Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Hampir ketahuan?


__ADS_3

Siang ini laila tengah berada di dalam kamarnya seraya menikmati pemandangan siang hari di pantai itu, ia ingin sekali keluar namun, bryan tidak mengizinkan nya untuk keluar siang hari yang panas seperti sekarang.


"Ah panas sekali cuacanya, apa aku mandi saja yah? Lalu sesudah mandi langsung sholat dzuhur?." Ujar laila.


Di balik pintu kamar terlihat bryan yang tengah mengintip, dari kejauhan memerhatikan laila. Ia sebenarnya hendak masuk saat itu namun, saat laila mengatakan bahwa dirinya akan mandi bryan mengurungkan niatnya. Karna menurut nya pasti laila tidak akan membuka cadar nya di depan nya.


Jantung Bryan berdetak lebih kencang, dia tak sabar melihat Laila membuka cadar nya.


Bryan semakin mendekatkan kepala tepat di depan pintu kamarnya, agar bisa melihat laila tanpa ketahuan.


Kemudian secara perlahan Laila melepaskan kacamata nya dan cadar nya. Hanya saja posisi Laila membelakangi Bryan sehingga Bryan tidak bisa melihat wajah istri nya secara langsung.


"Ayo lah berbalik Laila!! Berbalik! Aku ingin melihat wajah mu!." Batin Bryan penuh harap.


Tanpa di sadari Bryan pun, semakin mendekatkan kepala nya ke arah pintu. tanpa melihat pintu di depan nya Bryan trus saja memajukan kepala nya lantaran ia sangat penasaran dengan wajah Laila.


Bugghh!


Kepala nya tidak sengaja menabrak pintu membuat nya meringis kesakitan, dan disitu pula pintu pun terbuka membuat Laila kaget dan langsung menutupi wajahnya agar tidak terlihat oleh Bryan.


"Astaghfirullah mas Bryan kenapa kamu mengendap ngendap seperti itu seperti seorang pencuri saja." Ucap Laila menatap Bryan yang terduduk tepat di ambang pintu kamar.


"Aku bukan pencuri, maaf kalau aku mengagetkan mu." Jwab nya polos.


"Tidak masalah, kenapa kamu tadi tidak langsung masuk saja mas? kenapa harus mengendap-endap apakah ada yang salah dengan ku?." Tanya Laila dirinya terheran heran saat menatap Bryan yang seperti nya sengaja mengintip nya dari balik pintu kamarnya.

__ADS_1


"Tidak ada yang salah dari kamu, mungkin kamu cuma salah liat mana mungkin aku mengendap-endap ke kamar lagi pula aku bisa langsung masuk begitu saja kan? tidak perlu mengendap-endap seperti pencuri." Ucap Bryan berbohong.


"Wahh mas kamu berbohong, orang tadi aku sendiri yang melihat nya bahwa kamu itu lagi ngintip ngintip, ngintip siapa si? kenapa ga langsung masuk aja? yng ada di kamar juga cuma aku." Ujar Laila terus memojokkan bryan.


"Aku tidak bohong kok." Jawab Bryan berbohong ia tak berani berkata jujur sebab diri nya malu.


"Mana mungkin, kenapa kamu bisa jatuh tadi tepat di depan pintu masuk kamar? pdahal kan pintu kamarnya tadi aku tutup kok bisa kamu jatuh? ga mungkin banget kan kalau kamu di dorong angin." Cetus Laila ia masih terus saja memojokkan Bryan karena ia tau Bryan tadi tengah mengintip dirinya saat ia tengah melepaskan cadar nya.


"Iyah tadi aku di dorong angin seperti nya." Ucap Bryan bercanda di iringi tawa kecil, membuat Laila semakin kesal.


"Ah sudah lah mas kamu tidak mau jujur aku malas berbicara dengan mu!."Cetus Laila lalu pergi mengambil baju dan langsung masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan diri nya.


"Huffft hampir aja ketahuan." Batin Bryan.


"Tapi tadi itu kesempatan langkah kenapa gue ga langsung masuk aja gitu! lagian kan gue suami laila, laila juga ga akan keberatan kalau gue langsung masuk! argh bodoh bngtt gue! pake acara ngintip ngintip pan segala tadi harusnya langsung masuk aja! biar langsung liat wajah laila!."Gerutu nya ia kesal pada dirinya sendiri kenapa tadi ia tak langsung masuk begitu saja agar bisa melihat wajah laila.


Laila pun, keluar dari dalam kamar mandi. begitu keluar dari dalam kamar mandi Bryan langsung terpikat saat melihatnya. aroma parfum Laila yang menyelimuti dirinya membuat nya begitu terpikat.


Bryan pun, menghampiri Laila yang tengah duduk di depan meja rias nya. ia pun, meletakkan dagu nya tepat di atas kepala Laila membuat jantung Laila berdetak tak karuan saat Bryan menyandarkan dagu nya tepat di atas kepala nya.


"Mas apa aku boleh keluar setelah aku sholat dzuhur nanti?." Tanya Laila ia ingin keluar sedari tadi namun, Bryan selalu menyuruh nya untuk tetap di dalam kamar karna cuaca sedang panas.


"Ini masih siang Laila dan cuaca di luar juga masih begitu panas aku tidak mau kamu sampai sakit nanti nya." Gumam Bryan berbohong ia tak ingin membiarkan Laila pergi karna sekarang ia ingin menikmati waktu nya berdua dengan Laila.


"Kamu terlalu lebay mas, lagi pula cuaca juga sudah mulai tidak panass aku ingin menemui kanaya setelah sholat apa boleh?." Tanya Laila sekali lagi.

__ADS_1


"Tidak." Jwab Bryan singkat membuat Laila terheran-heran mendapatkan jawaban dari Bryan itu.


"Waittt! kenapa tidak boleh? aku hanya akan menemui kanaya di lantai bawah pasti dia lagi sendirian di sana kasihan mas." Ujar laila ia terkekeh ingin turun kebawah untuk menemui kanaya.


Bryan pun, menurunkan dagu nya dari pucuk kepala laila. lalu berjalan mendekati ranjang dan Bryan pun, duduk di tepi ranjang tersebut seraya memandangi Laila yang masih terheran-heran di meja rias ny.


"Sudah lah tenang saja kanaya tidak akan kesepian karena dia tengah di temani oleh farhan di bawah." Gumam Bryan santai.


"Aku tidak mau tau! aku ingin turun kebawah dan aku ingin kepantai setelah sholat dzuhur!." Tegas Laila terkekeh lalu ia pun, pergi melenggang ke dalam kamar mandi untuk mengambil air wudhu.


Setelah selesai melaksanakan sholat dzuhur Laila pun, duduk di tepi ranjang.


"Ayolah mas sekarang saja kita ke pantai nya! lagi pula cuaca nya juga sudah tidak terlalu panas." Ujar Laila merengek agar Bryan mengizinkan nya untuk pergi ke pantai.


"Aku takut kamu sakit, karena cuaca panas ini tidak baik untuk kesehatan." Ucap Bryan terkekeh.


"Kamu terlalu lebay mas! aku baik baik saja! kamu jangan terlalu lebay seperti itu mas!."Cetus Laila.


"Bukan aku yang lebay tapi memang aku takut kamu sakit Laila, aku tidak mau melihat mu sakit paham?." Ucap Bryan ia pun, mengelus lembut pucuk kepala Laila.


"Ayo lah mas! aku bosan! kalau tidak kita turun kebawah deh! kita temui kanaya dan farhan yang tengah di lantai bawah! bagaimana?."Ujar Laila ia sedari tadi merengek namun, Bryan enggan untuk menanggapi nya.


"Nanti sore saja laila." Saran Bryan namun, Laila menggeleng kan kepala nya tanda bahwa ia tak mau di tunda.


Oke sampe sini dulu ya gaisss! Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!

__ADS_1


Note:Cerita ini ga up tiap hari!


Mangatoon:ReginaAndini//Wajah dibalik cadar


__ADS_2