
"Stopp! Cukup yah! Kenapa dirimu tidak Terima di sebut pelakor? Nyata nya memang seperti itu kan? Kamu itu pelakor? Kalau kamu tidak mau di sebut pelakor mengapa kamu mau jadi selingan mas bryan? Yakin diri mu wanita terpuji? Wanita yang terhormat? Jika kamu wanita yang terpuji dan terhormat seharusnya kamu memikirkan hati wanita yang kamu sakiti itu!." Tegas laila menatap nanar matik mata dinda.
"Dia bukan wanita yang terhormat dan terpuji laila, dia hanya lah wanita yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri!." Sarkas kanaya.
"Bryan? Kenapa lo diem aja? Ga ngelerai semua ini?." Tanya farhan menatap heran bryan sedari tadi dia hanya diam mematung.
Bryan hanya diam tak bergeming, tak memperdulikan pertanyaan dari farhan. Membuat farhan bergedik kesal saat melihat bryan yang hanya diam.
"Gila lo! Lo punya telinga kan? Pake telinga lo! Jangan cuma diem! Lerai semua ini! Ngapain lo diem gitu emang dengan cara lo diem semuanya bakalan selesai hah?." Bentak farhan menatap kesal bryan.
"Stop jangan berani berani nya lo semua sebut gue pelakor! Dimana hati kalian hah?."Bentak dinda tidak Terima. Mereka pun, menjadi pusat perhatian berbagai wisatan.
"Nyata nya memang gitu kan? Kalau kamu tidak mau diri mu di sebut pelakor jauhi suami saya!." Tegas Laila.
"Enak aja lo! Siapa lo? Ngatur ngatur gue buat jauhin bryan?." Cetus dinda.
"Saya istri nya! Dan kamu cuma pelakor tidak tahu diri."Ucap Laila.
"Jika kamu memang wanita terhormat jauhi suami saya!."Cetus Laila.
Ia kemudian berbalik badan dan hendak pergi bryan dan lain nya pergi mengejar Laila begitu pun, dinda.
Tetapi hal yang tidak terduga terjadi, dari belakang dinda menarik kerudung dan menjambak laila.
Sampai membuat kerudung dan cadar nya terlepas. Begitu juga kacamata anti radiasi milik nya terjatuh.
"Gue benci lo! Karena lo ngambil bryan dari gue! Dasar wanita hina, lo iblis di balik jilbab dan cadar lo!." Teriak dinda menggila.
Semua orang kaget dan terpanah dengan kecantikan Laila, bahkan sampai membuat farhan dan kanaya melongo.
Begitu juga dengan bryan jauh lebih terkejut, dia tidak menyangka jika melihat wajah istri nya untuk pertama dalam situasi yang seperti ini. Laila begitu cantik jelita warna bola mata nya berwarna biru muda.
__ADS_1
Bryan baru menyadari bahwa bola mata Laila berwarna biru muda ia sangat terpanah melihat wajah Laila yang sangat amat cantik jelita.
Tapi hati nya juga begitu sakit, saat pertama kali nya ia melihat wajah Laila dalam keadaan seperti ini.
Dinda yang melihat ternyata istri bryan lebih cantik dari nya semakin iri dan berniat menghancurkan wajah Laila.
Bryan langsung memeluk Laila, melindungi nya dari pukulan dinda yang membabi buta. Sehingga Bryan lah yang menahan serangan yang sudah hilang kendali dari dinda.
Untung saja farhan langsung melerai dengan cara memegang erat tangan dinda.
"Bryan, bawa Laila pulang!." Teriak farhan.
Bryan mengangguk ia pun, langsung mengambil jilbab dan cadar Laila yang terjatuh, kemudian menutupi kepala sang istri dan merangkul nya pergi.
Mereka pun, langsung pergi kedalam villa Bryan pun menemani Laila sekaligus menenangkan nya.
Jiwa Laila merasa terguncang, seumur hidup baru pertama kali ini merasa di permalukan begitu parah. Jangan kan di hadapan umum, dengan saudari perempuan sendiri pun dia juga begitu malu membuka cadar nya.
Laila hanya diam, diri nya menatap kosong diri nya merasa benar benar begitu malu. Lantaran aurat nya di permalukan di depan banyak orang.
Tak pernah menyangka, ia akan di permalukan seperti ini. Ia merasa begitu maluu karena ia memperlihatkan aurat nya di depan umum walaupun, itu karena di tarik oleh dinda namun, ia merasa begitu malu pada dirinya sendiri.
Sejak dulu tidak ada yang pernah melihat aurat ny, bahkan saat di depan orang tua nya itu Laila selalu menjaga aurat nya. ia sangat malu jika keluar tidak memakai hijab. mungkin, karena sedari kecil Laila sudah di ajarkan tutup aurat oleh kedua orang tua nya. dan saat aurat nya di permalukan di depan umum rasa nya begitu memalukan jiwa nya terasa tergunjing.
"Mas Silakan kamu keluar! aku sedang ingin sendiri! dan silakan kamu temui dinda sepuas mu! kamu tidak perlu memperdulikan dan mencemaskan ku! silakan kamu keluar!." Ucap Laila, ntah kenapa hati Bryan begitu teriris saat Laila mengatakan hal seperti itu namun, ia juga tak bisa memaksa nya Laila sedang ingin sendiri. ia pun, memutuskan untuk keluar.
Setelah kepergian Bryan, air mata Laila pun sudah tak bisa di bendung lagi diri nya menangis tanpa aba aba. sekaligus diri nya merasa kan trauma yang begitu mendalam.
"Hiks... ya Allah maafkan aku, jujur aku tak pernah menyangka akan jadi seperti ini, akan di permalukan di depan umum seperti ini maaf kan aku, karna tidak sengaja memperlihatkan aurat ku ya allah." Gumam nya menangis tersedu sedu diri nya merasa begitu berdosa.
Di ambang pintu kamar Bryan mendengar rintihan rasa sakit dari laila, yang begitu mendalam hati nya terasa sesak saat mendengar itu. air mata Bryan pun jatuh melewati pipi nya.
__ADS_1
"Laila maaf kan aku."Gumam nya di ambang pintu kamar.
"Sebaik ny aku menelfon umi, untuk meminta umi datang ke sini untuk menenangkan laila." Batin nya
"Ta-tapi jika aku menelfon dan memberitahu umi pasti umi akan memberikan tahu abah dan pasti juga abah dan umi akan marah besar kepada ku." Sambung nya
"Sudah lah lagi pula ini memang salah ku, harus nya tadi aku melerai perdebatan di antara mereka, apa yang aku perbuat aku juga yang harus menanggung nya." Ucap nya pada diri nya sendiri.
Ia pun, langsung mengambil ponsel yang berada di saku celana nya. ia pun, langsung menelfon abah dan umi nya dan segera memberi tahu keadaan Laila.
Setelah tahu semua itu abah dan umi marah besar kepada Bryan, mereka pun memarahi Bryan dari dalam ponsel nya namun Bryan hanya diam menerima nya.
Bryan pun, menutup ponsel nya setelah tahu abah dan umi akan datang kemari.
"Dimana laila?." Tanya kanaya yang tiba tiba datang menghampiri Bryan dengan raut wajah yang sangat khwatir.
"Dia ada di dalam kamar nya."Jawab nya menunduk.
Kanaya pun, langsung membuka pintu kamar itu sebelum melangkah masuk ia mengancam Bryan.
"Awass aja kalau Laila sampe kenapa napa urusan lo sama gue! berani berani nya lo buat Laila jadi kayak gini! dasar iblis!." Cetus kanaya lalu masuk kedalam kamar dan ia pun langsung menutup pintu kamar itu.
Terlihat Laila yang tengah menangis dengan tatapan kosong, membuat hati kanaya begitu hancur sebagai seorang sahabat ia tak Terima Laila di perlakukan seperti ini.
"Laila? Kamu baik baik saja kan?." Ucap kanaya mendekat ke arah Laila, Laila yang mendengar nama nya di sebut langsung menoleh ke arah kanaya.
"Tidak nay kali ini aku tidak baik baik saja, aku merasa kan trauma dan malu yang begitu dalam, sejak dulu aku tidak pernah di permalukan seperti ini ntah mengapa hal ini membuat ku sangat malu dan trauma."Jwab nya pilu dengan air mata yang terus berlinang.
Oke sampe sini dulu ya gaiss! Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!
note:cerita ini ga up tiap hari.
__ADS_1
Mangatoon:ReginaAndini