Wanita Kesayangan CEO Dingin

Wanita Kesayangan CEO Dingin
Bab 7: Menggemaskan


__ADS_3

🌻H 4 P P Y R 3 4 D I N G🌻


🌹✨💞✨🌹


"What!" pekik Nila benar-benar gemas dengan jawaban Ara yang menurut nya tidak mau tau tentang keluarga nya sendiri.


Ara bingung melihat reaksi Nila seperti itu, ia merasa tidak salah berkata terus ada apa dengan Nila.


Nick mulai berpikir dengan perkataan Nila.


"Apa perusahaan yang bekerja sama dengan ku sekarang adalah perusahaan Kakak nya Ara?" pikir Nick dalam hati.


"Kenapa? apa aku salah bicara? kenapa wajah Nila seolah aku bersalah?" tanya Ara dengan wajah polos tak mengerti.


"Kau benar-benar gadis langkah Ara. Jika saja kau bukan sahabat ku, sudah aku lempar ke laut di makan paus," ucap Nila asal dan Ara mendengar itu bergidik ngeri.


"Nila kok jahat sama aku," wajahnya seketika cemberut.


"Habis nya kau membuat ku gemas Ara."


"Kalau gemas seharusnya di sayang, kata Kakak aku mengemaskan makanya kakak menyayangi ku bukan seperti yang Nila katakan."


Semua tersenyum mendengar jawaban Ara, wanita di depan mereka benar-benar polos, Mama Rita gemas mencubit pipi tembem Ara.


"Sayang yang kau katakan benar, kalau gemes harus di sayang dan tante sangat gemas pada mu," senyum nya memeluk Ara.


"Makasih Tante," Ara membalas pelukan nya, ia merasa nyaman berada di dekat keluarga Nila.


Selain berada di dekat ketiga kakaknya, kini ia memiliki keluarga baru yang membuat nya dapat merasakan kehangatan keluarga yang selama ini tidak pernah ia dapatkan.


Ara tidak pernah merasakan pelukan dari sosok seorang Ibu dan ia sangat bahagia sekarang bisa merasakan itu.


"Sama-sama. Tante sudah mengganggap Ara sebagai anak Tante jadi kapan pun Ara butuh kemari lah Tante akan selalu ada untuk Ara," ucap nya mengelus rambut Ara dengan lembut.


"Terima kasih Tante."


Nick diam-diam terus memandangi Ara, entah kenapa hatinya juga ikut senang melihat Ara tersenyum. Ia seolah berada di bagian perasaan yang Ara rasakan sedih maupun bahagia.


...----------------...

__ADS_1


"Kau sudah mau pulang sekarang? kita belum melakukan apapun, kenapa tidak lebih lama lagi di sini?" bujuk Nila tidak senang Ara cepat kembali, padahal ia sangat senang dengan keberadaan Ara di rumah nya.


"Tidak, aku gak mau lama-lama di sini nanti kalau tidur di bangunin lagi gak bisa tidur lama, nanti juga di kata Kebo mending di rumah gak ada yang gangguin," tolak Ara mengingat jelas perkataan Nila padanya.


"Hehehe, maaf deh janji gak lagi tapi mau ya datang lagi ke sini."


"Janji gak bohong, kan?"


"Iya janji," Nila menautkan jari kelingking mereka.


Tak berselang lama bunyi bel dari luar. Ara begitu semangat langsung bangkit berjalan lebih dulu.


Kedua orang tua Nila sudah berada di kamar sedangkan Nick di kamar tepatnya berada di balkon melihat pemandangan luar.


"Kakak kenapa lama, aku udah nungguin dari tadi," ucap Ara menghambur masuk ke dalam pelukan sang kakak.


"Maaf baby, jalan sedikit macet. Tapi sekarang Kakak sudah datang, bukan?" senyum Yanto membalas pelukan sangat adik.


"Terima kasih Nila sudah menjaga adik ku, maaf jika Ara merepotkan," ucap nya menoleh menatap Nila.


"Sama-sama Kak, tidak masalah meski Ara sangat merepotkan kami senang," sahut Nila.


"Menyebalkan," wajah Ara cemberut menghentakkan kaki tidak terima dengan perkataan Nila.


"Kakak aku tidak ngambek," Ara merajuk tidak terima.


"Iya adik kakak tidak ngambek, sekarang kita pulang, Ara sudah makan belum?"


"Sudah Kak, makanan Mama nya Nila enak aku suka. Aku makan banyak tadi, Mama nya Nila juga sangat baik pada ku," semangat Ara menceritakan semua.


Yanto senang mendengar cerita sang adik yang seperti sangat bahagia, kebahagiaan Ara segalanya untuk nya, apapun akan ia lakukan untuk sang adik meski nyawa taruhannya.


"Silakan masuk Tuan putri," Yanto membuka pintu mempersilahkan Ara masuk seperti seorang pelayanan melayani putri kerajaan.


Cup.


"Terimakasih," senyum Ara memberi kecupan di pipi dan masuk.


Dari atas balkon seorang pria melihat semua itu, entah kenapa melihat kedekatan Ara dengan seorang pria membuat nya tak suka.

__ADS_1


Hati nya terasa sakit, darah terasa mendidih melihat kemesraan mereka. Ia tidak bisa melihat jelas wajah pria yang bersama Ara jarak nya terlalu jauh.


"Ck, kenapa aku tidak suka melihat nya bersama pria lain, sadar Nick dia bukan siapa-siapa perasaan ini tidak benar," ucap nya menyadarkan diri agar tidak berlebihan dan berhenti berpikir tentang Ara.


...----------------...


Tiba di mansion Ara di sambut kedua kakak nya Yudha dan Johan mereka sudah menunggu kedatangan princess kecil kesayangan.


"Hei sayang kau sudah pulang, bagaimana hari ini kau bahagia berada di rumah teman mu?" tanya Yudha menggendong adiknya nya membawa duduk di sofa.


"Aku bahagia Kak, Mama nya Nila sangat baik, makanan nya juga enak-enak, aku makan banyak," jawab Ara semangat wajahnya begitu ceria menceritakan kunjungan pertama di rumah sahabat nya.


"Wah, benar kah? Kakak ingin bertemu dengan mereka, kakak ingin berterima kasih pada mereka sudah membuat kesayangan kakak bahagia," gemas Yudha mengacak rambut Ara.


"Ih kakak, rambut ku jadi berantakan," Ara memonyongkan bibirnya kesal pada Yudha merusak rambut nya.


"Kak lihat Kak Yudha," aduh Ara pada Yanto yang baru masuk.


"Yudha jangan membuat Ara kesal, Ara naik ke atas bersih-bersih lalu bobo. Ara belum bobo siang, bukan?" perhatikan Yanto mendekati sang adik membelai pipi lembut nya.


"Belum Kak, sekarang aku mau bobo, bye.


Cup.


Cup.


Cup.


Ara mencium pipi ketiga pria yang ia sayang lalu beranjak pergi masuk menuju kamarnya di lantai 2.


Ara membersihkan diri di kamar mandi, setelah semua beres ia naik ke atas ranjang dan perlahan ia mulai terlelap masuk ke alam mimpi.


Di sisi lain, Nick masih belum melupakan apa yang di lihat. Hatinya benar-benar merasa panas kobaran api terasa menjalar di seluruh tubuh.


Setiap mencoba melupakan apa yang di lihat, semakin jelas ingatkan itu. Melihat Ara mencium pipi seorang pria benar-benar sudah menganggu benak nya. Kepala nya terasa hampir pecah Nick tidak tau apa yang terjadi pada diri nya sampai begitu terganggu padahal Ara bukan siapa-siapa nya.


" Gadis itu benar-benar menganggu pikiran ku, kenapa susah untuk melupakan itu," ucap Nick frustasi mengacak rambut nya.


Nick mencoba mengalihkan pikiran nya dengan mendengar musik, mungkin dengan musik sedikit membantu nya.

__ADS_1


...Bᴇʀsᴀᴍʙᴜɴɢ......


...✨____________ 🌼🌼_______________✨...


__ADS_2