
Harap bijak dalam membaca setiap kata karna ini ngandung unsur 18+
Hari sudah menjelang sore, matahari pun secara perlahan mulai terbenam dan mulai menunjukkan waktu malam hari.
Adzan magrib pun, sudah berkumandang ingin sekali Laila melaksanakan kewajibannya untuk sholat namun ia tamunya tengah datang ia pun jadi tidak bisa melaksanakan sholat sementara waktu.
Laila pun, memutuskan untuk membaca novelnya sembari bersholawat tanpa di sadari waktu pun cepat berlalu.
Bryan yang baru saja pulang dari mushola, langsung masuk ke kamarnya ia melihat sang istri tengah bersholawat dengan suara yang amat merdu dan indah dirinya pun langsung mendekat kearah sang istri yang matanya tengah terpejam itu.
"Assalamu'alaikum sayang aku pulang." bisiknya di telinga Laila.
Laila yang mendengar suara bisikan yang lembut itu lantas, membuka matanya perlahan terlihat Bryan yang masih mengenakan baju koko dan sarung begitu pun peci yang masih tersimpan di kepalanya.
"Waalaikumsalam." jawab Laila ia pun langsung mencium punggung tangan suaminya dengan amat lembut.
"Kamu dari tadi sudah pulang? atau baru saja sampai?" tanya Laila.
"Aku baru saja sampai." jawabnya sembari tersenyum.
Laila pun, mengangguk paham dirinya pun langsung menyimpan buku novelnya di tepi ranjangnya.
"E-ee a-anu Laila.." ucap Bryan gugup.
"Kenapa mas? ada yang mau kamu bicarakan padaku?" tanya Laila heran ia mendengar nada Bryan yang sangat gugup.
"A-aku hari ini sangat lelah bisakah kamu bantu memijatku?" tanya Bryan ia mencoba memberanikan diri.
"Ouh itu yang tadi mau kamu katakan, tentu saja tapi sebaiknya ganti dulu bajumu mas." ujar Laila.
Bryan pun, mengangguk dirinya segera beranjak untuk mengganti pakaiannya.
Setelah selesai Bryan pun langsung duduk di atas ranjangnya, terlihat Laila yang tengah duduk sembari menunggu dirinya.
"Kamu mau posisi kamu duduk atau sembari berbaring?" tanya Laila.
"Aku akan berbaring saja." jawabnya lalu ia pun segera membaringkan dirinya.
__ADS_1
Kini Laila pun, mulai memijit tubuh Bryan dengan lembut Bryan merasakan tangan Laila yang amat lembut mulai memijit tubuhnya.
"Yaampun Laila pijitanmu ini sangat enak sekali alangkah bagusnya jika setiap malam kamu memijitku pasti setiap pagi tubuhku akan menjadi bugar." ucap Bryan Laila yang mendengar itu tersipu malu namun dirinya tidak gampang terpengaruh oleh rayuan Bryan itu.
"Dih orang pijitan aku biasa aja ko kamu aja yang lebay mas." jawab Laila.
"Aku tidak lebay Laila memang ini sangat enak sekali dan sentuhan tanganmu itu sangat amat lembut." ucap Bryan dirinya memang tidak bohong pijitan Laila sangat memabukkan bagi dirinya terlebih sentuhan lembut dari tangan Laila membuat dirinya seakan akan melayang.
Laila hanya diam, ia malas menjawab pertanyaan dari Bryan dirinya hanya terus fokus memijit tubuh Bryan.
Setelah cukup lama akhirnya Laila pun, selesai memijit Bryan. Bryan pun langsung bangkit dari berbaringnya lantas menatap kearah Laila dengan tatapan sangat amat bahagia.
"Terimakasih istriku kau sudah mau memijit tubuhku hari ini dan aku ingin kamu memijit tubuhku setiap malam okeh?" ujar Bryan.
"Iyah sama-sama mas sudah selesai kan? apa aku boleh tidur sekarang?" tanya Laila.
"Tunggu apakah kamu tidak mau meminta imbalan dariku?" tanya Bryan.
"Imbalan apa?" jawabnya bingung.
"Ah aku tidak perlu apapun karna itu sudah kewajibanku untuk melayanimu dengan sepenuh hati."Ucapnya Laila.
"Hadiah apa itu?" tanya Laila penasaran.
Bryan pun, sengaja diam agar membuat Laila semakin penasaran aman hadiah yang akan dirinya berikan padanya.
"Mas kenapa kamu diam? apa yang kamu pikirkan?" tanya Laila penasaran.
"Bisakah kamu lepas cadarmu?" tanya kembali Bryan pada Laila.
"Untuk apa?" jawabnya ia sangat penasaran mengapa Bryan menyuruhnya untuk melepaskan cadarnya.
Bryan tak menjawab dirinya mendekat kearah Laila, membuat tubuh Laila seketika menegang.
Bryan pun membantu melepaskan cadar sang istri namun, Laila hanya diam tak berkutik dirinya tidak berani melakukan apapun saat ini.
Begitu cadar itu terbuka Bryan langsung terpesona oleh kecantikan Laila, yang tiada banding dari siapapun. kecantikan sang istri yang memukau membuatnya begitu terpesona mulai dari alis, mata, bibir dan dagu dan yang lainnya sangat amat sempurna dan tampak begitu indah.
__ADS_1
Bryan langsung menarik Laila kepelukannya lalu, mulai mencium kening Laila dengan takzim dan lembut Laila langsung membeku mendapat perlakuan amat lembut dari sang suami.
"Laila istriku tolong maafkan kesalahanku selama ini yang sudah sering menyakitimu."ucapnya dengan nada lirih.
Laila pun, hanya mengangguk mulutnya tak bisa mengatakan sepatah-patah pun saat ini karna perlakuan yang sangat amat lembut dari Bryan.
"Laila pejamkan matamu." ucap Bryan dengan nada lembut Laila pun mengangguk lantas menuruti apa yang Bryan ucapkan padanya.
Laila merasakan kecupan hangat dari bibir suaminya, dirinya semakin tegang dan dibuat tidak karuan di situasi saat ini. karena memang baru kali ini Laila merasakan hal seperti ini.
Laila pun, langsung membuka matanya Bryan yang melihat Laila membuka matanya pun mulai menghentikan kecupan hangatnya pada bibir sang istri.
Lalu ia pun beralih menatap Laila dengan amat lekat dan penuh perasaan.
"Mass... " panggil Laila dengan nada lirih.
"Tidak usah takut pejamkan saja kedua matamu." bisik Bryan dengan suara lembut.
Laila pun patuh pada ucapan sang suami, dirinya langsung memejamkan kedua matanya. Bryan pun langsung mencium kembali bibir sang istri dirinya dengan lembut ******* bibir sang istri.
Laila pun memeluk tubuh Bryan dengan, sangat amat erat baru kali ini dirinya merasakan hal seperti ini detak jantung nya terus berdetak kencang dirinya dibuat tidak karuan saat ini.
"Kamu baru pertama kali ciuman yah? aku sampai bisa mendengar suara detak jantungmu."goda Bryan dirinya sangat dibuat puas kali ini, sensasi ciumannya dengan sang istri menimbulkan efek candu, namun Bryan sadar bahwa Laila sebelumnya tidak pernah merasakan sentuhan yang ia berikan saat ini.
Bryan pun, langsung melepaskan pelukannya dari tubuh Laila dirinya tak mau membuat Laila takut karena Laila sebelumnya tidak pernah bersentuhan denganya.
Laila langsung saja berbalik badan dirinya sangat malu ini, adalah pengalaman pertamanya benar-benar membuat dirinya tak berani berkutik saat ini.
"Hayo gimana nih yang udah ngerasain ciuman pertamanya?" goda Bryan dengan nada lirih.
Laila hanya diam dirinya sngat malu untuk menjawabnya saat ini, Bryan yang tau Laila tengah menahan malu langsung mendekat kearah Laila kedua tanganya pun di letakan di bahu Laila.
"Sudahlah tidak perlu malu nantinya kamu akan terbiasa hanya saja ini ciuman pertamamu jadi wajar kamu masih malu-malu begitu mungkin lain kali kamu tidak sungkan memintanya padaku." goda Bryan.
Oke sampe sini dulu yah gais! Terima kasih sudah membaca cerita buatanku!
note:cerita ini ga up tiap hari!
__ADS_1
mangatoon:ReginaAndi