
"Alhamdulillah dan pastikan jangan kamu sakiti laila paham? Dan putuskan hubungan mu dengan pacarmu itu! Abah tidak sudi kamu deket dengan gadis seperti itu." Tegas abah musa...
"Iyah iyah, yaudh aku mau masuk ke kamarku dulu!." Jwab bryan ia pun berjalan ke arah kamarnya sempoyongan.
"Huh anak itu sejak kapan dia mulai mabuk mabuk seperti itu?."Gumam abah musa..
" Umi sebaiknya kamu telfon laila sekarang dan bilang padanya bahwa besok malam bryan akan melamar nya."Ucap abah musa seraya melirik ke arah umi Fatimah ia, pun mengangguk lantas mengambil ponselnya dan segera menelfon laila..
Dretttt
Ponsel laila pun berbunyi, ia pun segera mengambil benda pipih tersebut..
"Assalamu'alaikum halo laila?." Ucapny dalam ponsel itu..
"Waalaikum salam Iyah umi ada apa malam malam telfon begini?."Jawab laila.
" Besok kami akan datang untung melamar mu apa kah kamu sudah siap?."Tanya umi Fatimah
"Insya Allah aku siap umi."Sahutnya.
"Baiklah kalau begitu kamu jangan tidur terlalu larut takut nanti kamu sakit." Peringat umi..
"Iyah umi."
"Yasudah umi tutup dulu yah telfon nya assalamu'alaikum."Ucapnya mengakhiri panggilan.
"Waalaikum salam."
Umi pun meletakkan ponselnya di atas meja, lalu abah pun bertanya apa laila siap jika dilamar esok.
"Umi bagaimana? Apa laila siap?."Tanya abah penasaran dengan pembicaraan umi dan laila di telfon tadi..
"Laila bilang insyaallah siap."Jawab umi..
"Alhamdulillah kalau begitu begitu besok kita carikan kado yang bagus untuk laila."Ucap abah di iringi senyum bahagianya..
" Iyah abah umi sudah tidak sabar mempunyai menantu sebaik dan se sholehah laila, semoga nantinya bry bisa cinta sama laila yah abah."Sahut umi ikut bahagia.
Pagi ini laila tengah duduk di ruang tamu, seraya menonton acara kesukaan nya ia berniat pergi ke mall hari ini. Untuk membeli beberapa keperluan nya, tapi ia tak ingin pergi ke mall sendirian. Ia kemudian menelfon sahabat untuk menemani nya ke mall, ia pun segera mengambil ponsel nya dan mencari nomor sahabat nya itu.
"Assalamu'alaikum halo nay? Kamu bisa temani aku ke mall tidak hari ini?." Tanya laila dari dalam telefon nya..
"Waalaikum salam tentu saja bisa karna kan hari ini kita sedang libur dan aku sedang tidak punya kegiatan apapun hari ini, aku akan segera ke sana yah." Jawab kanaya..
"Oke jadi kamu yang kesini?."
"Iyah biar aku aja yang kesitu kamu tunggu aja sekitar 30 menit lagi aku sudah sampai di rumahmu." Sahutnya
"Baiklah aku tunggu aku tutup dulu yah assalamu'alaikum." Ucapnya mengakhiri pembicaraan nya.
"Waalaikum salam."
Laila pun meletakkan kembali ponsel nya di meja, lalu ia segera beranjak ke kamar nya untuk berganti pakaian.
__ADS_1
Waktu sudah menunjukkan pukul 08:00 tapi bryan tak kunjung bangun, umi pun masuk dan melihat anaknya itu masih tertidur pulas.
"Astaghfirullah bryan! Kenapa jam segini masih belum bangun? Apakah dia belum sholat shubuh? Kalau belum dia sangat keterlaluan."Gumam umi..
"Bry bangun ini sudah siang!."Ucap umi Fatimah ia pun menggoyang kan tubuh bryan, tapi ia tak bangun juga mau tak mau. Umi pun mengambil air dari kamar mandi, lalu ia air itu ia guyur ke tubuh bryan. Membuat nya sontak terbangun.
Byurrrrr
"Ah apa ini? Apakah banjir?."Ia pun langsung terbangun dari tidur nya, lalu menatap lekat ke arah umi nya yang membawa gayung...
"Umi apaan sih? Kok pake segala nyiram nyiram bry gini?." Marah nya.
"Karna kalau bukan dengan cara ini kamu ga akan bangun bry! Cepat sana mandi lepas itu ikut kami cari hadiah untuk laila."Ucap umi sembari berjalan ke arah kamar mandi untuk meletakkan gayung nya kembali..
Bryan pun terdiam dia masih ingat tadi malam, abah nya mengusir dinda dan tak mengizinkan dinda untuk datang kesini lagi. Bryan berniat bertemu dinda hari ini karna ingin minta maaf karna perlakuan abah tadi malam, ia juga tak ingin hubungan nya dengan dinda hanya sampai sini saja.
"Eum ga bisa umi Bryan hari ini ada meeting di kantor sama perusahaan milik farhan." Ucapnya berbohong.
"Apa tidak bisa di tunda?" Tanya umi Fatimah.
"Tidak karna ini meeting penting jadi tidak bisa di tunda."Jawabnya berbohong..
"Baiklah tapi nanti malam jangan lupa, kamu harus ikut kami melamar laila! Paham?." Tegas umi Fatimah
"Iyah umi."
"Bry apa kamu sudah sholat shubuh?." Tanya umi Fatimah.
"Yaudah umi keluar dulu." Ucapnya lantas pergi keluar dari kamar Bryan.
Setelah melihat umi nya pergi, Bryan pun segera mengambil ponselnya dan kemudian menelfon kekasih nya itu..
"Halo sayang?." Ucap Bryan dari dalam ponsel.
"Halo ada apa? Lagi?."Jawabnya dengan nada tinggi..
"Aku minta maaf atas perlakuan abah aku ke kamu tadi malam."Ucapnya.
"Abah kamu itu keterlaluan tau ga!." Marahnya dari dalam ponsel..
"Iyah Iyah aku minta maaf sebagai gantinya bagaimana kalau kita ke mall hari ini? Kita beli semua barang yang kamu mau?." Ajaknya bersemangat.
"Wah serius?"
"Iyah gimana kamu mau?."tanya Bryan..
" Tentu saja!!."Jawabnya bersemangat.
"Baiklah bagaimana kalau kita nanti langsung bertemu di mall saja?." Ucapnya
"Boleh aku ke sana sekitar 1 jam lagi!." Sahutnya.
"Baiklah aku tutup dulu yah dah sayang!!. " ucapnya mengakhiri panggilan.
__ADS_1
Ia pun meletakkan ponsel nya kembali di kasur..
"Huh ternyata gampang juga yah minta maaf ke dinda langsung di ajak ke mall aja udah mau maafin." Gumamnya ia pun pergi ke dalam kamar mandi.
Laila dan kanaya pun sudah sampai di mall, terlihat mall hari ini tampak begitu ramai karna sedang ada diskon besar besaran. Laila pun menceritakan pada kanaya bahwa ia akan segera menikah itu membuat kanaya kaget tak percaya bahwa Laila akan menikah secepat ini.
"Laila kamu yakin mau menikah secepat ini?." Tanya kanaya dengan nada yang tak percaya dengan ucapan sahabatnya itu.
"Iyah aku yakin nanti kamu jangan lupa datang yah? Aku sangat butuh kehadiran mu disana." Jawab Laila tersenyum.
"Tentu saja aku akan datang karna itu hari yang spesial untuk mu."Balasnya
"Terima kasih ayo kita cari barangnya!." Ucap Laila, kanaya pun hanya mengangguk..
Mereka pun membeli berbagai keperluan yang mereka butuh kan, sampai disuatu tempat sorot mata Laila teralih kepada seorang pasangan yang tengah bergandeng tangan mesra. Itu adalah Bryan dan dinda...
"Bukan kah itu mas Bryan? Dan apa itu kekasih yang di bilang?."Batin nya heran.
Ia pun memutuskan untuk mendekat ke arah kedua nya.
"Lho la? Mau kemana?." Tanya kanaya heran
"Ikut aku kesana dulu sebentar nay." Jawabnya..
Ia pun berhenti tepat di belakang Bryan, ia pun kemudian memanggil namanya lirih.
"Mas bryan?."panggilnya dengan nada lirih.
Mendengar ada yang memanggil namanya spontan ia pun melihat ke belakang dan itu adalah Laila.
"Ada apa?." Tanya Bryan ketus.
"Hm sedang apa kau disini? Dan siapa dia?." Tanya Laila.
"Dia adalah pacarku! Cantik bukan? Tidak seperti mu membosankan." Cetus nya.
"Tapi? Kenapa kamu masih berhubungan dengan nya sementara sebentar lagi kita akan menikah?." Tanya nya.
"Asal kamu tau! Aku tidak mencintai mu!." Tegas Bryan.
"Baiklah aku juga tidak mempermasalahkan itu karna aku juga tidak mencintai mu. Aku akan melakukan ke wajibanku sebagai seorang istri tapi aku tidak akan melarang mu untuk dekat dengan siapapun." Balasnya.
"Oke kamu ingat aku akan tetap menafkahi lahir mu tapi tidak dengan batin mu! Paham?."Tegasnya.
"Iyah aku paham seterah mu saja." Jawab Laila.
Bryan pun pergi meninggalkan Laila..
"Laila? Kamu yakin mau menikah dengan pria seperti dia? Dia masih bergandengan dengan orang lain!." Tanya kanaya khawatir.
"Tenang saja kanaya aku baik baik saja lagipula ini hanya pesan almarhum orng tua ku sebelum meninggal mau tidak mau aku harus menerima nya dengan ikhlas." jawabnya lirih..
Oke sampai sini dulu Terima kasih telah membaca cerita buatan ku❃
__ADS_1