Wajah Dibalik Cadar

Wajah Dibalik Cadar
Rindu


__ADS_3

"Gausah nyambung-nyambung gitu bisa gasih?" bisik Kanaya kesal pada Farhan.


"Iyah-iyah maaf deh." cetus Farhan meminta maaf dengan gaya yang tidak ikhlas.


"Ga ikhlas banget minta maaf tuh, yang ikhlas dong!" gertak Kanaya sedari tadi kesal melihat Farhan dan tingkah nya yang bermacam-macam.


Farhan yang mendengar itu hanya menggeleng kan kepalanya, ia tak tahu lagi harus menghadapi sikap Kanaya dengan cara apa lagi.


"Astagfirullah hal adzim ini tuh udah ikhlas tau Kanaya cantik MasyaAllah harus gimana lagi sih? salah mulu prasaan," celetuk Farhan menepuk dahi nya.


"Stop! kalian berdua bisa diem dulu ga sih? aku tuh lagi ngobrol ama dokter nya ehh kalian malah ribut," pekik Laila kesal sedari tadi ia sedang berbicara dengan dokter itu namun, Farhan dan Kanaya terus ribut jdi perbincangan di antara mereka tidak jelas.


Seketika keduanya pun, langsung diam tak berani mengeluarkan sepatah-kata pun.


"Saya mohon pada dokter lakukan yang terbaik untuk kesembuhan suami saya." pinta Laila. Dokter itu pun, mengangguk paham lantas berpamitan untuk menemui pasien lain nya.


Laila pun, beranjak lantas berjalan ke arah kaca tempat dimana dia bisa melihat Bryan. Terlihat Bryan yang tengah berbaring lemah dengan beberapa alat bantu pernapasan yang ada di beberapa bagian tubuh nya.


Napas Laila seketika terasa begitu sesak, saat melihat Bryan berbaring lemah air mata nya seketika pecah tak dapat menahan air mata nya lagi agar tidak keluar, ia pun menangis sedikit keras.


Sesekali dia menyalahkan diri nya sendiri karna mnurut nya ini semua, adalah salah nya jika saja Bryan tidak pergi dan diri nya tidak membalas kan dendam nya mungkin itu tidak akan terjadi.


Kanaya dan Umi Fatimah pun, yang mendengar rintihan rasa sakit yang begitu dalam mendekat ke arah Laila yang tengah terduduk di lantai dengan keadaan menunduk.


Kanaya dan Umi Fatimah pun, langsung memeluk Laila erat mereka juga ikut terisak terutama Umi Fatimah walaupun dia marah pada Bryan dirinya sangat tidak kuat melihat anak tunggal nya terbaring lemah tidak berdaya seperti itu.

__ADS_1


"Umi, Abah maafkan Laila ini semua salah Laila tolong maafkan Laila." pinta Laila memohon sembari melepaskan pelukan nya dan menatap Abah dan Umi.


"Sudahlah nak ini semua bukan kesalahan mu ini sudah takdir, takdir itu tidak bisa di rubah mungkin ini juga karna kesalahan Bryan." jelas Abah Musa mencoba menenangkan Laila agar Laila tidak menyalakan diri nya sendiri.


Laila pun, hanya diam dan terus menangis melihat kondisi Bryan yang seperti ini.


"La, masuklah ke dalam dan lihat kondisi suami mu dan beri dia semangat agar dia bisa melewati masa kritisnya." ujar Abah Musa. hatinya juga sebenarnya ikut hancur melihat keadaan putra nya yang seperti ini, namun diri nya mencoba untuk tetap tegar agar Laila tidak semakin menyalahkan diri nya dan juga sedih.


Laila pun, mengangguk lantas ia pun masuk ke dalam ruangan Bryan. Tangisan-nya seketika pecah saat melihat Bryan bernafas dengan menggunakan alat bantu.


Ia pun, berjalan mendekat ke arah Bryan dengan air mata yang masih berlinang.


Ia pun, lantas mengambil kursi yang ada di dekatnya lalu mendekat kan nya dekat ranjang Bryan. Ia pun, duduk di kursi itu sambil menyeka air mata nya.


Ia pun, langsung meraih satu tangan Bryan yang ada di dekatnya. saat memegang tangan nya Laila menangis kembali. ia sudah tidak kuat, melihat Bryan yang terkulai lemah tak berdaya.


"Assalamu'alaikum Hai Mas? kapan kamu sadar dan sembuh? Aku rindu melihat mu, aku rindu melihat senyuman mu dan aku juga rindu melihat canda tawa mu mas." ucap Laila menyeka air mata nya di balik cadar nya ia tersenyum, senyuman itu bukan tanda bahwa dia bahagia namun, ia sangat sakit tpi ia mencoba untuk tetap kuat.


Namun, tak ada respon apa pun dari Bryan. Laila sudah tak tahan dengan semua yang terjadi saat ini.


Dalam batin nya, berbicara "Kenapa tidak aku saja yang menggantikan posisi nya, aku sangat ikhlas melakukan nya asalkan dia sembuh aku sudah tak tahan melihat mu seperti ini mas" batin nya terus terisak.


Andai saja bisa di bertukar Laila pasti akan menyetujui ny. Ia tak ingin melihat Bryan seperti ini ia rela bertukar demi kesembuhan Bryan.


Namun, seperti nya itu sulit karna ini sudah takdir dan kehendak dari Allah. kali ini Laila hanya bisa pasrah dan terus berdoa memohon kesembuhan untuk suami nya.

__ADS_1


"Mas aku keluar dulu sebntar nanti aku kembali lagi, kamu jaga diri kamu baik-baik aku berharap kamu cepat sadar dan sembuhh aku mencintai mu mas." ucap Laila di telinga Bryan ia pun, lantas beranjak untuk pergi keluar.


Ia pun, berjalan ke arah Abah dan Umi nya yang tengah menatap Bryan di balik kaca.


"Abah, Umi silakan sekarang lebih baik Abah dan Umi dulu Laila menunggu di sini silakan Abah dan Umi masuk dan memberi semngat untuk mas Bryan agar mas Bryan cepat sadar dan pulih kembali seperti dulu." ujar Laila mempersilahkan kedua nya untuk masuk ke dalam.


Kedua nya pun, masuk ke dalam. Laila pun, duduk di dekat pintu kamar Bryan ia menatap kosong pandangan seketika kosong.


Kanaya dan Farhan pun, mendekat ke arah Laila yang tengah duduk.


"La? kamu lapar tidak? jika lapar biar kami yang membelikan makanan dan kamu tunggu di sini kamu juga perlu istirahat la karna beberapa hari ini kamu terlihat agak pucat," ujar Kanaya. Di angguki oleh Farhan, Pria itu menatap wajah Kanaya sembari tersenyum manis melihat Kanaya yang amat cantik di depan nya walaupun kadang dia sedikit galak dan judes sih.


"Aku sedang tidak nafsu untuk makan Nay, kamu dan Farhan sebaiknya pulang karna ini juga sudah menjelang malam hari biar aku di sini dan aku minta tolong pada mu tolong bawakan beberapa pakaian ku dan juga pakaian Abah dan Umi." pinta Laila.


"Baiklah sekarang aku akan pulang untuk mengambil pakaian tapi aku akan kesini lagi untuk menemani mu aku tidak bisa membiarkan mu disini sendirian." ujar Kanaya tersenyum, hati Farhan seketika meleleh melihat senyuman Kanaya.


"Terima kasih Nay, aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti mu aku harap kamu tidak akan berubah dan terus menjadi Kanaya yang aku kenal." ucap Laila langsung memeluk Kanaya dan Kanaya pun, membalas pelukan nya.


"Tentu sajaa aku tidak akan berubah karna aku juga cuma punya kamu Laila sebagai teman sekaligus sahabat sejatiku."


Oke sampai sini dulu yang gaiss! Terima kasih sudah membaca cerita buatan ku!


Note:Cerita ini ga up tiap hari.


Minta saran nih! setuju ga Kanaya sama Farhan? setuju boleh komen.

__ADS_1


Mangatoon:ReginaAndini


*******:BininyaGojo3


__ADS_2