
"Laila? untuk apa kamu mencari Laila bukan kah kamu tidak peduli pada Laila? harusnya kamu senang saat Laila pergi kamu nggak perlu nanyain tentang Laila ada dimana, silakan kamu bisa bersenang senang dengan pujaan hati mu itu." Celetuk Umi Fatimah, ia sudah terlalu jengkel melihat sikap dan sifat Bryan pada Laila.
"Tapi umi? aku kan suami Laila jadi aku berhak dong tau dimana istri aku berada?."Ujar Bryan, terus meminta agar umi nya membuka mulai dan memberi tahu dimana Laila sekarang ini.
"Yah kamu memang suami Laila, tapi pernah kah kamu memperdulikan Laila? tidak bukan? yang ada kamu malah menyiksanya." Umpat umi Fatimah. Bryan pun, langsung menunduk mendengar ucapan umi nya itu. Ia pun memutuskan naik ke atas kamar nya ia tak ingin terus berdebat dengan umi nya itu..
Laila dan kanaya sudah sampai di sebuah tempat wisata, yang sangat di gemari banyak orang.
"Alhamdulillah akhirnya kita sampai juga." Gumam Laila, seraya melihat ke sekeliling.
"Iyah akhirnya sampe juga seneng bangettt sihh." Seru Kanaya..
Mereka pun, menuju ke villa yang sudah mereka pesan online..
"MasyaAllah cantik banget villa nya." Gumam Laila..
"Iyah sesuai harga haha." Ucap kanaya tertawa kecil.
Setelah selesai membereskan barang barang, mereka pun, berencana ingin makan di luar tepat nya di sebuah tempat makan yang sedang populer...
"Nay? kita jadi kan mau makan?." Tanya Laila.
"Jadi dong ayo sekarang aja." Jawab kanaya.. mereka berdua pun pergi ke tempat makan itu...
Brukkk!!
Tanpa sengaja laila menabrak seseorang saat tengah berjalan, ponsel pria itu terjatuh laila hendak mengambil ponsel nya.. namun, pria itu lebih dulu mengambil ponsel milik nya..
"Saya minta maaf saya tidak sengaja tadi." Ucap Laila meminta maaf seraya menundukan pandangan nya..
"Ah tidak masalah saya juga minta maaf karena tidak melihat lihat saat jalan tadi." Jawab pria itu.. Laila pun mengangkat kembali pandangan nya.. dan betapa kaget nya Laila saat melihat pria yang tidak sengaja ia tabrak lagi... begitu pun, pria itu ia pun sangat terkejut kala melihat Laila..
"Laila?."
__ADS_1
"Ka ilham?." Ucap Laila seraya melihat wajah pria itu..
"Ini beneran kamu laila?." Tanya pria itu, pria itu bernama ilham ia adalah kakak kelas laila saat ia duduk di bangku SMP dan SMA
"I-iya kak ini aku laila!." Jawab laila..
"Laila apa kabar?." Tanya ilham yang senang kala melihat Laila itu.
"Alhamdulillah Laila baik bagaimana juga dengan kabar kak ilham?." Tanya balik Laila pada ilham..
"Alhamdulillah kabar ku juga baik." Jawab ilham.
"Ehem, prasaan yang ada disini bukan cuma Laila lho, kenapa aku juga ga di tanya." Sinis Kanaya, Kanaya dan ilham pun saling kenal.
"Eh, iyah lupa ada Kanaya sih rempong." Umpat ilham tertawa kecil saat Kanaya mengatakan itu, memang saat sekolah Kanaya itu sangat amat rempong itu membuatnya jengkel saat di panggil rempong itu... Laila yang mendengar itu pun, ikut tertawa.
"Hih apaan sih aku tuh ga rempong tauu cuma kak ilham liat aku nya pas lagi rempong aja aku tuh sebenernya kalem lho ka cool lagi." Ucap Kanaya pede saat mengatakan hal itu, Ilham yang melihat itu hanya menggeleng2kan kepala nya saat mendengar ucapan Kanaya..
"Behh cool dari mana nya? dari waktu jaman sekolah aja rempong apalagi sekarang mungkin udh rempong tingkat dewa." Celetuk Ilham..
"Emg siapa yang bilang aku berubah Kanaya rilandita!!!." Ucap ilham dengan sedikit menekan kata rilandita itu..
"Udah udah jangan ribut gimana kalau kita makan aja?." Ujar Laila mencoba melerai mereka berdua yang sama sama tidak mau mengalah itu.
"Ayo kan emg rencananya kita mau makan." Sela Kanaya..
"Ehhh, aku ikut dong." Ucap Ilham..
"Kak ilham ga di ajak jadi jangan ikut." Gurau Kanaya seraya tertawa kecil..
"Dih kok gitu sih ah ga seru."
"Eyalah becanda doang kak yaudh ayok sekarang pergi nya udah laper nih dari tadi." Ucap Kanaya melenggang pergi meninggalkan Laila dan Ilham...
__ADS_1
"Kanaya sangat tidak sabaran." Ucap Laila lalu mengikuti langkah Kanaya dari belakang begitu pun, dengan ilham.
Setelah sampai di tempat makan, mereka pun memesan hampir seluruh makanan yang ada di daftar itu.. Bahkan Kanaya pun, sampai binggung ingin memakan yang mana dulu?
"Kanaya kamu yakin memesan nya sebanyak ini? kalau tidak habis kan mubazir nai?."Tanya Laila..
" Tenang aja pasti habis."Ucap Kanaya seraya mengunyah makanan berada di dalam mulut nya.... Laila dan ilham yang melihat itu hanya menggeleng geleng kan kepalanya..
"Nay makan tuh pelan pelan ntar keselek." Ujar Ilham. Baru saja ilham mengatakan itu Kanaya langsung tersedak..
Uhukkk
Dengan cepat Laila mengambil minum untuk Kanaya yang tengah tersedak itu..
"Kan udah di bilang makan nya pelan pelan Kanaya, kalau udah keselek kan jadi repot sendiri." Ucap Laila..
"Wahh kasian mak mak rempong keselek, lagian makan ga kira kira makan juga ngapain cepet cepet kek gitu, biasa aja kali kalau makan ini malah kek orang lagi di kejar kejar makannya cepet banget." Umpat Ilham tertawa kecil saat melihat tingkah Kanaya itu..
"Dih kok nyolot sih? orang lagi keselek tuh yah ngambilin minum lah ini malah sebaliknya huh! kak Ilham memang ga berubah dari dulu masih sama aja nyebelin nya." Sinis Kanaya..
"Emang siapa yang bilang aku berubah? gaada kan yah?." Ucap Ilham..
"Udah udah makan makanan nya ntar keburu dingin, nanti jadi ga enak." Ujar Laila..
Ilham pun, menatap lirih ke arah Laila yang makan itu. di dalam hatinya masih tersimpan rasa untuk Laila sejak masih duduk di bangku sekolah. Tapi, ia tau Laila sangat tidak mau pacaran saat itu.. Jika boleh jujur sejujurnya ilham pun, masih sangat mencintai Laila dan berharap Laila bisa bersama nya.. Saat ilham dengan menatap Laila Kanaya pun, langsung mengagetkan ilham.
"Dorrr"
"Astaghfirullah kanaya!." Ucap ilham dengan nada sedikit marah.
"Hehe maap siapa suruh ngelamun ngelamunin apa sih kak? sampe segitunya pas ngelamun juga aneh ngapain natap ke Laila terus?." Tanya Kanaya heran..
"E-ee a-aku ga natap ke arah Laila kok, kamu jangan seu zon ga baik tauu." Jelas ilham mengalihkan pembicaraan.. Laila yang mendengar itu sama sekali tidak memperdulikan nya ini tetap fokus pada makanan nya itu.
__ADS_1
Oke sampe sini dulu yahh Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!!
Note:Cerita ini ga up tiap hari yah!!