Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Reuni


__ADS_3

"Mas?" panggil Laila kepada Bryan yang tengah duduk di balkon kamar mereka.


"Iyah kenapa sayangku?" jawab Bryan yang mendengar Laila memanggilnya.


"Hari ini aku mau pergi ke acara reuni sama temen SMA aku dulu, boleh nggak mas? Soalnya semuanya pasti datang apakah aku juga boleh?" tanya Laila berjalan mendekat ke arah Bryan.


"Bersama Kanaya juga?" Laila mengangguk mendengar ucap Bryan "Iyah Naya juga ikut karnakan Naya sahabat aku dari SMP." ucap Laila.


"Boleh deh kalo Kanaya ikut, aku cuma takut nantinya disana kamu digoda sama temen SMA kamu." pekik Bryan.


"Mana mungkin ada yang begitu, lagi pula tidak ada yang menyukaiku kok." ucap Laila dengan nada jenaka.


"Itu katamu tapi hati orang tidak ada yang tahu bisa saja ada temen kamu yang nantinya suka sama kamu." cetus Bryan dirinya sedikit khawatir jika Laila akan pergi reuni seperti ini.


Laila tertawa kecil saat mendengar ucapan Bryan, dan perubahan ekspresi wajahnya.


"Kamu terlalu khawatir Mas, lagipula aku tidak secantik itu sampai-sampai teman-temanku pada suka." pekik Laila matanya sedikit menyipit menandakan bahwa wanita itu tersenyum dari balik cadar nya.


"Kamu merendah, banyak orang yang suka padamu kamu saja yang tidak pernah sadar." celoteh Bryan dengan raut wajah datar yang ia tampakan saat ini.


"Kalau saja aku tidak dijodohkan denganmu mungkin, sekarang aku sudah dikejar banyak pria Mas." ucap Laila mencoba lebih memancing Bryan agar Bryan merasa panas saat mendengar ucapannya.


Bryan memutar bola matanya saat mendengar ucapan Laila, sungguh Laila menyebalkan.


"Kamu sombong tapi memang benar sii, aku beruntung bisa menjadi suami mu dan aku juga beruntung memiliki mu." lirih Bryan memeluk tubuh Laila dari samping.


Laila yang melihat itu, hanya diam dirinya pun mengelus rambut Bryan dengan lembut.


Siang pun, berganti menjadi malam Laila tengah berada di depan meja rias nya.


Dirinya tengah menyiapkan diri untuk pergi ke acara reuni, sambil menunggu Kanaya dirinya terlebih dahulu memakai beberapa polesan make up di wajahnya.


Walaupun dirinya menggunakan cadar, Laila tetap memakai make up jika ada acara seperti ini walaupun tidak terlalu terlihat karna dirinya memakai cadar.


"Jangan cantik-cantik nanti banyak yang suka." tegur Bryan tak suka melihat istrinya yang begitu cantik tengah duduk di meja rias.


Sebenarnya walaupun Laila tidak memakai make up, wajahnya tetap cantik.


"Kamu ini terlalu posesif Mas, aku hanya memakainya tipis-tipis kok." jawab Laila dengan tatapan yang masih fokus kearah kaca meja rias nya.


"Hm, padahal kamu sudah cantik tapi tetap memakai make up." pekik Bryan yang tengah duduk diatas ranjangnya sembari memperhatikan Laila.

__ADS_1


"Terima kasih, tapi aku memakai make up juga tipis-tipis Mas kamu tidak perlu khawatir." ucap Laila.


Setelah selesai Laila langsung memakai kembali cadarnya, Bryan yang melihat itu langsung terpesona.


Laila memakai gamis berwarna hitam dengan kerudung pasmina hitam dan kacamata anti radiasinya.


Membuatnya terlihat semakin cantik, walaupun tertutup oleh cadar nya namun aura kecantikannya begitu memancar.


"Tuh kan jadi cantik banget, aku jadi takut deh temen-temen kamu nantinya pada suka sama kamu." ucap Bryan dengan raut wajah yang terlihat lesu.


Laila tertawa kecil mendengar ucapan suaminya, "Kamu berlebihan mas."


"Mas, Kanaya sudah ada diluar aku berangkat yah.. Assalamu'alaikum." ucap Laila berpamitan setelah melihat notif dari ponselnya.


Dirinya menyalimi Bryan lalu pergi keluar dari kamar, Laila mulai menuruni anak tangga satu persatu.


"Eh, sayang kamu mau kemana?" panggil Umi Fatimah yang melihat menantunya hendak pergi itu.


Laila yang mendengar itu pun, memberhentikan langkahnya lalu berjalan menghampiri Umi Fatimah.


"Laila mau pergi ke acara reuni Umi, Laila pamit yah karna Kanaya sudah menunggu diluar." ucap Laila langsung berpamitan dan menyalimi Umi terlebih dahulu.


Laila berjalan kearah mobil Kanaya, "Naya maaf lama yah."


"Santai aja, kamu cantik banget aku selalu insecure liat kamu." ucap Kanaya yang melihat penampilan Laila.


"Terima kasih, kamu cantik kamu tidak perlu insecure karna semua perempuan itu cantik nay."


Kanaya pun, tersenyum mendengar ucapan Laila dirinya pun mulai melajukan mobilnya.


Keduanya sampai di sebuah gedung mewah dengan hiasan, yang sangat amat megah.


Keduanya pun, berjalan memasuki gedung tersebut.


Laila dan Kanaya berjalan beriringan, Laila dibuat kagum oleh pemandangan gedung ini.


Brukk!!


Laila tidak sengaja menyenggol seseorang yang tengah memainkan ponselnya itu.


Ponsel itu terjatuh Laila berniat mengambilnya namun, tanpa sengaja tangan Laila dan tangan pria itu bersentuhan membuat Laila reflek menarik tangannya.

__ADS_1


"Maafkan saya, saya tidak sengaja." ucap Laila menunduk dengan perasaan bersalah.


"Tidak masalah ini juga salah saya." jawabnya, mendengar itu Laila langsung mengangkat pandangan nya.


"Ka-kamu Laila kan?" tanya pria itu dirinya seperti mengenali betul Laila.


"Iyah saya Laila, anda siapa yah?" tanya Laila kembali pada pria itu, Laila tidak mengenal dirinya namun kenapa pria itu mengenalnya.


"Aku Galen orang yang suka jailin kamu waktu SMA." ucap pria itu dengan raut wajah yang begitu senang disertai senyum lebar yang terukir di bibirnya.


"Ka-kamu Galen Anggara?" tanya Laila tak percaya.


Pria bernama Galen itu mengangguk, "Kamu apa kabar? Aku sudah lama tidak mendengar kabarmu Laila?"


"Alhamdulillah aku baik," jawab Laila.


"Sudah lama kita tidak bertemu terakhir bertemu saat promnight kelulusan, kamu juga tidak banyak berubah masih cantik banget." ucap Galen.


"Terima kasih, aku kaget waktu tau kamu Galen kamu berubah drastis yah."


Galen tertawa kecil mendengar ucapan Laila.


"Ekhemm, Laila doang yang disapa gue kagak gitu?" cetus Kanaya seraya melirik sinis kearah Galen.


"Eh, mak Lampir apa kabar? Sehat kan? Masih galak aja lho padahal udah lama ga ketemu." ucap Galen seraya tertawa kecil.


Galen memang sejak SMA memanggil Kanaya dengan sebutan mak Lampir, karna menurut Galen Kanaya itu garang dan hobinya marah-marah.


"Mak Lampir matamu, orang secantik gue dipanggil mak lampir." pekik Kanaya.


"Yaelah becanda doang marah-marah mulu dah baru ketemu juga, gak kangen gitu lo ke gue?" tanya Galen bergurau.


"Nggak, ngapain gue kangen sama orang kayak lo udah nyebelin suka gangguin orang gajelas lagi." cetus Kanaya dengan tatapan sinis.


"Udah-udah jangan ribut dong kitakan baru ketemu lagi, kok udah ribut aja si?" ucap Laila melerai perdebatan antara Kanaya dengan Galen.


Jika tidak di lerai itu bisa memanjang dan tidak akan selesai dengan cepat.


"Dia yang mulai duluan, baru ketemu udah ngeselin aja." cetus Kanaya.


Oke sampai sini dulu yah gais Terima kasih sudah membaca cerita buatanku!

__ADS_1


__ADS_2