Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Sadar


__ADS_3

Deggh!


Bak di sambar petir di hari yang cerah, tubuh Laila seketika lemas saat mendengar ucapan dokter itu mengenai kondisi Bryan saat ini.


Begitu pun, Abah Musa dan Umi Fatimah mereka pun merasa lemas saat mengedengar ucapan dokter itu sekali gus tidak percaya.


"Dok-dokter ga bercanda kan? Suami saya baik-baik sja kan?" tnya Laila meminta supaya dokter itu menyatakan "iyh".


Dokter itu hanya diam, sembari menarik nafas panjang.


"Bu saya tidak bercanda memang saat ini kondisi suami anda melemah detak jantung nya pun sama, dan saat ini kesempatan ny untuk sembuh hny tinggal beberapa persen lagi saja." jelas dokter itu.


Laila pun, seketika tersungkur ke lantai. Ia duduk di lantai itu sembari menekuk kedua lututny lalu memeluk ny sembari menangis.


"Saya permisi dulu karna masih ada pasien yang harus sya tangani." ucap dokter itu berpamitan lalu melenggang pergi dari ruangan Bryan.


Umi dan Kanaya pun, ikut berjongkok melihat kondisi Laila.


"Umi? Mas Bryan bakal sembuh kan? Mas Bryan ga akan meninggalkan kita kan," tanya Laila seraya menangis tersedu-sedu.


Umi pun, menghapus air mata yng ada di bwah mta Laila.


"Tentu saja Bryan akan baik-baik saja karna Bryan orang yang sangat kuat kmu tenang saja." ucap Umi Fatimah meyakinkan Laila bahwa Bryan bisa sembuh.


"Laila belum siap untuk kehilangan mas Bryan Umi." sela Laila.


"Tentu saja kmu tidak akan kehilangan Bryan dalam hidup mu Bryan akan sembuh secepatnya kita hanya harus berdoa pda Allah agar Bryan di berikan kesembuhan dan kesehatan selalu." jelas Umi Fatimah seraya tersenyum.


"Nak, Laila apakah kmu ingin masuk kedalam kembali?" tnya Umi Fatimah.


"Memang nya Laila boleh masuk kedalam kembali?" tnya kembali Laila pada Umi nya.


"Tentu saja justrul kmu harus masuk lagi kedalam untuk menyemangati Bryan agar bisa pulih dan cepat sadar kembali." ucap Umi Fatimah.


"Baiklah Laila akan masuk, Assalamu'alaikum." ucap Laila lalu melenggang pergi masuk kedalam ruangan Bryan.


"Assalamu'alaikum mas aku kembali." ucap Laila mendekat ke arah Bryan.

__ADS_1


Laila pun, lalu duduk di kursi yang sudah di siapkan ia pun memandang Bryan sejenak.


"Mas apa kamu tidak bosan terus berbaring seperti ini? Apa kmu tidak rindu pada ku dan yang lain nya?" tanya Laila menatap seduh Bryan.


Laila meraih tangan Bryan seraya menceritakan pertemuan nya dari awal saat bertemu dengan Bryan, Laila menceritakan itu dengan penuh air mata saat mengingat ngingat nya kembali.


"Mas apa kamu tidak ingat? saat setelah menikah lalu pulang kerumah Abah dan Umi kamu tidak sengaja memecahkan kacamata kesayangan ku? dan kmu mengambil novel ku? lalu kita saling bermain kejar-kejaran?" jelas Laila.


Air mata pun, mulai kembali berlinang. Satu air mata menetes melewati pipi Laila lalu menuju tngan Bryan.


Laila pun, meletakkan kembali tangan Bryan di ranjang nya, lalu ia pun menghapus air mata yang sedang membanjiri dirinya.


Tiba-tiba Laila kaget saat melihat tangan Bryan bergerak di ikuti matanya mulai terbuka.


"La-Laila? apa itu kamuu?" tnya Bryan sembari terus berusaha membuka mata nya.


Sontak Laila kaget saat Bryan mengatakan itu, namun diri nya juga saat senang saat melihat sang suami sudah sadar rasa bahagia nya tak dapat di bendung lagi air mata mengalir kembali.


"Ehh, mengapa kamu menangis?" tanya Bryan khawatir saat melihat Laila menangis.


Tanpa berkata-kata Laila pun langsung berdiri dan memeluk tubuh Bryan. Bryan yang melihat itu pun, membalas pelukan sang istri.


Laila pun, seketika melepaskan pelukan nya dari tubuh Bryan. ia kesal lantaran saat sakit pun, Bryan masih sempat-sempat nya menggoda diri nya.


"Mas kamu masih tetap sama tidak berubah kamu masih menyebalkan bahkan saat kmu sedang sakit pun kamu masih tetap sangat menyebalkan." cetus Laila bergedik kesal.


"Maafkan aku, aku hanya bercanda kok kamu sangat cantik walaupun mata kmu agak bengkak tentu nya." ucap Bryan.


"Mata ku bengkak juga karna mu mas, kamu sangat menyebalkan aku marah padamu." sela Laila memalingkan wajah nya kesal.


"Aduh maaf-maaf tolong jangan marah padaku." ucap nya memohon.


"Mas aku minta maaf karna aku kamu jadi seperti ini." ucap Laila.


"Oh tidak perlu minta maaf ini bukan salah mu ini salah ku karna tidak hati-hati saat mengedari mobil." jawab Bryan tak masalah karna memang ini salah nya sendiri.


"Terima kasih juga kamu sudah menangis saat aku sakit." sambung nya sembari tersenyum.

__ADS_1


"Kamu sangat aneh mas, kenapa kamu berterima kasih seperti itu padahal itu sangat wajar saat aku menangisi mu mas karna aku tidak mau kehilangan mu." jelas Laila.


"Apa kamu merindukan ku saat aku sakit?" tanya Bryan.


"Tidak biasa saja." jawab Laila berbohong.


"Wahh kamu berbohong sekali kmu sudah jelas-jelas sangat merindukan ku bahkan kmu menceritakan kisah-kisah kita dulu." goda Bryan.


Laila seketika kaget saat mendengar ucapan Bryan itu, ia tak tahu bahwa Bryan ternyata bisa mendengar ucapan nya seketika wajah Laila mulai memerah seperti kepiting rebus di sertai rasa gugup yng menyelimuti dirinya saat ini.


"Ti-tidak kok aku tidak menceritakan apapun." ucap Laila berbohong ia tetap mencoba untuk tidak gugup saat menghadapi Bryan.


"Yakin nihh?" goda Bryan kembali seketika membuat Laila kesal.


"Sudahlah aku malas padamu aku ingin keluar Assalamu'alaikum." Ucap Laila sembari melenggang keluar dari kamar Bryan dengan raut wajah kesal Bryan yang melihat itu tertawa kecil.


Laila pun, menutup pintu kamar Bryan sembari menghembus kan nafas panjang.


"Kamu kenapa Laila?" tanya Abah Musa.


"Aku baik-baik saja, aku cuma ingin memberitahu kalian bahwa mas Bryan sudah sadar." ucap Laila dengan nada yang sangat senang.


Seketika mereka yang ada disana, kaget saat mendengar itu disertai rasa Bahagia karna Bryan sudah sadar.


"Alhamdulillah." ucap mereka serentak.


"Abah dan Umi silakan masuk dulu dan temui mas Bryan pasti mas Bryan sangat merindukan Abah dan Umi." pinta Laila.


Abah dan Umi pun, mengangguk lantas mereka berdua pun masuk kedalam kamar rawat Bryan.


"Naya, aku sangat bahagia saat melihat mas Bryan sudah sadar aku sangat bersyukur dan aku sangat berterima kasih pada Allah karna ia telah mengabulkan doa ku." ucap Laila bahagia karna doa nya di kabulkan oleh sang Maha Kuasa.


"Aku juga ikut bahagia.


Oke sampe sini dulu yah gais Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!


note:cerita ini ga up tiap hari oke

__ADS_1


Mangatoon:ReginaAndini


*******:@BininyaGojo3


__ADS_2