
Bryan tengah duduk di balkon seraya menikmati segelas kopi yang sudah ia, siapkan sendiri sesekali ia menatap ke arah kamar. Biasanya saat ia tengah bersantai di balkon, Laila tengah membaca novel di ranjang. Tapi, kali ini tidak Laila sudah pergi.
"Hufft biasa nya kalau jam segini tuh Laila lagi baca novel, tapi sekarng? gaada." Gumam nya.
Ia pun, membuka layar ponsel nya dan membuka beberapa media sosial untuk mencari keberadaan Laila... Namun, tidak ada hasil nya ia sudah mencari berkali kali namun hasil nya hilil..
"Laila!! kamu dimanaa sihh!!." Ucap nya, Bryan pun mengacak acak kasar rambut nya lantaran diri nya frustasi..
"La? kamu dimana sih? aku masih butuh kamu." Sambung nya.
Dretttt
Suara getaran ponsel pun, terdengar dari ponsel milik Bryan dengan cepat Bryan melihat siapa yang menelfon nya tersebut mungkin saja itu Laila.... Tanpa melihat nomer dan nama pemilik nomer itu Bryan langsung mengangkat nya begitu saja ia percaya bahwa yang menelfon nya itu adalah Laila..
"Halo Laila? kamu dimana? cepatt pulangg aku khawatir dengan keadaan mu." Ucap Bryan dari dalam ponsel dengan nada khawatir.
"Hah? Laila? ini aku dinda! bukan Laila! kenapa kamu mengkhawatirkan Laila! bukan kah kamu tidak mencintai nya! kenapa kamu begitu mengkhawatirkan nya!." Marah dinda dari dalam ponsel itu, Bryan langsung kaget saat mendengar suara itu. ia pun, langsung menyalakan ponsel nya dan melihat nama yng menelfon nya itu dan ternyata tertulis nama "Dinda".
Glegekk!
Bryan pun, menelan ludah kasar lantaran tadi ia mnyebut nama Laila, ia fikir itu Laila namun ternyata itu dinda..
"Duhhh, gimana nih pake segala nelpon lagi nih anak gue kan jadi ngira nya Laila gara gara khwatir sama Laila." Batin Bryan binggung harus menjawab apa..
__ADS_1
"Bryan! jawab! kenapa kamu begitu peduli pada Laila! apakah kamu sudah tidak mencintai ku lagi! sampai kamu nyebut nama laila! padahal aku bukan Laila!." Marah dinda dari dalam ponsel itu..
"Eee sayang bukan begitu aku tidak khawatir pada Laila mungkin tadi kamu salah denger aja." Ucap Bryan berbohong,
"Kamu ga perlu bohong yah! mana mungkin aku salah denger kamu kira telinga aku ini rusak?." Cecar Dinda tak percaya dengan ucapan Bryan ia mendengar betul ucapan Bryan itu apalagi Bryan mengucapkan nya dengan nada yang sangat khawatir itu membuat Dinda cemburu bercampur dengan amarah yang sangat besar.
"Kamu cuma salah denger ngapain aku bohong smaa aku dan ngapain juga kan aku khawatir sama laila? aku juga ga cinta sama Laila aku cuma cinta nya sama kamu." Ucap Bryan berpura-pura walaupun dalam hatinya ia sedang menyimpan rasa untuk Laila..
"Gausah ngelak bisa gasih?." Bentak Dinda dari dalam ponsel itu, membuat telinga Bryan sedikit sakit karna mendengar bentakan dari Dinda itu..
"Hih nih manusia ga punya humor apa yah gimana kalau nanti telinga gue jadi budek sebelah kan bahaya." Batin Bryan bergedig merinding saat mendengar nya.
"Aku ga ngelak kok emg bener sayang." Ucap Bryan seraya memegang telinga nya yang hampir budek sebelah karena bentakan Dinda dari dalam ponsel itu.
"Hih gue juga males ngeladenin lo."Gumam Bryan lalu duduk kembali di kursinya..
"Laila dan Dinda itu sangat berbeda yah! Laila itu sangat penyabar dan selalu lembut pada setiap orang dia pun sangat pintar memasak, sedangkan Dinda? dia memang cantik dan seksi namun, hobi nya hanya menghamburkan uang saja dia pun tidak bisa masak." Gumam Bryan.
"Ntah mengapa aku tiba tiba merindukan Laila, aku rindu sifat dia masakan dia." Sambung nya..
"Kamu ingin menemui nya dan minta maaf pada nya! namun, umi tidak mau memberitahu ku keberadaan Laila saat ini padahal aku sudah memohon pada nya namun, umi tetap tidak percaya pada ku." Ucap nya pilu..
"Tapi ini juga memang salah ku, andai waktu bisa di ulang aku ingin kembali ke kejadian yang kemarin saat aku mengunci Laila di kamar mandi sampai ia jatuh sakit.. jika waktu bisa di ulang kembali aku tidak akan pernah melakukan itu." Batin Bryan..
__ADS_1
"Huffft namun, nasi sudah menjadi bubur apa yang sudah kita tanam itu yang kita tuai."
Bryan pun, membuka ponsel ny kembali kali ini ia membuka aplikasi instagram, ia mencari akun media sosial milik Laila dan memang ada. namun, Laila jarang memposting ke seharian nya..
"Duh gimana gue bisa tau Laila ada dimana? orang dia aja jarang ngepost sesuatu, ga kayak Dinda gue bisa tau Dinda dimana aja karena kan dia selalu memposting kegiatan yang selalu ia lakukan." Ucap Bryan, ia pun memutuskan untuk melihat orang yang Laila ikuti di sana ada akun media orang yang tidak asing menurut nya, itu seperti teman Laila yang ia temui di mall saat ia tengah bersama Dinda.. Ia pun membuka akun media sosial yang bernama "Kanaya rilandita5."
Disana banyak sekali postingan Kanaya yang sedang bersama laila, mulai dari masa mereka sekolah sampai masa dimana mereka kuliah dan sampai mereka lulus. Kanaya mengabadikan semua nya di akun media sosial milik nya.
"Nah gue yakin banget pasti Laila pergi smaa dia! soalnya kan Laila deket banget tuh sama Kanaya, postingan Kanaya pun bareng sama Laila terus." Gumam Bryan... sorot mata nya langsung teralih pada postingan terbaru milik Kanaya disana ada Kanaya, Laila dan ilham yang tengah berfoto bersama.. Difoto itu Laila ada di tengah..
"Hah? siapa nih cowok? Laila gak pernah cerita ama gue kalau dia punya temen cowok!." Ucap Bryan melihat postingan itu seketika hati nya merasakan rasa yang sangat amat panas seperti sedang terbakar api cemburu saat melihat Laila berfoto dengan pria lain.
"Astaghfirullah nih Kanaya pake ga nandai lokasi nya lagi jadikan susah buat gue nyari laila." Gumam Bryan mengacak acak kembali rambutnya...
"Tapi di foto ini Laila kayak bahagia banget, Nggak kayak biasa nya difoto ini Laila berbeda banget."
"Tapi, saat dia sama gue dia kayak nggak bahagia sama sekali. mungkin karena sifat gue yang arogan makan nya dia ilfil sma gue tapi dia tetap berusaha sabar dan baik sama gue, tapi gue malah nyepelein dia bahkan gue selalu ngebandingin dia sama dinda pdahal dinda tidak ad apa apanya dibandingkan laila." Ucap nya panjang lebar untuk dirinya sendiri.
"Lailaaa!! aku rindu kamuu!!! apakah kamu bisa kembali pada kulagi?."
Oke sampe sini dulu yah Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!!
Note:Cerita ini ga up tiap hari!!
__ADS_1