Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Pernikahan kilat


__ADS_3

Bryan semakin geram pada sikap laila, yang mulai berani pada nya.


Iya pun, segera pulang kerumah nya.. Dan saat ia ingin masuk rumah terlintas sebuah ide kalau pernikahan nya dengan laila di percepat artinya dia bisa membalas perbuatan laila tadi. Dia pun berencana setelah nikah dia tidak akan tinggal dengan abah dan Umi agar dia bisa leluasa membalas perbuatan laila tadi.


Ia pun berlari masuk kedalam rumah, terlihat kedua orang tua nya. Tengah duduk seraya menikmati segelas kopi... Ia pun mendekat ke arah kedua nya..


"Assalamu'alaikum abah umi."Sapa nya seraya mengucapkan salam dan menyalimi tangan kedua orang tua nya..


"Waalaikum salam kamu tumben jam segini sudah pulang biasanya belum."Ucap umi heran.


"Hehe lagi males pergi pergian abah umi aku boleh minta sesuatu ga?."Ucap bryan dengan raut wajah seriusnya..


"Kamu mau minta apa memang nya?." Tanya apa menatap bryan dengan wajah tak paham.


"Aku mau pernikahan ku dan laila di percepat!."Jwab bryan serius.


"Hah?."


"Bukan nya tadinya kamu menolak yah bersama laila kenapa sekarang tiba-tiba kamu ingin mempercepat pernikahan mu?." Tanya abah curiga..


"Ya emang ga boleh yah kalau pernikahan nya di percepat? Kan lebih cepat lebih baik abah." Jawab bryan meyakinkan abah nya.


"Oke boleh tau mau nikah nya kapan?." Tanya abah..


"Besok!."Jawab bryan spontan.


"Apa?."


Abah dan umi pun kaget saat mendengar ucapan bryan.


"Kenapa abah umi? Bisa kan?." ucap bryan..


"Eeee sebentar umi telfon laila nya dulu dia mau atau tidak nya menikah dengan mu besok."Sahut umi


Ia pun segera mengambil ponsel nya dan segera menghubungi laila untuk menanyakan soal ini..


Dretttttt


Ponsel laila pun bergetar, ia segara mengambil benda pipih yang berada di atas meja itu...


"Assalamu'alaikum halo iyah umi ada?." Ucap laila dari dalam telfon...


"Waalaikum salam umi mau nanya sama laila boleh?."jwab umi Fatimah


"Tentu boleh umi, umi ingin menanyakan soal apa?." Tanya laila


"Eumm gini apa kamu mau pernikahan mu di percepat jadi besok?." ucap umi fatimah..


"Besok?." laila pun sedikit shok saat mendengar ucapan umi tadi tapi ia berusaha untuk tetap tenang, ia tau bahwa yang meminta ini adalah bryan ia merasa bryan yang sudah merencanakan ini semua ia ingin membalas perbuatan nya saat di mall tadi...


"Bagaimana laila apa kamu siap?." Tanya umi...

__ADS_1


"Ba-baiklah umi laila siap." Jawab nya berbata bata.


Mendengar jawaban dari laila itu, umi sangat senang karena laila mau menikah dengan bryan besok...


"Alhamdulillah kalau begitu ijab mabul nya akan di laksanakan di rumah mu besok." Ucap umi sangat senang...


"Biar umi sama abah yang persiapin segala yang kalian perlukan kamu tinggal Terima beres aja oke?." Sambung nya..


"Oke umi." Jawab laila.


"Yasudah laila umi tutup dulu yah assalamu'alaikum." Ucapnya mengakhiri panggilan...


"Waalaikum salam."


Setelah selesai berbincang bincang di ponsel tadi, laila langsung melamun ia tak menyangka bahwa esok, ia akan menikah dengan bryan ia sebenarnya ragu dan tak mau menikah dengan nya namun, ia selalu teringat pesan kedua orang tua nya sebelum meninggal dunia.... ia sebenernya tau bryan ingin pernikahan nya di percepat karena kejadian di mall tadi siang.... Laila pun menghela nafas kasar ia berharap nanti nya ia di berikan kekuatan hati saat berumah tangga dengan bryan nanti nya..


Ia pun segera menelfon teman teman, dan bertanya pada mereka apa mereka bisa membantu acara nya esok...


saat Laila menelfon semua teman teman banyak dari mereka yang tidak percaya bahwa Laila akan menikah Secepat ini.


"Hah? seriusan la? ga kecepatan? kamu yakin?." banyak pertanyaan seperti itu yang di lontarkan para teman Laila membuat nya binggung sendiri...


Setelah selesai menelfon teman teman Laila, pun mengambil beberapa perlengkapan bersih bersih.. ia ingin bersih bersih dulu sembari menunggu teman teman nya datang...



Umi pun, meletakkan ponsel nya di atas meja. bryan pun langsung bertanya apa laila siap menikah dengan besok?


"Iyah Laila mau nikah sama kamu besok dan ijab kabul nya nanti di rumah laila." Jawab umi tersenyum senang...


"Alhamdulillah." Abah pun mengucapkan rasa syukur saat mendengar ucapan umi tadi... Bryan pun terlihat saat senang saat mendengar ucapan umi nya itu..


"Yes! Tunggu saja pembalasan nanti laila."Batin nya..


"Yaudh abah sama umi mau nyiapin semua nya dulu kamu jangan pergi kemana mana lagi karena besok pukul 08.30 kalian akan menikah! kamu paham?." Tegas abah musa


"Iyah Iyah abah paham." Jwab nya..


"Yasudah kalau begitu abah dan umi pergi dulu assalamu'alaikum." ucap kedua nya melenggang pergi keluar..


Setelah kedua orang tua nya, pergi Bryan pun segera menelfon farhan untuk menemani nya besok.


"Woi han!."


"Apaan dah? bisa ga sih sopan sedikit ga sopan banget lo jadi manusia." Ucap farhan ketus.


"Iyah Iyah maaf, btw besok kan kita libur tuh.. besok bisa ga lo dateng ke acara pernikahan gue?." Tanya Bryan.


"Hah? loh mau nikah besok? yang bener sama cewek bercadar yang di mall tadi?." Jawab nya tak percaya..


"Iyalah siapa lagi gue mau bales perbuatan dia waktu di mall tadi siang!." Ucap Bryan serius!

__ADS_1


"Wah parah jangan gitu juga kalau lo gamau nikah sama dia kasih dia ke gue, dengan senang hati gue nerima nya karena cewek kayak dia udah jarang bro, sekarang lebih banyak nya cewek yang selalu mengumbar aurat nya.. kalau gue lebih suka modelan kayak calon bini lo." Ujar farhan..


"Apaan gada menarik menarik nya dia..."


"Justru cewek kayak dia udah jarang, jujur gue lebih suka cewek modelan gitu. yang pandai menjaga aurat nya tidak seperti wanita di luar luar sana."


"Kalau dia ga cantik gimana aku yakin pasti Laila itu ga cantik?." Tanya Bryan.


"Lo tau dari mana? liat wajah nya aja belum! menurut gue dia cantik! cuma lo belum liat wajah nya aja! walau pake cadar juga di tetap keliatan cantik!." Tegas farhan..


"Dia pake cadar mungkin karena dia jelek." Ucap Bryan asal.


"Dahlah males gue ngomong sama lo." jawab farhan langsung mengakhiri panggilan nya


✧༺♥༻✧


Pagi ini keluarga Bryan tengah bersiap siap untuk pergi kerumah Laila, Bryan pun memakai baju pengantin berwarna putih..


Setalah selesai ia pun turun kebawah terlihat umi abah dan farhan tengah menunggu nya di lantai bawah..


"Maaf abah umi Bryan lama." Ucap nya.


"Yasudah ayo berangkat." Jawab abah lalu melenggang pergi keluar..


Hari ini rumah Laila pun, terlihat agak ramai banyak teman teman nya datang kerumah nya... Laila tengah di dandani oleh seorang perias profesional... saat Laila membuka kacamata perias itu kaget melihat warna mata Laila... warna mata Laila itu berwarna biru.


"Wah mata mba nya cantik! asli kah mba?." Tanya perias itu ia sempat mengira bahwa laila memakai soflen.


"Iyah mba ini asli kok." Jwab Laila..


Waktu menunjuk pukul 08.15 keluarga Bryan sudah ada di rumah Laila dan Bryan pun segera duduk di depan penghulu..


Setelah menunggu sekitar 13 Laila pun turun dari atas tangga.. gadis itu sangat cantik saat memakai kebaya berwarna putih... Bryan pun sempat terpesona saat melihat nya.. kemudian Laila duduk di sampai Bryan... penghulu pun, bertanya apa mau ijab kabul nya sekarang?


"Bagaimana apa anda siap?." Tanya penghulu itu..


"Ya saya siap!." Jwab Bryan.. Penghulu pun menjabat tangan bryan


"Aku nikahkan engkau, dan aku kawinkan engkau dengan pinanganmu. Laila Shaqueena, dengan Mahar seperangkat alat sholat dan uang sebesar dua ratus juta rupiah di bayar tunai." ucap penghulu itu.


"Saya terima nikah dan kawinnya, Laila Shaqueena binti Rakha ardiansyah dengan maharnya tersebut dibayar tunai." Ucap Bryan tanpa berbata bata. ia pun lalu menghembuskan nafas lega, lalu mengucap alhamdulillah.


penghulu pun ikut tersenyum melihat betapa lancarnya Bryan


mengucap.


"Bagaimana para saksi, Sah?." Tanya penghulu..


"SAHH!!. Kalimat syukur terucap dari mereka semua..


Oke sampai sini dulu yah Terima kasih sudah membaca cerita ini✿

__ADS_1


note:Maaf misalnya ada kata yang kurang atau pun typo... dan author nya ga up tiap hari yah..


__ADS_2