Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 37: Kabar baik


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


keesokan hari, pagi-pagi Ara masih setia memejamkan mata, semalaman Nick begitu ganas menggempur nya tanpa memberi kesempatan untuk Ara istirahat.


Nick tersenyum melihat Ara. Ia sadar sudah membuat Ara kewalahan semalaman, tapi setiap ingin menghentikan selalu saja tidak bisa.


Ara seperti makanan lezat yang tidak bisa di sia-siakan.


"Sayang, bangun sudah pagi, ayo sarapan nanti bisa sakit kalau telat makan," dengan lembut Nick mengelus pipi Ara membangun istri nya.


"Hmmm," Ara berdeham dan malah menggeser posisi menyamping mencari tempat ternyata.


"Astaga sayang, ini sudah pagi ayo, cepat bangun atau kita lakukan lagi," ancam Nick dan Rini seketika bangun mendengar ancaman lagi.


Sungguh hal itu paling membuat Ara takut. Ia lelah, karena Nick tidak pernah puas melakukan.


Tubuh nya sudah lemas pun, Nick masih saja kuat.


"Bie jahat, aku kan masih ngantuk, tau... aku lelah," cemberut Ara ingin kembali tidur tapi tidak berani.


"Maaf, tapi sekarang makan dulu ya, nanti sakit kalau di tunda," lembut Nick perhatian, merasa lucu dengan tingkah Ara.


"25 meniti lagi, aku janji langsung makan," mohon Ara masih ingin kembali tidur.


Nick tersenyum menggeleng kepala, ia tidak tega melihat wanita tercintanya memohon seperti ini.


"Tidur lah, 25 menit tidak lebih," mengalah Nick dan memperingati Ara..


"Ya," singkat Ara tidak membuang kesempatan langsung tidur.


Ara tidak ingin Nick berubah pikiran lagi jika ia lebih banyak menanggapi, maka dari itu Ara memilih menjatuhkan diri di ranjang dan memejamkan mata.


Nick tidak pergi dari kasur, ia memilih duduk di samping Ara dan mengelus pucuk rambutnya dengan lembut.


"Aku sangat mencintai mu Ara, bahkan sangat. Sedetik jauh darimu rasanya sangat

__ADS_1


berat. Kamu separuh hidup ku sayang, tak ada dirimu aku merasa hidup ku ada yang ku kurang," batin Nick penuh cinta menatap Ara, tidak ada yang berkurang selama 5 tahun berpisah dari Ara.


Perasaan nya bahkan makin besar. Ara begitu pengaruh di hatinya. Di saat semua mengatakan membuka hati untuk wanita lain, ia malah menutup pintu hati dan memperdalam cinta pada Ara.


Dering ponsel menyadarkan nya dari lamunan, Nick meraih ponsel di meja dan segera beranjak pergi menjauh dari ranjang, ia masuk ke kamar mandi mengangkat ponsel.


Nick tidak ingin Ara mendengar percakapan nya dengan orang di sebrang sana.


πŸ“ž:"Katakan apa kau sudah menemukan pria tua itu?" dingin Nick penuh kebencian pada orang yang di minta mencari keberadaan nya.


πŸ“ž:"Sudah Tuan, apa yang harus kami lakukan padanya sekarang?" tanya orang di sebrang sana yang di percayai Nick mencari.


πŸ“ž:"Tetap jaga pria tua itu. Siksa dia jangan kau beri dia makan apapun. Saya akan kembali besok," ucap Nick tidak sabar menyiksa pria itu, karena sudah berani memisahkan nya dengan Ara bahkan menyiksa memberi banyak luka, hingga menjual pada pria hidung belang.


Pria itu tidak seharusnya ada di dunia. Jika ada tidak harus menjadi orang tua. Pria itu benar-benar tidak cocok.


πŸ“ž:"Baik Tuan, laksanakan perintah," patuh nya pada perintah Nick.


πŸ“ž:"Hmmm."


Nick langsung mematikan sambungan telepon sepihak. Ia menarik nafas panjang, rasanya sedikit puas semua masalah dari akar ketakutan Ara dapat ia bereskan.


Kebahagiaan Ara adalah prioritas utama nya. Jadi apapun yang membuat kebahagiaan itu hilang dan menggantikan dengan kesedihan, ia tidak segan membalas berkali-kali lipat.


"Tidak akan aku biarkan siapapun itu membuat mu bersedih, wajahmu itu hanya ada senyuman kebahagiaan," ucap Nick berjanji.


Dia pun segera keluar dari kamar mandi dan mematikan shower terlebih dahulu yang sengaja tadi ia hidup kan agar percakapan nya tidak dengar dari luar.


Dan ternyata keberadaan nya di dalam kamar mandi sudah begitu lama. Waktu yang di berikan pada Ara pun sudah lebih 2 menit.


"Sayang, bangun waktu mu sudah habis. Bahkan lebih 2 menit, jangan sampai aku melakukan sekarang," ancam Nick tidak lupa dengan kecupan di bibir Ara singkat.


"Hmmm," dengan sangat malas, mengumpulkan nyawa yang belum terkumpul penuh Ara bangun.


"Pintar, kemari lah akan ku antar ke kamar mandi. Bersih-bersih dulu baru makan," Nick langsung menggendong Ara membawa ke kamar mandi.


Ara tidak mengatakan apapun membiarkan Nick melakukan, ia hanya melingkari kedua tangan di leher Nick, menyandarkan kepala di dada bidang Nick.

__ADS_1


Nick tersenyum, Ara tidak pernah melawan apapun yang di katakan, itulah yang membuat nya semakin sayang.


Nick menyalahkan keran dan mengisi air di bathtub. Sambil menunggu penuh, ia memandang wajah cantik Ara di gendongannya.


"Sangat cantik," batin Nick mengagumimu kecantikan sang istri.


Cup.


Satu kecupan mendarat sempurna di bibir Ara, mendapat serangan dadakan Ara membuka mata dan Nick tersenyum, kedua saling pandang.


"Bie, aku kaget tau," ucap Ara sebal.


"Maaf, habis kamu sangat cantik. Sayang dong di anggurin," jawab Nick santai.


"Makasih, kamu juga tampan bie," senyum Ara mendapat pujian, sebalnya pun hilang seketika.


"Manisnya, sekarang cepat mandi. Aku akan menyiapkan makan," Nick menurunkan Ara dan pergi.


"Oke," sahut Ara tidak membuang waktu ia segera membersihkan diri.


Setelah keluar Nick segera memesan makanan lewat aplikasi di ponsel nya. Ia bisa saja memasak untuk Ara, tapi waktu tidak cukup, ia tidak mau membuat Ara menunggu yang ada sakit jika telat makan.


Tidak menunggu lama, makan yang di pesan pun tiba.


Sambil menunggu Ara belum keluar dari kamar, Nick mengeluarkan ponsel menghubungi seseorang di sebrang sana.


πŸ“ž:"Tumben Kak Nick telpon, ada apa?" penasaran Nila di sebrang sana yang di hubungi Nick.


πŸ“ž:"Kenapa? tidak suka kakak telpon? padahal kakak telpon ingin memberitahu kabar yang kakak yakin membuat kau dan semua bahagia, tapi melihat respon pun mu seperti ini tidak jadi, kakak akan mati kam sambungan telpon nya saja," santai Nick, tapi di sebrang sana sudah mengeluarkan suara cempreng nya menghentikan Nick.


πŸ“ž:"Kakak! jangan mempermainkan ku seperti ini. Kau tau setelah mengatakan hal itu, kau membuat jiwa kepo ku meronta-ronta. Cepat katakan kabar baik apa yang membuat ku dan semua bahagia? apa kau jatuh cinta lagi pada wanita lain dan melupakan Ara? jika benar seperti itu, kau sangat jahat sebulan lebih tidak kembali dan sekarang menghubungi ku memberi kabar yang tidak ku suka. Aku bukan tidak bahagia mendengar kabar ini. Hanya saja, aku masih yakin Ara masih hidup," kesal Nila marah-marah pada Nick berpikir tidak-tidak tanpa mendengar apa yang akan di katakan nya.


πŸ“ž:"Bicara apa kau bodoh! kau pikir aku pria tidak berpegang pendirian? aku sangat setia pada Ara. Mati pun cinta ku tidak akan berubah. Jadi stop mengatakan yang tidak-tidak, bersih kan otak kotor mu itu jika ingin bertemu Ara. Aku tidak ingin Ara ku terpengaruh menjadi seperti mu," tidak terima Nick balik memarahi sang adik bodoh dan juga sangat cerewet itu.


πŸ“ž:"Apa... apa... aku tidak salah dengarkan ini? kakak menyebut nama Ara? apa kakak sudah menemukan Ara? kenapa baru kasih tau? dimana Ara sekarang? berikan ponselnya aku ingin bicara, aku sangat merindukan nya," cerocos Nila tanpa henti, ia sangat bahagia sekarang mendengar kabar Ara telah di temukan dan sekarang bersama Nick.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2