst!." Bentak dinda murka.
melihat itu bryan hanya diam tak berkutik, ia ingin menolong laila namun, ia masih segan. ia hanya bisa diam membeku menyaksikan aksi dinda itu.
Kanaya pun, langsung mendekat ke arah laila ia pun membantu nya untuk berdiri. Kanaya pun, menatap tajam ke arah dinda dan bryan.
Kanaya pun, mendekat ke arah bryan dengan tatapan yang super duper tajam.
Plakkk!
__ADS_1
Kanaya menampar pipi bryan dengan keras membuat bryan langsung memegangi pipi nya yang panas karna di tampar oleh Kanaya.
"Woiii! suami macam apa lo? saat istri lo di tindas oleh mantan lo! lo malah diem aja! mau lo itu sebenernya apa sih? lo tuh ga becus jadi suami lo tuh ga pantes jadi suami laila! lo itu cuma laki laki brengsek! yang beruntung bertemu gadis kayak laila! dan saat lo ngeliat laila di tindas lo diem aja? dimana tanggung jawab lo sebagai suami!." Bentak Kanaya menarik kerah baju milik bryan, sontak membuat bryan sulit mencari udara untuk bernafas.
"Dan lo!." Ucap Kanaya terpotong seraya menunjuk ke arah dinda.
"Lo itu cuma pelakor gatau diri! lo itu ga penting dan ga berguna tau ga? lo itu cuma sampah! lo sama laila tuh beda jauh! laila langit lo bumi yang selalu di injak injak! bryan udh mutusin lo kan? ngapain lo masih ngejar ngejar? harga diri lo sebagai seorang cewek mana?." Bentak Kanaya seraya menunjuk dinda dengan jari nya di sertai tatapan yang begitu tajam.
Ia pun, membalik kan badan nya dan menatap ke arah bryan yang diam membisu.
"Lo tuh! harus nya bersyukur dapet istri kayak laila! bukan nya bersyukur malah lo sia sia in? otak lo dimana woi! kedua orang tua laila itu udah nitipin laila ama elo! harus nya lo jaga dia baik baik jangan lo sakiti! asal lo tau gue sebagai sahabat nya? gue selalu ngejaga perasaan nya! dan elo yang suami nya lo tuh cuma bisa nya nyakitin dia!." Ucap Kanaya seraya mendorong bryan.
"Mas sebenarnya kamu itu sudah memutuskan hubungan mu dan dinda blm! kenapa dia bisa tahu bahwa kamu sedang berlibur bersama ku? apa ini rencana mu? untuk menghancurkan ku lagi?." Cetus laila menatap tajam ke arah bryan.
"Demi Allah laila aku sudah memutuskan hubungan ku dengan dinda! bahkan aku pun, tidak pernah mengatakan pada nya bahwa aku sedang berlibur bersama mu! aku pun, tidak punya rencana apa pun untuk menghancurkan mu! kenapa kamu selalu menuduh ku?." Ucap bryan dengan nada lirih.
"Aku bukan menuduh mu! hanya saja orang seperti mu ini sulit untuk di percaya! dan apa yang kamu lakukan saat melihat istri mu di tindas oleh pelakor? kamu hanya diam bukan? apa itu pantas di sebut suami? bukan kah tugas suami itu melindungi istri nya yah? tapi kenapa kamu sebaliknya?." Celetuk laila membuat bryan kehabisan kata kata diri nya hanya diam menunduk.
"Apa untung nya sih lo jadi pelakor hah? lo tuh masih punya harga diri ga sih? semurah itu yah harga diri lo? sampe sampe jadi pelakor gini? kayak gaada lelaki lain aja! harus bngt yah suami orang yang lo embat? lo tuh wanita kan? tapi kok bisa bisa nya lo kayak begitu ke wanita lain! otak lo itu dimana sih?." Bentak Kanaya.
"Stopp!....
Oke sampe sini dulu yah gaisss Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!
Note:Cerita ini ta up tiap hari!
__ADS_1
Mangatoon:ReginaAndini