
Angin malam berhembus kenceng di sertai cuaca yang mencengkram, malam ini begitu gelap gulita.
Lantaran cuaca mendung menerpa wilayah itu, Laila menutup jendela kamarnya sebelum pergi ke ranjangnya lantaran takut hujan nantinya.
Laila melihat suasana diluar yang sangat amat gelap biasanya, jam segini sedang ramai-ramainya dipantai banyak sejoli yang nongkrong untuk menikmati suasana malam dipantai.
Tapi hari ini terasa begitu dingin dan sangat amat sepi.
Rintik hujan mulai membasahi wilayah itu, Laila bergegas menutup jendela kamarnya takut cipratan air hujan masuk kedalam kamarnya.
"Ah suasana yang sangat amat sepi dan begitu mencengkram seperti didalam cerita horor saat cuaca seperti ini biasanya hantu-hantunya akan muncul." gumam Laila ia mengingat sebuah cerita horor yang sering ia baca di media sosial.
"Biasanya saat ini jika tidak hujan banyak pasangan-pasangan diluar sana yang tengah menikmati suasana ini namun, sekarang hujan jadi terasa amat sepi."sambungnya.
Laila pun, berjalan menuju ranjangnya dan duduk di pinggir ranjang itu sembari membaca buku novel yang terletak di meja sebelahnya.
Dretttttt
Terdengar suara pintu yang tengah dibuka oleh Bryan, Bryan pun berjalan masuk seraya membawa secangkir kopi panas.
Ia pun berjalan kearah Laila yang sedang membaca buku novelnya, disamping ranjang. Bryan pun meletakkan kopinya disamping meja disebelah lalu mendekat kearah Laila.
"Sayang kamu sedang apa?" tanya Bryan memulai basa-basinya.
Laila menatap sinis Bryan bisa-bisanya dia tidak tahu, apa yang sedang Laila lakukan sekarang padahal terlihat sangat jelas bahwa Laila tengah membaca sebuah novel.
"Kamu tuhh aku sedang membaca novel masa gitu aja gatau lagiankan kamu liat aku lagi pegang novel terus dari tadi aku lagi baca novel masa masih nanyaa." ucap Laila mengoceh kesal.
"Ya maaf kamu sensitif sekali aku kan cuma nanya." jawab Bryan.
"Seterah kamu dehh aku malas debat denganmu mas." cetus Laila beralih kembali ke buku novelnya.
"Kamu serius sekali? Memangnya ceritanya seru yah?" tanya Bryan melihat Laila yang tengah serius membaca buku novelnya.
"Huffttt." Laila menghela nafas terlebih dahulu sebelum menjawab pertanyaan dari Bryan.
"Kalau tidak seru ngapain aku baca mas Bryan! Kamu ini membuatku kesal sajaa," celetuk Laila ia kesal sedari tadi Bryan selalu menanyakan hal-hal yang sudah jelas jawabannya.
"Dih kamu ini dari tadi kenapa sih? Marah-marah terus?" tanya Bryan heran.
Laila diam malas menjawab pertanyaan dari Bryan yang sangat amat menyebalkan.
__ADS_1
"Aku buat salah lagi yah? Sampe kamu marah-marah terus gitu?" tanya Bryan dengan wajah memelas.
"Aduh, udah deh mas kamu tuh dari tadi ngomong terus ih berisik tau." cetus Laila kesal lantaran sedari tadi Bryan terus saja mengoceh tidak jelas.
Bryan menggeleng kepalanya tak mengerti, dengan sikap Laila saat ini.
Ia pun, mengambil ponsel yang berada di atas ranjang, lantas membuka akun sosial medianya di setiap postingan banyak sekali pasangan suami istri yang mengunggah foto bersama keluarga kecilnya.
Mata Bryan terus tertuju pada anak, kecil yang tengah di gendong itu ia pun ingin seperti itu.
Ia pun langsung menunjukkan gambar itu pada Laila yang sedang, membaca novelnya.
"Sayang liat deh mereka lucu bukan? Apalagi anak kecil itu kapan kita seperti itu? Mempunyai malaikat kecil," tanya Bryan menunjukkan foto itu pada Laila.
Degghh!
Jantung Laila pun, langsung berdetak kencang lantaran Bryan menanyakan soal itu padanya.
"Nanti jika Allah sudah mempercayakannya pada kita." jawab Laila lantas kembali fokus pada buku novelnya kembali.
"Kalau sekarang saja buatnya bagaimana?" ajak Bryan.
Jantung Laila kembali berdetak kencang saat Bryan mengatakan hal itu, ia langsung menutup buku novel miliknya lalu beralih menatap kearah Bryan.
"Lho kenapa tidak bisa? Bukankah lebih cepat itu akan lebih baik yah?" tanya Bryan heran di dalam benaknya tersimpan kata bahwa Laila sebenarnya tidak mauu.
"Atau jangan-jangan kamu tidak mau yah? Punya anak dariku," sambungnya sembari menundukkan kepalanya.
Laila melihat raut wajah Bryan, yang tampak sedih lantaran dirinya mengatakan bahwa tidak bisa.
"Tidak bukan seperti itu memang jika saat ini aku tidak bisa mas." ucap Laila mencoba menenangkan.
"Tapi kenapa?"
"Aku sedang datang bulan mas nanti jika sudah selesai baru aku bisaa." ucap Laila dengan nada serius.
"Memangnya jika sedang datang bulan tidak boleh yah?" tanya Bryan dirinya heran sekaligus tidak paham.
"Tentu saja tidak." jawab Laila singkat.
"Jadi kapan kamu selesainya?" tanya Bryan ia sudah tidak sabar menunggunya.
__ADS_1
"Sekitar seminggu lagi mungkin."
"Lama sekalii mana kuat aku menahannya sampai selama ituu." ucap Bryan dengan nada lesu.
"Ya kamu harus kuatt dong masa gitu aja gabisa sihh." sindir Laila.
"Iyadeh, pantas saja kamu dari tadi marah-marah terus taunya lagi datang bulan." cetus Bryan
"Lagian kamu juga salah mas orang aku lagi badmood kamu malah ngomong terus dari tadi kan aku jadinya kesel." ucap Laila diiringi tatapan sinis nya.
"Gara-gara datang bulan aku jadi tidak dapat jatah malam ini." cetus Bryan kesal lantaran rencana malam ini gagal lantaran Laila sedang bulan.
"Ujian itu namanya mas." jawab Laila diiringi suara tawa yang mulai terdengar dari mulutnya.
"Tapi harusnya ujiannya jangan gini dong kan kita mau proses bikin baby tapi malah gini huh menyebalkan." ucap Bryan terus mengomel tidak jelas.
Laila yang mendengar ocehan Bryan yang tanpa, henti itu hanya tertawa ngakak.
"Terus mau ujiannya kaya kemarin?" tanya Laila seraya mengangkat sebelah alisnya.
"Oh tidak jangan, aku sangat tidak mau ujian yang seperti itu cukup kemarin saja ujian seperti itu untuk saat ini dan seterusnya aku harap tidak ada ujian yang seperti itu lagi karna sangat mengujiku sekali." ucap Bryan panjang lebar hanya dibalas senyum sinis dari Laila.
"Iyah tidak mau ujian yang kemarin karna kamu bimbang ingin pilih siapa aku atau dinda kan?" goda Laila.
"Dih aku tidak akan memilih dinda ko aku pastinya akan milih kamuu." ucapnya dengan wajah serius.
"Iyahdeh kalau debat soal gini aku mengalah saja." cetus nya.
"Kalau sekarang kamu lagi datang bulan terus sekarang kita ngapain dong?" tanya Bryan memikirkan sesuatu.
"Yah tidur lagi pula ini sudah malah terus mau ngapain lagi dong," jawab Laila singkat.
"Tapi aku belum mengantuk." sergah Bryan.
"Yasudah tapi aku sudah mengantuk kalau begitu aku mau tidur saja, kalau kamu terserah karna kamu bilang kamu kan belum mengantuk." ucap Laila lalu membaringkan tubuhnya diatas ranjang.
Oke sampe sini dulu yah gais! Terima kasih sudah membaca cerita buatanku!
Note:cerita ini ga up tiap hari!
Mangatoon:ReginaAndini
__ADS_1
*******:@BininyaGojo3