Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Antara mimpi atau akan menjadi kenyataan?


__ADS_3

"Tentu sajaa aku tidak akan berubah karna aku juga cuma punya kamu Laila sebagai teman sekaligus sahabat sejati ku."seru Kanaya.


Laila pun, tersenyum senang di saat ia sedang terpuruk ternyata masih ada orang yang mendukung nya di tidak meninggal kan nya.


Setelah berbincang-bincang cukup lama, Kanaya dan Farhan pun pergi untuk mengambil beberapa pakaian sekaligus hendak membeli makanan karena saat berada di sini sejak sore tadi belum ada yang makan diantara mereka.


Mereka terlalu khawatir akan, kondisi Bryan sekarang.


Laila pun, melamun dan menatap ke arah langit-langit. Sunyi sekali sekarang kondisi rumah sakit itu benar-benar sunyi mungkin karna ini sudah malam dan bnyk rumor mengatakan bahwa saat malam hari bnyak para hantu yang berkeliaran di rumah sakit.


Hanya ada beberapa orang saja yang berani datang malam-malam kerumah sakit.


Laila berbalik lalu menatap jendela luar benar saja kondisi rumah sakit, ini benar-benar sunyi tak ada orang yang melintas. Laila pun, lantas berbalik dan menatap ke arah kamar Bryan.


Ia masih menunggu Abah dan Umi yang masih di dalam, sedari tadi namun tak mempermasalahkan itu.


Setelah beberapa menit diam mata Laila pun, seketika beratt ngantuk kini mulai melanda nya.


Mata Laila pun, terpejam karena ia sudah tak dapat menahan ngantuk itu lagi.


Cahaya terang tiba-tiba menyinari mata nya, terlihat seorang pria menggunakan jubah putih.


Laila tak bisa melihat pria itu, lantaran pria itu menghadap ke arah lain jadi Laila tidak bisa mengenali siapa orang itu.


Laila pun, berjalan mendekat ke arah pria yang mengenakan jubah putih itu ia sedikit takut lantaran ia tak mengenali nya.


"Assalamu'alaikum permisi, saya hendak bertanya." ucap Laila sopan jantung nya seketika berdebar kencang.


Pria ia membalik kan tubuh nya, dan menghadap ke arah Laila.


Deggg!


Betapa terkejut nya Laila saat melihat pria itu.. Dia adalah Bryan suami nya sendiri.


Namun, dirinya heran mengapa Bryan memakai jubah putih seperti itu? apa yang terjadi?


"Mas Bryan? aaaa aku rindu kamu mas akhirnya kamu sadarr." seru Laila ia pun, memeluk erat tubuh Bryan. Bryan pun, membalas pelukan nya.


"Aku juga merindukan mu, apa kamu baik?" tanya Bryan tersenyum.


"Aku baik mas bagaimana dengan mu?" tnya Laila kembali.


"Aku juga baik mungkin aku juga akan tenang." ucap Bryan tersenyum.


Laila pun, seketika heran apa maksud dari ucapan Bryan? tenang? apa maksud kata tenang itu?

__ADS_1


"Apa maksud mu mas?" tnya Laila heran.


"Tidak ada mungkin nanti pun, kamu akan mengerti seiring berjalan nya waktu.. aku minta maaf pada mu jika selama ini aku selalu menyakiti mu dan selalu menyia-yiakan mu." gumam Bryan.


Laila semakin tak paham dengan semua perkataan, yang Bryan lontarkan pada nya.


"Kamu ini bicara apa sih?" cetus Laila kesal sedari tadi ia tak paham dengan semua yang Bryan ucapkan pada nya.


"Aku mohon maaf dari mu agar aku bisa tenang nanti nya aku minta maaf pada mu tolong maafkan aku agar nanti nya aku tenang." sela Bryan.


"Saat ini aku belum bisa tenang karna aku belum mendapatkan maaf dari mu maafkan aku, aku selama ini selalu jahat pada mu dan tak pernah memikirkan perasaan mu." sambung nya tersenyum tipis.


"Apa maksud mu mas? tentu saja aku memaafkan mu tapi apa maksud mu berbicara seperti itu? jangan buat aku bingung deh," celetuk Laila kesal.


"Aku harap kamu bisa menjaga diri mu baik-baik semoga nanti nya kamu juga mendapatkan pengganti yang lebih baik di bandingkan aku dan aku berharap semoga kamu tidak akan pernah melupakan ku saat aku pergi nanti nya." ujar Bryan tersenyum sekaligus meneteskan air matanya.


Laila pun diam, mencerna semua perkataan yang Bryan lontarkan. Dirinya seketika paham apa maksud perkataan Bryan tadi, Air mata nya tiba-tiba menetes dari kelopak mata nya.


"Mas kamu tidak akan meninggalkan ku bukan?" tanya Laila berkaca-kaca.


"Aku tidak tahu itu tapi seperti nya Iyah aku akan meninggalkan mu selama nya dan aku harap kamu jaga diri baik-baik jaga ibadah mu jaga sholat mu dan aku titipkan Abah dan Umi ku pada mu aku belum sempat membahagiakan mereka aku harap kamu bisa membahagiakan mereka." jelas Bryan.


"Tidak mas kamu tidak boleh pergi! kamu akan sembuh mas kamu tidak boleh pergi meninggalkan ku mas," ujar Laila menangis.


Bryan pun, mendekat ke arah nya lantas ia pun mengelus lembut pucuk kepala Laila. ia pun, lalu menghapus air mata yang berada di kelopak Laila.


"Aku pamit aku harap kamu jangan pernah melupakan ku, Assalamu'alaikum." ucap nya untuk terakhir kali nya ia pun, langsung menghilang karna kilatan cahaya.


Saat cahaya itu hilang Laila sudah tak melihat Bryan lagi, ia pun menangis tersedu-sedu mengingat semua ucapan Bryan tadi.


"Mass tolonggg jangan pergii." teriak nya menangis.


Abah, Umi, Kanaya, dan Farhan pun, heran mengapa Laila tidur dan menangis seperti ini sekaligus mereka khawatir.


Kanaya sudah mencoba membangunkan Laila tadi namun, tidak ada respon dari nya Laila terus menangis ntah apa sebab nya.


"Laila bangun!! kamu kenapa la," ucap Kanaya mengguncang tubuh Laila.


"Seperti nya dia mimpi buruk nay." ujar Umi Fatimah.


Umi pun, mendekat ke arah Laila lalu duduk di samping nya ia pun menyentuh kening Laila lalu membacakan nya doa. agar Laila cepat terbangun dari mimpi nya itu.


Beberapa menit kemudian, Laila pun membuka mata nya ia langsung memeluk Umi yang berada di depan mata nya ia pun menangis.


"Laila kamu kenapa nak?" tanya Umi Fatimah heran melihat menantunya menangis dalam pelukan nya.

__ADS_1


"Ma-Mas Bryan pergi Umi." ucap Laila sesegukan.


"Apa maksud mu?" tanya Umi Fatimah heran.


"Mas Bryan pergi meninggalkan kita semuaa." jelas nya.


Mereka yang ada di sana pun, menggelengkan kepala nya ternyata Laila bermimpi tentang Bryan sampai terbawa ke alam dunia.


"Tidak laa Bryan baik-baik kok itu cuma mimpi kamuu saja." ujar Umi Fatimah.


Laila pun, langsung melepaskan pelukan nya dan beranjak melihat ke arah Bryan dan memang benar Bryan baik-baik saja.


"Hehehe ternyata cuma mimpii." ucap Laila nyengir sendiri.


Laila pun, masuk kedalam ruangan Bryan untuk memeriksa kondisi Bryan saat ini.


Ia masih sama tak ada berubahan, hanya saja saat menyentuh bagian dada nya detak jantung Bryan agak melemah.


Laila pun, langsung kaget saat mendengar suatu alat pembantu itu berbunyi. Seketika ia pun, langsung memencet bel yang ada di samping nya agar dokter segera datang.


Ia pun, langsung berlari keluarrr.


"Farhan tolong panggilkan dokter!!" teriak Laila.


Baru saja Farhan, hendak pergi dokter itu langsung segera datang.


"Dokter tolong segera periksa kondisi suami saya tadi alat bantu nya berbunyi dan detak jantung suami sya melemah." ucap Laila ketakutan.


Dokter itu pun, mengangguk lantas masukk kedalam ruangan Bryan.


Di luar mereka hanya bisa berdoa memohon kesembuhan untuk Bryan dan semoga dia tidak terjadi apa-apa.


Dokter itu pun, langsung keluarrr.


"Dok bagaimana kondisi suami syaa?" tanya Laila khawatir.


"Kondisi suami anda semakin buruk dekat jantung nya semakin melemahh--


Deggg!


Oke sampai sini dulu ya gaisss! Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!


Note;cerita ini ga up tiap hari.


Kira2 mimpi Laila bakalan jadi nyata ga yah?

__ADS_1


Mangatoon:ReginaAndini


*******:BininyaGojo3


__ADS_2