
π»H 4 P P Y R 3 4 D I N Gπ»
πΉβ¨πβ¨πΉ
Sore hari Nick baru menyelesaikan kerjaan nya di kantor dan ia bergegas ke restoran bersama kedua sahabat nya.
Setelah menempuh 15 menit perjalanan ke restoran kini mereka telah tiba.
Mereka mencari kursi seperti biasa paling pojok, karena lebih nyaman.
Tanpa ketiga pria itu sadari di tempat yang sama Ara berada di sana bersama Johan, Yanto dan Yudha. Mereka juga sedang makan.
"Kak, aku mau makan ini apa boleh?" tunjuk Ara dengan wajah memelas penuh harap.
"No Ara, cari yang lain itu gak sehat untuk kesehatan Ara," tolak Yanto tegas.
"Tap-"
"Cari yang lain Ara jangan yang ini, lihat masih banyak menu makanan di sini," ucap cepat Yanto memotong perkataan Ara.
"Kakak gak asyik, sebal deh," Ara membanting kedua kaki dengan wajah di tengkuk.
πππ
"Nick, Al, coba lihat deh itu seperti Ara benar, bukan?" tunjuk Geri melihat ke arah seseorang yang di kenal.
Tapi hal yang membuat nya binggung bertanya-tanya sosok perempuan yang di kenal di kelilingi pria berjas rapi dan lebih tua dari nya.
Mendengar hal itu seperti tertarik atau dorongan Nick menoleh mengikuti arahan Geri yang mengatakan melihat Ara.
Mata nya tertuju lekat pada seorang wanita yang terlihat cemberut. Seketika ia sadar pada keberadaan ketiga pria berjas di dekat Ara, satu adalah kakak dari sahabat nya Alex dan kedua pria lagi adalah pemilik perusahaan yang kini sedang ia jalani kerja sama.
Dan kini ia sadar akan satu hal saat di mansion pria yang menjemput Ara dan ia juga tau sekarang Ara adalah keluarga dari Y. A Smith Group.
"Itu Kak Johan, gue kesana bentar," ucap Alex beranjak bangun dari kursi.
"Kak Johan," sapa Alex telah tiba di samping kakaknya.
"Al kau di sini, dengan siapa?" Johan tampak terkejut melihat adiknya di sini.
__ADS_1
"Iya, aku lagi makan sama teman-teman di sini," jawab Alex lalu melihat kedua pria di samping kakak nya dan juga Ara adik teman dari sahabat nya.
"Ya sudah ajak saja mereka kesini kita makan bersama, kalian gak keberatan kan?" Johan menatap Yanto dan Yudha meminta persetujuan.
"Tidak masalah, Ara gimana?" kini mata Yanto tertuju pada sang adik karena ia tidak ingin adiknya tidak nyaman.
"Tidak Kak, aku gak masalah," jawab Ara.
"Yah sudah kalau gitu aku panggil teman ku dulu."
Ara tidak tau maksud dari Alex kedua teman nya itu siapa. Pikir nya kedua teman yang lain bukan kedua pria yang selalu berada di dekatnya seperti biasa di kampus.
"Kita pindah meja saja, Kak Johan ajak kita gabung sama mereka kalian gak keberatan, kan?" tanya Alex menunggu tanggapan kedua sahabat nya.
"Hmmm," Nick menanggapi dengan berdehem.
Berbeda dengan Geri ia malah senang karena sejak tadi melihat Ara di kelilingi ketiga pria membuat nya penasaran bertanya-tanya, mungkin di kesempatan ini ia akan bertanya tanpa membiarkan pertanyaan ini mengangguk otak nya terus.
"Ayo, gue udah gak sabar," semangat Geri lalu bangkit cepat.
πππ
Sampai saat ini ia masih takut pada Nick pria yang menghukum nya hingga jatuh pingsan, meski setelah itu Nick tidak lagi berkata kasar atau lainnya menyakiti perasaan, tetap saja ia takut.
"Ara sayang kamu kenapa? apa makanan nya tidak enak? atau mau di ganti saja dengan yang lain, katakan pada kakak jangan di paksa makan kalau tidak suka, kakak tidak ingin adik kakak memaksa apa yang tidak disukai," ucap Yanto sangat mengkhawatirkan Ara sejak kedatangan Nick dkk terus diam makanan nya juga tidak di makan hanya dilihat.
"Emangnya boleh aku ganti?" tanya Ara.
"Boleh dong sayang, emangnya siapa yang boleh larang adik kakak menganti makanan yang tidak disukai?"
"Makasih kak, baiklah sekarang aku akan memilih menu baru," semangat Ara tersenyum mulai mencari menu yang enak.
Tanpa ia sadari dengan kata makanan ia tidak takut dan wajahnya mulai terlihat ceria kembali.
"Apa Ara ini yang Kakak ceritakan sama kita?" Alex kini membuka suara sejak tadi diam menembak-nebak, hingga memutuskan bertanya.
"Iya Ara inilah yang Kakak ceritakan, gimana manis bukan?" mata Johan terus tertuju menatap Ara, ia bahagia melihat Ara tersenyum.
"Ya, Ara manis. Dan mereka apa kedua kakaknya?" tanyanya lagi memandang Yanto dan Yudha bergantian.
__ADS_1
"Seperti yang kau duga mereka kedua kakak Ara."
30 menit sudah mereka menghabiskan waktu bersama di restoran.
Yanto dan Yudha sedikit kaget mengetahui ketiga pria yang duduk bergabung dengan mereka adalah kakak semester adiknya.
Bahkan mereka baru tau sekarang, Nick adalah kakak dari sahabat adiknya. Dan tentu mereka tidak lupa Nick adalah CEO di perusahaan nya sendiri yang kini sedang menjalani kerja sama dengan mereka.
"Senang bertemu dengan Pak Nick. Saya titip adik saya di kampus tolong jagain," ucap Yanto berjabat tangan dengan Nick.
"Iya Pak, tak perlu seperti ini kita lagi di luar kantor jadi Bapak bisa memanggil saya Nick saja," sopan Nick entah kenapa ia ingin lebih akrab dengan kedua kakak Ara.
"Baiklah kalau seperti itu kau juga tak perlu memanggil saya Pak jika di luar kantor, panggil saja seperti Ara memanggil kami," kata Yanto.
"Terima kasih."
Setelah berpamitan Ara dan ketiga pria tampan pelindung Ara meninggalkan restoran.
"Nick dunia benar-benar sempit ya, pantas saja Ara sangat manja ternyata karena ini mereka begitu menyayangi Ara tanpa memberi sedikit Ara mengeluh," ucap Geri tidak henti merasa wah dengan apa yang di ketahui hari ini.
"Hmmm, sangat sempit," sahut Nick lalu berlalu pergi.
"Al gimana, senang bukan punya adik gemes seperti Ara?" Geri berjalan cepat mengejar Alex.
"Tentu, karena ternyata Ara itu yang selalu di ceritakan Kak Johan pada kita. Mama dan Papa dari dulu ingin bertemu Ara karena kita sangat penasaran dengan wanita bernama Ara yang di ceritakan Kak Johan. Dan semua berada di luar ekspetasi Ara lebih dari yang di ceritakan kakak. Aku sangat puas karena aku sudah tau Ara wanita seperti apa," jawab Alex mengingat pertemuan nya dengan Ara.
"Lalu apa rencana lo berikut nya?"
"Lindungi Ara selama di kampus."
"Wah, gercep lo, gue juga bakal bantuin."
Nick hanya diam mendengar obrolan kedua sahabat nya tanpa ikut menimpali. Entah kenapa itu membuatnya tak suka dengan topik-topik obrolan mereka.
"Apa mereka suka sama Ara kenapa terus membahas namanya seperti tidak ada nama lain saja," ucap Nick dalam hati kesal mendengar kedua pria tidak henti membicarakan Ara. Hingga rasanya ia ingin membungkam mulut mereka saat ini.
...Bα΄Κsα΄α΄Κα΄Ι΄Ι’......
...β¨____________ πΌπΌ_______________β¨...
__ADS_1