Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Lanjutan kemarin!


__ADS_3

"Bryan! kamu tau bukan bahwa kamu sudah menikah sekarang harusnya kamu lakukan kewajiban kamu sebagai suami bukan malah mabuk mabukkan bersama teman teman mu itu!." Tegas Abah..


"Kenapa kamu menjadi seperti ini? Dulu kamu tidak pernah seperti ini bryan! lalu kenapa kamu sekarang suka mabuk-mabukkan begini?." Tanya Umi Fatimah seraya menyeka air mata nya yang akan segera keluar..


"Harusnya diumur mu yang sekarang kamu sudah bisa lebih dewasa jangan seperti ini!." Ucap Abah...


"Abah menyesal memiliki anak seperti mu!."Sambung nya lalu melangkah pergi meninggalkan bryan seraya menggandeng tangan Umi Fatimah..


Bryan yang melihat Abah dan Umi nya pergi, hnya menatap kedua nya dengan mata yang sudah berkaca kaca.... Sungguh teramat sakit saat abah mengatakan kata kata seperti itu.... Laila yang mendengar itu hatinya, juga terasa sakit ia melirik ke arah Bryan yang matanya sudah berkaca kaca itu.


"Mas? kamu nggak papa kan?." Tanya Laila khawatir dengan keadaan Bryan..


"Ga aku nggak papa ayo masuk kedalam kamar La." Ucap Bryan seraya mencoba untuk berjalan sendiri...


Laila pun, hanya mengangguk lantas mengikuti langkah suami nya untuk naik ke lantai atas..


Saat di kamar Bryan hanya menatap kosong, memikir kan kejadian barusan.. dibenak nya masih tersimpan kata kata Abah yang sangat menyakitkan...


Laila pun, datang dengan membawa kan segelas teh hangat untuk Bryan agar dia bisa lebih tenang..


"Mas di minum dulu teh nya biar lebih tenang." Tawar Laila. Bryan pun hanya tersenyum lantas mengambil teh yang ada di atas meja tersebut lalu meminum nya perlahan..


"La? kenapa sih kamu masih perhatian sama aku padahal aku udah sering nyakitin hati kamu?." Tanya Bryan penasaran..


"Ya karena aku sudah memaafkan nya lagi pula marah terlalu lama itu tidak baik bukan? kan ini sudah kewajiban ku sebagai istri untuk melayani mu dan memperhatikan mu." Ucap Laila..


"Kamu ga benci gitu sama aku?." Tanya Bryan sekali lagi...


"Kamu mau aku benci ke kamu?." Gurau Laila..


"Ehh, jangan!!." Ucap Bryan sedikit panik.


"Mas aku mau nanya boleh?." Tanya Laila

__ADS_1


"Oh tentu mau nanya apa?." Jawab Bryan seraya memasang wajah serius.


"Kenapa kamu masih berhubungan dengan dinda?." Tanya Laila penasaran..


"Kamu tanya karena apa? karna aku cinta sama dia!." Ucap Bryan dengan nada tinggi. membuat laila menundukkan pandangan nya.


"Ma-maaf aku hanya bertanya lagi pula kamu tidak perlu mengatakan dengan nada tinggi seperti itu." Ujar Laila ketakutan..


"Memang nya kenapa? ini mulut ku! bukan mulut mu!." Bentak Bryan seraya menatap manik mata laila..


"Aku tahu memang itu mulutmu! tapi kamu tidak perlu mengatakan nya dengan nada seperti itu!." Sela Laila seraya menatap tajam wajah Bryan..


"Sudah ku bilang beberapa kali padamu! aku mencintai dinda! tapi kau terus bertanya-tanya!." Sinis Bryan..


"Memangnya harus sampai mengatakan dengan nada seperti itu? Membuat orng jengkel saja pantas saja abah dan umi begitu marah pada mu! karena memang kelakuan nya seperti ini!." Ucap Laila menatap sinis manik mata Bryan..


"Umur kamu memang sudah dewasa tapi sikap kamu sangat tidak dewasa!." Sambungnya..


Mendengar itu Bryan langsung berapi-rapi, ia menarik tangan Laila dengan kasar. Lalu memasukkan nya kedalam kamar mandi dan mengunci nya.. Laila berusaha memberontak namun, usahanya sia sia Bryan mengunci nya di kamar mandi...


Bryan yang mendengar itu hanya memutar bola mata malasnya tak memperdulikan terikan Laila dari dalam kamar mandi itu..


"Mas!! Buka pintu nya! disini dingin!! aku mohon buka pintu nya!!." Teriak laila.. tubuh nya pun kini mulai menggigil karena hawa dingin dari kamar mandi yang menyelimuti tubuh nya..


Ia sudah berkali kali berteriak namun, Bryan sama sekali tidak memperdulikan teriakan nya. Laila pun, terduduk lemas di balik pintu kamar mandi. tubuh nya sudah mulai membeku.. ia pun terus menggigil tak henti henti..


Sedangkan Bryan sedang asik memainkan ponsel nya sesekali ia terheran-heran, lantaran suara laila sudah tak terdengar lagi ia takut gadis itu kenapa kenapa. namun, disisi lain Bryan tidak suka dengan perkataan laila ia pun, tak menghiraukan nya... Ia terus memainkan ponsel nya sampai tertidur..


Kepala Laila kini, terasa amat sakit lantaran ia sudah ada disana cukup lama tubuh nya pun sangat dingin.. Laila terus mencoba menggedor gedor pintu kamar mandi tersebut namun, Bryan tak kunjung membuka kan pintunya... Tubuh Laila pun, sudah sangat lemas tak berdaya..


"Ah, Kepalaku sakit sekali dan disini juga dingin.. Ya Allah aku mohon keluarkan lah aku dari sini." Ucap Laila meminta permohonan pada sang Pencipta...


Laila pun sudah tak kuat menahan rasa dingin nya lagi, ia pun terbaring pingsan di samping pintu kamar mandi itu...

__ADS_1


Matahari sudah mulai menampakan cahaya nya, Bryan pun terbangun dari tidurnya...


'Hoamm, sudh pagi ternyata."Gumam nya...


"Laila dimana? hm, mungkin sudah ada di bawah sebaiknya aku turun." Sambungnya... Bryan lupa bahwa ia mengunci Laila di dalam kamar mandi..


Terlihat abah dan umi yang tengah duduk di meja makan, seraya berbincang bincang Bryan pun, mendekat ke arah keduanya.


"Selamat pagi abah umi." Sapa Bryan seraya tersenyum sekilas..


Abah hanya diam saja mendengar ucapan Bryan itu, sementara umi ia pun menyapa balik anak nya itu umi sudah memaafkan kesalahan Bryan walaupun dihatinya masih tersimpan sedikit rasa sakit hati saat melihat ulah Bryan yang ada ada saja..


"Pagi Lho Laila mana?." Tanya umi Fatimah mencari menantu kesayangan nya itu..


"Lho aku kira Laila udah turun, makannya aku turun kebawah." Ucap Bryan... lalu ia pun, mengingat ingat kejadian semalam..


"Hah? astaghfirullah aku lupa!." Teriak bryan..


"Kamu lupa apa bryan?." Tanya umi Fatimah penasaran..


"I-itu umi aku ngunciin Laila di kamar mandi semalam dan belum aku buka sampai sekrang." Ucap bryan...


"Apaaaa??? ngapain kamu ngunciin Laila di kamar mandi hah! mau ngapain lagi kamu! selalu membuat masalah! masalah tadi malam belum selesai sekarang kamu sudah membuat ulah lagi! mau kamu itu sebenernya apa sih Bryan! abah menyesal punya anak seperti kamu!." Bentak abah musa... Bryan pun tak menghiraukan ucapan abah nya ia pun berlari naik ke atas..


"Abah umi takut Laila kenapa napa." Ucap umi Fatimah khawatir..


"Lebih baik kita susul ayo umi."


Bryan pun membuka pintu kamar mandi, terlihat laila yang sudah pingsan di samping pintu kamar mandi.. membuat Bryan kagett ia pun, segera mengangkat tubuh Laila yang mulai dingin itu keatas ranjang nya...


"Astaghfirullah."


Oke sampai sini dulu yah Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!!

__ADS_1


Note:Cerita ini ga up tiap hari wkwk!


__ADS_2