Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 33: Setia berjaga


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Setelah melewati situasi yang menegangkan, kini berakhir juga, jika saja Nick tidak bergerak cepat nyawa Ara sudah tidak terselamatkan.


Nick sedikit kaget tidak percaya dengan semua yang di terjadi. Tapi memang inilah kenyataan nya. Ia baru melihat aksi nekat Ara mengakhiri hidup nya sendiri.


Dia tidak menjauh sedikit pun dari ranjang Ara, tangan setia menggenggam dan mencium berkali-kali punggung tangan Ara dengan penuh cinta dan kerinduan yang amat besar.


Semua kisah hidup Ara selama 5 tahun ini sudah ia ketahui dari Vava. Nick sangat berterima kasih pada Vava sudah menjadi Ara selama ini.


"Sayang aku di sini, maafkan aku tidak bisa menemukan mu dari tangan pria jahat itu. Aku berjanji akan menghabiskan pria itu dengan tangan ku sendiri. Dia harus menerima balasan dari apa yang sudah di perbuat selama ini padamu," janji Nick hatinya terasa sakit, penderitaan Ara adalah penyiksaan hidup untuk nya menuju kematian.


"Aku tidak menyangka pria dingin dan menakutkan seperti ini, bisa menangis juga bahkan bicara lembut," ucap Vava yang terus memperhatikan interaksi Nick pada Ara yang setia menutup mata.


Vava terharu dengan cinta Nick yang besar pada Ara, lima tahun tidak pernah berjumpa tidak membuat perasaan cinta nya mati untuk Ara. Bahkan pintu hati di tutup mati hanya untuk seorang Ara.


Dia yakin sebelum Ara mengalami semua ini kehidupan nya pasti indah, hingga mampu meluluh hati pria seperti Nick.


"Saya akan membawa Ara tinggal bersama ku di apartemen," ucap Nick tanpa mengalihkan pandangan nya pada Ara dan menyampaikan tujuan nya.


"Tidak masalah, asal anda bisa menjamin kesehatan Ara. Saya memang bukan siapa-siapa Ara, tapi saya sudah menganggap Ara seperti adik saya sendiri," kata Vava tulus menyayangi Ara.


"Hmmm, terimakasih. Saya akan membalas semua kebaikan mu pada kekasih saya."


"Tidak. Saya tulus menolong Ara," tolak Vava tidak ingin balasan apapun dari Nick.


"Saya pun tulus, karena kau sudah menjaga Ara, jika bukan kau pasti saya tidak akan bisa bertemu Ara lagi."


"Terserah anda saja. Saya akan segera kembali, salam untuk Ara jika sudah sadar nanti."

__ADS_1


"Hmmm, sekali lagi terimakasih."


"Iya, sama-sama," Vava melangkah pergi meninggalkan ruangan Ara, ada perasaan sedih di hatinya harus pergi meninggalkan Ara.


Lima tahun bukanlah waktu yang singkat untuk nya bersama Ara. Banyak hal yang mereka lalui bersama meski tidak ada senyuman di wajah Ara. Tapi Ara sudah menemani hari-hari sepi nya.


"Aku berharap setelah ini kau selalu bahagia. Jangan ada kesedihan," doa Vava dalam hati penuh harap.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Setelah berbicara dengan Dokter mengenai keadaan Ara, dengan segala diskusi terbaik untuk kesehatan Ara kembali. Akhirnya Nick memutuskan untuk membawa Ara pulang.


Sekuat tenaga nya akan merawat Ara hingga melupakan trauma nya.


Dokter sudah mengatakan Trauma Ara bisa hilang jika sosok pria yang selama ini menjadi ancaman dalam hidup nya bisa mematahkan pemikiran nya itu.


Jadi saat Ini Nick akan mencoba melakukan menyakinkan Ara jika tidak semua pria itu jahat dan masih ada pria yang tulus menyayangi salah satunya adalah dirinya pria yang amat besar bahkan sangat besar mencintai Ara hingga hampir gila saking besar cinta nya.


"Sayang apa tidur mu sayang nyenyak, hingga enggan bangun? apakah dirimu tidak merindukan ku? apa dirimu tidak ingin bertanya bagaimana kabar ku, setelah kamu pergi? hidup ku benar-benar hancur seperti berada di ambang kematian."


"Aku bahkan lupa bagaimana caranya tersenyum. Senyuman seketika lenyap dengan kepergian mu, tidak ada Nick yang santai, tapi Nick yang serius gila kerja tanpa mengenal waktu istirahat pagi sampai pagi di temani tumpukan dokumen," cerita nya pada Ara, semua yang di alami selama 5 tahun tanpa ada Ara di samping nya.


"Tapi kamu jangan khawatir sayang, selama 5 tahun kamu tidak bersama ku, hati ini sudah ku gembok tidak akan ada yang bisa membuka gembok hati ku, kecuali kamu seorang pemilik kunci itu. Aku janji mulai hari ini selalu ada bersama mu, sudah cukup 5 tahun kita berpisah, sekarang tidak akan ada lagi."


Jemari nya membelai lembut wajah cantik Ara, tanpa kenal kata bosan memandang.


Jemari Ara perlahan bergerak, mata yang terpejam pelan-pelan terbuka, meski belum sempurna. Pandangan mencari melihat sekeliling sudut ruangan tempatnya berada.


Nick menyadari kesadaran wanita yang sejak tadi di nantikan secepatnya membuka mata sangat bahagia.


"Sayang kamu sudah bangun?" ucap Nick lembut tangan nya setia melingkar di pinggang ramping sang kekasih.

__ADS_1


Mendengar suara yang begitu dekat, Ara langsung menoleh dan betapa terkejut nya diri nya. Rasa takut kembali hadir, ia berontak minta di lepaskan. Nick sudah memprediksi semua akan terjadi seperti ini, sudah menyiapkan tindakan awal, hingga saat terjadi Ara tidak akan bisa kemana-mana selain berada di pelukan nya.


"Lepaskan! ku mohon jangan sakiti aku... jangan lakukan ini, aku tidak ingin... lepaskan aku! menjauh lah!" teriak Ara terus berontak meski semua yang di lakukan sia-sia, karena pelukan Nick begitu erat.


"Sayang tenang lah. Aku tidak akan menyakiti mu. Lihat aku, ini aku Nick calon suami mu. Bagaimana bisa aku menyakiti calon istri ku? aku sangat mencintai mu," lembut Nick menenangkan Ara tanpa melepaskan pelukan nya.


"Tidak! kau pembohong! kau yang ingin menyakitiku seperti semua orang. Lepaskan! biarkan aku pergi!" tidak percaya Ara terus melakukan perlawanan.


"Sayang sejak kapan kamu menggunakan kata itu? tidak ada kata kau. Hanya ada kata aku, kamu dalam cinta kita," tegur Nick tidak suka salah satu perkataan Ara.


"Apa semua karena pria itu?" pikir nya dalam hati amarah nya makin besar pada Daddy Ara.


Pria tua itu sudah berhasil berubah kehidupan Ara hampir 100%.


Entah kenapa teguran Nick membuat Ara terdiam tidak berontak lagi. Mata nya tertuju pada Nick, perasaan apa yang di rasakan saat ini, ia merasa sangat sakit mendapat teguran Itu.


"Ada apa, hmmm?" tatap Nick membelai lembut pipi Ara.


"Apa kau benar bukan orang yang ingin menyakiti ku?" tanya Ara pada Nick.


"Huft," Nick menghela nafas panjang mendengar kata kau yang di ucapkan Ara. Dia benar-benar tidak suka 1 kata itu terucap dari bibir wanita nya.


"Dengar ini baik-baik. Aku calon suami mu dan kamu calon istri ku. Aku sangat mencintai mu jadi tidak mungkin aku menyakiti mu. Dan stop pakai kata KAU, karena aku tidak menyukai itu. Kisah cinta kita hanya ada kata aku, kamu," jelas Nick penuh penekanan, tapi lebih pada kata kau.


"Kenapa?" bingung Ara dengan penjelasan Nick. Perasaan takut nya mendadak hilang, yang ada rasa nyaman di pelukan Nick.


"Karena itu terdengar sangat kasar. Aku tidak ingin calon istri ku menjadi tidak sopan dalam bertutur kata," jawab Nick senang Ara tidak takut lagi.


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...

__ADS_1


__ADS_2