Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 21: No Kampus Ke Kantor Saja


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Pagi-pagi Ara sudah rapi akan berangkat ke kampus, hari ini tidak ada jadwal kelas pagi hanya saja Ara ingin mengerjakan tugas di kampus perpustakaan.


Ara masih ngambek sama kakak-kakaknya yang tidak menuruti keinginan, ini bukan hal pertama lagi yang di ingin kan untuk jalan-jalan di tolak, tapi sudah berulang-ulang.


Bahkan alasan yang di katakan Kakak nya berikan selalu sama.


"Ara sayang kemari lah duduk makan," ajak Yanto melihat kedatangan Ara menuruni anak tangga.


"Iya Kak," sahut Ara menjatuhkan bokong di samping kursi Yanto.


"Apa hari ini ada jadwal kuliah pagi sayang?" tanya Yudha memandang Ara yang kini telah duduk di kursi nya.


Ara menggeleng kepala.


"Tidak ada Kak."


"Lalu kenapa ke kampus sepagi ini jika tidak ada kuliah? emangnya mau ngapain di kampus?" Yudha menatap penuh selidik bingung jika tidak ada kelas kenapa adiknya harus masuk kuliah.


"Kerja tugas Kak. Gapapa kan aku ke kampus?" ucap Ara meminta izin.


"No Ara, Kakak tidak ingin ambil resiko jika kamu kenapa-napa. Jika Ara ingin kerja tugas bisa di mansion tidak perlu kemana-mana dan di sana tidak ada yang ngawasin Ara gimana kalau ada sesuatu terjadi pada Ara?" tolak Yudha tegas tidak mengizinkan. Ia sangat khawatir pada Ara.


"Kakak, aku janji bakal jaga diri sendiri, gak bakal kenapa-napa. Please ijinin aku ke kampus. Aku gak bisa kerja di sini, aku butuh banyak refrensi untuk tugas ku dan semua ada di perpustakaan kampus. Dan sore ini harus di kumpul kan, mau ya, aku gak mau program ulang kak, aku mau lulus tepat waktu," mohon Ara dengan wajah memelas penuh harap.


"Ya sudah jika seperti itu," pasrah Yudha yang tidak bisa melihat wajah sang adik seperti itu.


Dan seketika Ara bersorak senang seperti mendapatkan hadiah yang mewah.


"Tapi, kerja di kantor kakak di sana banyak buku referensi seperti yang Ara katakan," sambung nya lagi dan senyuman bahagia lenyap begitu saja dari wajah Ara yang kini berubah cemberut.


"Aku maunya di kampus kenapa harus di kantor Kakak?" protes Ara tidak terima.


"Kenapa? di kantor jauh lebih banyak buku dan Kakak yakin tugas Ara bisa lebih cepat selesai."


"Sudah, habiskan makan kalian. Setelah ini kita langsung ke kantor," lerai Yanto menengahi obrolan mereka dan fokus pada makan.


Tidak ada obrolan lagi, Ara makan dengan lahap karena ia tidak pernah marah dengan semua keputusan kakak-kakaknya.


Kekesalan hanya sesaat tidaknya lama, ia pun tidak pernah mendendam pada siapa.

__ADS_1


"Kak, apa kantor Kakak besar?" tanya Ara yang selama ini memang tidak tau seperti apa kantor tempat kakak nya kerja.


"Tidak, kecil. Ara tidak apa-apakan?" jawab Yanto.


"Tidak apa-apa, emang kenapa kalau kecil? lagian aku tidak pernah keberatan asalkan kakak dapat banyak uang dari kantor kakak," ucap Ara tersenyum kecil.


"Ya baby. Uang Kakak sudah sangat banyak, jadi Ara mau apa katakan saja, Kakak akan belikan untuk Ara," sahut Yanto ikut tersenyum ia bahagia jika adiknya bahagia.


"Wah benarkah itu? aku mau banyak cemilan boleh?"


"No."


"No."


"No."


Serentak ketiga pria tersebut menolak permintaan Ara.


"Menyebalkan. Tadi kata nya bisa sekarang gak bisa," sebal Ara merubah masam melihat ketiga pria di dekatnya begitu kompak.


"Yang satu ini tidak akan kita turuti jadi yang lain," kata Yanto.


Dia bisa menuruti apapun keinginan Ara, asalkan bukan sesuatu yang membuat nyawa adiknya terancam.


"Baiklah aku mengerti," paham Ara kembali lanjut makan makanan nya.


"Jadi apa yang ingin Ara minta?" tanya Yudha melihat sang adik diam tidak kembali mengatakan keinginan nya.


"Tidak, tidak ada yang ku ingin kan," jawab Ara.


"Ya sudah tidak apa-apa. Nanti jika ada yang di inginkan katakan pada kakak," sahut Yudha.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Di tempat lain, dengan tumpukan dokumen di atas meja sudah seperti tinggi nya gunung, siapa saja yang melihat merasa pusing dan sakit kepala.


Hari ini Nick tidak memiliki jadwal ke kampus, ia akan menyelesaikan kerjaan nya. Dan pagi ini jam 10 ia akan ke kantor Yanto kakak dari kekasihnya untuk pertemuan membahas kerja sama mereka.


Nick juga sempat berpikir sejenak untuk mengatakan pada kakak-kakak Ara jika ia ingin serius membawa Ara ke jenjang selanjutnya.


Dia sadar cinta cintanya pada Ara begitu besar, bahkan semenjak menetapkan hati pada Ara, tidak sekalipun ia mengganggap hubungan nya akan terjalin diam di tempat karena ia sudah memikirkan semua dari jauh hari saat menyatakan cinta pada wanita yang berhasil meluluhkan hatinya.


"Pak, sudah waktunya kita ke kantor Y.A Smith Group," ucap sekretaris Nick berdiri di samping nya.

__ADS_1


"Baiklah apa semua sudah lengkap? Saya tidak mau sampai ada sedikit cela yang membuat nama perusahaan malu," Nick memperingati dengan tegas karena ia tidak mau terlihat tidak berguna di depan calon kakak iparnya.


"Iya Pak semua sudah lengkap, saya sudah memeriksa berulang kali," ucap nya menyakinkan sebab memang seperti itu. Ia terus mengecek ulang, atasannya terus mengingatnya dengan perkataan yang sama hingga ia bosan tetapi tetap melakukan seperti yang di inginkan.


"Hmmm, kita berangkat sekarang," Nick bangkit dari kursi kebesaran nya berjalan lebih dulu.


Dalam perjalanan, Nick memainkan ponsel melihat jadwal kuliah yang terlihat jelas tertera dalam ponsel semua kegiatan Ara.


Tidak berselang lama mobil yang membawa Nick tiba di depan gedung besar. Dan Nick segera keluar dengan gaya cool seperti biasa tidak ada senyuman, bahkan itu yang membuat kaum hawa histeris melihat Nick.


Namun tidak dengan Nick ia sudah terbiasa dengan semua ini, ia terus berjalan hingga seseorang menghampiri nya.


"Dengan Bapak Nick?" tanya seseorang yang sejak tadi sudah menunggu kedatangan klien nya.


"Hmmm," sahutnya Nick dengan berdehem.


"Mari ikut saya, Pak Yudha sudah menunggu di atas," ajak wanita tersebut sekretaris Yudha.


"Iya mari silakan," ucap sekretaris Nick yang ambil bicara karena atasannya selalu seperti ini.


"Silakan masuk," ucap sekretaris Yudha sopan mempersilahkan klien nya untuk segera masuk.


Tanpa berkata lagi, mempersingkat waktu Nick dan sekretaris nya langsung masuk.


Nick sedikit kaget saat masuk melihat seorang gadis tampak fokus dengan banyak buku di meja, tangan kecil begitu lincah mengotak-atik papan keyboard.


Bahkan kedatangan nya saja tidak di sadari, padangan nya begitu tajam pada yang di kerjakan saat ini.


"Kak tangan nya ku pegal jika terus mengetik seperti ini? kenapa dosen terus memberi tugas? ini benar-benar membosankan," keluh Ara dengan wajah cemberut menidurkan kepala di atas meja dengan banyak tumpukan buku dari perpustakaan kantor kakak nya.


"Sudah tidak perlu di kerjakan lagi, nanti biar Kakak yang kerjakan. Ara istirahat saja," sahut Yudha tidak tega melihat adiknya lelah terus mengeluh.


"Makasih Kak, aku sayang Kak Yudha," senyum senang Ara bangkit dan mencium pipi kakaknya.


"Iya Kakak juga sayang Ara," balas Yudha mencium kening adiknya yang menjadi kekuatan hingga ia bisa berada di titik seperti ini sekarang.


Kedua orang tersebut masih belum menyadari jika ada empat mata terus memperhatikan kasih sayang mereka yang begitu mesra.


Nick tersenyum kecil melihat sikap manja sang kekasih pada kakaknya. Dan senyuman Nick seketika membuat satu alis sekretaris nya terangkat karena bingung dengan yang menimpa atasannya.


"Ada apa dengan Pak Nick. Apa dia gila tersenyum tanpa sebab?" pikir wanita tersebut bertanya-tanya tanpa mengatakan apa yang di ucapkan dalam hati.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......

__ADS_1


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2