
Malam ini laila tengah membersihkan ranjang milik Bryan supaya ia, bisa tidur di sana ranjang itu agak sedikit berdebu... laila berniat untuk mengganti seprai nya dengan yang baru agar terlihat lebih indah....
"Mau yang mana yah? ah ini aja deh warna biru cantik gambarnya." Gumamnya seraya mengambil seprai warna biru itu kemudian memasang nya dengan rapih....
Terlihat Bryan, yang telah keluar dari dalam kamar mandi... lantas ia pun mendekat ke arah laila, saat Bryan semakin dekat dengan nya jantung laila tiba tiba berdetak kencang tak terkontrol.... Ia pun, hendak melenggang pergi namun, Bryan menahan lengan nya membuat hati Laila berdetak tak karuan....
"Tunggu?!." Ucap Bryan seraya menahan lengan kiri laila... Laila yang melihat itu langsung berhenti seketika...
"I-iyah a-ada apa mas b-bryan?." Tanya nya gugup...
"Heh? kamu kenapa sih? orang suami mau ngomong malah di tinggal pergi!." Tanya Bryan seraya melepaskan pegangan nya dari tangan mungil laila..
"I-itu a-aku mau ke bawah dulu." Jawabnya gugup....
"Gajelas banget! pake acara gugup segala kenapa sih?." Ucap Bryan seraya menatap manik mata laila.... laila yng mendapatkan perlakuan itu sangat salah tingkah dibuatnya...
"N-Nggak aku gapapa ka-kamu mau ngomong apa mas?." Tanya Laila berbatah-batah...
"Aku mau keluar dulu sama temen aku dan pacarku kamu jangan ngadu sama abah kalau aku keluar dengan pacarku!." Tegas Bryan... Laila yang melihat itu hanya menelan kasar salavinya... ia tak menyangka bahwa Bryan masih punya hubungan diluar sana... ia pikir, saat Bryan mulai manja padanya sudah ada rasa cinta yang tumbuh di hatinya... tapi ternyata tidak, ia hanya membutuhkan ku sesaat saja...
"I-iyah mas." Jwab Laila patuh di sertai anggukan beberapa kali...
"Yaudah aku pergi dulu, assalamu'alaikum!." Ucap Bryan berpamitan...
"Waalaikum salam." Jwab Laila... di benak nya masih tersimpan beberapa kata? kenapa mas Bryan belum memutuskan hubungan nya dengan dinda? aku pikir dia manja pada ku karena dia sudh mulai mencintai ku dan meninggalkan dinda namun, ternyata tidak...
Bryan pun, melajukan mobilnya menuju sebuah bar tempat dimana ia, dan teman teman nya nongkrong.... Bryan memberhentikan mobilnya di parkiran... Terlihat dinda dan farhan yang tengah menunggu nya di depan pintu masuk bar tersebut...
Ia pun melenggang pergi, mendekat ke arah kedua nya..
"Sayang? kok kamu lama sih? biasanya selalu tepat waktu tapi ini kamu lama banget kamu habis mesra mesraan dulu yah sama istri bercadar kamu itu?." ucap dinda dengan nada dan gaya yang sangat manja seraya memeluk tubuh kekar Bryan..
"Aduhh sayang mana mungkin lah aku mesra mesraan sama dia, dih nggak banget." Jwab Bryan seraya mengelus lembut rambut dinda dan mencium nya beberapa kali...
"Gini amat punya temen udah dikasih yang spek bidadari malah milih yang spek janda." Cibir farhan dengan nada kecil, dinda yang mendengar itu langsung menatap tajam wajah farhan... farhan yang mendapat tatapan tajam dari dinda itu hanya menengguk ludah kasar karena tatapan maut dari seorang dinda...
"Ihhh sayang liat deh sahabat kamu yang satu ini! kok dia nyebelin banget sih! pake bilang aku spek janda segala." Gerutu dinda dengan nada yang sangat amat manja nya...
"Udah udah sayang gausah di ladenin ntar aku jitak kepala dia biar benjol sekalian." Gurau Bryan seraya melirik ke arah farhan..
"Jitak tinggal jitak aja emang bener dia spek janda, udah spek janda nyebelin pula." Cibir farhan terang terangan di depan Bryan.. Bryan yang melihat itu hanya menggeleng gelengkan kepala nya.. bagaimana dengan Dinda? dia sangat marah pada farhan ingin sekali ia menjambak jambak rambutnya...
__ADS_1
"Tuh kan liat deh sayang ihh dia bilang aku spek janda lagi!." Ucap Dinda bergelayut manja...
"Udah udah gausah di ladenin dia mah radak stres udah yu masuk kedalam." Ujar Bryan menarik tangan dinda masuk kedalam...
Waktu sudah menunjukkan pukul 23:21 Laila tengah asik membaca novel nya sesekali ia berjalan ke arah jendela untuk melihat apakah mobilnya Bryan sudah pulang atau belum nya...
"Hm? mas Bryan belum pulang juga yah?." Gumamnya terdengar kecil... ia pun, berjalan kembali ke arah tempat tidurnya...
Di Bar, Bryan seperti nya terlalu banyak minum itu membuat hilang kendala farhan. yang hanya minum sedikit saja sudah merasa sangat pusing lah ini? Bryan minum banyak? jelas jelas lebih pusing lah.... Farhan pun hanya menggeleng kan kepala nya melihat tingkah Bryan yang tengah berjoget joget ria tak terkendali... Banyak wanita yang menggoda Bryan dan farhan... namun, farhan tak cepat terpengaruh pada wanita ia pun tak mau jika diajak wanita seperti itu ke suatu tempat.. Sedangkan Bryan? ia hampir selalu menerima seluruh ajakan yang ada di barr tersebut... namun, farhan sering kali mencegah nya agar tidak salah jalan.
Terlihat Bryan yang tampak sempoyongan berjalan ke arah, farhan yang tengah duduk seraya memainkan ponselnya... Saat Bryan tengah berjalan sempoyongan ke arah nya... tiba tiba Bryan jatuh dan pingsan... Farhan yang melihat itu tak kaget sama sekali... menurutnya Bryan sudah terbiasa setelah minum terlalu banyak pasti dia akan pingsan... Farhan pun, mengangkat satu lengan Bryan untuk keluar dari barr itu.... dinda yang melihat itu seperti nya tak Terima ia menahan lengan farhan...
"Hey? mau bawa kemana bryan?." Tanya dinda seraya memasang wajah garangnya...
"Keluar dari barr ini lah! lo ga liat pacar lo pingsan? yakali mau gue biarin di sini aja sampe sadar teman macam apa gue!." Sinis farhan lalu berjalan keluar seraya membawa Bryan...
"Duhh nih anak nyusain banget! udah gue kasih tau berkali kali jangan minum terlalu banyak ga di dengerin juga bosen gue ngegotong nih anak terus! apalagi pas suruh anterin pulang kerumahnya kena ceramah dari abah nya tross!!." Gumam Farhan..
"Gue telpon Laila aja kali yah? ogah gue nganterin dia pulang ntar di ceramahin lagi mending gue telpon Laila aja!." Ucapnya seraya mencari ponsel bryan di saku jaket bryan...
"Nah ketemu juga akhirnya, ada nih nomernya gue telpon sekarang aja deh." Ucap farhan mulai menelfon ke nomer Laila menggunakan ponsel milik Bryan...
"Assalamu'alaikum halo? mas Bryan kamu dimana?." Tanya Laila dengan nada paniknya...
"Waalaikum salam maaf Laila ini aku farhan teman nya Bryan, aku menelfon mu cuma ingin minta tolong?."Jwab farhan dari dalam telfon..
"Minta tolong apayah?." Tanya Laila tak paham..
"I-ini jadi sekarang Bryan itu lagi pingsan di barr karena ia minum terlalu banyak apakah kamu bisa datang untuk menjemput nya?." Tnya farhan... Laila yang mendengar itu sontak kaget, ia tak percaya dengan apa yang di ucapkan oleh farhan... Ntah kenapa hati Laila tiba tiba terasa amat sakit saat mendengar nya...
"Iyah aku akan datang untuk menjemput nya kamu sherlock aja lokasinya aku akan segera kesana, assalamu'alaikum." Ucap Laila mengakhiri panggilan.... Ia pun, segera bersiap siap untuk pergi menjemput Bryan... Untung saja mobilnya sudah selesai di servis jadi ia tak terlalu khawatir... Laila pun segera melajukan mobilnya ke suatu barr yang kalau di liat liat memang cukup besar dan ramai..
Saat Laila baru turun dari mobilnya, banyak pasang mata menatapnya.... Laila yang melihat itu tidak menghiraukan nya ia langsung mengedarkan pandangan nya untuk mencari Bryan, dan akhirnya ketemu Bryan yang tengah pingsan tengah di gotong oleh farhan... Ia pun lantas mendekat ke arah nya...
"Kenapa mas Bryan bisa sampai pingsan begini?." Tanya Laila khawatir.. Seraya menatap melas Bryan...
"Dia minum terlalu banyak." jawab farhan singkat...
"Kenapa kalian datang ke tempat seperti ini! tempat ini dilarang oleh Allah! apa kalian tau?!." Tanya Laila dengan nada tegasnya..
"Yah aku tau tapi Bryan yang meminta ku menemani nya kesini aku sempat menolak nya namun, Bryan memaksa ku!." Jawab farhan menundukkan pandangan nya...
__ADS_1
"Aku akan bawa mas Bryan pulang! Terima kasih sudah menunggu ku sampai ku menjemput nya." Ucap Laila berterima kasih...
"Dan aku harap jika kamu masih mau berteman dengan mas Bryan jauhi lah hal hal seprti ini karena itu hanya bisa menimbulkan dosa bukan kenikmatan!." Tegas Laila lalu mengangkat lengan kanan Bryan kepundak nya lalu berjalan... Saat jarakny dengan mobil sudah dekat tiba tiba Dinda memberhentikan ny...
"Hey mau kau bawa kemana pacarku?." Teriak dinda.. sontak langkah Laila pun, terhenti seketika ia menatap sinis ke arah dinda...
"Aku akan membawa suami ku pulang! dan kau hanya pacarnya! pacar itu tidak berhak ngatur nya!." Tegas Laila... ia pun, melenggang pergi ia tak ingin ada keributan disana...
Saat di mobil ia menangis, melihat apa yang terjadi pada Bryan itu. ntah kenapa dada nya begitu sesak saat melihat nya..
"Mas kenapa kamu seperti ini? abah dan umi pasti akan marah jika mengetahui soal ini!." Gumam Laila seraya menangis pilu...
Saat sampai di halaman rumah Bryan tiba tiba sadar, ia pun menatap mata Laila...
"Lho Laila? kok disini ada kamu? bukannya aku di barr yah? kok sekarang aku ada di mobil?." Tanya Bryan heran...
"Karena tadi kamu pingsan jadi aku menjemput mu." Jwab Laila terdengar tak acuh ia pun membantu Bryan berdiri...
Saat mereka masuk kedalam rumah, terlihat umi dan abah yang masih asik menonton televisi Laila yang melihat itu sedikit takut...
"Assalamu'alaikum." Ucap Laila seraya berjalan mendekat kearah keduanya seraya memopong satu tangan Bryan...
"Waalaikum salam kamu sudah pu." Ucapan keduanya seketika terhenti saat melihat Laila tengah memopong Bryan... keduanya sontak kaget lalu mendekat ke arah Laila dan Bryan...
"Astaghfirullah apa yang terjadi pada Bryan laila?." Tanya abah dengan nada khawatir nya...
"Kata temen mas Bryan mas Bryan minum terlalu banyak makannya sekarang dia hilang kendali..." Jwab Laila...
"Astaghfirullah Bryan! aku memang anak yang tidak tahu di untung!." Ucap umi Fatimah...
Plakkk!!
Satu tamparan mendarat ke pipi Bryan, sontak mereka pun kaget yang menampar Bryan itu adalah abahnya...
"Dasar kamu Bryan! kamu selalu mempermalukan keluarga ini! kami selalu mendidik mu dengan baik tapi kenapa kamu seperti ini!." Tegas abah... Dadanya terasa begitu sakit... !
Oke sampe sini dulu yah!! Terima kasih sudah setia membaca cerita ini!!!!
Note:cerita ini ga up tiap hari yah!!
mangatoon:Sako-chan!!
__ADS_1