
Bryan sudah tak tahan, lagi sendirian di kamar nya. ia pun turun ke bawah untuk menemui abah dan umi nya agar mau memberitahu nya dimana keberadaan Laila sekarang... Bryan pun, berlari saat menuruni tangga ia melihat umi dan abah nya yang tengah duduk di sofa seraya menikmati acara televisi dengan cepet Bryan langsung berlari ke arah kedua nya..
"Hah hah." Nafas Bryan tersengal sengal karena ia berlari saat menuruni tangga.. Abah dan Umi pun menatap heran tingkah Bryan.
"Bry? kamu kenapa? sampe ngos-ngosan begitu?." Tanya umi fatimah.
"Hah ha-ah Bryan ga papa kok umi." Jwab nya lalu mulai mengatur nafas nya agar bisa berbicara lebih baik dan lebih tenang.
"Bryan nemuin abah sama umi karena Bryan mau nanyain sesuatu." Ucap Bryan.
"Apa yang ingin kamu tanya kan?." Tanya abah musa.
"Abah Umi tolong beritahu Bryan dimana Laila sekarang Bryan mohon kepada umi dan abah untuk memberitahu dimana Laila sekarang." Ucap Bryan memohon..
"Untuk apa kamu menanyakan dimana Laila? bukan kah kamu tidak peduli pada nya? harusny kamu senang dong Laila sudah tidak di rumah ini jadi kamu bebas melakukan apa pun yang kamu mau." Sindir umi fatimah..
"Bryan mohon Abah Umi tolong beritahu Bryan dimana Laila sekarang Bryan sungguh memohon." Ucapnya ia pun bersimpuh di kaki abah dan umi nya, membuat abah dan umi nya menatap tak tega tapi mereka pun masih belum memaafkan Bryan tentang apa yang ia lakukan pada Laila saat itu.
"Bryan mohon Abah Umi tolong beritahu Bryan!! Bryan sangat ingin bertemu Laila Bryan ingin meminta maaf atas kesalahan Bryan kemarin." Sambung nya masih bersimpuh di kaki abah dan umi nya.
"Bryan angkat kepala mu." Ucap Abah musa. Bryan yang mendengar itu menuruti nya ia mengangkat kepala nya.
"Apa kamu sungguh benar benar ingin meminta maaf pada Laila?." Tanya Abah musa memastikan.
"Ya Abah Bryan sungguh ingin meminta maaf pada Laila." Ucap Bryan dengan nada tegas dan sungguh-sungguh ingin menemui Laila untuk meminta maaf dan membawa nya kembali pulang.
"Kamu janji tidak akan menyakiti Laila untuk kesekian kali nya?." Tanya Abah musa lagi.
"InsyaAllah tidak abah! Bryan akan berusaha untuk mencintai Laila dan menjaga Laila selamanya!." Jawab Bryan mantap.
__ADS_1
"Tapi ada yang perlu kamu ingat Bryan." Ucap umi fatimah.
"Apa itu umi?." Tanya nya menatap heran.
"Jika sampai kamu menyakiti Laila kembali Abah dan Umi tidak segan segan pada mu lagi Bryan!." Ucap umi fatimah.
"InsyaAllah Bryan tak kan mengulangi nya lagi umi! tolong beritahu Bryan dimana Laila sekarang?." Tanya Bryan ia sudah tak bisa sabar untuk menemui laila.
"Kamu bisa buka chattan umi dan Laila di situ ada tempat dimana Laila saat ini." Ucap umi fatimah memberikan ponsel nya pada Bryan. Dengan senang hati dan penuh semangat Bryan pun, menerima ponsel itu dan mencari lokasi Laila saat ini..
Ia pun, mulai menggali beberapa chattan Laila dan umi nya itu untuk mencari lokasi yang Laila kirim pada mu nya. Sesekali dalam hati Bryan bergumam.
"Waaa ternyata kadang umi juga suka ngerumpi soal abah." Batin Bryan ia pun, tersenyum geli membacanya..
"Kenapa kamu senyum senyum begitu? ada yang aneh?." Tanya umi fatimah.. Dengan cepat Bryan pun, langsung menggeleng kan kepala nya ia pun hanya cengengesan.
"Ini umi Terima kasih Bryan sudah menemukan nya dan hari ini juga Bryan akan kesanaa." Ucap Bryan berterima kasih pada umi nya yang masih mau membantu diri nya saat ini..
"Iyah sama sama pastikan kamu mengingat janji kamu Bryan! dan semoga Laila bisa pulang bersama mu."Ujar Umi fatimah.
"Siap Umi kalau begitu Bryan akan menyiapkan beberapa pakaian Bryan dulu, permisi abah umi." Ucap Bryan lalu melenggang pergi menaiki tangga..
Saat ia masuk ke dalam kamarnya ia pun, melompat kegirangan karena ia sudah mengetahui lokasi Laila saat ini..
"Alhamdulillah akhirnya dapet juga lokasi Laila." Seru Bryan seraya melompat kesana kemari ia tak bisa mengontrol dirinya lagi.
"Oh ya gue beresin dulu deh beberapa baju yang mau gue bawa." Ucapnya lalu mulai membereskan beberapa pakaian yang akan ia bawa hari ini. Setelah selesai ia pun meletakkan koper nya di dekat sofany.
"Ah kayaknya gue pesen tiket nya lewat online aja kali ya males banget gue ngantri." Gumam nya lantas ia pun, segera membuka ponsel nya..
__ADS_1
"Brengsek pake habis segala nih tiket gatau apa gue tuh lagi butuh banget tiket nya! huh! gue gamau nunggu besok! tapi ya gimana lagi tiket nya udah habis! mau gamau gue harus nungguin sampe besok." Gerutu bryan, ia kesal karena tiket pesawat yang akan ia pesan itu sudah habis itu tersedia kembali nya besok..
"Gini amat dah cobaan mau nemuin bini aja susah nya minta ampun."Gumam nya sembari mengacak-acak kasar rambut nya.
"Kayak nya gue harus beli jet pribadi supaya pergi kemana aja gampang ga harus ngantri atau kehabisan tiket, tapi beli nya kan mahal, duit gue kek nya ga akan cukup." Gumam nya kembali.
"Cepet pagi napa gue udah ga sabar buat nemuin Laila wooiii."
"Bentar bentar gue kesana pergi sendiri atau ajak sih farhan aja yah? kan ada kanaya tuh gue bisa mungkin jodohin farhan sama kanaya?." Ujarnya pada dirinya sendiri..
"Ah gue ajak aja dah mantep juga ide gueee, bangga banget ama diri gue sendiri."
Esok hari ny Bryan pun, sudah siap sedari shubuh tadi ia sudah tak sabar untuk menemui laila bahkan saat umi nya mengajak nya untuk sarapan Bryan tak henti henti nya membahas tentang Laila.
Pagi hari, bandara sudah mulai terlihat ramai banyak orang yang hendak berpergian baik untuk berlibur baik pula untuk sekedar keperluan pekerjaan..
"Woeee nih bandara masih pagi juga udah rame banget dah." Ucap farhan.
"Namanya juga tempat tranportasi ya pasti rame lah kalau mau sepi tuh kuburan sepi." Ujar Bryan seraya tertawa kecil.
"Ya ga kuburan juga lah kmprt tumben lo ngajak gue biasa nya kadang sendiri." Tanya farhan.
"Kasian yakali orang terkmprt kek lo ga di ajak kan kasian tuh namanya." Ucap Bryan.
Oke sampai sini dulu yah Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!!
Note:Cerita ini ga up tiap hari!!
Mangatoon:Reginaandini
__ADS_1