Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Perubahan sikap suamiku


__ADS_3

Setelah beberapa minggu berlibur akhirnya Bryan dan keluarga pun, pulang dari liburan itu.


Saat beberapa hari setelah tiba dirumah, Laila bahagia sekali semenjak saat itu Bryan mulai berubah sikapnya dirinya kini lebih manja pada Laila.


Laila pun, sangat amat bahagia karna suaminya selalu siap siaga dan selalu menuruti apa yang Laila inginkan.


"Mas, kamu beli barang-barang ini buat siapa?" tanya Laila heran karna seisi ranjangnya sudah di penuhi oleh papper bag yang berisi berbagai macam benda di dalamnya.


"Tentu saja buat kamu sayang." jawab Bryan sembari mengelus lembut kepala Laila yang terbalut oleh hijabnya.


"Tapi ini terlalu banyak kemarin saja kamu baru saja membelikanku berbagai macam gamis dan yang lainnya kenapa sekarang beli lagi?"


"Tidak apa-apa dong itung-itung untuk membahagiakan istriku."


"Baiklah kali ini aku Terima tapi besok kalau sampai kamu beli barang-barang ini lagi aku tidak akan menerimanya mas ingat itu." ucap Laila dengan nada kesal.


"Siap istriku." jawab Bryan sembari mengangkat tangannya lalu memberi hormat.


"Nah aku kan sudah membelikanmu banyak hadiah aku mau minta imbalannya dong." ucap Bryan tanpa rasa malu.


Laila pun, seketika tersentak kaget mendengar ucapan yang keluar dari mulut Bryan.


"Mas? Jadi kamu membelikan aku banyak barang ini tidak ikhlas? Lalu meminta imbalan?" tanya Laila memastikan.


"Tidak ko aku ikhlas tapi aku juga perlu imbalan darimu."jawab Bryan sembari menyeringai kecil.


"Kalau tau kamu ujung-ujungnya minta imbalan aku gaakan nerima, aku kembalikan semuanya padamu lagi mas." ucap Laila dengan nada kesal bukan kepalang pada suaminya.


"Barang yang sudah diterima tidak boleh dikembalikan." celetuk Bryan tersenyum puass.


"Hah? Lalu apa imbalan yang kamu inginkan?" tanya Laila.


"Tidak banyak aku hanya minta, pijitin aku setiap hari lalu cium aku setiap hari, peluk aku setiap hari dan yang lainnya aku ku minta lain hari bukan hari ini." jawab Bryan tersenyum kecil saat melihat ekspresi kaget dari Laila ia bisa melihat dari mata Laila.


"Baiklah aku akan menarik itu sekarang yang pertama aku minta kamu pijitin akuu."


Laila pun, menghembuskan nafas kesal melihat Bryan yang sangat menyebalkan hari ini.


Laila pun, hanya mengangguk menyetujui setiap ucapan yang Bryan lontarkan padanya.


Bryan pun, tersenyum senang dirinya benar-benar sangat puas kali ini.


Ia pun, langsung membaringkan tubuhnya ke ranjang agar Laila bisa mulai memijit tubuhnya.

__ADS_1


"Ayo dong cepet pijitin tubuh aku sakit semua tauu." ucap Bryan melebih-lebihkan.


Tanpa mengatakan apapun, Laila pun langsung mulai memijat tubuh Bryan mulai dari kakinya sampai kepada punggungnya.


Bryan sangat menikmati pijitan lembut dari sang istri, Laila memijit tubuh Bryan dengan lembut sehingga Bryan pun sangat menikmati semua sentuhan yang Laila berikan padanya.


Setelah beberapa menit memijit tubuh Bryan, Laila pun akhirnya selesai Bryan pun langsung bangkit dari tidurnya lalu menatap ke arah Laila.


Saat Bryan menatap dirinya, Laila pun langsung heran apa yang dia inginkan? Pertanyaan itu seketika muncul dipikiran Laila.


Sebelum mengatakan sesuatu Bryan, sudah lebih dulu mengukir senyum di bibirnya.


"Nah sekarang aku akan menarik permintaan keduaku."


"Apa itu?" tanya Laila berpura-pura tidak paham.


"Yang kedua tadi kamu tidak ingat? Aku kan meminta agar kamu mencium aku setiap hari lho."


Laila pun, seketika terdiam mendengar ucapan Bryan apakah dirinya harus melakukan itu?


"Baiklah kalau kamu tidak mau menciumku aku saja yang menciummu bagaimana?" tawar Bryan sembari mengangkat sebelah alisnya.


Laila pun, mengangguk dirinya hanya pasrah pada keadaan sekarang yang tengah terjadi ini.


Bryan pun, mulai melepaskan cadar Laila secara perlahan.


Laila pun, hanya memejamkan matanya dirinya masih belum terbiasa dengan semua ini walaupun saat liburan tadi Bryan pernah melakukannya namun tetap saja dirinya masih belum terbiasa dengan ini.


Bryan pun, sepertinya tau kalau Laila masih takut dan belum terbiasa akan hal itu jadi dirinya hanya mencium Laila di pipinya dan di keningnya saja lalu melepaskan Laila kembali.


Laila pun, langsung membuka matanya saat Bryan melepaskan dirinya.


"Lho sudah yah?" tanyanya


"Sudah, memang kamu mau lagi? Kalau mau lagi kemarilah biarku tambahkan lagi."


Laila pun, dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya sembari tersenyum kecil.


"Nah sekarang aku akan menarik yang ketiga." ucap Bryan tanpa memberikan Laila waktu.


"Hah?" Laila pun tersentak kaget Bryan tidak memberikannya jeda waktu sedikit pun.


"Aku lelah, aku hanya ingin tidur dipelukanmu."

__ADS_1


Laila pun, mengangguk kecil dirinya langsung menyetujui apa yang Bryan inginkan.


Laila pun, langsung duduk bersandar pada bantal.


Bryan pun, langsung mendekat kearah Laila tanpa butuh waktu lama Bryan pun tidur dipelukan Laila.


Dirinya benar-benar memeluk Laila sangat erat, bahkan dirinya sampai mengigau dirinya sangat takut kehilangan Laila dari hidupnya.


Laila tersenyum saat melihat Bryan, begitu erat memeluk tubuhnya.


Tangan Laila pun sedikit terangkat, Laila pun meletakkan tangannya di rambut Bryan sembari mengelus pelan rambut Bryan.


"Aku tidak pernah menyangka rumah tangga ku dan mas Bryan akan berubah se drastis ini, namun aku pun sangat amat bersyukur karna mas Bryan bisa menerima ku dan mulai mencintaiku." ucapnya sembari menatap kearah langit-langit.


Seketika Laila pun, langsung mengingat kilas balik yang sudah terjadi padanya saat dirinya mulai membangun rumah tangga dengan Bryan.


Cobaan demi cobaan terus menerpa rumah tangga mereka, mulai dari Bryan tidak mau mau menerima kehadiran Laila awalnya.


Lalu beralih saat dirinya dipermalukan dipantai oleh mantan pacar, suaminya itu.


Dan sekarang hal yang sangat membuat dirinya senang adalah, saat Bryan mulai memberi perhatian tulus dan mulai mencintai dirinya.


Bryan yang sekarang lebih mengutamakan kebahagiaan Laila, ketimbang hal-hal atau pun bisnis-bisnis yang ia jalani.


Ia pun, lalu beralih kembali menatap Bryan yang masih tertidur pulas dipelukannya.


Mata Laila pun, seketika begitu berat dirinya kini merasakan rasa ngantuk yang kuat menyelimuti dirinya.


Mata Laila pun, mulai terpejam dirinya sudah tidak dapat menahan rasa ngantuk yang menyerang dirinya saat ini.


Laila pun menyandarkan kepalanya pada bantal, yang ada dibelakang tubuhnya.


Tanpa butuh waktu lama dirinya pun, langsung tertidur pulas karna rasa ngantuk yang teramat menyerang dirinya. Itu sebabnya dirinya tidak bisa menahan rasa ngantuk yang menyelimuti dirinya.


Oke sampai sini dulu yah gais! Terima kasih sudah membaca cerita buatanku.


Note:cerita ini ga up tiap hari yah!


Mangatoon:ReginaAndini3


*******:BininyaGojo3


Ig:Nnaadiinnee3

__ADS_1


Sampai jumpa dilanjutan cerita selanjutnya.


__ADS_2