Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 11: Nick berubah


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


Hari demi hari telah di lalui Ara dengan penuh keceriaan, wajahnya tak pernah nampak sedih karena banyak yang menyayangi nya semenjak pertemuan di restoran.


Alex dan Geri begitu melindungi nya, tapi tidak dengan Nick sejauh ini sifat nya masih sama seperti dulu, tapi tanpa di sadari ia diam-diam memperhatikan Ara.


Sedikit demi sedikit Ara tidak terlalu takut pada Nick, namun ia masih ragu bicara pada Nick karena pria itu tak pernah mengajak nya bicara.


Meski itu sekedar basa-basi atau apa lainnya.


"Ara gimana kelas nya hari ini? gak ada masalah, kan?" Alex menatap Ara mengusap rambutnya.


"Tidak Kak, semua aman. Aku lapar apa boleh pesan makan sekarang?" tangan nya mengelus perut sudah berdemo minta segera di isi.


"Astaga jadi Ara lapar dari tadi, ya sudah pesan sekarang tapi ingat makan yang bisa Ara makan saja, Kak Johan sudah memberitahu ku apa saja yang tidak dan boleh di makan Ara," pesan nya mengingat kembali pada Ara.


"Nyebelin deh, kenapa jadi seperti ini? kalau begini aku gak akan pernah merasakan enaknya makanan itu," ucap nya dalam hati wajah menjadi lemas seketika.


Dia tidak bisa membantah selain menuruti mengikuti.


Mereka langsung memulai memesan makan, Nick diam menatap Ara, entah kenapa perhatian nya selalu tertuju pada Ara seperti ada magnet yang menarik nya.


Wajah lesuh Ara membuat nya tersenyum sendiri memperhatikan itu. Ia bingung dengan dirinya sendiri kenapa begitu senang melihat Ara.


Sebelum nya hal seperti ini tidak pernah terjadi, ia selalu bersikap cuek pada semua wanita kecuali keluarga. Apalagi ia sangat anti dengan wanita manja karena itu sangat jauh dari kriteria nya wanita nya.


"Aneh ada apa dengan nya? tumben tersenyum?" Geri mengikuti pandangan mata Nick tertuju dan betapa kaget nya ia mengetahui pada siapa senyum itu bisa terbentuk.


"Apa mungkin itu? tapi selama ini dia tetap sama seperti sebelumnya tidak menunjukkan apapun," ucap nya lagi dalam hati pandangan tertuju pada Ara dan menerka-nerka.

__ADS_1


Tak lama kemudian, makanan yang mereka pesan tiba, rasa penasaran kepo pun hilang seketika melihat wajah ceria Ara begitu antusias seperti biasa melihat makanan.


Tanpa membuang waktu lagi Ara memasukkan makanan ke dalam mulut dengan lahap, makan nya tak ada rasa gengsi seperti wanita luar lain nya yang selalu mementingkan etika dalam menyantap makan agar terlihat anggun.


"Pelan-pelan Ara nanti keselak," tegur Nick dengan lembut mengusap pucuk rambut Ara entah kenapa tangan nya bergerak begitu saja.


Ara sedikit tertegun dengan sikap Nick seperti ini, namun ia mencoba bersikap biasa. Bukankah ini hal yang bagus perlahan ia sedikit lebih tenang tidak takut meski tidak bisa seutuhnya melakukan.


"Iya Kak," sahut Ara tersenyum kecil menoleh Nick.


Semua yang melihat Nick bersikap lembut pada Ara terhipnotis mereka merasa seperti mimpi sangat sulit untuk di percaya.


Namun tidak dengan Nick ia menyadari pandangan aneh dari sahabat nya malah bersikap acuh dan kembali melanjutkan makanan.


Dan sesekali ia melihat pada Ara.


"Kak Nick aneh deh, tumben perhatian banget sama Ara biasanya cuek," ucap Nila dalam hati bingung bertanya-tanya.


"Hmmm... boleh tuh Nila nanti aku minta ijin sama kakak ya," sahut Ara menyetujui ia merasa tertarik dengan ajakan Nila. Pasalnya selama ini ia tidak pernah merasakan liburan bersama teman.


"Oke, kakak-kakak yang tampan tak ingin ikut kita?" Nila memandang berganti pada ketiga pria di depannya.


"Emangnya rencana kalian ke vila jam berapa? nginap atau langsung balik?" tanya Alex belum bisa memutuskan malah balik bertanya.


"Pagi biar lebih banyak nikmati pemandangan indah di sana dan rencananya juga kita bakal nginap sehari dulu baru balik," jawab Nila sudah memikirkan semua secara baik, ia ingin sejenak melupakan masalah kuliah sebelum makin banyak tugas yang di dapatkan nanti.


"Ya sudah kita bakal ikut, nanti kita berangkat sama-sama. Lo gimana Nick?" putus Alex akan ikut bersama kedua wanita tersebut berlibur dan menatap Nick menunggu tanggapannya.


"Hmmm, gue ikut," sahut Nick setuju tidak masalah.


"Nila gimana setelah dari sini kita belanja? kita mau liburan berarti kita harus banyak stok makanan biar gak bosan, benar bukan?" usul Ara dengan wajah ceria matanya berbinar-binar berbicara mengenai makanan.

__ADS_1


"Boleh juga, kita harus menyediakan beberapa keperluan saat di vila nanti. Ya sudah kita berangkat sekarang saja lagian kelas sudah selesai, kita juga gak ada kepentingan lain lagi," ucap Nila.


"Ya sudah ayo, makanan ku juga sudah kelar, tapi... sebentar aku telpon kakak dulu minta uang, aku gak punya uang untuk belanja," senyum Ara menunjukkan deretan giginya merasa malu, namun itu memang kenyataan ia tidak memiliki uang.


"Pantas saja tiap hari minta traktir mulu, aneh deh lo Ara. kakak lo orang kayak punya perusahaan tapi adik nya seperti gembel tidak punya uang," Nila menggeleng-geleng kepala.


"Hmmm, aku belum kerja Nila jadi wajar belum punya uang? kalau aku kerja pasti banyak uang seperti kakak ku."


"Sudah gak usah ribut, Ara pakai ini saja gak perlu telpon kasihan kakakmu pasti sedang sibuk sekarang," Nick menengahi mereka dan menyodorkan kartu kecil berwarna hitam pada Ara.


"Tidak perlu Kak, aku ngerasa gak enak nerima nya, atau begini saja aku pinjam uang Nila nanti aku kembalikan setelah ketemu kakak, boleh gak?" Ara tersenyum manis dan Nila yang mendengar itu menelan kasar saliva nya.


"Nih anak benar-benar bodoh udah di kasih enak malah milih yang susah," batin Nila kepalanya terasa pusing dengan jalan pikir Ara.


"Maaf Ara sayang, gue gak punya uang banyak, uang gue pas-pasan saja. Mending lo nerima saja kartu dari Kak Nick," saran Nila dengan wajah tak bersalah malah mengedipkan satu mata menggoda Ara.


"Sudah ini pakai saja, belanja apapun yang kamu inginkan," Nick kembali menyodorkan kartu kecil meraih tangan Ara dan memberikan.


"Terimakasih Kak, nanti aku bakal ganti uang nya."


"Tidak perlu mikirin itu pakai saja."


"Tapi aku gak en-"


"Sudah gak usah ngomong apapun lagi, sana pergi bukan nya mau ke Mall?"


"Huft... Ya sudah aku terima, tapi sebelumnya aku mau terimakasih. Aku akan berdoa uang Kak Nick bertambah banyak, biar Kak Nick bisa mentraktir ku lagi," senyum Ara mengembang dan Nick gemas dengan tingkah Ara.


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2