Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Kasih sayang abah dan umi


__ADS_3

Pagi ini, laila tengah berada di dapur seraya bergulat dengan peralatan dapur, ia tengah memasak sarapan untuk yang lain nya dan juga tentu nya untuk dirinya...


Umi pun datang menghampiri laila yang tengah menggoreng ikan itu..


"Assalamu'alaikum Selamat pagi laila sayang." Sapa umi Fatimah seraya mengelus lembut pucuk kepala laila. laila yang mendengar itu refleksi langsung berbalik...


"Waalaikum salam selamat pagi juga umi ku." Sahut laila dengan lembut...


"Wahh kamu lagi masak yh umi bantu yah? biar cepet selesai nya." Ujar umi Fatimah..


"Tidak usah umi biar laila saja umi tunggu di meja makan saja bagaimana?." Balas laila tak enak hati


"Tidak umi akan membantu mu laila." Ucap umi Fatimah mulai memotong beberapa sayuran yng sudah laila siapkan.


"Terima kasih umi." Ucap laila berterima kasih umi pun, hanya tersenyum sekilas..


Kedua nya pun, memasak bersama sama sampai. akhirnya masakan itu pun, sudah selesai dan mereka pun, menghidangkan nya di meja makan...


"Wahh semuanya keliatan enak enak." Ucap abah musa tiba tiba datang, lalu duduk di meja makan..


"Lho bryan mana? belum bangun kah laila?."Tanya abah musa..


"Iyah abah mas bryan belum bangun tadi pas di bangunin dia bilang nya nanti sebentar lagi tpi sampai sekarang belum bangun." Jelas laila..


"Apa bryan sudah sholat shubuh?."Tanya umi Fatimah seraya menatap lekat menantu nya itu..


"Sudah kok umi." Jawab nya berbohong.


Flashback On


"Mas bryan bangun!! sudah masuk waktu sholat shubuh ayo cepat bangun." Ucap laila seraya mengguncang tubuh bryan yang tengah tidur di atas sofa itu..


"Apaansi nanti sholat duluan aja bisa kan? gausah ganggu masih ngantuk ini!!."Jawab bryan dengan nada kesal..


"Nanti keburu habis waktu sholat nya mas!!." Ujar laila.


"Apasih ih cerewet bnget kalau mau sholat ya sholat aja aku masih ngantuk!." Tegas bryan.

__ADS_1


Flashback off


"Dan setelah sholat shubuh mas bryan tidur lagi umi abah." Sambung nya...


"Huh anak itu benar benar pemalas." Gumam abah.. lalu melenggang pergi berjalan ke atas... untuk menemi bryan umi dan laila pun mengikuti abah dari belakang...


Abah pun membuka pintu kamar bryan, terlihat bryan masih tidur pulas di sofa.. abah pun menghampiri nya..


"Astaghfirullah anak ini." Gumam abah geram..


"Bryan! cepat bangun ini sudah siang." Teriak abah tepat di telinga bryan membuat bryan kaget dan langsung terbangun...


"Akhhhhh." Teriaknya..


Bryan pun, langsung menatap ke arah abah umi dan laila yang tengah berdiri di hadapan nya.. Abah pun, langsung menceramahi nya.


"Astaghfirullah bryan!! kan udah abah bilang berkali kali kalau udah bangun jangan tidur lgi ini kamu habis sholat shubuh malah tidur lagi kamu ini bagaimana sih?." Tegas abah seraya menatap tajam manik mata bryan..


"Iyah maaf abah bry lupa." ucapnya cengengesan...


Setelah 20 menit lebih mendengar ceramah dari abah, abah pun turun ke lantai bawah di ikuti dengan umi dan laila... bryan pun menatap punggung ketiga nya sesekali ia mendengus kesal masih pagi tapi sudah diceramahi sampai 20 menit karena tidur lagi...


Bryan pun, langsung beranjak dari duduknya dan segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya dan segera turun kebawah agar tidak kena ceramah abah lagi...


Terlihat abah umi dan laila yang tengah bercanda ria, seraya tertawa dan mengobrol tampak asik selagi Bryan yang melihat itu cemburu karena dia pun tak pernah merasakan hal seperti itu...


"Huh gue ini anak kandung mereka atau bukan sih? ke gue aja gapernah sehangat itu lah ini ke laila? behhh kek sayang banget ke gue kek anak tiri." Gumam Bryan mendengus kasar lalu ia pun turun kebawah..


Bryan pun berjalan ke arah meja makan dan mendekat ke arah ketiga nya... yang masih bercanda ria itu semakin membuat Bryan cemburu..


"Wahh sepertinya asik sekali pagi pagi begini sudah bercanda ria tanpa mengajak ku." Ucap Bryan sembari duduk di samping laila..


"Karena memang kamu itu tidak di ajak bry!." Gurau umi Fatimah seraya tertawa kecil saat melihat ekspresi Bryan yang nampak kesal..


"Dih umi mah."Cetus Bryan dengan wajah cemberut...


"Ayo makan keburu dingin makanan nya." Ujar abah musa..

__ADS_1


Mereka pun makan bersama sama seraya bercanda ria Bryan iri pada laila saat umi dan abah nya begitu, hangat pada laila sedang kan padanya? tidak ini membuat nya sedikit cemburu pada laila yang sekarang sangat di sayangi kedua orang tua nya..


"Ayo laila tambah lagi." Ujar umi fatimah meletakkan beberapa lauk pauk ke piring laila, laila pun tersenyum hangat menanggapi umi nya kedua nya begitu hangat pada laila itu membuat laila sangat bahagia dan merasa beruntung memiliki kedua mertua seperti mereka..


"Terima kasih umi." Ucap laila berterima kasih..


"Umi kok laila doang yang di suruh tambah!? Bryan juga mau nambah tau kok ga di tawarin?." Ucap Bryan cemburu karena umi dan abah nya terlihat sangat menyanyangi laila di bandingkan dirinya...


"Kamu kan bisa ambil sendiri bry dan ga harus umi tawarin kalau kamu mau nambah bukan?." jawab umi Fatimah.. mendengar itu Bryan hanya bisa mendengus kasar, ia kesal karena umi nya hanya perhatian pada laila dan bukan dirinya..


"Ihh umi ini aku tuh sebenernya anak kandung kalian bukan sih?." Cetus Bryan...


"Kalau bukan anak kandung kita kamu anak siapa lagi Bryan!!!." Ucap abah musa...


Bryan yang mendengar itu hanya menatap kesal pada abah dan umi nya...


Setelah selesai makan laila dan umi begitu pun abah tengah bersantai diruang keluarga seraya menonton acara televisi... Sedangkan Bryan? ia tengah berada di kamarnya..


"Wahh kisah cinta di film ini bagus sekali yah? laila pun ingin kisah cinta laila seperti itu." Ucap laila seraya menatap ke arah layar televisi..


"Kamu tahu tidak? kisah abah dan umi pun, sama seperti cerita di film itu lho." Balas abah musa..


"Wahh? Serius? abah? umi? laila mau dengar cerita kalian dari awal bertemu sampai sekarang apa boleh?." Tnya laila antusias..


"Tentu saja sayang." Jawab umi Fatimah... lalu abah dan umi pun menceritakan kisah nya secara berganti saat mendengar nya laila sangat merasa bahagia... disetiap cerita laila selalu tertawa karena menurutnya kisah cinta abah dan umi sangat lucu baginya...


"Wahh abah waktu dulu sampai sekarang masih tetap romantis yah ke umi?." Ucap laila..


"Iyah dong." Jawab abah musa antusias... kedua nya pun menceritakan cerita mereka dari awal sampai akhir membuat laila belajar dari keduanya bahwa jalan rumah tangga tidak sepenuhnya mulus kadang ada liku liku nya juga...


Bryan pun turun kebawah ia melihat ketiga nya tengah tertawa tanpa dirinya ia pun langsung mendekat kearah ketiganya...


"Wahhh cerita ga ajak ajak aku..." Ucap Bryan tiba tiba datang..


"Itu salah mu mas kenapa masuk ke kamar? bukannya disini bersama kami." Jawab laila dengan nada mengejek bryan..


"Nih anak rasanya pengen gue kerjain!!!!." batin Bryan seraya menatap lekat ke arah laila...

__ADS_1


Oke sampe sini dulu yah Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku....


Note:Maaf kalau ada kata kata yang kurang ataupun typo dan cerita ini ga up tiap hari..


__ADS_2