Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Bryan bimbang?


__ADS_3

Setelah selesai menjalankan ibadah sholat subuh laila pun, hendak turun kebawah untuk menyiapkan sarapan yang akan ia santap dengan yang lain nya pagi ini. Saat ia hendak membuka kan pintu, tiba tiba bryan langsung menahan lengan nya.. itu membuat laila seketika menoleh ke arah nya dengan perasaan yang sangat binggung...


"Ada apa mas?." Tanya laila seraya melepaskan tangan bryan dari lengan nya...


"Kamu mau kemana hmm?."Tanya balik bryan..


"Yah aku mau ke bawah mau siapin sarapan." Jwab laila.


"Buatin aku bekal untuk ku bawah ke kantor boleh?." Tanya bryan saat mendengar ucapan bryan itu laila Seketika menatap tak percaya dengan apa yang bryan ucapkan barusan...


"Eum? ka-kamu kenapa mau di buatin bekal? tumben? biasa nya kmu kalau pergi ke kantor pun, ga pernah bawa bekal ataupun yang lain nya kok tiba tiba sekarang minta bekal? kayk ada yang aneh nih." Celetuk laila ia pun, mendekat ke arah bryan lalu menyentuh dahi nya...


"Hm ga panas berarti ga sakit." Sambung nya dengan tangan yang masih berada di dahi bryan, saat mendapat perlakuan itu dari laila ntah kenapa bryan merasa sangat nyaman dengan perlakuan laila sekarang ini... Ia mencoba untuk mengendalikan detak jantung nya, agar laila tidak tahu bahwa sekarang ia tengah di buat salting oleh keadaan...


"Astaghfirullah laila aku ga sakit cuma minta di buatin bekal doang memang nya aneh yah?." Tanya bryan...


"Eum ga aneh sih cuma ga biasa nya kamu kayak gini mas biasanya pagi pagi gini kamu udah marah marah." Cetus laila..


"Bosen aku marah marah mulu jadi mau ga kamu siapin bekal makan siang buat aku?." Tanya bryan serius..


"Boleh mau bekal makan siang apa?."


"Apa aja yang penting enak." Ujar bryan lalu mengelus lembut kepala laila...


"Yaudah aku ke bawah dulu." Ucap laila lantas ia pun, turun ke bawah....


Waktu sudah menunjukkan pukul 12:45 bryan pun, tengah menyelesaikan pekerjaan nya di bantu dengan farhan, yang tadinya hendak mengajak nya ke restauran namun, bryan menolak nya karena ia sudah di siapkan bekal untuk laila....


"Huhh akhirnya selesai juga." Ucap bryan seraya meregangkan tubuh tubuh nya yang mulai kaku....


"Widih tumben hari ini lo kerja keras banget biasa nya kagak." Gurau farhan seraya menepuk pelan pundak bryan...


"Lah gue mah emang rajin ga kayak lo setengah setengah." Sinis bryan..


Ia pun, mengeluarkan bekal yang sudah laila siapkan untuknya... ia pun menaruh bekal itu di atas meja kantornya...

__ADS_1


"Wihh enak banget lo di bawa bekel lah gue kagak bagi dong." Ucap farhan..


"Celamitan lo jadi orang yaudh ambil." Cetus bryan..


Mereka berdua pun, menyantap makanan itu bersama.... bryan pun, sangat terkesan karena laila bisa masak lebih enak dari pada makanan yang ada di restoran restoran di luar sana...


"Alhamdulillah kenyanggg." Ucap farhan seraya memegang perutnya...


"Iyalah orang lo makan nya banyak gatau diri banget bukan nya harusnya kalau minta dikit aja lah ini banyak." Sinis bryan tak rela karena farhan tadi makan sangat banyak...


"Hehe ya maap habisnya makanan nya enak bener btw sape yang buat nya?." Tanya farhan..


"Laila." Jwab bryan...


"Hah?." Farhan pun kaget karena setau nya sahabat nya itu sangat tidak suka pada Laila kenapa sekarang ia, mendadak menyukai nya?.


"Wait? kok lo bisa nerima bekal makanan ini? Laila yang nyuruh bawa atau lo yang minta?." Tanya farhan penasaran...


"Gue emang kenapa?." Sahut bryan santai..


"Atau jangan jangan lo udah mulai cinta sama laila?." Sambung nya...


"Jujur gue bimbang sama perasaan gue sekarang." Ucap bryan menunduk...


"Bimbang kenapa?." Tanya farhan penasaran..


"Ya gue bingung sama perasaan gue di sisi lain gue nyaman kalau di deket laila, tapi di sisi lain juga gue juga nyaman sama dinda karena dinda bisa menjaga penampilan nya dia cantik dan seksi! sedangkan laila? dia hanya memberikan ku ke nyamanan saja." Ucap bryan dengan nada lesu...


"Gue lebih setuju kalau lo ama laila sih karena wanita kayak laila itu sekarang udah jarang jadi jangan sampe lo nyesel terus lo malah pilih dinda.." Ujar farhan meyakinkan bryan agar bryan tetap bersama laila bukan bersama dengan dinda karena ia tau dinda hanya cinta akan kekayaan yang bryan punya sekrang.


"Iyah gue tau yang gue takutin cuma 1 takut kalau wajah asli laila itu ga cantik." Cetus bryan...


"Woy! brengsek! lo belum liat wajah laila kan? kenapa lo udah mikir gitu!." Marah farhan...


"Karna di dalam kamar pun, dia selalu memakai cadar bahkan, saat tidur pun dia tetap memakai cadar..." Ucap bryan

__ADS_1


"Menurut gue bukan karena jelek mungkin karena sedari kecil laila sudah di ajar kan memakai cadar dan kayaknya dia itu malu kalau gapake cadar... bukan malu karena jelek malu karena tidak terbiasa." Jelas farhan...


"Iyah seriusan?." Tanya bryan..


"Iyah lah karena wanita bercadar itu kebanyakan yah cantik cantik cuma mungkin sekarang belum saat nya lo ngeliat wajah laila tunggu aja akan ada waktu nya lo tau secantik apa wajah dia klau gue sih udah bisa nebak kalau dia cantik karena saat pertama kali gue ngeliat dia aura dia itu kayak model." Ujar farhan...


"Sumpah gue binggung bangett mau milih siapa dinda atau laila?." Tanya nya..


"Laila lah dinda mah apaan." cetus farhan


Saat farhan mengoceh, tidak jelas bryan pun hanya melamun memikir kan kejadian semalam yang benar benar tidak terduga di situ ia tidak bisa mengendalikan diri nya sama sekali tapi di situ juga ia bisa merasakan. kenyamanan ia harap kenyamanan itu tidak hanya sesaat tapi selama nya....


Farhan yang melihat, bryan melamun ia pun langsung membuyarkan lamunan nya dengan cara ia teriak tepat di kuping bryan... membuat bryan sontak kaget dan jatuh dari kursi nya..


"Bryan stresstttt!!!." Teriak nya tepat di kuping nya...


Brukkkk!! bryan pun terjatuh dari kursi yang tengah ia duduki ia, pun meringis kesakitan...


"Kamprett biar apa lo begitu sakit woy!." Teriak nya seraya mencoba berdiri... dan duduk kembali.


"Sape suruh ngelamun orang lagi cerita panjang lebar bukan nya di dengerin malah ngelamun!." Sinis farhan.


"Ngelamunin apa sih lo?." Sambung nya...


"Gue mikirin kejadian semalem." Jawabnya singkat...


"Emang tadi malem kenapa? lo berantem ama laila?." Tanya farhan penasaran...


"Kagak gue ga berantem ama dia malahan tadi malem ntah kenapa gue tiba tiba romantis dan manis ke dia sampe tidur aja kita saling nyender gitu." Jelas bryan..


"Wah seriusan lo? jangan becanda! wahh udah ada roman roman cinta nieh." Goda farhan...


oke sampai sini dulu yah di next part judul nya "Pelukan bryan." Terima kasih!!


Note:Cerita ini ga up tiap hari oke? maaf kalau ada kata2 yang kurang ataupun typo...

__ADS_1


__ADS_2