
"Laila? Perlu kah aku telpon Bryan untuk pulang sekarang?" Tanya Farhan.
"Tunggu aku masih belum siap siap nanti jika aku sudah siap aku akan memberitahu mu." sela Laila.
"Pergi aku bantu ga la?" Tanya Kanaya diri nya ingin sekali membantu sahabat nya itu untuk membalaskan dendam nya.
"Tidak perlu nay tenang saja aku cukup mahir dalam hal ini." Jawab Laila.
Setelah berbincang-bincang lama, dengan mereka Laila pun akhirnya kembali ke kamar nya untuk persiapan menyambut Bryan nanti.
"Dress hitam ini sangat indah." Gumam Laila sembari melihat lihat dres itu.
Ia pun, lantas pergi ke kamar mandi untuk mengganti gamis nya menjadi sebuah dress hitam pekat.
Setelah selesai mengganti pakaian ny Laila pun, langsung duduk di depan meja rias terlihat wajah cantik Laila dengan rambut yang terurai panjang lurus membuat ny semakin cantik.
Apalagi dengan berbalut dress hitam dan sepatu hak yang agak tinggi Laila terlihat begitu cantik jelita, penampilan nya sekarang sama seperti dinda.
Laila kemudian mendandani wajah nya agar mirip dengan dinda, yang setiap kali bertemu dengan nya ia selalu memakai banyak polesan make up.
Tak lupa Laila pun, memakai berbagai pernak-pernik yang menghiasi tubuh nya yang putih bersih tanpa ada kotoran sedikit pun, tubuhh Laila terbilang cukup sexsi saat memakai dress hitam itu.
Setelah selesai Laila pun, langsung duduk di atas ranjang nya dengan pose yng begitu sexsi menampakkan lekuk tubuh wanita itu.
Ia pun, langsung meraih ponsel yang berada di samping nya itu lalu segera menelfon Farhan untuk memberitahu nya dan kanaya bahwa diri nya sudah selesai dan sudah siap.
"Assalamu'alaikum hallo han." Ucap Laila dari dalam telfon.
"Waalaikum salam apa kamu sudah siap?" Tanya Farhan.
"Tentu silakan kamu suruh mas Bryan untuk pulang dan menemui ku di kamar." Jawab Laila.
Setelah berbincang-bincang akhirnya kedua nya mengakhiri panggilan nya.
"Hmm, apa aku bersembunyi di kamar mandi dulu saja yah? Lalu keluar tiba tiba?" Gumam ny pada dirinya sendri.
__ADS_1
Lantas ia pun, langsung pergi masuk kedalam kamar mandi.
Setelah menunggu beberapa menit akhirnya Bryan pun, sampai. Bryan melihat liat ke sekeliling namun tak ada Laila di sana Bryan pun, memutuskan untuk menunggu ny sembari duduk di ranjangny.
Kemudian Laila muncul, Bryan kali ini di buat lebih gila lagi saat melihat Laila.
"Laila... Kamu... "
Bryan tidak mengira bahwa istrinya berdandan seperti ini, memang sangat cantik dan seksi namun, ntah kenapa Bryan tak rela. Bryan sangat tak rela apalagi kecantikan itu di liat oleh orang lain selain diri nya.
Bryan ingin menikmati keindahan istrinya seorang diri, dia menginginkan istri nya memakai gamis dan cadar seperti biasanya jika di tempat umum begitu pun saat di rumah.
"Kenapa, mas? Apakah kamu senang jika aku berdandan seperti ini? Cantik dan seksi seperti dinda bukan? Lalu apakah kamu bangga melihat istri mu berpakaian terbuka seperti ini lalu memamerkan nya ke semua orang?" tanya Laila dengan senyuman.
Bryan semakin gemetar, lututnya lemas. Tatapan Laila begitu tajam serta senyuman manis yang justru menakutkan.
"Mas, apakah setelah aku begini baru kamu bisa mencintai ku? Lalu jika aku sudah tua, kulit keriput, rambut mulai ubanan apa cinta mu akan berubah luntur kemudian mencari gadis yang cantik lagi?" Sindir Laila lagi.
Bryan ingin melangkah maju, ingin memeluk tubuh Laila dan menutupi seluruh tubuh ny agar tidak ada serangga kecil yang berani melukai tubuh nya. Namun, Bryan tak punya nyali sebesar itu nyali nya seketika ciut tak berani melakukan apapun.
Sedangkan Bryan yang duduk berhadapan dengan Laila hanya bisa menelan ludah, karena ia sangat menginginkan menyentuh ny tetapi ia tak berani bergerak.
Dari ujung jemari kaki sampai takut.
"Laila, aku mohon maaf kan aku aku tidak ingin bercerai dari mu." bujuk Bryan memohon.
Laila yang mendengar itu hanya diam, ia memasang wajah acuh tak acuh.
"Laila, kenapa kamu tidak menjawab apa apa? Apapun hukuman dari kamu aku Terima asal tidak minta cerai. Aku tidak mau dan tidak akan pernah setuju jika kita berdua cerai. Kasian umi dan abah," Bujuk Bryan Laila.
"Kenapa kamu tiba-tiba membawa umi dan abah? Mereka saja mengijinkan ku untuk bercerai dan mencari yang lebih baik dari mu, bahkan umi dan abah pun tidak keberatan jika aku bercerai dari mu." sela Laila tak Terima.
"Setelah tahu bahwa aku cantik, kamu tiba tiba berubah. Apa menurut kamu aku percaya bahwa kamu tulus mencintai ku?" tanya Laila.
Bryan terpana, saat ini penampilan Laila begitu menyiksa diri nya apalagi dengan pose seksi saat duduk di sofa itu.
__ADS_1
Bryan teler dan napas nya tersengal-sengal melihat Laila itu.
Apalagi melihat Laila dengan tenang nya memberikan senyuman manis dengan bibir merah menantang nya, gaun bagian dadanya yang rendah menampakkan sesuatu yang membukit indah.
Dan kemulusan kulit nya yang seolah tampak cela bersinar terang menyilaukan mata nya.
"Lalu bagaimana dengan perasaan aku juga, mas? Kamu jangan egois jangan cuma mentingin kepentingan kamu sendiri dong," sergah Laila.
"Aku minta maaf, kamu bisa hukum aku apapun asal jangan cerai. Aku yang bodoh, aku yang buta dan aku yang salah." Ucap nya menyalahkan diri ny sendiri.
"Kamu hanya mencintai ku karna sudah melihat kecantikan ku kan? bukan karena kamu tulus." Sela Laila.
Bryan hanya diam tak bergeming, ntah harus bagaimana lagi cara untuk menjelaskan pada Laila bahwa ia sangat mencintai Laila. bahkan saat Laila masih memakai gamis dan cadar ia sangat mencintai Laila namun, ia gengsi untuk mengatakan nya.
"Sudah tidak ada yang mau kamu bicarakan dengan ku lagi bukan? jadi silakan kamu pergi sekarang," Ucap Laila memalingkan wajahnya.
"Laila aku mohon tolong maafkan aku.. aku mohon kenapa mu untuk kita tidak bercerai Laila." Ucap Bryan memohon.
Laila hanya diam, ia malas menjawab semua pertanyaan dari yang menurut nya terlalu bertele tele.
"Silakan kamu keluar." Tegas Laila.
Bryan pun, hanya pasrah ia menundukkan wajah nya sembari berjalan keluar. saat di ambang pintu ia ingin melihat terlebih dahulu istri nya sebelum dia pergi.
Setelah cukup lama ia melihat istri nya akhirnya ia pun, langsung menutup pintu itu dan melenggang pergi.
Laila yang tahu bahwa Bryan sudah pergi ia segera mengunci pintu kamar nya itu dan segera mengganti seluruh pakaian nya dan menghapus semua make up dan perhiasan yang ada di tubuh nya.
ia pun duduk di depan meja rias nya lalu sesekali ia mengingat kejadian tadi.
Oke sampe sini dulu yah gais Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!
note:Cerita ini ga up tiap hari!
Mangatoon:ReginaAndini
__ADS_1
*******:BininyaGojo3