
Pagi ini Laila sudah berada di dapur untuk membuat sarapan seraya bersenandung sembari, memotong beberapa sayuran dan berbagai macam ikan yang akan dimasak.
Bryan turun dari atas tangga seraya mengucek-ucek matanya tanda bahwa dirinya baru saja bangun.
Ia melihat dari kejauhan istri tercintanya yang tengah asik bersenandung sembari memotong beberapa sayuran, Laila tidak sadar bahwa Bryan sekarang ada tepat di belakang dirinya.
"Dorrr." teriak Bryan dari belakang sontak membuat Laila terkejut bahkan pisau yang tadinya berasal di genggaman tangannya kini terlempar.
Laila menarik nafas dalam-dalam sebelum mengucapkan sesuatu ia berusaha menenangkan dirinya terlebih dahulu, "Astaghfirullah, mas Bryan!"
"Kamu ini apa-apaansi kenapa kamu mengagetkanku? kamu liat bukan aku tengah memasak? kenapa kamu malah mengagetkanku hah?"marah Laila matanya kini mulai memanas saat mengatakan itu ia tak habis pikir kenapa Bryan melakukan itu, Bryan sangat terkejut terhadap respon Laila.
Ia pun langsung menunduk dirinya merasa bersalah saat melakukan hal itu, harusnya dirinya tidak melakukan hal itu agar Laila tidak marah padanya.
" Maaf sayang aku tidak bermaksud apa-apa tolong maafkan aku."ucap Bryan merasa bersalah karna sudah melakukan hal seperti itu.
Laila menghembuskan nafas berat, "baiklah tapi lain kali kamu jangan melakukan hal seperti itu lagi karna aku tidak suka di kejutkan seperti tadi."
"Siap, laksanakan." Bryan meletakkan tangannya di samping alisnya tanda bahwa dirinya memberi hormat.
"kamu sedang memasak apa?" tanya Bryan mulai mengalihkan pembicaraan agar tidak terlalu canggung.
"aku hanya akan membuat beberapa masakan saja karna kita hanya tinggal berempat dirumah ini, umi dan abah seperti belum bangun jadi yasudah aku siapkan saja agar saat mereka bangun sarapannya sudah tersedia di meja makan."
Bryan hanya mengangguk mendengar ucapan Laila, dirinya pun kini pergi berlalu dari dapur ia pun kini berada di ruang tamu untuk menonton televisi karna dirinya bosan.
Ia pun menarik nafas dalam, "huuu, tidak seru sekali pagi-pagi aku sudah kena omelan Laila padahal kan aku hanya mengejutkannya saja kenapa dia begitu marah? gadis aneh." ucapnya seraya menonton acara televisi.
Beberapa jam berlalu kini, waktu pun sudah menjelang siang hari Laila tengah asik bersantai sembari menonton acara televisi kesukaannya dengan ditemani beberapa cemilan.
Bryan yang baru saja dari halaman belakang, kini mendekat kearah Laila yang tengah asik menonton televisi dirinya pun langsung duduk disamping Laila.
"Kamu sedang apa?" tanya Bryan memulai basa-basi.
"Memangnya kamu tidak lihat aku sedang apa mas?" mata Laila kini sedikit melirik kearah Bryan yang duduk di sebelahnya.
"Ouh, sedang makan cemilan sambil nonton TV." ucap Bryan.
__ADS_1
Laila pun, hanya diam tak menjawab ia saat ini sedang malas meladeni Bryan yang sangat menyebalkan itu.
Bryan yang melihat Laila acuh tak acuh pun, sangat gemas ingin sekali dirinya memeluk mesra istrinya itu.
Tiba-tiba melintas di pikiran Bryan, sebuah ide untuk menjahili istrinya yang tengah asik pada cemilan dan televisi.
Bryan pun, mulai melancarkan aksinya ia langsung mengambil cemilan yang ada ditangan Laila begitu pun beberapa cemilan yang terletak di samping sofanya.
Laila pun, sangat terkejut saat cemilan milik dirinya diambil paksa oleh Bryan.
Bryan pun langsung berlari agar tidak bisa ditangkap oleh Laila, dirinya tersenyum puas karna berhasil mendapatkan cemilan milik Laila.
"Mas Bryan, kembalikan cemilan punyaku!"teriak Laila dirinya pun langsung beranjak dari duduknya dan menatap Bryan yang tengah berada disudut ruangan sembari membawa cemilan milik dirinya.
Bryan pun, mulai mengeluarkan wajah-wajah konyolnya tanda mengejek Laila.
"Kamu mau cemilan ini? harus lewati aku dulu." ucap Bryan sembari tersenyum penuh kemenangan saat melihat istrinya mengerutkan keningnya.
Laila yang tak mau kalah, ia pun langsung mengejar Bryan agar bisa mendapatkan kembali cemilan milik dirinya.
"Mas Bryan! kembalikan." teriak Laila sembari terus berlari mengelilingi ruangan rumah.
"Kalau kamu mau kamu harus bisa mendapatkanku terlebih dahulu baru cemilannya aku kembalikan." ucap Bryan dirinya terus berlari kencang agar tidak terkejar oleh istrinya dirinya baru tau bahwa Laila juga punya skill lari cepet.
"Wahh aku baru tau kamu punya skill lari cepat dari mana kamu belajar?" tanya Bryan sembari tersenyum kearah Laila.
Laila tak memperdulikan pertanyaan dari Bryan, dirinya hanya berfokus untuk mendapatkan kembali cemilan miliknya.
Abah dan Umi sepertinya sedang tidur, jadi keduanya tidak tahu bahwa anak-anaknya sedang bermain kejar-kejaran dilantai bawah.
"M-mas cepat kembalikan." ucap Laila dirinya kini berhenti sejenak mengatur nafasnya yang sudah tidak terkendali.
Bryan yang melihat Laila berhenti, ia pun juga langsung berhenti karna nafasnya yang memburu dan susah untuk diatur.
"Wahh cepat juga yah kamu lari, aku hampir kalah." ucapnya dari kejauhan.
Bryan pun, memutuskan untuk mengalah dan memberikan kembali cemilan milik Laila karna dirinya sudah tidak kuat untuk berlari lagi.
__ADS_1
"Nih aku kembalikan deh." ucap Bryan sembari mengembalikan cemilan yang tadi berada ditangannya.
Laila pun, langsung menerimanya dan meletakan terlebih dahulu cemilan itu.
Laila pun, berjalan mendekat kearah Bryan yang masih sibuk mengatur nafasnya.
"Wahh kamu sudah mulai menyebalkan yah mas." ucap Laila dirinya mencubit pinggang suaminya lantaran kesal, Bryan pun langsung meringis saat mendapatkan cubitan dari istrinya.
"Aduhh, sakit sayang kenapa kamu mencubitku?" tanya Bryan
"Masih mending aku hanya mencubitmu mas, lain kali jika kamu seperti ini lagi kamu harus tidur diluar selama 1bulan full kamu tidak boleh tidur bersamaku." Ancaman itu keluar dari mulut Laila.
Bryan pun, langsung merinding saat mendengar ancaman dari istrinya tidak lagi-lagi deh dirinya melakukan hal seperti itu dari pada harus tidur diluar.
"Ancamannya ngeri ih, kenapa harus itu sih ancamannya emang ngga ada yang lain gitu?" tanya Bryan memastikan.
"Tidak ada." jawab Laila singkat dirinya kini berlalu meninggalkan Bryan dan mulai kembali menonton acara televisi kesukaannya.
"Mas acara kesukaanku jadi terlewat kamu harus mendapatkan hukuman."
"hukuman apa itu?" tanya Bryan.
"Kamu tidak boleh memelukku selama satu minggu full." ucap Laila sembari menonton acara televisi.
Bryan menelan ludah kasar, dirinya sangat tidak suka pada hukuman ini.
"Tolong jangan itu dong mana bisa aku tidak memelukmu sehari saja aku tidak memelukmu aku bisa mati." ucapnya melebih-lebihkan.
Laila hanya menggelengkan kepalanya tak habis fikir dengan ucapan Bryan yang dilontarkan padanya, dirinya pun sedikit geli saat Bryan mengatakan hal itu.
Oke sampe sini dulu yah gaiss! Terima kasih sudah membaca cerita buatanku!
note:cerita ini ga up tiap hari!
mangatoon:ReginaAndini3
*******:BininyaGojo3
__ADS_1