Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Promo Novel: Sahabatku Sendiri Duri Rumah Tanggaku


__ADS_3


Hay readers jangan lupa mampir ya, novel terbaru author 😇🙏


Dua tahun sudah umur pernikahan Alana dan Shem. Kedua memutuskan untuk menikah karena keinginan shem yang sangat mencintai alana.


Mereka menjalin hubungan sejak SMA, dan menikah saat lulus kuliah.


Pernikahan alana dan shem berjalan mulus meski ada sedikit kendala tidak sukanya Mama shem mengenai pernikahan tersebut.


Alana yang bukan dari kalangan orang kaya, hanya anak panti, entah siapa orang tuanya tidak di ketahui asal usul nya. Dia di anggap rendah, oleh mertuanya sejak pacaran dan sekarang sudah menikah pun sama.


Namun hati yang besar penuh kesabaran, alana menerima semua dengan lapang dada. Dia tidak membalas semua hinaan yang keluar dari mulut mertuanya.


"Makanan apa ini? kau dari dulu tidak juga bisa memasak makanan yang enak, kalau level dari kalangan bawah, mau di apakan bagaimana tetap sama rendahan, sampai kapanpun tidak akan bisa berubah derajatnya," hina seorang wanita cantik, sedikit menua, dia adalah Mertuanya bernama Neta.


"Maaf Ma, apa mau Alana masak ulang?" tawar Alana sabar menghadapi sikap mertuanya yang tidak pernah berubah sejak dulu.


"Tidak perlu, mau di masak ulang berulang kali hasilnya akan tetap sama tidak enak. Orang seperti mu itu hanya bisa masak makanan rakyat jelata," sinis Nya dengan perkataan yang tak tangung di keluarkan tanpa peduli perasaan menantu nya.


"Ada apa ini? kenapa pagi-pagi sudah ribut?" tanya Shem baru turun tiba di meja makan.


Dari atas tangga dia sudah bisa mendengar suara keributan mereka, turun ke bawah dan melihat ternyata suara ribut itu dari Mama yang sedang memarahi sang istri.


Baru sehari datang menginap di rumah nya, Mama Neta sudah membuat keributan, Jika di biarkan lebih lama keributan nya pasti semakin besar.


Dia begitu tau seperti apa Mama nya yang tidak menyukai Alana sejak mereka berhubungan hingga sekarang.


Bahkan sampai detik ini Alana tidak hamil juga di permasalahkan Mama Neta. Keguguran Alana saat menginjak 7 bulan masa hamil nya membuat rahim nya bermasalah. Dan itu kini menjadi percekcokan antara Alana dan Shem sering berdebat.


Perdebatan itu bisa membuat Shem tak pulang ke rumah.


"Istri mu ini tidak pernah benar memasak, lihatlah apa yang di berikan pada Mama. Masa makanan tidak enak, mana banyak garam nya lagi," aduh Mama Neta menatap benci tidak suka pada Alana yang diam tak berkata.


"Tidak mungkin Ma. Shem tau masakan alana seperti apa, Shem tau Mama tidak pernah menyukai alana, tapi setidaknya jangan membuat keributan di pagi hari. Shem pusing dengar nya. Hari ini ada klien penting Shem butuh ketenangan bukan keributan," kata Shem lelah melihat situasi seperti ini.


"Jangan salahkan Mama, salahkan istri tidak berguna mu itu. Jika saja kau menurut pada Mama tidak menikah dengan rakyat jelata ini tidak mungkin Mama seperti ini," tidak terima nya di salahkan oleh putra satu-satunya itu.


"Lalu mau Mama sekarang apa? Shem harus menceraikan alana begitu? tidak mungkin, Shem cinta sama alana, sampai kapanpun tidak akan pernah bisa, jadi buang semua keinginan Mama yang ingin menjodohkan ku dengan anak kenalan teman Mama, karena sampai kapanpun itu Shem tidak mau," tegas Shem menatap lekat Mama nya yang keras kepala ingin memisahkan mereka.


"Ya sudah kalau seperti itu, Mama juga tidak akan mau berhenti hingga keinginan Mama terwujud," tak kalah tegas nya.


Alana berada di tengah itu, tak mengatakan sepatah kata, dia terbiasa diam. Di hina di caci bukan hal baru untuk nya lagi, sejak kecil dia sudah di perlakukan buruk oleh orang yang tidak menyukai nya.


Bahkan para ibu-ibu pun sama, padahal dia tak pernah melakukan kesalahan apapun pada siapapun. Alana wanita penurut pada orang tua.


"Jika itu mau Mama silakan lakukan, tapi satu hal yang Mama harus ingat, semua keinginan Mama tidak akan pernah bisa terwujud karena Shem tidak akan goyang."


"Ayo sayang, tidak perlu mengurusi Mama lagi. Kau ikut bersama ku ke kantor saja dari pada di sini hanya ada sakit kepala," tambah nya lagi mengajak alana pergi dari meja makan.


Dia tidak bisa membiarkan Mama nya terus semena-mena pada alana lagi. Alana yang diam di katai tidak pernah membalas membuat hati tidak tega, melihat itu.


"Tap-"


"Sudah tidak perlu di pikirkan lagi, apa kau mau di maki Mama? jadi ikut aku tidak perlu kau urus Mama," potong Shem cepat tidak membiarkan Alana membantah.


Dia seperti bisa membaca pikiran tau apa yang ingin di katakan alana.


"Iya," menurut Alana.


Shem menggandeng tangan alana pergi meninggalkan Mama Neta yang kesal tak ada yang mempedulikan nya.


"Lain kali coba lah untuk bersikap tegas pada Mama, alana. Jangan diam, dengan kau diam kau seperti orang yang benar melakukan kesalahan dan aku tau kesalahan itu tidak pernah kau lakukan," tegur Shem bingung 7 tahun menjalin hubungan pacaran dan 2 tahun menjadi pasangan suami istri, Alana tak pernah berubah dengan sikap lembut tidak pernah membalas kejahatan orang lain dengan kejahatan sama.


Alana lebih mendiamkan, dia percaya setiap orang pasti akan berubah menyadari semua yang di lakukan jadi dia tidak pernah mempermasalahkan apapun.

__ADS_1


"Maaf, sekarang tidak perlu di bicara kan lagi. Kau bisa terlambat ke kantor. Bukannya kau mengajak ku untuk ikut, jadi aku harus bersiap dulu. Tunggu sebentar aku ganti pakaian," ucap Alana tenang tidak ingin memperbesar masalah.


Dia hanya ingin pernikahan mereka awet. Meski tidak bisa selama nya, karena pertengkaran kecil selalu ada di antara mereka entah itu mengenai apapun.


Alana masuk ke ruang ganti mengganti pakaian. Tidak sampai lima menit dia sudah keluar dengan dress cantik di atas lutut.


Setelah menikah, fashion alana di atur Shem. Pria yang berstatus suaminya itu banyak berubah alana menjadi wanita pribadi yang cantik menjadi sangat cantik.


Shem tak pernah mengijinkan Alana menggenakan pakaian yang jelek, alana yang sejak awal wanita penurut pada orang tua dan suami tidak banyak menutut kecuali sesuatu yang menurutnya tidak di benarkan.


Selagi semua masih bisa di bicarakan baik dan di selesaikan kenapa tidak? dia juga wanita yang santai dalam menghadapi masalah, dia tidak terlalu ambil hati oleh omongan orang-orang yang tidak menyukai nya.


Karena hidup bukan bergantung pada orang lain, semua bergantung dan kembali pada diri sendiri bagaimana bisa menghadapi itu. Apa dia ingin menggunakan kekerasan, ego atau kebohongan, itu terserah. Asal tidak merusak, menghancurkan siapapun.


"Cantik, aku semakin mencintai mu," ucap Shem memeluk alana dari belakang menghirup aroma tubuh nya yang membuat nya nyaman.


***


"Terimakasih, kau juga sangat tampan Shem," balas Alana memuji ketampanan suaminya.


Dia bersyukur Shem masih mencintai nya meski dia sulit memberi keturunan, tapi tak pernah ada kata keberatan pada Shem. Pria tersebut benar-benar menerima nya apa adanya.


Alana merasa bahagia, meski akhir ini dia merasa ada yang tidak beres dengan suaminya sendiri. Setiap Brian pulang malam selalu ada bau parfum wanita yang menempel di kemeja nya.


Hal itu bukan pertama tapi sudah enam bulan terakhir terus terjadi. Shem yang curiga tidak pernah menanyai itu pada Shem. Jika dia bertanya itu sama saja, dia sedang meragukan suaminya, tidak mempercayai dan itu sangat di benci Allah.


"Pasti sayang, aku suami mu. Jika kau istri ku cantik maka aku suami mu harus tampan biar di kata serasi."


"Aku cantik karena mu Shem. Karena kau merubah ku seperti ini. Terimakasih sudah selalu ada bersama ku 9 tahun ini."


"Kenapa kau terus berterimakasih? aku ini suami mu bukan orang lain. Sudah seharusnya aku melakukan itu, jika bukan aku siapa? jadi stop mengatakan hal seperti itu, aku tidak mau mendengar lagi."


"Iya, aku tidak akan mengatakan lagi, sekarang kita pergi ayo. Nanti kau bisa terlambat ke kantor," ajak Alana mengakhiri mengingatkan Shem ada yang lebih penting sekarang.


"Astaga, hampir saja lupa kalau kau tidak mengatakan sayang."


Panas sekujur tubuh melihat kebahagiaan pada wajah wanita yang tidak pernah dia sukai. Ingin rasanya dia melempar jauh wanita yang bersama putra nya jauh.


"Ma, Shem dan Alana pergi dulu. Kalau Mama mau kembali silakan, tidak perlu berlama-lama di sini," ucap Shem enteng, meraih tangan Mama nya, di cium punggung tangan itu.


Saat berganti Alana ingin mencium tangan mertuanya sudah terlebih dahulu pergi tanpa mengatakan apapun.


Perkataan putra nya itu membuat nya kesal, dia yakin sikap Shem yang tidak sopan karena Alana, Alana wanita licik yang mempengaruhi.


"Sudah tidak perlu di pikirkan lagi, Mama memang seperti itu. Kau sudah mengetahui jadi biarkan saja," Shem mengusap lengan Alana memberi kekuatan dengan sikap Mama nya.


"Tidak apa-apa, ayo," tenang Alana dengan wajah seolah tidak terjadi apapun.


"Kau wanita yang terbaik Alana. Aku mencintaimu, sampai kapanpun tidak akan melepaskan mu," batin Shem tersenyum, sikap dewasa Alana membuat nya terus jatuh hati.


Meski kadang mereka sedikit ribut mengenai sesuatu yang tidak penting. Tapi kedewasaan Alana yang selalu menyatukan mereka, hingga pertengkaran mereka tidak berlangsung lama, hanya beberapa jam tidak mencapai 1 hari.


"Sayang, tahun baru ini kau mau kemana?" tanya Shem menoleh sang istri duduk manis di sebelah nya.


"Terserah mu saja, kemana kau membawa aku akan ikut," jawab Alana tersenyum.


"Ya sudah kalau begitu kita ke Korea saja, bagaimana?"


"Serius?"


"Iya sayang, aku tau kau dari dulu ingin ke Korea menemui idola mu, sekarang akan aku wujudkan."


"Terimakasih Shem, aku memang sudah lama menginginkan itu, tapi aku tidak mau merepotkan mu dengan keinginan ku."


"Tidak, aku sama sekali tidak repot. Apapun demi mu akan ku lakukan."

__ADS_1


Beberapa menit kemudian, mobil yang di kendarai Shem tiba di parkiran kantor khusus pemilik perusahaan.


Alana dan Shem bersamaan dengan tangan kedua saling bergandengan.


"Aku akan ke ruang meeting, kau tidak apa-apa ku tinggal di ruangan ku?" tanya Shem menatap Alana di samping nya.


"Kerjakan kerjaan mu, tidak perlu memikirkan aku," sahut pengertian Alana.


Cup...


"Masuklah ke dalam, aku akan kembali setelah kerjaan ku selesai."


"Iya, kau semangat kerja nya."


Alana pun masuk ke ruang kerja Shem, melihat itu pria tersebut bukan berbelok ke kiri masuk ke ruang meeting, malah naik lift.


Keluar dari lift, dia masuk ke ruangan pegawai.


Cekrek...


"Shem, kau di sini? ada apa? bukan nya ada meeting sebentar lagi?" tanya seorang wanita yang kaget dengan kedatangan atasannya tidak lain suami sahabat nya Alana.


"Aku merindukan mu sayang, bagaimana dengan mu? apa tidak merindukan ku?" tanya Shem berjalan mendekat kursi wanita tersebut.


"Tentu, merindukan mu sayang. Apa kau ingin servis kecil sebelum meeting di mulai?" tawar nya menarik dasi Shem mendekat wajah nya.


"Apalagi? lakukan sekarang," terima Shem dengan senang hati.


"Kau sangat tidak sabaran Shem. Apa Alana tidak memuaskan mu? hingga selalu mencari ku?" tanya wanita tersebut bernama Vio.


"Bukan seperti itu, Alana selalu memuaskan ku, tapi aku merindukan sentuhan mu sayang. Jadi lakukan sekarang."


"Dasar pria tidak pernah puas. Aku akan memuaskan."


Hmmmpt...


Vio menempelkan bibir mereka, dia berjalan bersama She. ke sofa dan kedua duduk di sana, ciuman mereka tidak lepas terus menarik satu sama lain.


Bibir kedua saling mengekspor leluasa, penuh hasrat tidak ada cinta selama panutan berlangsung.


Shem mengendorkan dasi yang di kena kan dan membuka kemeja Vio.


"Pelan-pelan, sayang. Aku tidak kemana-mana," ucap Vio mulai kehabisan nafas. Saat ciuman mereka terlepas, Shem mulai melakukan sesuatu yang disuka.


"Jangan menghentikan ku saat aku puas sayang. Semalam aku tidak melakukan bersama Alana karena dia kedatangan tamu bulanan. Dan kau tau aku tidak bisa tidak melakukan percintaan," kata Shem semangat tidak bisa mengatur keinginan nya untuk masuk gawang.


"Ya, kau saja aku tidak aman menghentikan mu," senyum Vio, dia sudah lama menyukai Shem, tapi Shem malah menyukai Alana sahabat nya yang miskin tidak memiliki apapun, dari pada dia yang kaya.


Vio memilih kerja di perusahaan Shen dari pada perusahaan nya Papa nya, karena dia ingin selalu berada di dekat Shem.


Bagaimana cara nya dia harus memiliki Shem dan sekarang perlahan berhasil membuat Shem berada di pelukan nya.


Bahkan dia kadang menginap di mansion Alana dan Alana wanita yang di juluki bodoh menyetujui tanpa menaruh curiga.


"Ahh... Shem ini sangat enak... " desaah Vio puas, pria tersebut sangat hebat dalam memuaskan nya. Dan bukan hanya Shem yang mendapat kepuasan tapi juga Vio.


"Ahh... Sayang, aku tidak pernah salah menjadi mu partner ranjang ku," tak kalah Shem puas mendesaah nikmat nya permainan mereka.


"Tentu, Shem karena aku tidak mau kau kecewa dengan ku. Aku bukan hanya partner ranjang mu, sebentar lagi status ku akan menjadi istri mu Shem," monolog Vio tersenyum licik.


"Aku akan melakukan dengan cepat, tahan kita akan sama-sama keluar."


"Iya sayang."


"Ahhk... aku sudah tidak tahan sayang, cepat atau aku akan duluan," tidak tahan Vio sudah berada di ujung.

__ADS_1


"Tahan sebentar sayang, hitungan ketiga."


__ADS_2