Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Firasat


__ADS_3

Kini Laila tengah duduk menghadap meja rias nya, sesekali ia mengingat kejadian tadi yang menurutnya sendiri cukup memalukan. Namun, ia juga sedikit puas sudah memperlihatkan pada Bryan bahwa di balik cadar nya tersimpan wajah asli diri nya yang begitu cantik.


"Ah ternyata cukup melelahkan padahal hanya sebentar tapi ntah kenapa itu begitu melelahkan." gumam Laila sembari mulai memakai cadar nya kembali.


Awan hitam pun, kini mulai menyelimuti tempat itu. Rintik hujan mulai turun dengan deras nya.


Laila duduk menghadap jendela sembari memandangi hujan yang cukup deras.


Dibenak nya tersimpan tanda tanya, apa kah mas Bryan sudah pulang kerumah nya? atau pun belum?


Pikiran nya tiba tiba mulai kacau, karna melihat deras nya hujan di sertai kilatan petir. ia takut suami nya itu tidak ada di villa nya melainkan ia tengah pergi ke suatu tempat yang lain.


Pikiran Laila semakin berkecamuk, lantaran takutt Bryan tak ada di villa nya.


Ia pun lantas segera beranjak dari tempat duduk nya, dan langsung turun ke lantai bawah untuk menanyakan pada Farhan.


Terlihat Farhan yang tengah menikmati segelas kopi hitam panas di temani kanaya di samping nya.


"Assalamu'alaikum han, bisakah kamu menelfon dan bertanya pada mas Bryan bahwa dia ada dimana sekarang?" tanya Laila tergesa-gesah.


"Wa'alaikumussalam." jawab kanaya dan Farhan serentak.


"Oh tentu saja tapi? kenapa tidak kamu saja yang menelfon nya?" tanya Farhan heran.


"Eeeeeee, kamu tau mungkin kenapa tidak aku yang menelfon nya?" ucap Laila malu Farhan yang melihat itu hanya mengangguk ia tahu bahwa Laila itu gengsi untuk menelfon dan menanyakan suami nya itu ada dimana.


Ia pun, langsung menelfon Bryan. Namun, sayang ia sudah mencoba berkali-kali untuk menelfon Bryan namun, tidak di angkat oleh Bryan.


"Ebuset nih anak kemana dah sampe telpon berkali-kali ga di angkat." cetus Farhan kesal.


"Tetap ga bisa han?" tanya Laila yang mulai khawatir karna Bryan sama sekali tidak merespon panggilan telfon dari Farhan.


"Ga nih, coba deh kamu aja yang telfon Laila siapa tau kalau kamu yang telfon di angkat." ujar Farhan.


Laila pun, mengangguk dan menuruti apa yang Farhan suruh tadi. ia pun, langsung menelfon Bryan.

__ADS_1


Namun, smaa telfon nya juga tidak di angkat-angkat walaupun ia sudah mencoba nya berkali-kali.


"Astagfirullah kenapa mas Bryan tidak mengangkat telfon dari ku." ucap Laila mulai menampakan wajah sedih nya walaupun terhalang oleh cadar nya namun, Farhan dan Kanaya bisa melihat dari alis dan juga kedua bola mata nya.


"Halahhh palingan ke tempat sih dinda pelakor itu." celetuk Kanaya dengan raut wajah datar nya.


Laila yang mendengar itu langsung tersentak kaget, ia mulai mencerna ucapan dari Kanaya tadi.


Farhan pun, langsung menepuk pelan dahi Kanaya membuat gadis itu kesal.


"Apaansih lo pake pegang-pegang segala!" cetus Kanaya


"Ya habis nya mulut lo itu kalau ngomong ga pernah di pikir dulu maen langsung nuduh aja, siapa tau kan Bryan itu lagi ada di luar trus dia lupa bawa ponsel nya kan gaada yang tau tuh." ujar Farhan agar Laila tidak memikirkan yang bukan-bukan.


"Bentar deh Laila coba aku telfon pembantu di villa dulu siapa tau Bryan ada di rumah kan." ujar Farhan lagi lalu mulai menelfon pembantu di villa itu.


Dan tanpa butuh waktu yang lama telfon itu langsung di angkat, tak lupa Farhan menyalahkan speaker agar Laila dan Kanaya dapat mendengar ny juga.


"Hallo bi? Bi Farhan mau nya nih," ucap Farhan dari dalam ponsel.


"Iyah hallo den.. den Farhan mau nanya apa?" tanya pembantu itu.


"Oh maaf den kalau den Bryan mah sedang tidak ada di villa dan ponsel den Bryan juga ketinggalan den." jawab pembantu itu.


"Lho? Bryan kemana bi? Kok gaada di villa?" tanya Farhan mulai terlihat cemas beserta rasa khawatir.


"Tadi memang den Bryan sempet pulang lalu den Bryan pergi lagi." jelas pembantu itu.


"Oh yaudh bi makasih yah atas informasi ny." ucap Farhan berterima kasih lantas menutup panggilan ponsel itu.


Laila langsung diam, di benak nya tersimpan seribu kata mas Bryan pergi kemana? apa dia baik-baik saja? atau mungkin mas Bryan pergi menemui Dinda lagi? karna dia tidak mendapat maaf dari ku tadi?


Kanaya yang melihat Laila juga mulai ikut cemas, melihat kondisi shabat nya itu yang diam dalam seribu kata.


"Pasti Laila lagi mikirin Bryan lagian kemana sih tuh orang bikin masalah aja bisanya." batin kanaya.

__ADS_1


"Laila? are you okey? kenapa kamu diam saja?" tanya Kanaya khawatir.


"Tidak ada aku hanya khawatir pada mas Bryan karna kondisi cuaca sedang hujan deras di sertai kilatan petir aku takut mas Bryan kenapa-napa nay." jelas Laila berbicara apa ada nya.


"Farhan Kanaya Terima kasih sudah membantu ku aku akan pergi ke kamar ku dulu permisi assalamu'alaikum." ucap Laila berpamitan lalu melenggang pergi ke lantai atas.


Di kamar nya Laila tidak bisa berfikir jernih, ia terus memikirkan Bryan.


Tiba tiba tanpa sengaja Laila menyenggol gelas yang berada di samping meja rias nya.


Gelas itu pun, jatuh dan pecah berkeping-keping. Laila menelan ludah kasar ia semakin khawatir dengan kondisi Bryan Firasat nya tentang Bryan sangat tidak enak.


"Astagfirullah," gumam nya kaget melihat gelas itu jatuh ia pun, lalu berjongkok dan hendak membersihkan pecahan gelas itu.


Namun, tiba tiba jari tangan nya tidak sengaja mengenai serpihan gelas itu membuat tangan nya tergores dan mengeluarkan darah.


"Awh, astagfirullah ada apa dengan ku? mengapa aku selalu memikirkan mas Bryan? ya Allah tolong lindungi mas Bryan dimana pun dia berada ya allah." ucap nya memohon pada yang maha kuasa untuk selalu senantiasa menjaga suami nya.


Dengan tangan yang masih ada sedikit darah di jari nya ia pun, terus membersihkan serpihan gelas itu hingga akhirnya selesai dan ia pun, menaruh gelas itu di atas meja rias nya.


Tiba tiba ponsel Laila berdering, Laila langsung meraih ponsel yang ada di samping ranjang itu dan segera mengangkat nya.


"Assalamu'alaikum hallo? siapa yah?" tanya Laila lembut.


"Apa benar ini dengan mbak Laila? istri dari Bryan Alexander?" tanya seorang wanita dari dalam ponsel itu.


"Iyah dengan saya sendiri ada apa yah?" tanya Laila ia mulai khawatir.


"Saya ingin mengabarkan bahwa suami anda mengalami kecelakaan mobil dan sekarang kondisi nya kritis."


Degg!


Oke sampai sini dulu yah gaiss Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!


Note:Cerita ini ga up tiap hari okey?

__ADS_1


Mangatoon:ReginaAndini


*******:BininyaGojo||Wajah dibalik cadar


__ADS_2