Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 12: Supermarket


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


πŸŒΉβœ¨πŸ’žβœ¨πŸŒΉ


Wajah Ara tidak henti memancarkan senyuman, ia bahagia akhirnya bisa berbelanja sepuasnya tanpa ada yang melarang nya ini itu dalam memilih yang di inginkan.


Tidak ingin kesempatan seperti ini hilang ia menggunakan dengan baik, wajah nya terus tersenyum sepanjang perjalanan keliling Mall.


Setelah puas membeli yang di inginkan ia mengajak Nila ke luar supermarket membeli jajan mumpung ia masih memegang kartu hitam di tangan.


Begitu pun dengan Nila ia sangat bahagia menikmati uang sang Kakak, ia membeli banyak barang yang di suka dan tentu semua tagihan di bayar menggunakan kartu kakak nya di tangan Ara.


"Jika seperti ini terus uang ku gak bakal habis semua di tanggung Kak Nick. Tapi aku masih bingung ada apa dengan Kak Nick, kenapa mendadak baik begini? tidak seperti biasa bertingkah seperti ini, apa Kak Nick suka pada Ara?" pikir Nila bertanya-tanya penasaran.


"Ah, pasti seperti itu. Jika tidak mana mungkin Kak Nick seperti ini pada Ara. Aku tau bagaimana Kak Nick. Aku saja yang adiknya tidak pernah di perlakukan seperti ini, jadi tentu Ara sangat penting dalam hidup Kak Nick."


"Nil, Kak Nick sangat baik aku gak nyangka akan di traktir banyak. Aku pikir Kak Nick kejam, eh ternyata aku salah, aku menyesal sudah berpikir buruk padanya. Aku janji gak akan berpikir buruk lagi," menyesal Ara kini ia tidak takut pada Nick malah menyanjung kebaikan pria tersebut.


"Ya maka dari itu jadilah istri Kak Nick biar kau bisa di traktir lebih banyak dari ini, bahkan kartu ini bisa menjadi milik ku," ucap Nila asal tapi ia berharap ke depan nya Ara menjadi kakak iparnya.


"No Nila, kata kakak kalau nikah itu karena ada rasa cinta antara kedua pasangan, bukan karena ingin mendapat banyak traktir. Bagaimana kalau Nila saja yang menikah dengan kakak ku nanti aku akan minta pada Kakak berikan kartu hitam yang sama seperti milik Kak Nick pada Nila, gimana Nila mau, kan?" ucap Ara malah membalikkan perkataan yang Nila kasih padanya.


"Mana bisa seperti itu Ara. Gue duluan yang bilang begitu," protes Nila tidak terima menatap Ara yang menatap balik dengan santai tanpa merasa bersalah.


"Kenapa tidak bisa? emangnya salah? tapi sepertinya tidak, gak ada yang salah," pikir Ara yakin yang di katakan benar.

__ADS_1


"Lama-lama gue bisa naik darah kalau bicara dengan nya, gadis ini benar-benar menguji kesabaran ku saja," ucapnya dalam hati menarik nafas dalam-dalam dan banyak-banyak sabar menghadapi wanita seperti Ara.


Dia akhirnya memilih tidak meladeni Ara lagi, mata nya hanya tertuju pada rak cemilan ringan yang akan mereka jadikan jajan selama perjalanan besok menuju vila.


Ara yang di acuhkan seperti itu tidak terlalu memikirkan, ia berjalan mencari cemilan favorit menaruh di keranjang belanja.


Bahkan banyak cemilan dengan rasa coklat yang di pilih di masukkan ke keranjang, entah sudah berapa banyak cemilan yang diambil namun kini keranjang nya sudah terisi penuh. Ia bahkan mengambil keranjang baru karena masih belum puas dengan belanjaan nya sekarang.


Nila yang melihat barang belanja Ara sudah terisi penuh dan kini mengambil keranjang baru membelalakkan mata tidak tau harus berbicara apa. Ia benar-benar membatu melihat itu.


"Astaga apa harus sebanyak ini? tingkah nya seperti orang susah saja dasar aneh punya kakak kayak gak di manfaatin, padahal dia kan enak tinggal minta apa saja pasti di kasih tanpa di bantah, tapi kenapa sikapnya ini seperti orang miskin," batin Nila memijit kepala yang tidak sakit.


"Nila apa boleh ini di titipkan di kasir? aku lelah jika terus membawa ini kemana aku melangkah, tangan ku benar-benar pegal," keluh Ara tangan kanan nya sakit menenteng keranjang merah dari tadi.


"Tidak perlu, aku akan menghubungi seseorang untuk membantu kita bersabarlah," ucap Nila meletakkan keranjang di bawah lantai, lalu mengambil ponsel di saku celana dan mengirim pesan pada seseorang yang ia minta bantuin.


"Beres, bala bantuan akan datang kita tunggu sebentar baru kita lanjutkan lagi belanja nya," ucapnya memberitahu menatap Ara. Ara mendengar itu sedikit lega, ia tidak sabar untuk kembali berkeliling memilih cemilan lain keluaran terbaru.


"Baiklah kita akan menunggu," sahut Ara tidak sabaran.


πŸ’™πŸ’™πŸ’™


Seseorang yang di minta bantuan itu adalah Nick. Ia sedang duduk santai bersama kedua sahabat nya di kantor seperti biasa kedua sahabat nya itu selalu bersama dengan nya jika tidak ada kesibukan.


Mereka menemani Nick hingga selesai dan saat baru beberapa menit duduk santai ponselnya berdering pesan masuk.

__ADS_1


Di pesan WhatsApp tersebut terdapat sebuah foto Ara kelelahan menentang ranjang belanja yang terisi penuh, tidak lupa dengan wajah cemberut.


Dan di sana tertulis pesan dari Nila.


'Kemari lah Kak, kasihan pada Ara wajah nya terlihat pucat aku tidak tega, takutnya dia pingsan memikul belanja nya *sebanyak ini'


'Jika Kak Nick sibuk gapapa lupakan saja nanti kalau Ara pingsan aku akan minta tolong pada pria yang ada di sini. Aku yakin tidak akan ada seorang pria yang menolak, bahkan mereka akan jatuh cinta sekali melihat Ara*.'


Nick yang membaca pesan dari Nila sangat kesal bisa-bisanya sang adik mengirim pesan aneh seperti ini. Pesan itu benar-benar membuat nya mengacak rambut. Ia langsung bangkit dari kursi dan beranjak pergi meninggalkan ruangan dan di ikuti kedua sahabat nya.


Setiba di supermarket, parkiran di buat heboh dengan kedatangan ketiga pria tampan, semua pasang mata wanita tertuju pada mereka, namun ketiga pria tersebut tidak kaget karena hal seperti ini bukan pertama bagi mereka, melainkan berkali-kali.


Mata Nick mencari-cari setiap sudut di sekeliling supermarket tapi tidak melihat keberadaan Ara dan Nila. Ia masuk ke dalam lagi mungkin kedua wanita yang di cari ada di sana.


Dan benar saja di sana ada kedua wanita yang berdiri dekat keranjang merah di bawah lantai kaki mereka.


Nick berjalan menghampiri mereka dengan kayak cool dan tentu para pengunjung supermarket memperhatikan Nick karena dari ketiga pria yang datang bersamanya paling unggul Nick.


"Bagaimana belanja nya? sudah selesai?" tanya Nick tiba di samping dekat Ara menatap bergantian kedua wanita tersebut.


"Belum Kak, aku dan Nila masih ingin belanja. Karena Kakak-kakak sudah datang aku titip belanjaan ku ya, masih ada yang ingin aku cari lagi," sahut Ara tersenyum menunjukkan deretan gigi putih.


"Geri bawa belanjaan Ara. Saya akan temenin Ara," perintah Nick menggandeng tangan Ara pergi.


"Dih bilang aja mau PDKT, dasar modus pakai acara bilang temanin," gumam Geri namun ia tetap mengikuti perintah Nick.

__ADS_1


...Bᴇʀsα΄€α΄Κ™α΄œΙ΄Ι’......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2