
Allowww gaisss! maaf baru bisa up sekarang di karna kan author nya ini lagi bnyak praktek buat kelulusan jadi hampir semua cerita itu up nya lama nunggu hari libur nya author baru di up! dan Terima kasih sudah setia membaca cerita buatkan ku!!
"Mas bryan?."
Seketika Bryan langsung mengangkat pandangan nya karena mendengar namanya, di sebut oleh seseorang.
Degg!!
Betapa kagetnya Bryan saat melihat wanita di depan nya itu tengah berdiri di hadapan nya, jantung nya pun seketika berdetak kencang melihat wanita di depan nya itu.
"Laila?." Ucap Bryan mata nya membelalak masih tak percaya siapa yang berdiri tepat di hadapan nya itu.
Tanpa aba aba Bryan pun, langsung memeluk laila kedalam pelukan nya di sana pun. ia menangis memohon pada laila untuk pulang kembali bersama nya.
"La-laila aku mohon pa-pada mu pu-pulang lah bersamaku." Ucap nya sesegukan seraya memeluk erat tubuh laila, Laila yang mendapati itu hanya diam tubuh nya seketika membuka lantaran Bryan begitu erat memeluk nya.
"Mas Bryan? sedang apa kamu di sini?." Tanya laila seraya mencoba lepaskan pelukan bryan, namun tak bisa pelukan dari Bryan pun terlalu erat sehingga laila tidak bisa lepas dari nya.
"Aku di sini karena aku ingin meminta maaf kepada mu dan aku kesini pun, karena ku rindu pada mu laila." Jwab nya. Bryan pun, langsung melepaskan pelukan nya dari tubuh laila dan menghapus kasar air mata yang ada di pipinya.
Ntah kenapa saat melihat Bryan menangis, itu menurut farhan sangat lucu. karena sebelumnya ia belum pernah melihat Bryan menangis sampai sesegukan begitu.
"Ckkk bisa nangis juga nih manusia gue kira ga punya hati, karena gue ga pernah liat dia sedih atau pun nangis." Batin farhan menggeleng geleng kan kepala nya melihat tingkah Bryan yang nangis sesegukan seperti anak tk saja.
"Heii! apa maksud mu? dengan semudah itu kamu meminta maaf atas kelakuan bejat mu itu? dimana otak mu!." Bentak kanaya tapi tetap mencoba tenang namun, ntah kenapa tak bisa saat mendengar cerita laila hari itu ntah kenapa hati nya terasa begitu sakit dan saat melihat Bryan pun, ia muak dengan wajah nya.
__ADS_1
Seketika mereka bertiga pun, menoleh ke arah kanaya yang berbicara seperti itu. Kanaya yang di tatap oleh mereka hanya tersenyum kecut melihat wajah Bryan. Ia pun, langsung menarik tangan laila untuk menjauh dari Bryan.
"Apa kau tidak punya otak? beribu ribu kali pun, kau minta maaf itu tidak akan bisa mengobati luka hati laila!." Cetus Kanaya.
"Kanaya tenang lahh." Ucap Laila mencoba menenangkan sahabat nya yang sudah ber-api api saat melihat wajah Bryan itu.
"Sudah lah Laila! aku muak kau selalu di perlakukan semenah menah oleh pria yang tak berperasaan ini!." Jawab Kanaya ia pun, menatap sinis ke arah bryan.
"Kamu tidak perlu ikut campur! karena ini urusan Bryan dan Laila kamu bukan siapa siapa mereka kamu tidak perlu ikut campur!." Sergah farhan ia melawan saat mendengar sahabat nya di perlakukan seperti itu.
"Hah? bukan urusan ku? jelas ini urusan ku karena Laila adalah sahabat ku! bahkan dia lebih dari sahabat bagi ku! dia adalah saudara ku!." Celetuk Kanaya tak Terima.
"Farhan stop! lo ga perlu ikut campur! udh lo diem aja!." Cetus Bryan seraya melirik tajam ke arah farhan yang hendak melontarkan kata kata nya lagi. Farhan yang mendengar itu hanya mengangguk ia menghargai Bryan sebagai sahabat nya.
"Kanaya tolong tenang! saya akan menyelesaikan urusan saya dengan Laila jadi tolong kamu tidak perlu ikut campur!." Ucap Bryan dengan nada tegas.
"Apa maksud mu?." Tanya Bryan menatap tak paham dengan apa yang Laila ucapkan itu.
"Iyah ku rasa sepertinya cukup tidak ada yang perlu di bicara kan lagi." Sambung Laila.
"Tolong dengar kan aku dulu Laila, aku minta maaf sebesar besarnya pada mu! tolong dengar kan aku dulu aku bisa jelaskan semua nya! aku minta maaf pada mu!." Ucap Bryan berkekeh sebelum permintaan maaf nya belum di Terima ia tidak akan pernah menyerah.
"Kamu kira dengan permintaan maaf luka hati ku bisa sembuh begitu saja? aku sudah cukup sabar menghadapi kelakuan mu! tapi aku sudah tak tahan pada kelakuan mu yang selalu menduakan ku! apa itu masih pantas untuk di maafkan? ku rasa itu sudah tidak pantas! istri mana yang rela di duakan oleh suami nya?."Ujar Laila seraya mencoba untuk tetap tenang, ia pun berusaha menyeka air mata nya agar tidak keluar.
"Baiklah! aku akan akhiri hubungan ku dengan dinda mulai hari ini juga!." Jwab nya tegas ia pun, lantas mengambil ponselnya dan menelfon dinda, tak lupa ia pun menyalakan tombol speaker agar Laila dan yang ada di sana mendengar nya.
__ADS_1
"Halo dinda?."
"Halo sayang ada apa kamu nelfon? kangen yah sama aku?."Tanya nya dari dalam telfon, seketika hati Laila pun, di buat hancur berkeping-keping mendengar ucapan dari dinda di dalam telfon itu.
"Mulai hari ini kita putus!." Tegas Bryan.
"Hah? apa maksud mu?."Tanpa menjawab pertanyaan dari dinda ia pun, langsung mematikan ponsel nya itu, dan melirik lirih ke arah Laila.
"Laila tolong maafkan aku! aku sungguh sungguh minta maaf pada mu! tolong maaf kan aku!." Ucap Bryan memohon pada Laila yang hanya diam dalam seribu kata itu.
"Enak bangett yah.. pengen di maafin tapi masih belum ngerti perasaan laila, inget kan tadi laila bilang apa? ga semudah itu kamu mengatakan maaf! kamu kira hati laila itu terbuat dari baja? tidak hati laila itu bisa rapuh kapan saja, dan untuk kesekian kali nya orng yang paling sering menyakiti nya adalah kamu suami nya sendiri." Sela Kanaya ia masih belum menerima dengan semudah itu Bryan minta maaf setelah berkali kali ia menyakiti hati Laila.
"Kamu bisa diam tidak sih! kamu tidak perlu ikut ikutan!."Cetus farhan seraya menatap tajam ke arah Kanaya.
"Seterah ku! ini urusan ku! bukan urusan mu! paham!?."Ucap Kanaya dengan nada yang begitu tegas.
Laila hanya diam mematung ia bimbang, ia ingin memaafkan suaminya itu. tapi hati nya tidak bisa menerima nya begitu saja.
"Laila?."Panggil Bryan dengan nada lirih.
"Maaf mas a-aku.
Oke sampai sini dulu yah terimakasih sudah membaca cerita buatan ku!
Note:Cerita ini ga up tiap hari yah!
__ADS_1
mangatoon:ReginaAndini